Transcription

Edisi 06/XVII November - Desember 2017Paradigma Sehat

Daftar isiEdisi 06/2017november-DesemberKomunikasi Umat MonikaEditorial02 Masa Mendekatkan Diri Pada Tuhan Lewat SesamaOASE03 Tubuh Sehat Jiwa KuatSajian Utama04 Paradigma Sehat07 Sosialisasi BPJS Gereja St. Monika08 Jejak Ketulusan Warga SoeSajian khusus09 Karena Ingin Mencicipi Anggur10 Agats Menanti 12 Kebhinnekaan Berawal Dari Rumah13 Membangun Masyarakat Multikultural14 Pastoral Evangelisasi 2018 Kita Bhinneka, Kita Indonesia16 Makin Bergizi, Hidup Makin BerkualitasInfo kesehatan18 MigrenKesaksian20 Moment of Truthorang kudus22 St. Laurentius Brindisi (1559-1619) Dibelai Kanak-kanak YesusSerba serbi23 Bulla Kepausanrefleksi24 Melihat Wajah TuhanCatatan Perjalanan26 Pesona Gereja di Cinque Terrecatatan hati28 Sentuhan KasihPojok OMK29 Menjawab Kerinduan Masing-masingCabe Rawit30 Museum Galeri Misi30 Dekorasi SerasiInfonika31 Live in Panggilan di Wacana Bhakti32 Motivasi dan Inspirasi bagi Prodiakon33 BIA Selenggarakan Bazar33 Perayaan HUT ke-15 Lingkungan St. Eduardus34 SiKaMal Lahir Kembali34 Pelatihan Kaderisasi Pelayan Pastoral Paroki35 Hidup dalam Persekutuan35 RAKAR dan SOSPROKAR 2018 Paroki Serpongapa dan siapa36 Sandra Andriyanto : Pengurus Bhayangkari, Pengurus Koor37 Albertus Siswoyo Putra Butuh Dukunganpojok keluarga38 Mengasah Kreativitas AnakKolom psikologi40 Electra Complex yang MenghancurkanCerpen42 Ketika Dua Pria Itu Bertemuopini43 Kembali Belajar44 Dapur & Donasifoto Cover :Tim Seksi KesehatanKomunika / Tjiptoalamat redaksi:Sekretariat Paroki St. Monika,Jl. Alamanda Blok V no. 1 Sektor 1.2Bumi Serpong Damai, Tangerang.T (021) 5377427 F (021) 5373737PELINDUNG:Pastor Bernardus Yusa Bimo Hanto, OSCPenasehat:Dewan Paroki Gereja Santa MonikaPeMbimbing:Pastor Yohanes Haris Andjaja, OSCPenanggung jawab:KomSos St MonikaHelena SaptoPemimpin Umum & Redaksi:Maria EttyWakil Pemimpin Redaksi:Hermans HokengRedaktur Pelaksana:Monica Diana MH.Sekretaris REDAKSI:Liza BudihardjaRedaksi:Effi S. Hidayat, Petrus Eko Soelarso,Josephine Winda Mustari, M. Efi Darliana,Florensia Unggul Damayanti, Johanna Kemal.Redaktur Foto:Hedi SFotografer:Melissa, Vanditya P. Niestra, Alexander Tony,Steven, Nerissa, Morciano, Thomas, Tjipto.DESIGN & Ilustrasi:Nela RealinoKartunis:Andreas Dhani Soegara, Julius Joko W.Pemimpin Bina Usaha:Monika TanotoSekretaris:Reni S.Sirkulasi:Pranadjaja/ koordinator (0813.1888049)Lanny, Herlina, E.L. Silvana, Martha, LucyanaKeuangan:Monika TanotoDonasi:Poppy(0815.855.992.87 hanya SMS/Whatsapp)Iklan:Susie Jeffri(0896.7845.7456 hanya sms/Whatsapp)[email protected] oleh:Kelompok Kerja [email protected], 0816 831107E : majalah [email protected]: http://www.paroki-monika.orgPengurus : Julius Saviordi

Masa Mendekatkan DiriPada Tuhan Lewat SesamaOleh Pastor Yohanes Haris Andjaja, OSCAdven dalam bahasa Latin: AdventusartinyaKedatangan. Dalam masa Adven kita menyiapkandiri untuk menyambut pesta Natal dan memperingatikelahiran Yesus.Masa Adven adalah kesempatan bagi kita untuk belajar danmelatih diri, belajar terbuka kepada Tuhan melalui keterbukaankepada sesama dalam pertemuan di lingkungan. “Dimana dua atautiga orang berhimpun atas namaKu, di situ Aku berada di tengahtengahmu.” Pesan Tuhan Yesus itu hendak mendorong kita untukbersemangat hadir dalam pertemuan lingkungan, terutama selamamasa Adven ini.Allah datang secara aktif untuk membimbing, menuntun danmenerangi hati dan budi kita, Allah menuntun agar kita masuk kedalam hidup bahagia, damai dan sejahtera, itulah keselamatan yangsejak dahulu kala dijanjikan Allah kepada manusia. Itu sebabnyaTuhan Yesus mengingatkan; “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidaktahu hari mana Tuhan-Mu datang.” (Mat 24: 42) “Sebab ituhendaklah kamu siap sedia, karena Anak Manusia datang padasaat yang tidak kamu