Transcription

MODUL PEMBELAJARANPEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENDr. Kusnanto, S.Kp., M.Kes.FAKULTAS KEPERAWATANUNIVERSITAS AIRLANGGA

Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan OksigenPenulis:Dr. Kusnanto, S.Kp., M.Kes.Hak Cipta 2016, Pada PenerbitHak publikasi pada Fakultas Keperawatan Universitas AirlanggaDilarang menerbitkan atau menyebarkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentukapapun dan dengan cara apapun, baik secara elektronik maupun mekanis, termasukmemfotokopi, merekam, atau sistem penyimpanan dan pengambilan informasi, tanpaseizin tertulis dari penerbitFakultas Keperawatan Universitas AirlanggaKampus C Unair Mulyorejo Surabaya 60115Telp. (031) 5913754, 5913257, 5913756, 5913752Fax. (031) 5913257, 5913752Email: [email protected]: 978-602-74315-6-0

Proses pembelajaran yang banyak diterapkan sekarang ini sebagian besarberbentuk penyampaian secara tatap muka (lecturing), dan searah. Pada saat mengikutikuliah atau mendengarkan ceramah, mahasiswa akan kesulitan untuk mengikuti ataumenangkap makna esensi materi pembelajaran, sehingga kegiatannya sebatas membuatcatatan yang kebenarannya diragukan karena tergantung dari persepsi mahasiswa padasaat mengikuti kegiatan pembelajaran. Pola proses pembelajaran dosen aktif denganmahasiswa pasif ini efektivitasnya rendah, dan tidak dapat menumbuhkembangkanproses partisipasi aktif dalam pembelajaran.Modul pembelajaran merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematisdan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakansecara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan (Anwar, 2010). Modulpembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen merupakan salah satu modul dariKeperawatan Dasar. Mengingat bahwa bahan kajian Keperawatan Dasar sangat luasdan tidak dimungkinkan secara keseluruhan dibahas dalam bentuk pembelajaran kuliahdengan metode pembelajaran lecture sehingga beberapa bahan kajian dikemas dalambentuk modul dengan harapan mahasiswa dapat belajar secara individual dan belajardengan aktif tanpa bergantung dari dosenKepada semua pihak yang berkonstribusi dalam penyusunan modul ini, penulismengucapkan terima kasih. Penyempurnaan secara periodic akan tetap dilakukan, untukini kami mohon kepada para pengguna dapat memberikan masukan secara tertulis, baiklangsung kepada penulis maupun kepada penulis. Semoga modul ini bermanfaat.Surabaya, 20 Februari 2016Penulis,Dr. Kusnanto, S.Kp., M.Kes.Fakultas Keperawatan Universitas Airlanggai

Kata Pengantar.Tinjauan Materi Modul Kuliah .I1Deskripsi Materi Modul Kuliah .2Rumusan Capaian Pembelajaran .3Susunan dan Keterkaitan Antar Modul.4Relevansi dan Manfaat Materi Modul Kuliah.5Petunjuk Belajar .6Materi Modul.71.Pengertian Oksigenasi.72.Sistem Tubuh yang Berperan dalam Kebutuhan Oksigenasi.73.Proses Oksigenasi .194.Jenis Pernapasan dan Volume Pernafasan.255.Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen .286.Gangguan Oksigenasi.297.Asuhan Keperawatan pada Klien dengan GangguanPemenuhan Kebutuhan Oksigen.32Metode Pemenuhan Kebutuhan Oksigen (SPO) .40Soal Latihan.Da†ar Pustaka.608.Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga65iii

Materi Pemenuhan kebutuhan oksigenasi merupakan bagian dari MatakuliahKeperawatan Dasar dengan bobot 7 sks, dan merupakan bagian dari materi PemenuhanKebutuhan Dasar Manusia yang merupakan tanggungjawab perawat. Matakuliah inimemberikan pemahaman tentang aplikasi konsep pemenuhan kebutuhan oksigen.Agar pemahaman lebih komplek tentang pemenuhan kebutuhan oksigen pada berbagaipenyakit, maka disarankan mahasiswa aktif membaca literatur-literatur lain yangrelevan.Materi yang dibahas dalam modul mata kuliah ini berfokus pada pemenuhankebutuhan oksigen, mulai dari pengertian oksigenasi, sistem tubuh yang berperan dalamkebutuhan oksigenasi, proses oksigenasi, jenis pernafasan dan pengukuran fungsi paru,berbagai faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi, gangguan pada oksigenasi,asuhan keperawatan pada masalah kebutuhan oksigenisasi.Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga1

