Transcription

NASKAH PUBLIKASIPRARANCANGAN PABRIKMETIL METAKRILAT DARI ASETON SIANOHIDRINKAPASITAS 65.000 TON/TAHUNDisusun Oleh :Dwi Sapta KusumandariD 500 090 020Dosen Pembimbing :Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D.Eni Budiyati, M.T., M.Eng.JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK KIMIAUNIVERSITAS MUHAMMDIYAH SURAKARTA2015

INTISARIPerancangan pabrik metil metakrilat dengan menggunakan bahan bakuaseton sianohidrin, metanol, dan asam sulfat berkapasitas 65.000 ton/tahun.Proses pembuatan metil metakrilat dibuat melalui dua tahap, pertama adalahhidrolisis, aseton sianohidrin dengan asam sulfat menjadi metakrilamid sulfat.Reaksi berlangsung pada fase cair,irreversible, eksotermis yang diproses dalamreaktor alir tangki berpengaduk (RATB). Reaksi tahap kedua adalah reaksiesterifikasi metakrilamid sulfat dengan metanol membentuk metil metakrilat.Reaksi berlangsung pada fase cair, irreversible, eksotermis yang diproses ebanyak8.192,2680 kg/jam yang membutuhkan bahan baku aseton sianohidrin sebanyak7.4969,6280 kg/jam, asam sulfat sebanyak 13.665,9821 kg/jam, dan metanolsebanyak8.203,1423kg/jam.Utilitasyang dibutuhkanmeliputi1.634.177,4051 kg/jam air pendingin, air untuk kebutuhan steam sebesar14,600,6596 kg/jam yang diproduksi dari boiler, bahan bakar230,200,0467 kg/hari, kebutuhan listrik sebesar 750 kW diperoleh dariPembangkit Listrik Negara (PLN) dan disediakan sebuah generator set sebagaicadangan, serta kebutuhan udara tekan sebesar 76,14 m3/jam.Pabrik metil metakrilat berdiri pada lahan seluas 20.000 m 2 yangdirencanakan akan dibangun di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Tengah padatahun 2019 dengan hasil analisa ekonomi sebagai berikut : Jumlah Fixed CapitalInvestment sebesar Rp. 422.107.111.548,62, Percent Return On Investmentsebelum pajak sebesar 35,20 % dan setelah pajak sebesar 24,64 %, Pay Out Timesebelum pajak selama 2,2 tahun sedangkan setelah pajak selama 2,9 tahun, BreakEven Point sebesar 56,75 %, Shut Down Point sebesar 41,54 %, danDiscountedCash Flow sebesar 26,02 %. Berdasarkan data di atas maka pabrik ini layak untukdidirikan.Kata kunci : metil metakrilat, aseton sianohidrin, RATB, irreversible, eksotermis

ABSTRACTMethyl methacrylate plant design using raw materials acetonecyanohydrin, methanol and sulfuric acid with a capacity of 65,000 tons / year. Theprocess of making methyl methacrylate was made through two stages, the first ishydrolysis, acetone cyanohydrin with sulfuric acid into metakrilamid sulfate. Thereaction takes place in the liquid phase, irreversible, exothermic processed incontinuous stirred-tank reactor (CSTR). The second stage reaction is metakrilamidsulfate esterification reaction with methanol to form methyl methacrylate. Thereaction takes place in the liquid phase, irreversible, exothermic processed inCSTR.Factories produce methyl methacrylate as much 8192.2680 kg / hr that require rawmaterials acetone cyanohydrin as 7.4969,6280 kg/hour, as much sulfuric acid13665.9821 kg/hour, and methanol as 8203.1423 kg/hour. Utilities requiredincludes 1,634,177.4051 kg/hour of cooling water, water for steam needs of14,600,6596 kg/hour produced from boiler, fuel 230,200,0467 kg/day, theelectricity needs of 750 kW was obtained from the Perusahaan Listrik Negara(PLN) and provided with a generator set as a backup, as well as compressed airrequirement of 76.14 m3 /h.Methyl methacrylate factory stands on an area of 20,000 m2 are planned to bebuilt in Gresik regency, East Java province in 2019 with the economic analysisresults as follows: Number of Fixed Capital Investment ofRp. 422,107,111,548.62, Percent Return On Investment before tax of 35.20 % andafter tax of 24.64 %, Pay Out Time before tax for 2.2 years, while after tax for2.9 years, Break Even Point by 56 , 75%, Shut Down Point amounted to 41.54%,dan Discounted Cash Flow amounted to 26.02%. Based on the data above, it isfeasible to set up factories.Keywords : methyl methacrylate, acetone cyanohydrin, RATB, irreversible,exothermic

