Transcription

MAKALAHLAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIDi ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pelaporan KorporatDosen Pengampu : Ibu Hari Setiyawati, Ak. MSi. CAOLEH :1. TAUFAN SEPTIANSYAH(55518120012)2. NANING SUNDARI(55518120014)3. SANDRO PRAWIRA H(55518120022)PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSIPROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS MERCU BUANA2020i

ABSTRAKSemakin maraknya peristiwa penggabungan usaha oleh perusahaanperusahaan dimaksudkan untuk memperbesar modal, persaingan bisnis, memilikijaringan internasional, serta memperluas dan mempertahankan bisnisnya.Pencatatan keuangan perusahaan yang telah berkonsolidasi menjadi lebih rumitdibandingkan dengan perusahaan yang berdiri sendiri. Dalam pencatatan keuangankonsolidasi, dikenal entitas induk (yang mengendalikan) dan entitas anak (yangdikendalikan). Hasil pembahasan dijelaskan bahwa laporan keuangan konsolidasiadalah lampiran keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitasekonomi tunggal. Laporan keuangan konsolidasi wajib disusun oleh entitas indukatau pengendali tertinggi dalam suatu kelompok usaha.Kata kunci: konsolidasi, laporan keuangan, entitas induk, entitas anakABSTRACTIncreasing events of business mergers by companies are intended toincrease capital, business competition, have an international network, and expandand maintain its business. Recording consolidated company finances becomes morecomplicated than a stand-alone company. In the consolidated financial records, it isknown that the parent entity (controlling) and subsidiaries (controlled). The results ofthe discussion explained that the consolidated financial statements are financialattachments of a business group that are presented as a single economic entity. Theconsolidated financial statements must be prepared by the parent entity or the highestcontroller in a business group.Keywords: consolidation, financial statements, parent entity, subsidiary entityii

Kata PengantarPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa kami panjatkan atas segalarahmat dan ridho-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentangLaporan Keuangan Konsolidasi ini tepat pada waktunya, makalah ini akan idankeuangansendiri(parent only).Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugaspada mata kuliah Pelaporan Korporat. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untukmenambah wawasan tentang laporan keuangan yang dibuat oleh entitas induk danenititas anak sebagai akibat adanya penggabungan usaha atau kombinasi bisnis yangmengacu pada ketentuan standar akuntansi keuangan.Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hari Setiyawati, Ak. MSi.CA ,selaku dosen pengajar mata kuliah Pelaporan Korporat yang telah memberikan tugasini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studiyang kami tekuni.Kami juga mengucapkan terima kasih kepada rekan kuliah yang telahmembagi pengetahuan dan materinya dalam proses penyusunan makalah ini.Akhirnya dengan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalammembangun dan mengembangkan dunia akuntansi baik untuk praktisi maupunakademisi.Saran dan kritik yang bersifat konstruktif dari para pembaca tentunya sangatkami harapkan.Jakarta, 09 April 2020Penulisiii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL.iABSTRAK .iiKATA PENGANTAR .iiiDAFTAR ISI .ivBAB I PENDAHULUAN .11.1. LATAR BELAKANG.11.2. RUMUSAN MASALAH .21.3. TUJUAN PENULISAN .2BAB II PEMBAHASAN .42.1. KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI .42.2. KOMBINASI BISNIS PADA ENTITAS SEPENGENDALI .72.3. LAPORANKEUANGANKONSOLIDASIDANLAPORANKEUANGAN TERSENDIRI .152.4. PROSEDURDANCONTOHPENYUSUNANLAPORANKEUANGAN KONSOLIDASI.22BAB III PENUTUP3.1 KESIMPULAN .42DAFTAR PUSTAKA. .43iv