duga.” (Mat 24:44) Tuhan datang untukmembawa berkat, membawa sukacita untuk kita, hendaklah kita2 · Komunikasiap siaga setiap saat agar bila Tuhan datang, hati kita sudah siapmenerimaNYa.Tanpa terasa sebentar lagi , kita akan merayakan Natal. Nataladalah peristiwa agung yang dinantikan oleh setiap orang, yaituTuhan memenuhi janjiNya, datang ke tengah dunia, datang ditengah keluarga kita, datang ke dalam hati kita. Tuhan bukan lagiTuhan yang jauh melainkan Tuhan yang dekat, sedekat-dekatnya didalam hidup kita, Imanuel yang berarti Allah beserta kita.PerayaanNatal akan membawa manfaat besar dalam hidup kita bila kita maumenjadikan Masa Adven sebagai sarana untuk belajar dan melatihdiri terbuka kepada Tuhan melalui keterbukaan kita kepada sesamadalam setiap pertemuan lingkungan.Kehadiran Tuhan itu juga ditunjukkan dalam kehadiran kitauntuk mengunjungi yang miskin dan papa, mengunjungi yang sakitdan menderita. Karya pelayanan kesehatan adalah salah satu contohkehadiran Allah melalui umat yang memiliki talenta dan keahliandalam bidang medis. Semoga pada perayaan Natal ini karyapelayanan kesehatan ini memberi arti lebih akan kehadiran Tuhanditengah umatNya dan wujud konkrit bela rasa kepada sesama.Imanuel Allah beserta kita.

Tubuh Sehat Jiwa KuatPastor Bernardus Yusa Bimo Hanto, OSCDalam KGK 2288 dikatakan: Kehidupan dankesehatan merupakan hal-hal yang bernilai, yangdipercayakan Tuhan kepada kita. Kita harusmerawatnya dengan cara bijaksana dan bersamaitu juga memperhatikan kebutuhan orang lainserta kesejahteraan umum. Perawatan kesehatan para wargamenuntut bahwa masyarakat ikut membantu menciptakan situasihidup, sehingga manusia dapat mengembangkan diri dan menjadimatang : pangan dan sandang, perumahan, pelayanan kesehatan,pendidikan dasar, lapangan kerja dan bantuan sosial.Dari uraian di atas jelas bahwa merawat dan menjagakesehatan tidak hanya urusan pribadi namun juga bagi oranglain. Maka perlu dan penting adanya usaha bersama untuk itu.Langkah pertama tentu diawali dari diri sendiri sebagai individu.Bagaimana seseorang menyadari dengan pola hidup sehat yangdijalani akan membuat dirinya sehat serta bisa memotivasiorang lain untuk hidup sehat pula. Untuk itu memang perlumembangun kesadaran kolektif tentang kesehatan mengingatindividu-individu berasal dari aneka latar belakang pendidikan,sosial, spiritual, maupun budaya.Mengenai pilihan hidup sehat secara individu kita bisamengambil inspirasi tokoh muda bernama Daniel dalam KitabPerjanjian Lama. Ia berketetapan hati untuk tidak ikut makandari santapan raja meski hal itu secara istimewa diberikankepadanya. Daniel lebih memilih makan sayur dan minum airputih, bukan anggur minuman raja yang ditawarkan kepadanya(bdk. Dan 1:8-16). Sedangkan untuk menumbuhkan kesadarankolektif akan hidup sehat perlu adanya gerakan, ada niat baikbersama bagaimana mewujudkan hal tersebut.Dalam rangka mewujudkan sekaligus meningkatkankesehatan baik individu maupun kolektif tersebut, SeksiKesehatan Paroki Serpong Gereja St. Monika dipanggil dandiutus untuk berperan aktif. Karya nyata ini sekaligus sebagaibentuk kepedulian, belarasa gereja kepada mereka yangmemerlukan pelayanan kesehatan. Tentu bukan hanya ditujukankepada umat Paroki namun juga masyarakat di mana gerejaberada dan diutus. Gereja tidak hanya berpastoral namun jugaberevangelisasi. Reksa pastoral di bidang kesehatan ini tidakterlepas dari usaha bagaimana mewujudkan habitus hidup sehatdalam diri umat maupun masyarakat.Perhatian dan opsi Paus Fransiskus terhadap kesehatan umatmanusia, salah satu langkah besar dan kongkrit yakni melarangpenjualan rokok di Vatikan. “Vatikan tidak bisa lagi berkontribusipada aktivitas yang secara jelas merusak kesehatan,” demikianpernyataan juru bicara Greg Burke. “Penjualan itu memangmembawa keuntungan bagi Vatikan, namun apa