Transcription

Penerbit EduCenter IndonesiaCoverDisusun oleh :Dr. Yusnidar Yusuf, M. SiISBN: 978-602-52823-5-5i

KATA PENGANTARAssalamualaikum. Wr. Wb.Puji Syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat-Nya sehinggakami dapat menyelesaikan buku ajarKimia Dasar untuk kepentingan perkuliahanMahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. Buku ajar ini disusunberdasarkan yang lebih menempatkan Mahasiswa sebagai pusat kegiatan belajar (StudentCenter). Buku ajar ini juga dilengkapi dengan latihan soal untuk menguji pemahamanmahasiswa terkait dengan materi yang terdapat pada buku ajar .Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan buku ajar ini. Olehkarena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan kesempurnaandari buku ajar ini.Kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu prosespenyelesain buku ajar ini. Semoga buku ajar ini dapat bermanfaat bagi kita semua,khususnya para Mahasiswa prodi dilingkungan FFS UHAMKA.Jakarta, 11 Desember 2018Penulisi

DAFTAR ISCOVER.iKATA PENGANTAR .iDAFTAR IS . iiBAB I.1MATERI . 1A. PEMBAHASAN.11.1Pengertian Materi . 11.2Sifat dan Perubahan Materi .11.3Perubahan Materi . 11.4Klasifikasi Materi . 21.5Wujud Materi . 31.6Hukum-Hukum Tentang Materi .4B. CONTOH SOAL .5BAB II . 9STRUKTUR ATOM .9A. PEMBAHASAN.102.1Definisi .102.2Partikel Penyusun Atom .102.3Penemuan Elektron, Proton, Dan Neutron .112.4Perkembangan Model Atom .142.1Penentuan Bilangan Kuantum Utama, Azimut, Magnetik, Dan Spin .182.2Konfigurasi Elektron . 202.3Isotop, Isobar, Isoton . 23B. CONTOH SOAL .25BAB III PERIODIK UNSUR . 32A. PEMBAHASAN.323.1Perkembangan Sistem Periodik Unsur . 323.2Penentuan Periode dan Golongan Unsur dalam Sistem Periodik .343.3Sifat Periodik Unsur. 39ii

3.4 Konfigurasi Elektron pada Ion .43B. CONTOH SOAL .45BAB IV . 50IKATAN KIMIA .50A. PEMBAHASAN.504.1Peranan Elektron Dalam Pembentukan Ikatan Kimia . 504.2Teori Lewis.514.3Pembentukan Ikatan . 524.4Kepolaran Ikatan dan Senyawa .53B. CONTOH SOAL .56BAB V . 64PEMBENTUKAN SENYAWA KOMPLEKS . 64A. PENGERTIAN SENYAWA KOMPLEKS, ATOM PUSAT DAN LIGAN .645.1Senyawa Kompleks . 645.2Ikatan Kovalen Koordinasi Dan Bilanagan Koordinasi. 655.3Penamaan Kompleks. 665.4Teori Ikatan Valensi Dan Bentuk Kompleks.67B. Latihan Soal .70BAB VI . 72STOIKIOMETRI .72A. PEMBAHASAN.726.1Pengertian Stoikiometri .726.2Bilangan Avogrado. 726.3Massa Atom Relatif dan Massa Molekul Relatif .726.4Konsep Mol .736.5Rumus Molekul dan Rumus Empiris . 736.6Penentuan Reaksi Pembatas .746.7Hasil Teoritis, Hasil Nyata dan Persen Hasil.74B. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA . 74BAB VII . 78REDOKS DAN ELEKTROKIMIA .78A. PEMBAHASAN.78iii