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangPenggabungan unit bisnis banyak dilakukan saat ini baik dalam bentuk jointventure, akuisisi, maupun merger. Hal ini dilatar belakangi oleh kemudahanteknologi, perjanjian perdagangan bebas, dan motif mencari keuntungan.Aktivitas penggabungan bisnis tersebut tidak hanya berdampak pada kegiatanproduksi atau pemasarannya saja, melainkan semua aspek termasuk aspekkeuangannya. Pencatatan keuangan perusahaan yang telah berkonsolidasi tidak samadengan perusahaan yang hanya berdiri sendiri. Pencatatan keuangan perusahaan yangtelah berkonsolidasi menjadi lebih rumit dibandingkan dengan perusahaan yangberdiri sendiri. Dalam pencatatan keuangan konsolidasi, dikenal entitas induk (yangmengendalikan) dan entitas anak (yang dikendalikan).Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan syarat yang diberikan olehPernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) untuk menyajikan posisi keuangandan hasil operasi untuk Induk Perusahaan (entitas pengendali) dari satu atau lebihAnak Perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan-akan entitas-entitas tersebutmerupakan satu entitas perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi ini wajib disusunoleh entitas induk atau pengendali tertinggi dalam suatu kelompok usaha dimanainduk perusahaan memiliki banyak anak perusahaan bahkan anak perusahaan jugamungkin memiliki anak lain.Pada dasarnya, laporan konsolidasi adalah laporan asumsi yang memandangmakna ekonomi suatu entitas. Secara hukum, entitas induk dan entitas anak adalahentitas-entitas yang berbeda, bahkan undang-undang anti trust mensyaratkan arm’s1

lengt transaction diantara entitas-entitas yang berafiliasi (hubungan istimewa antaraantara perusahaan pengendali dan atau perusahaan yang dikendalikan). Syarat iniberarti entitas induk tidak diperkenankan membedakan harga beli atau jual kepadaatau dari entitas anak dan perusahaan lain yang tidak arkanperaturanyangmengharuskan dibuatnya laporan keuangan konsolidasi bagi unit usaha yangbergabung dan telah memenuhi syarat. Selain adanya peraturan yang mengharuskanadanya laporan keuangan konsolidasi, hal yang membuat pelaporan keuangan inimenjadi rumit adalah pemahaman bahwa entitas induk dan anak adalah berbeda,namun dalam perhitungannya ada akun-akun yang sama yang harus dieliminasi.Adanya kepentingan non pengendali juga membuat laporan keuangan konsolidasilebih rumit dibandingkan laporan keuangan perusahaan yang berdiri sendiri.1.2 RUMUSAN MASALAHAdapun rumusan masalah yang akan dijelaskan lebih detail dalam makalahmengenai hal berikut:1. Apakah yang dimaksud dengan kombinasi bisnis dan konsolidasi?2. Bagaimanakah kombinasi bisnis pada entitas sepengendali?3. Bagaimanakah penyusunan laporan keuangan konsolidasian dan laporankeuangan tersendiri?4. Bagaimanakah contoh dan prosedur penyusunan laporan konsolidasi?2

1.3 TUJUAN PENULISANTujuan penulis menulis makalah ini,tentunya agar dengan membaca makalahini dapat:1. Mengetahui yang dimaksud dengan kombinasi bisnis dan konsolidasi?2. Mengetahui kombinasi bisnis pada entitas sepengendali?3. Mengetahui penyusunan laporan keuangan konsolidasian dan laporankeuangan tersendiri?4. Mengetahui contoh dan prosedur penyusunan laporan konsolidasi?3

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Kombinasi Bisnis dan KonsolidasiMenurut PSAK 22, kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa laindimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih suatubisnis. Transaksi yang kadangkala disebut sebagai “penggabungan sesungguhnya(true merger)” atau “penggabungan setara (merger of equals)” juga merupakankombinasi bisnis.IFRS 3 menyatakan : “a business combination is the bringing together of oneor more combining entities into a reporting entity. Business combination result fromone entity :· Purchasing the equity of another entity;· Purchasing the net assets of another entity;· Assuming the liabilities of another entity; or· Purchasing some of the net assets of another entity that together form one or morebusiness.Dengan demikian, kombinasi bisnis bisa dilakukan dengan membeli aset netoperusahaan, mengambil alih hutang, membeli sebagian aset neto perusahaan lain danbersama-sama membentuk satu atau lebih bisnis lainnya, atau membeli sahamperusahaan di atas 50%.Penggabungan usaha dilakukan untuk memperoleh efisiensi operasi melaluiintegrasi secara horizontal atau vertikal atau mendiversifikasikan risiko usaha melaluikonglomerasi. Integrasi horizontal penggabungan perusahaan-perusahaan dalam linebusiness atau pasar yang sama.4