gunanyakeuntungan apabila hal itu bisa membahayakan nyawa orang,”demikian tambahnya. Greg Burke juga menegaskan bahwaVatikan mengumumkan akan menghentikan penjualan rokokmulai tahun depan. Dan berdasarkan pernyataan sejumlah tokohOganisasi Kesehatan Dunia (WHO) merokok telah menyebabkantujuh juta kematian per tahun. Oleh karena itu, meski penjualanrokok menguntungkan namun Vatikan tidak mau ambil resikountuk itu.Tindakan preventif, kuratif, pendidikan penyadaran sertaperluasan pengetahuan di bidang kesehatan merupakan usahayang terus menerus dilakukan dan dikembangkan SeksiKesehatan Paroki Serpong. Kiprah Paroki di bidang kesehatantersebut merupakan reksa pastoral pelayanan kesehatan dalamrangka menghadirkan Kerajaan Allah, khususnya bagi merekayang lemah, sakit, menderita dan sedang dalam ambang kematian.Karya yang sungguh mulia ini juga mengajak semua umat Parokiterlebih mereka yang bergerak di dunia medis untuk bersamasama memajukan kesehatan masyarakat. Potensi sumber dayayang luar biasa yang dimiliki Paroki ini di bidang kesehatansemestinya bisa memberikan sumbangsih yang luar biasa pulabagi gereja dan masyarakat.Untuk itu memang perlumembangun kesadaran kolektiftentang kesehatan mengingatindividu-individu berasal dari anekalatar belakang pendidikan, sosial,spiritual, maupun budaya.Komunika · 3

Dok. PriKomunika / TjiptoParadigma SehatOleh dr. Herianto Tjandradjaja, Sp.SAwalnya, reksa pastoral pelayanan kesehatan di Paroki Serpongdilaksanakan melalui pelayanan Sub Seksi PSE. Per Maret2017, Seksi Kesehatan Paroki Serpong dibentuk di bawahPengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP).Definisi SehatKamus Besar Bahasa Indonesia: sehat adalah keadaan seluruh badan sertabagian-bagiannya bebas dari sakit.2. UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan: sehat adalah keadaan sejahteradari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidupproduktif secara sosial dan ekonomi.3. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan: Kesehatan adalah keadaan sehat,baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkansetiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.4. Menurut WHO (1947): Sehat itu sendiri dapat diartikan sebagai suatukeadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial serta tidakhanya bebas dari penyakit atau kelemahan.Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapatmeningkatkan konsep sehat yang positif:1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem integral yang menyeluruh,1.4 · Komunika2.3.meliputi tubuh, jiwa, dan roh, yang merupakanbagian dari suatu sistem interaksi sosial.Memandang sehat dengan mengidentifikasilingkungan internal dan eksternal.Penghargaan terhadap pentingnya peranindividu dalam hidup.Dari beberapa definisi sehat di atas dapatdisimpulkan bahwa sehat adalah suatu keadaanyang sempurna baik secara fisik, mental, sosialmaupun spiritual yang memungkinkan setiaporang untuk hidup produktif secara sosial danekonomis serta tidak hanya bebas dari penyakitatau kelemahan.Interaksi antara kebugaran fisik, keseimbanganmental, kebahagiaan spiritual, dan relasi sosialyang saling mendukung secara positif sangatmenentukan tercapainya kondisi sehat padaseorang individu.Sebaliknya,terganggunyasalahsatuaspek fisik, mental, spiritual atau sosial dapat