7.1Konsep-Konsep Dasar Redoks .787.2Penyetaraan Reaksi Redoks .787.3Komponen Sel Elektronik .79B. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN . 81BAB VIII . 86KINETIKA REAKSI KIMIA . 86A. PEMBAHASAN.868.1Pengertian .868.2Penentuan Laju Reaksi Kimia .868.3Faktor Yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi . .90B. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN . 91BAB IX . 94KIMIA INTI . 94A. PEMBAHASAN.949.1Perbedaan Reaksi Kimia Biasa dengan Kimia Inti .949.2Stabilitas Inti dan Peluruhan Inti . 949.3Jenis Sinar Radioaktif.969.4Kesetimbangan Radio Aktif .979.5Jenis Reaksi Inti, Fisi, dan Fusi .999.6Dampak Negatif dan Positif dari reaksi inti .101B. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN . 105BAB X . 110KIMIA UNSUR .110A. PEMBAHASAN.11010.1Sifat Unsur Gas Mulia. .11010.2Sifat Unsur Transisi. . 11110.3Sifat Unsur Halogen. . 11710.4Sifat Unsur Oksigen, Hydrogen, Carbon, Belerang, dan Antimon. .118B. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN . 124DAFTAR PUSTAKA .126iv

BAB IMATERIA. PEMBAHASAN1.1 Pengertian MateriDalam ilmu kimia mempelajari bangun (stuktur) materi dan perubahanyang dialami materi, baik dalam proses-proses alamiah maupun dalameksperimen yang direncanakan. Jadi dalam Ilmu Kimia tersebut kita dapatmengetahui bagaimana benda atau materi di alam raya dapat diubah dari bentukyang ada dengan sifat-sifat tertentu menjadi bentuk-bentuk lain dengan sifatsifat yang berbeda.Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyaimassa. Massa suatu benda menyatakan jumlah materi yang ada pada benda itu.Massa benda berbeda dengan berat benda. Massa benda di segala tempat tetap.Berat menyatakan tarikan gravitasi bumi terhadap benda itu, dan besarnyabergantung pada letak benda itu.1.2 Sifat dan Perubahan MateriMateri memiliki dua sifat yaitu:a. Sifat Intrinsik (kimia)Sifat yang menunjukkan kualitas yang bersifat khas dari setiapmateri tidak tergantung pada bentuk dan ukuran materi tersebut.Contoh : Kestabilan dan kereaktifan.b. Sifat Ekstrinsik (fisika)Sifat yang tidak khas dari materi yaitu, tergantung jumlahnya,bentuknya dan juga letaknya.Contoh: Ukuran, bentuk, panjang, massa, titik didih, volume, dantemperature.1.3 Perubahan MateriPerubahan materi di alam ini sering terjadi. Perubahan materi ada yangmenghasilkan zat baru dan tidak menghasilkan zat baru.1

a. Perubahan KimiaAdalah perubahan kualitas yang khas dari suatu materi yangmenyebabkan meteri itu berubah, baik materi itu sendiri maupun denganberinteraksi dengan materi lain. Perubahan kimia akan merubah suatumateri menjadi materi yang berbeda.Contoh: Kertas yang dibakar, lilin yang terbakar, kedelah yang menjaditempe, proses fotosintesa.b. Perubahan FisikaAdalah suatu proses perubahan penampilan fisik materi denganidentitas dasar tidak berubah. Perubahan fisika tidak akan menimbulkan zatbaru.Contoh: Es yang sudah mencair, lilin yang meleleh kamper menyublim.1.4 Klasifikasi MateriMateri berada dalam banyak bentuk dan sifat yang berbeda-beda,sehingga perlu untuk dilakukan pengelompokkan. Salah satu bagianpengelompokkan materi adalah sebagai berikut:MATERICAMPURANZAT MURNISENYAWAUNSURHOMOGENHETEROGENLARUTANa. Zat (substansi)Adalah materi yang memiliki susunan tertentu atau tetap dan sifatsifat yang tertentu pula. Contohnya adalah air, perak, etano, garam dapur(natrium klorida), dan karbon dioksida.b. Unsur (element)Adalah suatu zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat-zatyang lebih sederhana dengan cara kimia.2