Fokus materi modul kuliah ini adalah pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia,fokus bahan kajian pemenuhan kebutuhan oksigen. Pemberian asuhan keperawatanmenggunakan pendekatan proses keperawatan sebagai metode ilmiah denganmengaplikasikan ilmu biomedik seperti biologi, biokimia, anatomi, fisiologi, patofisiologi,ilmu penyakit, farmakologi, rehabilitasi dan ilmu keperawatan klinik. Lingkup bahasanmulai dari pengertian oksigenasi, sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhanoksigenasi, proses oksigenasi, jenis pernafasan dan pengukuran fungsi paru, berbagaifaktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi, gangguan pada oksigenasi, asuhankeperawatan pada masalah kebutuhan oksigenisasi.Metode pembelajaran yang dilakukan adalah dengan pendekatan student centerlearning (SCL), dimana proses pembelajaran dilakukan melalui belajar mandiri,mahasiswa dapat mengatur waktu dan tempat belajar, belajar sesuai dengan gaya,kecepatan, dan kemampuan yang dimiliki serta mahasiswa dapat mengembangkankemampuan menjadi pebelajar yang mandiri.2Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Setelah selesai mempelajari materi modul kuliah ini, diharapkan dapatmengaplikasikan konsep pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan fokuspemenuhan kebutuhan oksigen. Untuk mencapai capaian pembelajaran atau learningoutcome tersebut, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan:1. Menjelaskan pengertian oksigenasi2. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi3. Menguraikan proses oksigenasi4. Menjelaskan jenis pernafasan dan pengukuran fungsi paru5. Menguraikan berbagai faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi6. Menjelaskan gangguan pada oksigenasi7. Menjelaskan proses keperawatan pada masalah kebutuhan oksigenisasi8. Mendemonstrasikan berbagai metode pemberian oksigenFakultas Keperawatan Universitas Airlangga3

Modul ini adalah bagian dari bahan ajar mata kuliah Keperawatan Dasar yangdikemas secara utuh dan sistematis. Dalam modul ini memuat seluruh materipemenuhan kebutuhan oksigen, mulai dari anatomi dan fisiologi system pernafasan,berbagai faktor yang mempengaruhi oksigenasi, perubahan fungsi pernafasan, asuhankeperawatan pada klien dengan gangguan oksigenasi dan berbagai intervensi untukmengatasi gangguan oksigen.Tujuan dari modul ini adalah memberikan kesempatan mahasiswa mempelajarimateri pembelajaran pemenuhan kebutuhan oksigen secara tuntas, karenaketerbatasan waktu yang dan tidak sebanding dengan bahan kajian yang harus dikuasaioleh mahasiswa. Materi belajar dikemas kedalam satu kesatuan yang utuh, sehinggamemudahkan mahasiswa dalam memahami serta mencapai capaian pembelajaran yangsudah ditetapkan yaitu mampu menerapkan konsep pemenuhan kebutuhan oksigendalam praktik keperawatan profesionalSelanjutnya, sesuai bahan kajian modul tersebut dikemas dalam bentuk materiyang sekuen sehingga mudah untuk dipahami.4Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Ada beberapa manfaat yang akan peroleh setelah mahasiswa mempelajari materimodul ini, yaitu mahasiswa memiliki kemampuan:1. Menjelaskan pengertian oksigenasi2. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi3. Menguraikan proses oksigenasi4. Menjelaskan jenis pernafasan dan pengukuran fungsi paru5. Menguraikan berbagai faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi6. Menjelaskan gangguan pada oksigenasi7. Menjelaskan proses keperawatan pada masalah kebutuhan oksigenisasi8. Mendemonstrasikan berbagai metode pemberian oksigenFakultas Keperawatan Universitas Airlangga5