menyebabkan seseorang menjadi sakit. Penelitian medis sudah membuktikanadanya korelasi timbal balik yang sangat erat, bahkan tidak terpisahkan antarakesehatan jasmani dengan kebahagiaan mental dan spiritual.Di dalam dunia medis dikenal adanya kondisi penyakit yang disebut denganpenyakit psikosomatik (psychosomatic disorders), yaitu penyakit fisik yangdiduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan rasacemas. Misalnya, stres dan cemas berkepanjangan menimbulkan gangguanlambung (gastritis), penyakit kulit (eksim, psoriasis). Bahkan pada pasien yangmemiliki kerentanan genetik dapat juga memicu terjadinya penyakit kronikdegeneratif, seperti stroke, penyakit jantung koroner atau kanker.Secara sederhana interaksi kompleks antara jasmani, mental, dan spiritualini digambarkan dengan ungkapan bahwa “Orang yang tidak bahagia tidakakan pernah benar-benar sehat. Demikian pula sebaliknya, orang yang tidaksehat tidak dapat sungguh-sungguh bahagia”.Dari uraian ini tergambar bahwa pada kenyataannya, kondisi ‘sehat’ dan‘sakit’ tidak selalu merupakan suatu fase yang dapat dibedakan secara tegasnamun sering kali merupakan suatu nuansa gradasi di antara keduanya,tergantung dari seberapa berat dan luasnya gangguan pada aspek kehidupanindividu.Alhasil, ada pendapat yang mengatakan bahwa pengertian ‘sehat’merupakan suatu kondisi relatif ‘tidak sakit’. Sementara ‘sakit’ merujuk padasuatu keadaan ‘kurang sehat’.Reksa Pastoral Pelayanan KesehatanPergeseran kondisi ‘sehat’ dan ‘sakit’ ini merupakan suatu proses panjangyang sangat ditentukan oleh perilaku individu. Pola hidup sehat akan membuatindividu menjadi sehat. Sebaliknya, pola hidup kurang sehat akan menimbulkanpenyakit.Dengan kesadaran bahwa perilaku sangat dipengaruhi oleh spiritualitas,pendidikan, dan latar belakang sosial budaya maka Gereja turut terpanggilsebagai bagian dari tugas penggembalaannya kepada umat, untuk membangunkesehatan melalui pembentukan nilai-nilai luhur tanggung jawab individu dansosial untuk meningkatkan kesehatan individu maupun masyarakat, melaluireksa pastoral pelayanan kesehatan.Tugas dan tanggung jawab penggembalaan ini didelegasikan kepadaSeksi Kesehatan Paroki dengan rumusan tugas untuk melaksanakan reksapastoral pelayanan kesehatan sebagai pewartaan Kerajaan Allah, khususnyakepada mereka yang lemah, sakit, menderita, dan sedang di ambang kematian,sekaligus mewujudkan kepedulian Gereja terhadap pembangunan kesehatanmasyarakat dengan cara menggugah semua pihak agar ikut serta memajukankesehatan masyarakat serta mencari cara terbaik untuk meningkatkan mutudan jangkauan pelayanannya. (Pedoman Dasar Dewan Paroki KeuskupanAgung Jakarta Tahun 2014)Seksi Kesehatan Paroki SerpongReksa pastoral pelayanan kesehatan di Paroki Serpong pada awalnyadilaksanakan melalui pelayanan oleh Sub Seksi PSE. Namun, denganberkembangnya kebutuhan peningkatan jangkauan pelayanannya dan dengansemakin bertambahnya jumlah umat yang membutuhkan pelayanan dansemakin kompleksnya permasalahan kesehatan masyarakat di paroki, makamulai Maret 2017 dibentuklah Seksi Kesehatan di bawah Pengurus Gereja danDana Papa (PGDP).Lingkup pelaksanaan reksa pastoral layanan kesehatan ditujukan untukmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat di dalam lingkup Paroki Serpongdengan tetap menyadari panggilan pewartaan kasih Gereja Kristus untukmemberkati sesama secara inklusif kepada masyarakat umum di lingkupParoki Serpong.Strategi pelayanan kesehatan harus disesuaikandengan kondisi sosiologis, geografis, dandemografis wilayah Paroki Serpong dengan segalakeunikannya.Karakteristik Sosiodemografi Umat Paroki:- Kelompok usia: anak (0 – 12 th): 15%; remaja(13 – 35 th): 29%; dewasa: 48%; dan lansia( 60 th): 6%.- Terdapatrentangperbedaantingkatsosioekonomi yang cukup lebar.- Umumnya masyarakat pendatang yang terdiridari keluarga muda dan pensiunan.Karakteristik Permasalahan Kesehatan:Kerentanan terhadap penyakit kronik terkait usia(degeneratif) pada kelompok lansia.- Permasalahan tumbuh kembang, status gizi,dan imunisasi dasar pada kelompok usiabalita.- Kesehatanreproduksi,penyalahgunaannarkoba, bullying, keterikatan media sosial,pornografi.- Pola hidup tidak sehat terkait dengankonsumerisme pada masyarakat urban.- Meningkatnya angka kejadian penyakitdegeneratif, seperti kencing manis, tekanandarah tinggi, dan penyakit katastrofik kronik,seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagalKomunika · 5