Integrasi vertikal penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasiyang berbeda secara berturut-turut, tahapan produksi dan/atau distribusi,misalnya penggabungan usaha antara perusahaan kain dengan perusahaanpakaian jadi. Konglomerasi penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produkdan/atau jasa yang tidak saling berhubungan, misalnya penggabungan usahaantara perusahaan minyak dengan perusahaan komputer.2.1.1 Alasan Kombinasi BisnisSecara umum, tujuan dari kombinasi bisnis adalah meningkatkan profitabilitasdan efisiensi. Secara khusus, kombinasi bisnis dilakukan untuk :1. Penghematan biayaDengan kombinasi bisnis, berbagai biaya bisa dihemat. Diantaranyabiaya gaji berbagai manajer, biaya penelitian produk baru (produk tersebutsudah ada di perusahaan yang diakuisisi) dan biaya penelitian danpengembangan.2. Mengurangi risikoMembeli perusahaan yang sudah mempunyaiberbagai macamproduk, dan juga pasarnya, akan lebih kecil resikonya dibandingkan denganmengembangkan dan memasarkan produk baru.3. Mengurangi penundaan beroperasinya perusahaanMembeli perusahaan yang sudah mempunyai berbagai macam fasilitasdan sudah memenuhi berbagai macam aturan pemerintah, akan lebih cepatdibandingkan dengan mengembangkan sendiri atau mendirikan perusahaanbaru.4. Menghindari pengambilalihan oleh perusahaan lainnyaSalah satu cara untuk menghindari pengambilalihan oleh perusahaanlain adalah dengan melakukan kombinasi bisnis.5

5. Memperoleh aset tidak berwujudSalah satu alasan untuk melakukan kombinasi bisnis adalah untukmemperoleh aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan yangdiakuisisi seperti hak paten, hak penambangan, database pelanggan dan lainlain.6. Alasan-alasan lainAda perusahaan yang punya kebanggaan tersendiri ketika berhasilmengakuisisi perusahaan-perusahaan lain.2.1.2. Bentuk Penggabungan Usaha1. AkuisisiAkuisisi terjadi ketika suatu perusahaan memperoleh aset produktif dari suatuentitas usaha lain dan mengintegrasikan aset-aset tersebut ke dalam operasimiliknya.2. MergerPernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) no 22 menyatakan bahwamerger merupakan suatu proses penggabungan usaha dengan jalan mengambilalih satu atau lebih perusahaan yang lain. Setelah terjadi pengambilalihan, makaperusahaan yang diambil alih dibubarkan atau dilikuidasi, sehingga eksistensinyasebagai badan hukum lenyap, dengan demikian kegiatan usahanya dilanjutkanoleh perusahaan yang mengambil alih.3. KonsolidasiProsedur Konsolidasi diatur dalam PSAK No. 4 (Paragraf 8,21 & 23) antaralain dinyatakan bahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi LaporanKeuangan Induk Perusahaan (Parent Company) dan Anak Perusahaan (SubsidaryCompany) digabungkan satu persatu dengan menggabungkan unsure-unsur yangsejenis dari Aktiva, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban.6