Dalam mempelajari materi modul kuliah ini diharapkan mahasiswa mengikutisaran-saran sebagai berikut:1. Sebelum pembelajaranBahan kajian secara keseluruhan untuk mata kuliah Keperawatan dasar dijelaskandalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dalam RPS diuraikan tentang Capaianpembelajaran, kemampuan akhir yang direncanakan, bahan kajian, metodepembelajaran, waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahappembelajaran; pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsitugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester; kriteria, indikator,dan bobot penilaian; dan daGar referensi yang digunakan, sebagai pedoman bagipengguna modul untuk mencapai arah dan tujuan pembelajaran. Dengan demikianmahasiswa wajib membaca secara keseluruhan RPS yang ada.Modul ini disiapkan untuk pembelajaran mandiri bagi mahasiswa dengan demikianmahasiswa diwajibkan membaca modul ini secara keseluruhan mulai dari awalhingga akhir agar memiliki pemahaman yang utuh dari bahan kajian yang sudahditetapkan dalam modul.2. Selama pembelajaran1) Mempelajari materi yang ada dalam modul secara mendalam dan pengembanganmateri dengan membaca dari referensi lain yang terkait dengan modul.2) Setelah mempelajari disarankan untuk mencatat, dan bertanya mengenai materiyang belum dipahami3) Pengawasan kegiatan hasil belajar dilakukan dengan mengumpulkan jawabanpada soal yang telah disiapkan pada akhir pembelajaran serta melakukanevaluasi sumatif4) Latihan soal (evaluasi) dikerjakan setelah mempelajari materi modul kuliah yangdiajukan pada akhir pembahasan.5) Mengevaluasi jawaban pada lembar jawaban dengan kunci jawaban.3. Setelah pembelajaranMenerima keputusan dosen untuk meneruskan belajar pada materi modulselanjutnya atau tetap mempelajari materi modul yang sama.6Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

1. PENGERTIAN OKSIGENASIOksigenasi adalah suatu proses untuk mendapatkan O2 dan mengeluarkan CO2.Kebutuhan fisiologis oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakanuntuk kelangsungan metabolisme sel tubuh, untuk mempertahankan hidupnya danuntuk aktivitas berbagai organ atau sel. Apabila lebih dari 4 menit orang tidakmendapatkan oksigen maka akan berakibat pada kerusakan otak yang tidak dapatdiperbaiki dan biasanya pasien akan meninggal.Oksigen memegang peranan penting dalam semua proses tubuh secara fungsional.Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh secara fungsional mengalamikemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, kebutuhanoksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh.Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secarafungsional.Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem respirasi, maka kebutuhan oksigenakan mengalami gangguan. Sering kali individu tidak menyadari terhadap pentingnyaoksigen. Proses pernapasan dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Banyakkondisi yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan dalam pemenuhankebutuhan oksigen, seperti adanya sumbatan pada saluran pernapasan. Pada kondisiini, individu merasakan pentingnya oksigen.2. SISTEM TUBUH YANG BERPERAN DALAM KEBUTUHANOKSIGENASISistem tubuh yang berperan dalam membantu dalam pemenuhan kebutuhanoksigenasi adalah saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagianbawah.Saluran pernapasan bagian atas, terdiri atas:1) Hidung, proses oksigenasi diawali dengan masuknya udara melalui hidung.2) Esophagus.3) Laring, merupakan saluran pernapasan setelah faring.4) Epiglotis, merupakan katup tulang rawan yang bertugas menutup laring saat prosesmenutup.Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga7

Saluran pernapasan bagian bawah, terdiri atas:1) Trakhea, merupakan kelanjutan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebraetorakalis kelima.2) Bronkhus, merupakan kelanjutan dari trakhea yang bercabang menjadi bronchuskanan dan kiri.3) Bronkiolus, merupakan saluran percabangan setelah bronchus.4) Alveoli, merupakan kantung udara tempat terjadinya pertukaran oksigen dengankarbondioksida.5) Paru-Paru (Pulmo), paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan.Secara anatomi, system respirasi terbagi menjadi dua, yaitu saluran pernafasan danparenkim paru. Saluran pernafasan dimulai dari organ hidung, mulut, trakea, bronkussampai bronkiolus. Didalam rongga toraks, bronkus bercabang menjadi dua kanan dankiri. Bronkus kemudian bercabang-cabang menjadi bronkiolus. Bagian parenkim paruberupa kantong-kantong yang menempel di ujung bronkiolus yang disebut alveolus(bila 1) atau alveoli (bila banyak)(Sumber: engingat.html)(sumber: https://www.google.co.id/ learningjust4u.wordpress.com)Gambar 1. Anatomi system pernafasan, suplai O2 dan pengeluaran CO28Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Fungsi Organ Saluran Pernafasan1) HidungRongga hidung berbentuk segi tiga dengan bagian superior yang menyempit. Ruangsegitiga hidung dibagi oleh dinding yang disebut septum. Bagian pinggir dindinghidung terdapat tiga buah jaringan mukosa memanjang yang disebut konkaGambar 2. Hidung bagian dalam dan luarKonka berfungsi sebagi turbin, memungkinkan seluruh udara yang mengalir dihidungakan menyentuh permukaan mukosa hidung. Dengan susunan anatomi tersebut,maka udara yang masuk kedalam parenkim paru akan dihangatkan, dilembabkandan dibersihkan oleh hidung.Dinding hidung terdiri dari jaringan mukosa yang mengandung cairan mucus dansel epitel bersilia. Di dalam hidung juga terdapat jaringan rambut. Partikel debu/zat asing yang masuk bersama udara akan tertahan oleh jaringan rambut. Partikeltersebut kemudian jatuh dan melekat/ tertangkap di cairan mucus. Kemudiansel epitel silia memindahkan cairan mucus bersama partikel asing tersebut ketenggorokan. Oleh karena itu, partikel asing yang berdiameter lebih dari 4-6 μ akantersaring dan tidak masuk ke system pernafasan.Disekitar hidung terdapat kantong-kantong yang disebut dengan sinus paranasalis.Sinus-sinus tersebut berperan untuk menghangatkan udara dan resonansi suara.(Sumber: https://www.google.co.id/www.emaze.com)Gambar 3. Sinus paranasalisFakultas Keperawatan Universitas Airlangga9