ginjal pada usia produktif.Biaya pelayanan kesehatan yang sangat tinggi dan mahalnyabiaya asuransi kesehatan.-Lingkup Pelayanan Seksi KesehatanUpaya kesehatan dilakukan untuk meningkatkan kesehatanmasyarakat (promotif), mencegah penyakit (preventif), danmengobati pasien yang menderita penyakit (kuratif). Dari ketigaupaya kesehatan ini perlu lebih diprioritaskan upaya promosikesehatan dan pencegahan penyakit sebagai program utama,tanpa mengabaikan layanan pengobatan bagi pasien yang sakit.Sebagai langkah awal untuk menggugah semua pihak (baikprofesional medis maupun relawan medis awam) agar ikut sertamemajukan kesehatan masyarakat serta mencari cara terbaikuntuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanannya, telahdiselenggarakan Sarasehan Komunitas Medis Paroki Serpong.Tujuan Sarasehan Medis ini adalah untuk menghimpun paraprofesional di bidang medis, khususnya dokter maupun relawanawam (non-medis) yang terpanggil untuk membantu pelayananmedis di Paroki Serpong.----Upaya Promotif dilakukan melalui kegiatan:Edukasi kesehatan komunitas bekerjasama dengan institusikesehatan terkait (RS, Laboratorium Klinis, LSM dll).Pendampingan dan pelatihan pada kader/relawan posyandudi masyarakat umum.Mendorong kesadaran masyarakat untuk hidup sehat (polamakan sehat dan olah raga teratur): senam osteoporosis atausenam otak pada kelompok lansia.Rencana Program Strategis Seksi Kesehatan:Target 2018Adanya gerakangerakan karitatifbaru di paroki(bekerjasamadengan komunitasagama lain /wargamasyarakat) bagimereka yangmiskin, menderitadan tersisih (mis,donor darah massalrutin terutamamenjelang dan saatBulan Ramadhan /puasa).1. Meningkatkan keterlibatan umatdan masyarakat umum dalam aksidonor darah di dalam Gereja dansekitarnya.2. Meningkatkan keterlibatan umat danmasyarakat umum dalam aksi donordarah di luar Gereja/lingkunganumum.3. Peningkatan gizi balita & imunisasidasar (Posyandu). Sebanyak 14Posyandu binaan WKRI danpeningkatan pengetahuan timpendamping PosyanduTersedianyaprogram pelayanan/bantuan kesehatanmurah / gratis diseluruh paroki bagimasyarakat sekitar.1. Membangun Baksos KesehatanReguler di sekitar Gereja danCisauk.2. Meningkatkan Baksos Alamandamenjadi Balai Pengobatan berizin.3. Kegiatan pojok P3K di Gereja4. Pelatihan KB Alamiah (ProgramKAJ)5. Rekoleksi tim pelayanan kesehatanGereja Santa Monika6. Mengadakan peralatan kerja dalampelayanan kesehatan.7. Melanjutkan kerjasama denganinstitusi kesehatan (rumah sakit,laboratorium, apotik, dll).8. Mengadakan program Lansia Care(meliputi: pemeriksaan umumkesehatan, senam lansia, seminarkesehatan) & program pembekalanuntuk pendampingan Lansia (TOT)9. Pelatihan Pos Kesehatan Lansialintas agama untuk relawan lansia(program KAJ)10. Peringatan Hari Kesehatan Nasional(untuk lansia; bekerjasama denganPaguyuban Lansia "Simeon-Hanna"(Program bersama Dekenat)11. Training of trainer Duta BPJS12. Sosialisasi BPJS ke umat gereja13. Pojok BPJS di poliklinikUpaya Preventif dilakukan melalui kegiatan:Mendorong deteksi dini dan kontrol faktor risiko penyakitkatastrofik (stroke, penyakit jantung koroner) melaluipemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asamurat secara berkala pada kelompok risiko tinggi (kelompoklansia)Pendampingan konsultasi kesehatan secara berkala padakelompok lansia.Upaya Kuratif dilakukan melalui kegiatan:Klinik Bakti Sosial rutin di lingkungan gereja.Kegiatan Bakti Sosial non-rutin di masyarakat bekerjasamadengan pihak internal paroki maupun pihak eksternal.Sosialisasi dan pendampingan untuk keikutsertaan dalamprogram Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan)KOMUNITAS MEDISPROGRAM KESEHATANBPJS / ASKESPROMOTIF POSYANDU BALITAPROGRAM LANSIAEDUKASI KESEHATANSKRINING KESEHATAN(CHECK UP)6 · KomunikaKURATIFPREVENTIF POSYANDU BALITAPROGRAM LANSIAEDUKASI KESEHATANSKRINING KESEHATAN(CHECK UP) KLINIK – BALAIPENGOBATANBANTUAN DANAPENGOBATANProgram Karya

