Transcription

BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA. Kerangka KonsepVariabel BebasUmurJenis KelaminPekerjaanVariabelTerikatPendidikanStatus PerkawinanKejadian MalnutrisiRiwayat PenyakitAktifitas FisikPerilaku MerokokAsupan EnergiAktifitas FisikBagan 3.1 Kerangka Konsep46

47B. Hipotesis Penelitian1. Ho: Tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian malnutrisi padalansia.Ha: Ada hubungan antara umur dengan kejadian malnutrisi padalansia.2. Ho: Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.Ha: Ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian malnutrisipada lansia.3. Ho: Tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian malnutrisipada lansia.Ha: Ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian malnutrisi padalansia.4. Ho: Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian malnutrisipada lansia.Ha: Ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian malnutrisi padalansia.5. Ho: Tidak ada hubungan antara status perkawinan dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.Ha: Ada hubungan antara status perkawinan dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.6. Ho: Tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.Ha: Ada hubungan antara riwayat penyakit dengan kejadian malnutrisipada lansia.

487. Ho: Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.Ha: Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian malnutrisipada lansia.8. Ho: Tidak ada hubungan antara dengan perilaku merokok dengankejadian malnutrisi pada lansia.Ha: Ada hubungan antara dengan perilaku merokok dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.9. Ho: Tidak ada hubungan antara asupan energi dengan kejadianmalnutrisi pada lansia.Ha: Ada hubungan antara asupan energi dengan kejadian malnutrisipada lansia.C. Jenis PenelitianPenelitian ini menggunakan penelitianobservasional yaitu tidakmelakukan perlakuan terhadap subjek penelitian dalam rangka memberikangambaran lebih jelas tentang masalah pada subjek dengan metode kuantitatif,dan rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan analitik. Metodedalam penelitian ini adalah survey dengan pendekatan cross sectional ataustudi potong lintang dimana dalam studi ini mempelajari tentang prevalensi,distribusi maupun hubungan suatu penyakit dan paparan dimana pengambilandata dilakukan pada satu waktu atau dalam waktu yang bersamaan antaravariabel bebas dan variabel terikat yaitu kejadian malnutrisi pada lansia diposyandu Kawuri Sejahtera Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.(30)Karena dalam penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, makamenggunakan perhitungan rasio prevalensi.

49D. Variabel Penelitian1. Variabel terikat (dependent variable)Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yangdipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas.Pada penelitian ini variabel terikatnya adalah kejadian malnutrisi.2. Variabel bebas (independent variable)Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yangmenjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat.Pada penelitian ini variable bebas yang akan diteliti adalah:a. Umurb. Jenis kelaminc. Pekerjaand. Pendidikane. Status perkawinanf.Riwayat penyakitg. Aktifitas fisikh. Perilaku merokoki.Asupan energi

50E. Definisi OperasionalTabel 1.1 Definisi SIONALUKURUKURKATEGORIKeadaan giziMenimbangTimbangan1.Malnutrisi :seseorang sebagaiberat badandigital danIMT 18,5gambaran konsumsidanmicrotoaatau IMT gizi sertamengukurpenggunaannya olehtinggi badanSKALAUKUROrdinal252.Normal :tubuh yang dihitungIMT 18,5 -menurut IMT, yaitu25membagi berat badandengan kuadrat tinggibadan (m²).UmurLama hidup respondenWawancaraKuesionerdari lahir sampai saatdan melihatdengan ristipenelitian.Kartu Tanda: usia 65Penduduktahun.(KTP)1.2.Usia lanjutNominalUsia lanjutdini : usia60-64 tahunJenisKarakteristik biologiskelaminyang dilihat kNominalpenampilan luar.PekerjaanKegiatan utama yangWawancaraKuesionerdilakukan respondendan mendapatpenghasilan ataskegiatan tersebut sertamasih dilakukan padasaat di wawancarai.bekerja2.BekerjaNominal