2.2 Kombinasi Bisnis Pada Entitas Sepengendali2.2.1 Ruang lingkupRestrukturisasi entitas sepengendali dalam PSAK 38 (revisi 2004)didefinisikan sebagai ‘transaksi pengalihan aset, kewajiban, saham atau bentukinstrumen kepemilikan lainnya antara pihak-pihak (perorangan, perusahaan ataubentuk entitas lainnya) yang, secara langsung atau tidak langsung (melalui satu ataulebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan oleh atau berada di bawahpengendalian yang sama’. Definisi tersebut dianggap memberikan batasan yangkurang jelas mengenai transaksi yang termasuk dalam PSAK 38 (revisi 2004). PSAK22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis memberikan definisi dan pengertian dari ‘bisnis’,‘kombinasi bisnis’, dan ‘kombinasi bisnis entitas sepengendali’, tetapi tidakmemberikan panduan perlakuan akuntansi untuk kombinasi bisnis entitassepengendali karena ruang lingkupnya mengecualikan kombinasi bisnis entitassepengendali.2.2.2. Metode Pooling InterestMetode yang dipertimbangkan oleh IASB ketika menyusun IFRS 3 BusinessCombinations (diadopsi menjadi PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis) adalahacquisition method, pooling of interest method, dan fresh start method dimanametode yang akhirnya digunakan adalah acquisition method. ED PSAK 38 (revisi2011) menggunakan metode pooling of interest dengan pertimbangan sebagai berikut:a. Metode pooling of interest telah digunakan dalam PSAK 38 sebelumnya danmasih dianggap sebagai metode yang paling tepat untuk mencerminkan sifattransaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali yang pada dasarnya tidakmengakibatkan perubahan substansi ekonomik yang signifikan. Metode ini jugamasih digunakan dalam SFAS 141 Business Combinations dan praktik di negaralain seperti Inggris, Hongkong, dan Singapura.7

b. Saat ini, IASB juga dalam proses memformulasikan metode akuntansi untuktransaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali sehingga IFRS 3 masihmengeluarkan hal ini dari lingkup pengaturannya. Oleh karena itu, cukupberalasan jika metode pooling of interest dipertahankan sementara menungguhasil kajian IASB. Penerapan metode ini juga tentunya tidak dianggapbertentangan dengan IFRS karena belum diatur spesifik dalam IFRS.2.2.3 Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (SNTRES)Dalam PSAK 38 (revisi 2004), SNTRES diakui dalam pos ekuitas tersendiri.ED PSAK 38 (revisi 2011) masih menggunakan konsep yang sama. Namun terdapatbeberapa opsi lain untuk pengakuan SNTRES yaitu:a. Mengakui SNTRES dalam pos tambahan modal disetor (additional paid incapital);b. thercomprehensif income);c. Mengakui SNTRES yang berjumlah positif di tambahan modal disetor dan jikanegatif dalam laba ditahan.2.2.4 Hilang Hak SepengendalianDalam PSAK 38 (revisi 2004), terdapat empat situasi yang menyebabkanberubahnya ‘Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali’ (SNTRES)yaitu: (a) Adanya transaksi resiprokal antara entitas sepengendali yang sama; (b)Adanya peristiwa kuasi reorganisasi (Catatan: Dengan keluarnya ED PPSAK 10:Pencabutan PSAK 51: Akuntansi Kuasi-Reorganisasi maka hal ini akan hilang); (c)Hilangnya status substansi sepengendalian antara entitas yang pernah bertransaksi;(d) Pelepasan aset, kewajiban, saham, atau instrumen kepemilikan lainnya yangmendasari terjadinya selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali ke pihaklain yang tidak sepengendali. Jika perubahan dengan cara (c) dan (d), maka SNTRESdiakui dalam laba rugi.8

Kehilangan PengendalianJika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk:1. Menghentikan pengakuan asset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporanposisi keuangan konsolidasian.2. Mengakui sisa investasi apapun pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnyapada tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasitersebut dan setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu sesuaidengan SAK lain yang relevan. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajarpada saat pengakuan awal asset keuangan sesuai dengan PSAK 55: instrumentkeuangan: pengakuan dan pengukuran atau (jika sesuai) biaya perolehan padasaat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau bventura bersama.3. Mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian yangdapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk:1. Menghentikan pengakuan:a. Asset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlahtercatatnya ketika pengendalian hilang.b. Jumlah tercatat setiap kepentingan non pengendali pada entitas anak terdahulupada tanggal hilangnya pengendalian (termasuk setiap komponenpenghasilan kompregensif lain yang diatribusikan pada kepentingannon pengendali).Prinsip Pengendalian1. Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai dengan perjanjian padainvestor lain.2. Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitasberdasarkan anggaran dasar atau perjanjian.9