Sosialisasi BPJS Gereja St. MonikaOleh Florensia Unggul DamayantiSalah satu upaya yang dilakukan oleh Seksi Kesehatan Paroki Serpong Gereja St.SMonika adalah menyosialisasikan BPJS Kesehatan kepada umat.OSIALISASI BPJS berlangsung di Aula St. Anna Gereja St.Monika pada 29 Oktober 2017. Hadir sebanyak 164 orang dari201 peserta yang mendaftar. Sosialisasi ini diselenggarakan olehSeksi Kesehatan Paroki Serpong Gereja St. Monika.Acara ini dibuka oleh Ketua Seksi Kesehatan Gereja St.Monika, dr. Herianto Tjandradjaja, Sp.S. Bertindak sebagai moderator, dr.Dwi Hartantyo.Narasumber sosialisasi adalah wakil dari BPJS Kesehatan KantorOperasional Tangerang Selatan, Iman Maulana dan Haqy.Tujuan sosialisasi ini untuk memberikan informasi yang benar mengenaiprosedur, kepesertaan, dan manfaat BPJS Kesehatan. Selain itu, peserta jugadapat menyampaikan keluhan dan saran kepada BPJS Kesehatan.Acara ini juga sebagai bentuk partisipasi Gereja St. Monika dalammendukung program BPJS Kesehatan.Beberapa PenjelasanDalam sosialisasi ini dijelaskan beberapa hal:Pertama, KepesertaanPeserta adalah setiap orang yang telah membayar iuran, termasuk orangasing yang bekerja di Indonesia paling singkat selama enam bulan. Kepesertaan dibagi dalam kelompok peserta:a. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yaitu masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar pemerintah.b. Bukan Penerima Bantuan Iuran, yakni pekerja penerima upah (PNS,TNI, Polri, Pegawai BUMN/BUMD/Swasta/lainnya), pegawai pemerintah non-pegawai negeri, pekerja bukan penerima upah (peserta mandiri/sektor informal), bukan pekerja (pensiunan, veteran, investor).Syarat untuk pendaftaran sebagai peserta adalah formulir pendaftaranyang dapat diunduh dari web BPJS atau yang didapat dari kantor BPJS, fotocopy (FC) Kartu Keluarga, FC KTP, dan FC halaman depan buku tabunganBank BRI/Mandiri/BNI.Kedua, Manfaat Pelayanan.Fokus kepada Pelayanan Kesehatan Perorangan,promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, termasuk obat dan alkes dan BMHP yang diberikansecara berjenjang sesuai indikasi medis(Rawat Jalan di fasilitas kesehatan tingkatpertama, Rawat Jalan di RS, dan Rawat Inap).Ketiga, Prosedur Pelayanan BPJS Kesehatandilakukan berjenjang, yaitu dari fasilitas kesehatantingkat pertama yang bisa berupa Puskesmas,Klinik Pratama ataupun dokter keluarga. Apabilatidak bisa ditangani pada fasilitas kesehatantingkat pertama maka dapat dirujuk ke fasilitaskesehatan tingkat lanjut, yaitu RS (RS Tipe A, B,C, dan D).Prosedur ini tidak berlaku untuk kasuskegawatdaruratan. Untuk kasus kegawatdaruratan,peserta dapat langsung ke IGD RS rekanan BPJSKesehatan, tidak perlu melalui sistem rujukan.Keempat, Jalur untuk penyampaian keluhan dankonsultasi.Guna memberikan pelayanan yang terbaikkepada peserta, BPJS Kesehatan memberikanjalur untuk menyampaikan keluhan, informasi,dan konsultasi. Jalur tersebut adalah Call Centre24 Jam ph.1500400.Seperti diketahui, pada tahun 2019 seluruhwarga Indonesia wajib menjadi peserta BPJSKesehatan. BPJS Kesehatan menjadi sebuahkebutuhan yang harus diprioritaskan.Diharapkan, umat St. Monika yang belummenjadi peserta BPJS dapat segera mendaftar danmemahami prosedur dan manfaat BPJS.dr. Meyshanintrie T.HKomunika · 7