51Tabel 3.1 Definisi Operasional IONALUKURUKURJenjang KUROrdinal( SMP)formal yangdiselesaikan oleh2.Tinggi( SMA)responden berdasarkanijasah terakhir yangdimiliki.StatusStatus pernikahan yangWawancaraperkawinandikategorikan dalamdan melihatbentuk belum/tidakKartu Tandakawin/kawin danPendudukcerai/janda/duda.(KTP)RiwayatKeterangan tentangWawancarapenyakitpenyakit degeneratif.dan esioner1.Tidak ada2.Ada1.Tidak rutin2.RutinNominaldata rekammedikAktifitas fisikAktivitas fisik yangdilakukan secara rutinoleh responden untukmenyehatkan badan,misalnya: senamlansia, jalan, lari pagiyang dilakukan dengandurasi minimal 3 kaliseminggu selama 30menit.WawancaraKuesionerNominal

52Table 3.1 Definisi Operasional KURWawancaraKuesionerPerilakuPerilaku merokokmerokokadalah aktivitasSKALAKATEGORI1.Tidak2.Ya1.Kurang UKURNominalseseorang yangmerupakan responsorang tersebutterhadap rangsangandari luar yaitu faktorfaktor yangmempengaruhiseseorang untukmerokok dan dapatdiamati secaralangsung.AsupanJumlah energi yangenergidikonsumsi respondendari makanan seharihari dalam satuan KkalWawancaraKuesionerOrdinal80 %2.Cukup 80%menggunakan SQFFQ(Semi QuantitativeFood FrequencyQuetionary)F. Populasi dan Sampel1. PopulasiPopulasi atau biasa disebut juga dengan universe adalahkeseluruhan subjek (manusia, binatang percobaan, data laboratorium,dan lain-lain yang akan dilakukan penelitian, dan memenuhi karakteristikyang ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta

53posyandu lansia di posyandu Kawuri Sejahtera wilayah kerja PuskesmasKedungmundu sebanyak 138 orang.2. SampelSampel adalah sebagian subjek yang di ambil dari keseluruhansubjek yang di teliti dan di anggap mewakili seluruh populasi. Untukkeperluan analisa data secara kuantitatif maka penentuan sampelyang representative dilakukan dengan menggunakan metode RandomSampling yaitu teknik sampling dengan pengambilan sampel tanpasistimatika tertentu. Pengambilan sampel dilakukan dengan carakriteria inklusi dan kriteria eksklusi.a.Kriteria inklusi1)Lansia yang tinggal menetap di wilayah kerja PuskesmasKedungmundu dengan usia 60 tahun.b.2)Mampu berkomunikasi dengan baik.3)Tidak menderita sakit berat.4)Tidak menderita kelumpuhan.Kriteria eksklusi1)Lansia yang menolak untuk berpartisipasi sebagairesponden.2)Menderita sakit berat.3)Menderita kelumpuhan.

54Besar sampel dalam penelitian ini di hitung dengan menggunakanrumus sample minimal size , sebagai berikut :n N1 N (d) ²Keterangan :N:Besar populasiN:Besar sampeld:Batasderajadkesalahan/tingkatpersyaratan (0,1)Perhitungan penentuan sampel sebagai berikut:n N1 N(d) ²n 1381 138(0,1) ²n 1381 235,37n 1382,38N 57,9Jumlah sampel penelitian berdasarkan perhitungan di atas adalah58 orang lansia.

55G. Pengumpulan Data1. Data PrimerData primer merupakan data yang dapat diperoleh melaluiwawancara secara langsung dengan responden. Data tersebutmeliputi umur, pekerjaan, pendidikan, status perkawinan, riwayatpenyakit, aktifitas fisik, perilaku merokok, serta asupan energi yangberasal dari konsumsi makanan yang dimakan responden dalamperiode hari/minggu/bulan/tahun.2. Data SekunderData sekunder merupakan informasi penunjang terkait dataresponden yang dapat diperoleh dari catatan kader Posyandu, variabelyang dapat diperoleh yaitu riwayat penyakit responden.H. Instrument gunakandalampengumpulan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalahsebagai berikut :1. Kuesioner: berisi tentang data umur, jenis kelamin, pekerjaan,pendidikan, riwayat penyakit, status perkawinan, aktivitas fisik, perilakumerokok, serta asupan energi yang di makan.2. Timbangan digital : alat ukur yang digunakan untuk mengukur beratbadan responden.3. Microtoabadan responden.: alat ukur yang digunakan untuk mengukur tinggi