2) Laring-faringLaring-faring sering disebut juga dengan tenggorok. Faring terdapat di superioryang untuk selanjutnya melanjutkan diri menjadi laring. Faring merupakan bagianbelakang dari rongga mulut (kavum oris). Di faring terdapat percabangan 2 saluranyaitu trakea di anterior sebagai saluran nafas dan esophagus dibagian posteriorsebagai saluran pencernaan. Trakea dan esophagus selalu terbuka, kecuali saatmenelan. Ketika bernafas, udara akan masuk ke kedua saluran Gambar 4. laring-faringMelalui gerakan reflek menelan, saluran trakea akan tertutup sehingga zat makananakan aman masuk ke esophagus. Refleks menelan akan terjadi bila makanan yangsudah dikunyah oleh mulut didorong oleh lidah ke belakang sehingga menyentuhdinding faring. Saat menelan epiglottis dan pita suara akan menutup trakea. Bilareflek menelan tidak sempurna maka berisiko terjadi aspirasi (masuknya makananke trakea) yang dapat menyebabkan obstruksi saluran nafas.Sumber: akit-tenggorokan-faringitis.htmlGambar 5. Laring-faring saat menelan makanan10Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Pada laring terdapat pita suara. Pita suara akan menutup ketika menelan. Pita suaraberfungsi untuk menimbulkan gelombang bunyi dengan cara bergetar. Getaranbunyi akan terjadi bila pita suara menegang bersamaan dengan aliran udara yanglewat saat ekspirasi. Bunyi yang keluar dari pita suara hanya berupa “aaahh”. Bunyitersebut akan menjadi kata-kata yang jelas melalui posisi/ gerak spesifik dari mulutdan lidah.3) Trakea, Bronkus dan BronkiolusTrakea (tenggorokan) merupakan saluran yang menghantarkan udara ke paruparu. Trakea berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Dindingtenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut, yaitu:a. Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikatb. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusunatas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincintulang rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini bergunauntuk mempertahankan trakea tetap terbuka.c. Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkanbanyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yangmasuk saat menghirup udara. Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebutdidorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut. Akhirnya, debu danmikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsimenyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasanDi dalam rongga dada/di paru-paru trakeabercabang dua membentuk bronkus trakea.Bronkus bercabang ke kanan dan kiri. Bronkuskemudian bercabang-cabang kecil menjadibronkiolus. Ujung sisi terminal dari bronkiolusterdapat banyak kantong-kantong udara yangdisebut dengan alveoliGambar 6. TrakeaBronkus (Cabang Tenggorokan),bronkus merupakan cabang batangtenggorokan. Jumlahnya sepasang,yang satu menuju paru-paru kanandan yang satu menuju paru-paru kiri.Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang,sempit, dan mendatar daripadayang ke arah kanan. Hal inilah yangFakultas Keperawatan Universitas AirlanggaGambar 7. Bronkus11

mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudahterserang penyakit. Struktur dinding bronkushampir sama dengan trakea. Perbedaannyadinding trakea lebih tebal daripada dindingbronkus. Bronkus akan bercabang menjadibronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjaditiga bronkiolus sedangkan bronkus kiribercabang menjadi dua bronkiolus.Bronkiolus, bronkiolus merupakan cabangdari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabangGambar 8. Bronkiolusmenjadi saluran yang semakin halus, kecil,dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapirongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.Disepanjang trakea, bronkus dan bronkiolus, terdapat jaringan mukosa dengan sel-selgoblet yang diselingi sel epitel bersilia. Sel goblet menghasilkan cairan mucus yangberperan untuk melembabkan udara inspirasi dan menagkap partikel-partikel asing.Partikel asing yang tertangkap akan digerakkan oleh silia sel epitel ke kavum oris.Bila saluran nafas mengalamiperadangan/ inflamasi akibatinfeksi atau alergi, maka sel-selmukosa akan memproduksi mucuslebih banyak dengan tujuan untukdrainase.Sumber: http://anfis-mariapoppy.blogspot.co.id/2011 01 01 archive.htmlGambar 9. Sel epitel bersilia dengan sel goblet penghasil mucusReflek Batuk dan BersinReflek ini bertujuan untuk mengeluarkan udara secepat mungkin agar systempernafasan tetap bersih. Reflek ini akan terpacu bila ada substansi iritan yang masuk kesaluran nafas. Batuk terjadi bila ada zat iritan yang merangsang daerah glottis, trakeadan bronkus. Zat iritan akan memacu reseptor di saluran nafas tersebut. Reseptorakan mengirimkan sinyal melalui saraf afferent ke medulla spinalis. Medulla spinalismengirimkan reseptor melalui saraf efferent ke otot-otot pernafasan dan pita suara.Otot-otot pernafasan akan berkontraksi dengan kuat untuk menimbulkan efek inspirasi12Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

maksimal. Setelah inspirasi maksimal, pita suara akan menutup. Kondisi ini menyebabkanpeningkatan tekanan intra torakal. Tekanan intra torakal semakin meningkat karenadiafragma sedikit melemas sehingga mengurangi sedikit volume kavum toraks. Pitasuara kemudian dibuka secara tiba-tiba, sehingga udara keluar dari kavum toraksdengan kecepatan sampai 70 mil/jam.Mekanisme yang sama juga berlaku untuk reflek bersin. Akan tetapi, reflex inidipicu oleh zat iritan yang berada di kavum nasi. Bila pada batuk terjadi penutupan pitaGambar 10. AlveolusGambar 11. Alveolus 2suara, maka pada bersin, penutupan terjadi pada palatum durum dan udara dialirkanlewat kavum nasi.Alveolus, Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal: alveolus), struktur berbentukbola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yangmelapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigendari udara dalam rongga alveolus.Surface Active Agent (surfaktan)Alveoli selalu mensekresi surfaktan, surfaktan berperan sebagai deterjen yangberfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan paru-paru. Tegangan permukaanyang tinggi membuat paru-paru lebih sulit mengembang. Tegangan permukaan akanditurunkan oleh surfaktan (deterjen) sehingga paru-paru menjadi lebih elastis dan lebihmudah mengembang.Pada bayi yang lahir premature, kemampuan alveoli dalam memproduksi surfaktanmasih kurang, hal ini menyebabkan paru-paru bayi premature sulit mengembang danmengalami kesulitan bernafas.Paru-paru, paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perutdibatasi oleh suatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-parukanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobus yaitu lobus atas, lobustengah dan lobus bawah.Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga13

Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dualobus yaitu lobus atas dan lobus bawah. Paru-parudiselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3,5liter.Paru-paru terletak di dalam kavum toraks.Paru-paru dibatasi oleh dinding toraks berupa: Batas anterior: sternum dan kostae: kontae (melingkar) Batas lateral: Kontae dan kolumna vertebrae Batas posteriorGambar 12. Anatomi Paru-Paru: otot diafragma Batas inferiorDiantara dinding toraks dan alveoli terdapat dua lapisan pleura yaitu pleura parietaldan pleura visceral. Di antara kedua lapisan pleura terdapat kavum pleura yang selalumemiliki tekanan negative dan berperan sebagai lubrikan (pelumas).Gambar 13. Rongga PleuraPleura merupakan lapisan pembungkus paru (pulmo). Fungsi mekanis pleuraadalah meneruskan tekanan negatif thoraks kedalam paru-paru, sehingga paru-paruyang elastis dapat mengembang. Tekanan pleura pada waktu istirahat (resting pressure)dalam posisi tiduran pada adalah -2 sampai -5 cm H2O; sedikit bertambah negatif diapex sewaktu posisi berdiri. Sewaktu inspirasi tekanan negatif meningkat menjadi -25sampai -35 cm H2O.Selain fungsi mekanis, rongga pleura steril karena mesothelial bekerja melakukanfagositosis benda asing; dan cairan yang diproduksinya bertindak sebagai lubrikans.Cairan rongga pleura sangat sedikit, sekitar 0.3 ml/kg, bersifat hipoonkotik dengankonsentrasi protein 1 g/dl. Gerakan pernapasan dan gravitasi kemungkinan besar ikutmengatur jumlah produksi dan resorbsi cairan rongga pleura. Resorbsi terjadi terutamapada pembuluh limfe pleura parietalis, dengan kecepatan 0.1 sampai 0.15 ml/kg/jam.Bila terjadi gangguan produksi dan reabsorbsi akan mengakibatkan terjadinya effusion.Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasadisebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasalebih kurang 500 ml. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik14Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasadisebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml. Setelah kita melakukanekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yangdapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebihkurang 1500 ml. Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuatkuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udararesidu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer,dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.Proses Pernapasan ManusiaProses pernafasan terjadi karena relaksasi dan kontraksi otot-otot dinding toraks.Saat inspirasi, otot-otot yng berkontraksi adalah: diafragma yang memanjang (ototutama), intercostal eksterna yang membusung dada ke samping dan otot-otot leheryang menarik dinding toraks anterior ke atas. Saat ekspirasi, otot-otot yang berkontraksiadalah: abdomen dengan mengangkat diafragma ke atas (diafragma relaksasi) danintercostal interna yang membusungkan dada ke depan. ambar 14.Gerak diafragma saat bernafas (Inspirasidan Ekspirasi)Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikutRongga hidung faring trakea bronkus paru-paru (bronkiolus dan alveolus).Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktumenarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kananselain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yangterdapat di bagian dalam lubang hidung.Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukandiafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadimengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi ototdiafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang.Hal ini disebut pernapasan dada.Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadiberkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melaluiFakultas Keperawatan Universitas Airlangga15

saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-parumengembang.Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naropharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, darisana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus initerdiri dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus diparu-paru.Gambar 15. Pembuluh darah dalam paru-paruGambar 15. Anatomi jantungUdara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnyadialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil olehdarah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya.Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melaluihidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragmadan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragmamenjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arahdalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik.Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluarmelewati saluran pernapasan.Ringkasan jalannya Udara Pernapasan:Udara masuk melalui lubang hidung melewati nasofaring melewati oralfarink melewati glotis masuk ke trakea masuk ke percabangan trakea yangdisebut bronchus masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak:alveoli)16Modul Pembelajaran Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Bagian-Bagian Sistem PernapasanBerdasarkan gambar sistem pernapasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwasistem pernapasan pada manusia terdiri dari:1. Hidung2. Rongga hidung3. Concha4. Langit-langit lunak5. Pharink6. Larink7. Trakea8. Rongga pleura9. Paru-paru kanan10. Paru-paru kiri11. Tulang rusuk12. Otot intercostaGambar 16. Bagian system pernafasan13. DiafragmaJenis-jenis pernapasan pada manusia dibagi menjadi dua jenis, yaitu pernapasandada dan pernapasan perut.Pernapasan DadaPernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.1. Fase inspirasi.Fase ini berupa berkontraksinyaotot antar tulang rusuk sehinggarongga dada membesar, akibatnyatekanan dalam rongga dadamenjadi lebih kecil daripadatekanan di luar sehingga udaraluar yang kaya oksigen masuk.2. Fase ekspirasi.Fase ini merupakan fase relaksasiGambar 17. Pernapasan dadaatau kembalinya otot antara tulangrusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga ronggadada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebihbesar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbondioksida keluar.Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga17

Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi tulangrusuk terangkat (posisi datar) Paru-paru mengembang tekanan udara dalamparu-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar udara luar masukke paru-paru.Mekanisme ekspirasi pernapasan dada adalah sebagai berikut:Otot antar tulang rusuk relaksasi tulang rusuk menurun paru-paru menyusut tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udaraluar udara keluar dari paru-paru.Pernapasan PerutPernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenyadapat dibedakan sebagai berikut.1. Fase inspirasi.Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar,akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luarsehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.2. Fase ekspirasi.Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semulayang dikuti o

oksigenasi, proses oksigenasi, jenis pernafasan dan pengukuran fungsi paru, berbagai faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenisasi, gangguan pada oksigenasi, asuhan keperawatan pada masalah kebutuhan oksigenisasi. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah dengan pendekatan student center