3. Kekuasaan mengganti dan menjunjuk dewan komisaris atau direksi melaluidewan entitas tersebut begitu pula untuk memberikan suara mayoritas padarapat melalui dewan direksi atau komisaris yang ditunjuk.Pengendalian investor, terlepas dari sifat keterlibatannya dengan entitas(investee), menentukan apakah investor merupakan entitas induk dengan menaksirapakah investor tersenut mengendalikan investee. Selain itu, investor mengendalikaninvestee ketika investor terekspos atau memiliki ha katas imbal hasil variable dariketerlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhiimbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Investor mengendalikaninvestee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:1. Kekuasaan atas investee2. Eksposur atau ha katas imbal hasil variable dari keterlibatannya denganinvestee3. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untukmempengaruhiKekuasaan investor terdiri dari:1. Kekuasaan kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan (aktivitas yangsignifikan mempengaruhi imbal hasil investee)2. Kekuasaan timbul dari hak. Penilaian kekuasaan mudah ketika berasal mpleksdanmempertimbangkan banyak factor ketika berasal dari satu atau lebihpengaturan kontraktual3. Bukti investor mengarahkan aktivitas relevan dapat membantu menentukannamun bukti tersebut tidak dengan sendirinya meyakinkan4. Investor yang paling mempengaruhi imbal hasil investee yang memilikikeuasaan.Faktor-faktor yang membantu menentukan apakah investor mengendalikan investee10

1. Tujuan dan desain investee2. Aktivitas apa yang merupakan aktivitas relevan investee dan bagaimanakeputusan mengenai aktivitas tersebut dibuat3. Apakah hak investor memberikannya kemampuan kini untuk mengarahkanaktivitas relevan4. Apakah investor terskspos atau memiliki ha katas imbal hasil variable dariketerlibatannya dengan investee5. Apakah investor memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasannya atasinvestee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investorEntitas anak tidak dikonsolidasikan apabila:1. Pengendalian dimaksudkan sementara atau akan dialihkan dalam jangkawaktu pendek (dijual)2. Entitas anak dibatasi suatu retriksi jangka panjang sehingga mempengaruhisecara signifikan kemampuannya dalam mentrasnfer dana kepada entitasinduk.3. Mengakuia. Nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwaatau keadaan yang nengakibatkan hilangnya pengendaluanb. Jika transaksi, peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnyapengendalian melibatkan distribusi saham entitas anak kepada pemilikdalam kapasitasnya sebagai pemilikc. Setiap sisa inversari pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya padatanggal hilangnya pengendalian4. Reklasifiasi laba rugi, atau mengalihkan sevara lanbsung ke saldo laba, jikadisyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilankomprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak atas dasar5. Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebgaai keuntungan ataukerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.11

6. Entitas induk mencatat semua jumlah yanga diakui sebelumnya dalampenghasilan kompehensif lain dengan dasar tang sama ke laba rugi atau saldolaba2.2.5 Contoh transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali adalah sebagaiberikut :a) Entitas induk memindahkan sebagian aset neto dari entitas anak yang dimilikinyamenjadi aset entitas induk yang bersangkutan. Transaksi ini menyebabkanperubahan dalam bentuk hukum kepemilikan atas aset neto, tetapi tidakmeyebabkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan aset neto tersebut.b) Entitas induk mengalihkan sebagian hak kepemikannya dalam suatu entitas anakke entitas anak lain yang dimiliki oleh entitas induk. Transaksi ini juga merupakanperubahan bentuk hukum kepemilikan entitas anak, tetapi bukan perubahansubstansi ekonomi kepemilikan entitas anak tersebut.c) Entitas induk menukar kepemilikannya atas sebagian aset neto dalam entitas anakyang dimilikinya dengan saham tambahan yang diterbitkan oleh entitas anak lain(yang tidak dimiliki sepenuhnya), sehingga kepemilikan entitas induk dalamentitas anak lain tersebut bertambah, sedangkan persentase atas kepemilikanpemegang saham nonsepengendali dalam entitas anak tersebut berkurang. Dalamhal ini, walaupun bentuk hukum kepemilikan aset neto dalam entitas anak berubah(dari milik langsung entitas induk menjadi milik entitas lain), tetetapi tidak terjadiperubahan substansi ekonomi kepemilikan atas asset gendalitidakmengakibatkan tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atasbisnis yang dipertukarkan, maka transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatatberdasarkan metode penyatuan kepemilikan. Entitas yang menerima bisnis, dalamkombinasi bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang12

dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitassepengendali di ekuitas dan menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor.Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur – unsur laporan keuangandari entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitassepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan sedemikian rupa seolaholah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabungberada dalam sepengendalian. Jumlah tercatat dari unsur-unsur laporan keuangantersebut merupakan jumlah tercatat dari entitas yang yang bergabung dalamkombinasi bisnis entitas sepengendali.Laporan keuangan entitas tidak boleh memasukkan adanya penyatuankepemilikan walaupun entitas tersebut adalah salah satu pihak yang terlibat jikapenyatuan kepemilikan terjadi pada suatu tanggal setelah akhir periode pelaporan.Kebijakan akuntansi yang seragam diterapkan pada entitas yang berkombinasitersebut. Oleh karena itu, entitas hasil kombinasi mengakui aset dan liabilitas darimasing – masing entitas yang berkombinasi berdasarkan pada jumlah tercatatnya.Penyesuaian terhadap jumlah tercatat hanya dilakukan untuk menyesuaikan kebijakanakuntansi yang diterapkan oleh entitas yang berkombinasi dengan kebijakanakuntansi yang diterapkan oleh entitas hasil kombinasi serta menerapkannya padaseluruh periode sajian. Pengaruh yang timbul sebagai akibat dari transaksi intra –entitas yang berkombinasi, yang timbul sejak awal terjadinya sepengendalian,dieliminasi dalam penyusunan laporan keuangan entitas hasil kombinasi.Pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan transaksi kombinasi bisnisentitas sepengendali dapat mencakup biaya makelar advis, hukum, akuntansi,penilaian dan biaya professional atau konsultasi lainnya; biaya administrasi umum,termasuk biaya pengelolaan departemen akuisisi internal; dan biaya pendaftaran sertapenerbitan efek utang dan efek ekuitas. Biaya tersebut diakui sebagai beban padaperiode terjadinya, dengan satu pengecualian. Biaya untuk menerbitkan efek utangdan efek ekuitas diakui sesuai PSAK 55 : Instrumen Keuangan : Pengakuan dan13

Pengukuran dan PSAK 50 : Instrumen Keuangan : Penyajian. Entitas yang melepasbisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara imbalanyang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas di ekuitas dan menyajikannyadalam pos tambahan modal disetor.Untuk kombinasi bisnis entitas sepengendali yang melibatkan pertukarandalam bentuk saham biasa, jumlah saham biasa yang digunakan sebagai dasarpenghitungan laba per saham adalah jumlah gabungan rata – rata tertimbang darisaham yang beredar setelah terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali tersebut.Untuk seluruh transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berikut hal halyang harus diungkapkan dan disajikan dalam laporan keuangan pada periodeterjadinya kombinasi bisnis :a. Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasib. Penjelasan mengenai hubungan kesepengendalian dari entitas – entitas yangbertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara:c. Tanggal efektif dimulainya transaksid. Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikanakibat kombinasi bisnis tersebut;e. Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalanyang terjadi;f. Jumlah tercatat bisnis yang dikombinasikan atau yang dilepas sertas selisihantara jumlah tercatat bisnis tersebut dan jumlah imbalan yang dialihkan atauimbalan yang diterima; dan pengungkapan mengenai penyajian kembali laporankeuangan sebagaimana dijelaskan di paragraph 12 yang dapat memberikaninformasi minimal meliputi :a. Ikhtisar angka – angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnyauntuk periode yang disajikan kembali;b. Ikhtisar dari jumlah tercatat aset dan liabilitas entitas atau bisnis yangdikombinasikan;14

c. Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi sebagaimana dijelaskan diparagraph 13.d. Ikhtisar angka - angka laporan keuangan setelah disajikan kembali Entitasmengungkapkan saldo selisih yang disajikan dalam pos tambahan modaldisetor, baik yang timbul dari penerapan Pernyataan ini atas transaksikombinasi bisnis entitas sepengendali maupun dari tansaksi restrukturisasientitas sepengendali sebagaimana disyaratkan dalam ketentuan transaksiparagraph 20.Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulaipada atau setelah tanggal 1 Januari 2013, Pernyataan ini diterapkan secara prospektifdengan ketentuan bahwa saldo selisih nilai transisi restrukturisasi entitassepengendali berdasarkan PSAK 38 : Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendalipada tanggal awal penerapan. Pernyataan ini disajikan di ekuitas dalam pos tambahanmodal disetor dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupundireklasifikasi ke saldo laba. Entitas menerapkan penyesuaian paragraph 06 dandefinisi pengendalian dalam paragraph 05 secara retrospektif sejak entitas pertamakali menerapkan PSAK 38 : Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Pernyataan inimembatalkan PSAK 38 : Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali yang disahkan padatanggal 26 Januari 2012.2.32.3.1Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan TersendiriPengertian Laporan Keuangan KonsolidasiLaporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan kelompok usaha yangdi dalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas indukdan entitas anak disajikan sebagai satu entitas ekonomi tunggal. Konsolidasimerupakan kombinasi bisnis yang terjadi karena pengendalian tidak menyatukanproses entitas-entitas yang bergabung. Masing-masing entitas tetap beroparasi secaraterpisah dan independen serta membuat laporan keuangan individu. Akan tetapi,15

entitas-entitas tersebut berada dalam satu pengendalian yang dilakukan oleh pihakyang bergabung. Entitas pengendali disebut dengan entitas induk dan entitas yangdikendalikan disebut dengan entitas anak. . Entitas pengendali disebut dengan entitasinduk dan entitas yang dikendalikan disebut dengan entitas anak. Konsolidasidiharuskan jika suatu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaanlain. PSAK 4 revisi 2009 memberi istilah Laporan Keuangan Konsolidasi sebagailampiran keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan seperti suatu entitasekonomi tunggal. Laporan keuangan konsolidasi wajib disusun oleh entitas indukatau pengendali tertinggi dalam suatu kelompok usaha.Laporan keuangan konsolidasian tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yangberkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi. Manfaatlaporan keuangan konsolidasian :1. Memberikan gambaran total sumber daya perusahaan hasil gabungan yang beradadi bawah kendali entitas induk kepada para pemegang saham, kreditor, danpenyedia dana lainnya2. Memberikan informasi update bagi manajemen entitas induk mengenai operasigabungan dari entitad konsolidasi dan entitas yang membentuk entitas konsolidasi2.3.2 Keterbatasan Laporan KonsolidasianLaporan konsolidasi memiliki beberapa keterbatasan, yaitu :1. Karena hasil operasi dan posisi keuangan dari masing-masing perusahaan yangdimasukan dalam laporan keuangan konsolidasi tidak diungkapkan, maka kinerjaatau posisi dari satu atau lebih perusahaan dapat disembunyikan oleh kinerja baikdari perusahaan lainnya.2. Tidak semua saldo laba konsolidasi tersedia untuk deviden induk perusahaankarena sebagian dapat mencerminkan bagian induk perusahaan atas laba anak16

perusahaan yang belum dibagikan. Begitu pula karena laporan keuangankonsolidasi termasuk aset anak perusahaan, tidak semua aset yang ditampilkantersedia untuk pembagian deviden induk perusahaan.3. Karena rasio-rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi dihitungberdasarkan informasi gabungan, rasio-rasio tersebut tidak mewakili perusahaanmana pun yang dikonsolidasi, termasuk induk perusahaan.4. Ak

konsolidasi, dikenal entitas induk (yang mengendalikan) dan entitas anak (yang dikendalikan). Hasil