Jejak KetulusanWarga SoeKeinginan meningkatkan kualitas pelayananDok. prikesehatan menghantarnya menjadi dokter. “Alangkahbaiknya jika saya bisa memberikan sesuatu kepadaAWALNYA, tak pernah terbersit keinginan menjadidokter di benak Martinus Putra Mulia. TatkalaMartin duduk di bangku SMA St. Ursula BSD, sangopa jatuh sakit hingga berujung pada kematian.“Proses perawatan Opa tidak semulus yang kami pikirkan.Pelayanan dokter dan rumah sakit kurang baik, informasi yangdiberikan tidak memadai,” kenangnya.Saat itu, Martin seakan menggugat dirinya, “Bisakah kelak,saya mengubah sistem pelayanan kesehatan menjadi lebihbaik?” Alhasil, ia mulai ingin menjadi dokter. Setamat SMA,ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Unika Atma JayaJakarta.Setelah menjadi dokter, Martin menjalani proses dinasselama satu tahun. Sejak awal, ia ingin bertugas di NusaTenggara Timur (NTT). “Terbayang, akan banyak ilmu,pengalaman, dan petualangan yang saya peroleh,” ujar pemudayang lulus sebagai dokter pada tahun 2014 ini.Banyak HalMartin mendulang banyak hal di NTT; melalui kasus-kasussulit dan kegawatdaruratan pasien yang pada umumnya tidakditemukan jika praktik di kota besar. “Yang paling berkesanbagi saya adalah pengalaman bersama masyarakat setempat.Saya merasakan keramahtamahan dan ketulusan semua orangdi tempat kami bertugas di kota Soe dan Niki-niki.”Ada kenangan yang tak beranjak dari lumbung ingatanMartin. Pada Minggu pertama di Timor, Martin dan rekanrekan sejawatnya meminjam mobil untuk melancong ke PantaiKolbano. Di tengah perjalanan, mesin mobil yang ditumpangimeledak. Mobil pun mogok.Saat tengah dikepung kebingungan, tiba-tiba warga setempatmengulurkan pertolongan. “Kami diberi tempat berteduh, diberimakan, diantar jalan-jalan ke Pantai Kolbano sementara mobildibetulkan,” ujar pria yang gemar naik gunung dan crafting ini.Setelah mobil usai diperbaiki, Martin menanyakan ihwal biaya.“Tidak perlu bayar, Pak Dokter. Saya benar-benar tulusmembantu. Saya juga punya anak yang sedang merantau. Sayaberharap ketika dia mengalami kesulitan, akan ada orang yangmembantunya,” ujar warga tersebut. Ketulusan dan kebaikanmasyarakat setempat menorehkan jejak di batin Martin. Iatersentuh, terkesan, dan ingin melayani lebih baik.Sekembali dari NTT, Martin berkarya di bidang manajemensebagaimana tekadnya semula ingin meningkatkan sistempelayanan kesehatan. Ia bekerja di Eka Hospital BSD. Ditempat kerjanya, dr. Herianto SpS (Ketua Seksi KesehatanSt. Monika) mengajak Martin untuk bergabung, membantu8 · Komunikaumat,” ujarnya.alur kepengurusan pasien di klinik gereja. “Alangkah baiknyajika saya bisa memberikan sesuatu kepada umat, setelahTuhan memberikan banyak hal baik dalam kehidupan saya,”ungkapnya.Warga Lingkungan St. Thomas Aquinas ini bergabungsedari awal Seksi Kesehatan St. Monika dibentuk. Semula iamenolak saat diminta menjadi penanggung jawab Klinik BaksosGereja. Meski Seksi Kesehatan masih baru, keberadaan KlinikBaksos sudah lama. “Pasti ada orang yang lebih berkompetendari saya,” katanya.Akhirnya, Martin diberi kepercayaan untuk membantu.Mulanya, ia merasa tidak siap. “Saya jalani sebisa saya. Dalamdoa, saya serahkan semuanya kepada Tuhan. Semoga apa yangsaya lakukan berguna bagi umat yang kami layani.”Mandiri dan BerkelanjutanSalah satu hal yang digagas oleh tim Seksi Kesehatanadalah pengembangan klinik. “Kami ingin meningkatkanpelayanan Klinik Baksos menjadi Klinik Gereja yang mandiridan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan pelayanan yangbaik kepada masyarakat,” harap Martin.Kebanyakan pasien yang dilayani merupakan pasien geriatridengan kondisi penyakit degeneratif, penyakit kronis sepertidiabetes dan darah tinggi, serta gangguan saraf dan pembuluhdarah. “Hal ini mencakup sekitar 90% dari jumlah total pasienklinik saat ini. Jumlah pasien yang kami layani per minggusekitar 15-20 pasien.”Seiring bergulirnya waktu, menyembul ide untuk membuatPojok P3K. Ide ini bermula dari kekhawatiran tim SeksiKesehatan jika ada umat yang pingsan atau sakit sewaktu Misaatau berkegiatan di gereja. Maka, tim Seksi Kesehatan membuatsebuah tempat yang bisa memfasilitasi masalah tersebut. “Saatini, Pojok P3K sudah ada. Ke depan, kami ingin