Contoh unsur dalam kehidupan sehari-hari: Emas (Aurum), Perak(Argenium), Besi (Ferum), Tembaga (Cuprum), Oksigen (O), Nirtogen (N).c. SenyawaAdalah suatu jenis zat tunggal yang dapat dibagi menjadi dua unsuratau lebih melalui proses kimia.Senyawa terbagi lagi menjadi dua yaitu:1) Senyawa OrganikAdalah tersusun dari unsur karbon.Contoh: Gula pasir, garam dan urea2) Senyawa AnorganikAdalah senyawa yang tidak tersusun suatu atom karbon.Contoh: Natrium Klorida, Karbon Dioksida, Aluminium Hidroksida,dan Asa Nitrat.d. Campuran (mixture)Adalah penggabungan dua atau lebih zat di mana dalampenggabungan ini zat-zat tersebut mempertahankan identitasnya masingmasing.Campuran terbagi menjadi dua yaitu:1) Campuran HomogenTidak terlihat lagi dalam perbedaan.Contoh: Ketika sesendok gula dilarutkan dalam air, setelah pengadukanyang cukup lama, susunan dari campurannya di seluruh bagian larutanakan sama.2) Campuran HeterogenSusunannya tidak seragam atau sifat asli masing-masing zat masihterlihat.Contoh: Penambahan minyak ke dalam air juga menghasilkancampuran heterogen karena cairannya tidak memiliki susunan yangkonstan.1.5 Wujud MateriPada prinsipnya, semua materi dapat berada dalam tiga wujud yaitu:3

a. Zat PadatAdalah benda yang rigid (kaku) dengan bentuk yang pasti dan memilikisusunan molekul yang teratur serta gaya tarik menarik antar molekul kuat.b. Zat CairZat yang mempunyai volume tetap, tetapi bentuknya selalu berubah ubahmengikuti tempatnya dan susunan molekulnya kurang teratur.c. Zat GasZat yang mempunyai bentuk dan volume yang tidak tetap.1.6 Hukum-Hukum Tentang Materia. Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Susunan nansenyawamenghasilkan Hukum Perbandingan Tetap. Pada tahun 1799 telah ditemukanbahwa tembaga karbonat, baik dari sumber alami maupun sintesis dalamlaboratorium mempunyai susunan tetap.Hukum Perbandingan Tetap Menyatakan:“perbandingan massa unsur-unsur di dalam suatu senyawa kimia adalahtetap.”b. Hukum Lavoiser (Hukum Kekekalan Massa)Antonie Lavoiser di Perancis tahun 1789, merumuskan hukum KekekalanMassa dari ribuan eksperimen yang berkembang pada abad ke-18. Dalampenelitiannya yaitu membakar merkuri cair berwarna putih dengan oksigensampai dihasilkan merkuri oksida berwarna merah.Hukum Kekekalan Massa Menyatakan:“Massa total zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat setelah reaksi.”c. Hukum Dalton (Hukum Perbandingan Berganda)John Dalton melakukan penelitian dengan membandingkan unsur unsur padabeberapa senyawa contoh oksidasi nitrogen. Senyawa yang digunakan adalahKarbon Monoksida (CO) dan Karbon Dioksida (CO2).Hukum Perbandingan Berganda Menyatakan:“jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa dengan salah satumassa unsur dibuat tetap, maka perbandingan masa unsur lainnya dalamsenyawa tersebut merupakan bilangan bulat yang sederhana.”4