56I. Pengolahan Data1. EditingLangkah ini bertujuan untuk mengoreksi kembali apakah setiappertanyaan dalam kuesioner sudah lengkap atau belum.2. CodingLangkah melakukan pengkodean pada masing-masing data untukmempermudah dalam proses pengolahan data.3. Entry dataProses memasukkan data untuk pengolahan lebih lanjut ke dalamprogram komputer.4. TabulatingKegiatan menyusun data dalam bentuk tabel untuk mempermudahdalam menganalisis data.5. Penyajian dataPenyajian data dalam bentuk tabel distribusi, frekuensi, grafik, dantable silang.J. Analisa Data1. Analisis univariat adalah dilakukan untuk mendeskripsikan setiapvariable dari hasil penelitian pada umumnya dalam analisis ini hanyamenghasilkan distribusi dan presentase dari setiap variabel.2. Analisis bivariat adalah dilakukan terhadap 2 variabel yang di dugaberhubungan atau berkorelasi. Analisis bivariat dilakukan untukmenguji hubungan antara variable bebas dengan skala ordinal dengan

57variable terikat dengan skala nominal. Uji yang di gunakan adalah ujistatistik chi square.a. Uji statistic chi squareDalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antaravariable bebas dan variable terikat. Uji chi square yang dilakukanmenggunakan tabel 2x2, degan tingkat kepercayaan 95% dan nilaikerelasi (α 0,05).Syarat-syarat dalam uji chi square, sebagai berikut : (30)1) Dalam pengujian hipotesis, populasi terdiri dari dua ataulebih kelas atau kategori2) Skala pengukuran dalam bentuk nominal dan ordinal3) Sampel dalam jumlah besar dan kelompok yang di uji tidakberpasangan.4) Bila nilai expectednya yang kurang dari lima ada 50% makadilakukan uji alternatif yaitu Fisher Exact.b. Menghitung Rasio Prevelensi (RP)Dalam desain studi cross sectional, dapat menghitungbesarnya risiko terkena penyakit atau efek yang mungkin terjadikarena adanya paparan. Pada desain studi cross sectional untukmenilai besarnya risiko terkena penyakit dilakukan perhitunganyang disebut rasio prevalensi (RP).

58Bagan 3.2Struktur dasar studi cross sectionalPengukuran faktor risiko danefek dilakukan satu kaliEfek yaEfek Faktor risikoEfek tidakEfek -Tabel 3.2Perhitungan Rasio PrevalensiEfekYaTidakJumlahFaktorYaABa bresikoTidakcDc dJumlaha cb da b c dKeterangan: (30)Table 2x2 menunjukan hasil pengamatan studi cross-sectional.a subyek dengan faktor risiko yang mengalami efekb subyek dengan faktor risiko yang mengalami tidak efek

59c subyek tanpa faktor risiko yang mengalami efekd subyek tanpa faktor risiko yang mengalami tidak efekRasio prevalensi dihitung dengan membagi prevalens efek pada kelompokdengan factor risiko dengan prevalens efek pada kelompok tanpa faktor risik.RP a/(a b) : c/(c d)Keterangan:a/(a b) Prevalens of case exposurec/(c d) Prevalens of control exposureInterpretasi hasil: (30)1. Bila nilai rasio prevalensi 1 berarti variabel yang diduga sebagai faktorrisiko tersebut tidak ada pengaruhnya dalam terjadinya efek, atau dengankata lain ia bersifat netral.2. Bila nilai rasio prevalensi 1 dan rentang interval kepercayaan tidakmencakup angka 1, berarti variabel tersebut merupakan faktor risikotimbulnya penyakit.3. Bila nilai rasio prevalensi 1 dan rentang nilai interval kepercayaan tidakmencakup angka 1, berarti faktor yang diteliti justru akan mengurangikejadian penyakit, bahkan variabel yang diteliti merupakan faktor protektif.

604. Bila nilai interval kepercayaan rasio prevalensi mencakup angka 1, makaberarti pada populasi yang diwakili oleh sampel tersebut mungkin nilaiprevalensinya 1, sehingga belum dapat disimpulkan bahwa faktor yangdikaji tersebut merupakan faktor risiko atau faktor protektif.

1) Lansia yang tinggal menetap di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu dengan usia 60 tahun. 2) Mampu berkomunikasi dengan baik. 3) Tidak menderita sakit berat. 4) Tidak menderita kelumpuhan. b. Kriteria eksklusi 1) Lansia yang menolak untuk berpartisipasi sebagai responden. 2) Menderita sakit berat. 3) Menderita kelumpuhan.