ada tenagakesehatan (dokter, perawat, atau bidan) yang dapat on call jikaada umat yang sakit sewaktu Misa.”Martin sangat berharap, Seksi Kesehatan St. Monika dapatmenjamah seluruh lapisan masyarakat dengan memberikanpelayanan kesehatan yang berkualitas. Hal ini tentu membutuhkan banyak tangan kasih. “Kami akan sangat bergembirajika semakin banyak umat bisa membantu, terlebih orang-orangmuda yang mau melayani bersama kami. Tidak harus tenagamedis. Siapapun yang ingin membantu akan sangat berarti bagikami.”Bagaimanapun, ketulusan tim Seksi Kesehatan St. Monikasungguh didambakan oleh umat.Maria Etty

Setiap bertugas di altar, putra altar inipenasaran melihat pastor minum anggur.Keinginan meminum anggur yang kemudianmenghantarnya meniti imamat.KESAN pertama berkenalan dengan Pastor Harisadalah sosok yang ramah, humoris,lucu, dan cepatakrab, seakan sudah lama mengenal Pastor Haris.Pastor Haris lahir dan besar di Kota Bandung.Ayahnya, Paulus Toha Gunawan (Alm.), keturunan Tionghoa.Ibunya, Clara Lanny Anes, asli Manado. Keluarganya sangattoleran dan begitu dekat dengan masyarakat Sunda dimanamereka tinggal.Yohanes Haris Andjaja lahir di Bandung pada 11 Juni1971. Ia adalah anak keenam dari delapan bersaudara, duadiantaranya termasuk Haris menjadi imam.Tidak seperti kakaknya, Pastor Hendra, yang begitu lulusSD langsung masuk ke Seminari Menengah Mertoyudan, Harismuda menolak masuk seminari.Namun, setelah lulus SMA St. Maria Bandung, dan merasasudah cukup menikmati masa mudanya, Haris memutuskanuntuk masuk Novisiat pada Juli 1990. Ia mendapat restu dandukungan dari kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya dibaptismenjadi Katolik, setelah putra dan putrinya menjadi Katolik.Dua di antara anak-anaknya menganut Kristen Protestan.Ibunya aktif menggereja dan menjadi pendoa. Ayahnyaselalu rajin mengikuti Misa dan membaca Kitab Suci setiaphari. Hal ini mengondisikan kedua putranya mantap masukseminari.Rupanya kerinduannya untuk mencicipi anggur semasaia masih menjadi putra altarlah yang mengantarnya menitiimamat.Haris mengucapkan Kaul Kekal di Pratista pada 28 Agustus1995. Ia ditahbiskan menjadi imam di Kapel St. HelenaBandung pada 4 Juni 2001. Motto Tahbisan Imamat PastorHaris adalah “Kasih-Mu membutakan kami”.Usai tahbisan imamat, Pastor Haris mendapat tugas diPratista Paroki Tebing Tinggi Gereja St. Yoseph KeuskupanAgung Medan sebagai pastor rekan selama dua tahun.Kemudian ia berkarya di Paroki Karawang Gereja Kristus Rajapada tahun 2013-2017.Melalui perjalanan karya pastoral dan pergulatannya baiksuka maupun duka, pastor yang periang dan humoris ini sudahmemasuki usia 17 tahun imamat. Semua ini tidak terlepasdari doa dan dukungan keluarga serta umat yang senantiasamendoakannya.Komunika/VandityaKarena InginMencicipi AnggurLife is mysteryMenurut Romo Haris, hidup adalah misteri. Yang tidakkita harapkan malah kerap terjadi. “Banyak misteri baru bisadipahami setelah semua kita lampaui,” ujarnya.Berbagai perutusan yang dipercayakan kepadanya selaluditerimanya dengan senang hati. Ia bersyukur sudah diberikesempatan berziarah antara lain ke Yerusalem dan Lourdes.Penugasannya di Paroki Serpong Gereja St. Monikadisambutnya dengan senang hati. Di manapun ditugaskan, iaharus siap dan taat menjalankannya dengan sebaik-baiknyasesuai aturan keuskupan.Ketika ditanya bagaimana persiapannya berkarya di ParokiSerpong, dengan kalem Pastor Haris mengatakan,“Saya tidakmempersiapkannya. Saya akan belajar dan menjalani dulubaga

30 Dekorasi Serasi infonika 31 acana Bhakti 32 asi dan Inspirasi bagi Prodiakon 33 BIA Selenggarakan Bazar 33aan HUT ke-15 Lingkungan St. Eduardus 34 SiKaMal Lahir Kembali 34 aroki 35 ersekutuan 35 aroki Serpong aPa dan SiaPa engurus Koor 37Albertus Siswoyo Putra Butuh Dukungan Pojok kElUarga 38 Kreativitas Anak kolom PSikologi 40ang .