d. Hukum Gay Lussac (Hukum Perbandingan Volume)Joseph Gay Lussac meneliti tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia.Mengambil kesimpulan, bahwa perubahan volume gas dipengaruhi oleh suhudan tekanan.Hukum Perbandingan Volume Menyatakan:“pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas yang bereaksidari hasil reaksi merupakan bilangan bulat yang sederhana.”e. Hipotesis AvogadroAmadeo Avogadro menyatkan bahwa partikel unsur tidak selalu berupa atomyang berdiri sendiri, melainkan bisa berbentuk molekul unsur.Contoh: H2, O2, N2, dan P4.Hipotesis Avogadro Menyatakan:“pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas yangvolumenya yang sama pula.”B. CONTOH SOAL1. Apakah yang dimaksud dengan materi?Jawab :Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa.2. Materi mempunyai massa dan berat. Jelaskan perbedaan kedua besarantersebut.Jawab:Massa adalah jumlah materi dalam tubuh terlepas dari volume atau gaya yangbekerja padanya dan massa selalu konstan di mana saja dan kapan saja.Sedangkan Berat adalah ukuran gaya gravitasi yang bekerja pada benda danberat benda tergantung pada gravitasi di tempat itu.3. Besi bermassa 21 gram direaksikan dengan 33 gram besi belerang. Tentukanmassa belerang yang bereaksi?Jawab :Hukum Lavoisier menyatakan bahwa menyatakan bahwa massa zat sebelumdan setelah reaksi adalah sam a,sehingga diperoleh:5

21 gram massa belerang 33 gramMassa belerang 33-21 12 gramJadi, massa belerang yang bereaksi 12 gram.4. Hukum Proust Senyawa karbon dioksida dibentuk dari unsur karbon danoksigen adalah 3:8. Jika unsur karbon yang bereaksi 1,5 gram, tentukan massaoksigen yang bereaksi dan massa karbon dioksida yang terbentuk!Jawab :Dari soal tersebut diketahui:Massa karbonMassa oksigenMassa karbon dioksida38111,5 gram?Dengan menggunakan hokum perbandingan antara unsur dan massa yangdiketahui, diperoleh:Massa oksigen yang diperlukan 83 1,5 gram 4 gramMassa karbon dioksida yang terbentuk 311 1,5 gram 5,5 gramMassa karbon dioksida yang terbentuk bisa ditentukan berdasarkanpersamaan hokum Lavoiser berikut.Massa karbon dioksida Massa karbon massa oksigen 1,5 gram 4 gram 5,5 gram5. Dua buah senyawa oksida nitrogen (NXOY) yang tersusun atas unsur oksigendan nitrogen dengan komposisi sebagai berikut.SenyawaMassa NitrogenMassa Oksigen(gr)(gr)6

I2816II2848Tentukan perbandingan antara masaa oksigen pada senyawa I dan II!Jawab :Massa Oksigen I : Massa Oksigen II16 gr:48 gr1:3Jadi, perbandingan massa oksigen pada senyawa I dan II adalah 1:3.6. Apa yang dimaksud dengan unsur, senyawa, dan campuran?Jawab:A. Unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi zat-zatyang lebih sederhana dengan cara kimia.B. Senyawa adalah suatu jenis zat tunggal yang dapat dibagi menjadi duaunsur atau lebih melalui proses kimia.C. Campuran adalah penggabungan dua atau lebih zat di mana dalampenggabungan ini zat-zat tersebut mempertahankan identitasnya masingmasing.7. Sebanyak 25 ml aseton dicampur dengan 75 ml air. Berapakah kadar etanoldalam campuran tersebut?Jawab:Diketahui : Volume etanol 25 mlVolume air 75 mlDitanya: Kadar etanol dalam campuran?Jawab: Volume total 25 ml 75 ml 100 mlKadar etanol % volume etanol 25/100 100% 25 %Jadi, kadar etanol dalam campuran tersebut adalah 25 %8. Diketahui perbandingan massa kalsium (Ca) dan Oksigen (O) dalammembentuk senyawa Kalsium Oksida (CaO) adalah 5 : 2. Bila direaksikan 10gram kalsium dan 12 gram Oksigen, tentukan:7

A. Massa Calsium Oksida (CaO) yang terbentuk.B. Massa sisa pereaksinya!Jawab:Massa mula-mula Kalsium (Ca) 10 gramMassa mula-mula Oksigen (O) 12 gramPerbandingan massa kalsium (Ca) 10 : 5 2Perbandingan massa Oksigen (O) 12 : 2 6A. Untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi, pilihlah yangperbandingannya kecil.Massa Kalsium yang bereaksi : 2 5 10 gramMassa Oksigen yang bereaksi : 2 2 4 gram Massa Cao yang dihasilkan: 14 gramB. Massa Oksigen mula-mula 12 gramMassa Oksigen yang bereaksi 4 gram-Sisa massa oksigen 8 gram9. Karbon dan Oksigen dapat membentuk dua macam senyawa yaitu CO dandan CO2. Jika kandungan karbon pada senyawa CO dan CO2 berturut-turut42,85 % dan 27,2 %. Apakah data ini sesuai dengan Hukum PerbandinganBerganda?Jawab:Misalkan senyawa CO dan CO2 masing-masing 100 gram.Terbentuknya CO sebanyak 100 gram: Massa Karbon 42,85 gram Massa Oksigen 57,15 gramMaka, perbandingan massanya 42,85 : 57,15 Terbentuknya CO2 sebanyak 100 gram :81: 1,33

Massa karbon 27,2 gram Massa Oksigen 72,8 gramMaka, perbandingan massanya 27,2 : 72,8 1: 2,66Jadi, perbandingan massa oksigen dalam CO2 dan CO 2,66 : 1,33 2 : 110. Apa yang dimaksud dengan Larutan, zat terlarut dan pelarut? Berikancontohnya!Jawab: Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zatContoh: Larutan air-gula, larutan air-kopi, larutan air-garam Zat terlarut adalah zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan.Contoh: Gula, kopi, garam Pelarut adalah jumlahnya yang lebih banyak daripada zat-zat lain di dalamlarutan.Contoh: AirBAB IISTRUKTUR ATOM9

A. PEMBAHASAN2.1 DefinisiBerdasarkan teori Dalton atom kita dapat mendefinisikan, Atom adalahunit terkecil dari suatu unsur yang dapat melakukan penggabungan kimia.2.2 Partikel Penyusun Atoma. ElektronDitemukan oleh JJ. Thomson pada tahun 1897, sebuah elektronadalah partikel subatomik yang paling ringan yang terikat ke inti dengangaya tarik-menarik antara elektron negatif dan proton yang bermuatanpositif. Sebagian besar atom adalah ruang kosong di mana elektronmengorbit di sekitar inti dan mencoba untuk mencapai keadaan stabil.Elektron memainkan peran penting dalam banyak fenomena fisik sepertilistrik, magnet dan konduktivitas termal.b. NeutronMenurut Chadwick, neutron adalah Partikel netral yang mempunyaimassa sedikit lebih besar dari pada Prot.c. Proton dan IntiMenurut Thomson Proton adalah Partikel-partikel bermuatanpositif dalam inti. Jumlah proton yang terdapat dalam inti atom dikenalsebagai nomor atom unsur. Massa atom terkonsentrasi pada inti yang terdiridari proton dan neutron. Massa proton dan neutron hampir sama, namun itusekitar 1.836 kali lebih berat daripada elektron. Muatan positif antara10

proton menyebabkan mereka saling tolak. Sebuah gaya nuklir yang kuatmengikat proton bersama-sama. Gaya ini diberikan oleh keberadaan 1 quarkbawah dan 2 quark atas dalam proton.21 Muatan pada proton 2 Dengan demikian, proton memperoleh muatan positif.3 ( 3) 1.2.3 Penemuan Elektron, Proton, Dan Neutrona. Penemuan ElektronPada tahun 1875, William Crookes dari Inggris mengulangieksperimen Plucker dengan lebih teliti. Berdasarkan penelitiannya, iamengungkapkan bahwa sinar katoda merupakan kumpulan partikel-partikelyang pada saat itu belum diketahui namanya.Hasil-hasil eksperimen Crookes adalah sebagai berikut :1) Partikel sinar katoda dalah bermuat adalah bermuatan negatif karenadapat tertarik pelat bermuatan positif.2) Partikel sinar katode mempunyai massa karena mampu memutar balingbaling dalam tabung.3) Partikel sinar katode dimilikii oleh semua materi karena smua bahan(padat, cair dan gas) menghasilkan sinar katode yang sama.Keterangan :C KatodeA AnodeE Lempeng kondensor bermuatan listrikF layar yang dapat berpendar (berfluoresensi)11

Pada tahun 1897, Joseph John Thomson dari Inggris melaluiserangkaian penelitiannya dapat membuktikan partikel yang dimaksudStoney dengan nama elektron. Sejak saat itu, Thomson dikenal sebagaipenemu elektron.Pada tahun 1908, Robert Andrew Millikan bahkan dapatmenemukan massa elektron yakni sebesar 9,11 10 - 28 gram.b. Penemuan ProtonDengan ditemuknnya elektron, para ilmuwan sangat yakin bahwadalam atom jika ada partikel bermuatan negatif maka harusnya ada partikelbermuatan positif untuk menyeimbangkan atom.Pada tahun 1908. Ernest Rutherford berhasil menemukan proton.Ia melakukan eksperimen dengan menembakkan sinar alfa (bermuatanpositif) pada pelat emas yang sangat tipis. Ternyata, sebagian kecildibelokkan dengan sudut yang cukup besar, sebagian sangat kecildipantulkan kembali ke arah datangnya sinar dan sebagian besar sinarlurus tanpa ada gangguan. Dari hasil percobaan ini, Rutherfordmendapatkan kesimpulan :1) Sebagian besar partikel alfa dapat menembus pelat karena melewatiruang hampa.2) Partikel alfa yang mendekati inti atom dibelokkan karena mengalmigaya tolak inti.3) Partikel yang menuju inti dipantulkan kembali karena inti yangbermuatan positif menolak sinar alfa yang bermuatan positif.12

Partikel bermuatan positif tersebut kemudian dinamakan proton.Dari hasil penelitiannya tersebut, Ernest Rutherford hingga kini dikenalsebagai penemu proton.c. Penemuan NeutronPada tahun 1932, James Chadwickmenemukan neutron.Setelah ditemukannya elektron dan proton, timbul masalah baru, jikahampir semua massa atom terhimpun pada inti (sebab massa elektron kecildan dapat diabaikan), tenyata jumlah proton dalam ini masih belummencukupi untuk sesuai dengan massa atom. Jadi dalam inti pasti adapartikel lain yang menemani proton. Partikel baru ini dinamai neutron dantidak bermuatan. Massa neutron hampir sama dengan massa proton yakni1,675 10-24, hampir sama dengan proton. Proton dan neutron seringdisebut dengan istilah neuklon yang artinya partikel-partikel inti.13

2.4 Perkembangan Model Atoma. Teori Atom ThomsonBerdasarkan percobaan Faraday tersebut, G. Johnstone Stoney padatahun 1891 mengusulkan bahwa muatan listrik terdapat dalam satuan diskrityang disebut elektron dan satuan ini berkaitan dengan atom.Sifat alamiah elektron diperjelas lebih lanjut oleh Thomson melaluipercobaan tabung penbawa muatan listrik yang menghasilkan sinar katoda,yaitu bergerak menurut garis lurus, memiliki massa yang lebih ringan dariatom, mengalami pembelokan oleh medan magnet atau medan listrik, sertatidak bergantung pada jenis gas pengisi tabung dan material logam katoda.Dari karakteristik tersebut, Thomson menyimpulkan bahwa sinar katodapada hakekatnya adalah berkas partikel bermuatan negatif yang disebutelektron dan merupakan partikel penyusun atom secara universal.Setelah tahun 1897 Joseph John Thomson berhasil membuktikandengan tabung sinar katode bahwa sinar katode adalah berkas partikel yangbermuatan negatif (berkas elektron) yang ada pada setiap materi maka tahun1898 J.J. Thomson membuat suatu teori atom. Menurut Thomson, atomberbentuk bulat di mana muatan listrik positif yang tersebar merata dalamatom dinetralkan oleh elektron-elektron yang berada di antara muatanpositif. Elektron-elektron dalam atom diumpamakan seperti butiran kismisdalam roti, maka Teori Atom Thomson juga sering dikenal Teori Atom RotiKismis. Namun, kelemahan teori ini adalah yaitu Thomson tidak dapatmenjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.b. Teori Atom Rutherford14

Pada tahun 1899, Rutherford dengan menggunakan alat elektrometerdan lempengan tipis aluminium mendemonstrasikan bahwa radiasi yangdipancarkan tersebut dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu radiasi alfadan radiasi beta. Jenis yang pertama terserap sempurna oleh aluminiumdengan ketebalan beberapa m, sedangkan jenis kedua memiliki daya tembusterhadap aluminium kira-kira seratus kali daya tembus radiasi jenis pertama.Pada tahun 1900, dilaporkan oleh P. Curie dan Villard, adanya radiasi jenisketiga yang dipancarkan dari gejala keradioaktifan yang disebut sinargamma, yang memiliki daya tembus jauh lebih besar dari sinar beta.Mengenai gejala alamiah keradioaktifan ini, Rutherford dan Soddypada tahun 1902 telah sampai pada pengertian yang mendalam danmenyimpulkan bahwa unsur-unsur radioaktif mengalami transformasispontan dari suatu bentuk atom menjadi bentuk atom yang lain, disertaidengan perubahan-perubahan subatomik dan pemancaran radiasi radioaktif.Pada tahun 1903 Philipp Lenard melalui percobaannya membuktikan bahwateori atom Thomson yang menyatakan bahwa elektron tersebar meratadalam muatan positif atom adalah tidak benar. Hal ini mendorong ErnestRutherford (1911) tertarik melanjutkan eksperimen Lenard.Dengan bantuan kedua muridnya Hans Geiger dan Ernest Marsden,Rutherford melakukan percobaan dengan hamburan sinar α pada lempengtipis emas. Partikel α bermuatan positif, bergerak lurus, berdaya tembusbesar sehingga bisa menembus lembaran tipis kertas.Berdasarkan percobaan tersebut disimpulkan bahwa:15

1) Sebagian besar ruang dalam atom adalah ruang hampa; partikel αditeruskan.2) Di dalam atom terdapat suatu bagian yang sangat kecil dan padat yangdisebut inti atom; partikel α dipantulkan kembali oleh inti atom.3) Muatan inti atom dan partikel α sejenis yaitu positif; sebagian kecilpartikel α dibelokkan.Hasil percobaan tersebut menggugurkan teori atom Thomson.Kemudian Rutherford mengajukan teori atom sebagai berikut: atomtersusun atas inti atom yang bermuatan positif sebagai pusat massa dandikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif. Massa atom berpusatpada inti dan sebagian besar volume atom merupakan ruang hampa. Atombersifat netral, karena itu jumlah muatan positif dalam atom (proton) harussama dengan jumlah elektron. Diameter inti atom berkisar 10–15 m, sedangdiameter atom berkisar 10–10 m.c. Teori Atom BohrPada tahun 1913, Niels Bohr mengajukan model atom untukmenjelaskan fenomena penampakan sinar dari unsur-unsur ketikadikenakan pada nyala api ataupun tegangan listrik tinggi. Model atom yangia ajukan secara khusus merupakan model atom hidrogen untukmenjelaskan fenomena spektrum garis atom hidrogen. Bohr menyatakanbahwa elektron-elektron bermuatan negatif bergerak mengelilingi inti atom16

bermuatan positif pada jarak tertentu yang berbeda-beda seperti orbit planetplanet mengitari matahari.Oleh karena itu, model atom Bohr disebut juga model tata surya.Setiap lintasan o

Contoh: Kertas yang dibakar, lilin yang terbakar, kedelah yang menjadi tempe, proses fotosintesa. b. Perubahan Fisika Adalah suatu proses perubahan penampilan fisik materi dengan identitas dasar tidak berubah. Perubahan fisika tidak akan menimbulkan zat baru. Contoh: Es yang sudah mencair, lilin yang meleleh kamper menyublim.