A. PENDAHULUANSeiring dengan perkembangan zaman yang terus menerus mengalamikemajuan baik dalam bidang teknologi maupun dalam bidang industri, Indonesiaterus berusaha untuk ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan tersebutsehingga diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas Negeri ini. Salahsatunya dalam bidang pembangunan industri. Hal ini menyebabkan semakinbanyaknya diversifikasi usaha yang dilakukan mulai dari bahan mentah hinggabahan setengah jadi yang diproses hingga menjadi produk intermediate ataupunproduk jadi.Tujuan utama yang mendasari berdirinya pabrik metil metakrilat yaituuntuk mendapatkan keuntungan baik secara sosial maupun secara ekonomi. Untukitu industri metil metakrilat sangat propektif untuk dikembangkan di Indonesiaterutama untuk kemajuan dimasa yang akan datang. Dengan tersedianya modalyang cukup memadai maka sifat propektif industri metil metakrilat dapatterlaksana dengan baik dalam berbagai hal. Baik dalam hal pemasaran, perolehanbahan baku yang mudah di dapatkan, terpenuhinya teknologi penunjang hinggatersedianya tenaga pelaksana.B. PERANCANGAN KAPASITASDiketahui dari data BPS kebutuhan metil metakrilat yang terus meningkatsetiap tahunnya di Indonesia dari tahun 2005-2014, di tunjukkan pada gambar dibawah ini :5000040000Ton30000y 2805x - 6E 06R² Gambar 1.1. Jumlah Impor Metil Metakrilat di Indonesia

Dari persamaan di atas dapat di ketahui bahwa kebutuhan metil metakrilatdi Indonesia pada tahun 2019 sekitar 57.000 ton/tahun. Direncanakan pabrikberdiri pada tahun 2019 mendatang dengan kapasitas produksi sebesar 65.000ton/tahun guna mencukupi kebutuhan metil metakrilat baik dalam maupun luarnegeri. Kapasitas ini ditetapkan dengan tujuan sebagai berikut :1.Dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri2.Dapat di eksport sehingga menghasilkan devisa untuk negara3.Menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakatBerdasarkan pertimbangan yang dilihat dari ketersediaan bahan baku,sumber bahan baku, sarana transportasi, iklim, utilitas, pemasaran, danketersediaan tenaga kerja, lokasi pabrik di pilih di daerah Gresik, Jawa timur.C. PEMILIHAN JENIS PROSESProses pembuatan metil metakrilat terdiri dari 3 cara yaitu :1. Metil metakrilat dari aseton sianohdrin2. Metil metakrilat dari isobutanol atau isobutilena3. Metil metakrilat dari etilenaDari ketiga jenis proses di atas dipilih proses pembuatan metil metakrilatdari aseton sianohidrin karena proses tersebut lebih aman dibandingkan denganproses lainnya. Pada proses ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap hidrolisis dantahap dengan proses esterifikasi. Reaksi-reaksi yang terjadi pada tahap hidrolisadan esterifiaksi adalah sebagai berikut :Reaksi Hidrolisa (reaksi 1)(CH3)2C(OH)(CN) H2SO4Aseton sianohidrin As.SulfatCH2 C(CH3)CONH2.H2SO4Metakrilamid SulfatReaksi esterifikasi (reaksi 2)CH2 C(CH3)CONH2.H2SO4 CH3OHCH2 C(CH3)CO2CH3 NH4.HSO4Metakrilamid SulfatMetil MetakrilatMetanolAmm.Bisulfat

Pada tahap hidrolisa menghasilkan konversi sebesar 98 %, dengan HR 52,000 kK/mol yang artinya reaksinya merupakan eksotermis, sehingga padareaksi pembentukan Metakrilamid Sulfat di lepaskan sejumlah panas tertentu,sehinga reaktor membutuhkan pendingin. Sedangkann pada tahap esterifikasimenghasilkkan konversi sebesar 97 % dengan panas reaksi HR -269,00 Kj/mol,reaksi berlangsung secara eksotermis sehingga dilepaskan sejumlah panas tertentumaka reaktor membutuhkan pendingin.D. TINJAUAN KINETIKATinjauan kinetika reaksi bertujuan untuk menentukan nilai laju reaksiuntuk merancang sebuah reaktor. Laju reaksi kimia dipengaruhi oleh bwsarnyakonsentrasi reaktan. Semakin besar konsentrasi reaktan maka semakin meningkatlaju reaksi yg terjadi. Laju reaksi juga dipengaruhi oleh nilai konstanta laju reaksi(k) yang merupakan perbandingan antara laju reaksi dengan konsentrasi reaktan(Fogler, 1992).Reaksi Hidrolisa(CH3)2C(OH)(CN) H2SO4Aseton sianohidrin As.SulfatCH2 C(CH3)CONH2.H2SO4Metakrilamid SulfatDari data kondisi operasi Croom (1937), diperoleh harga konstantakecepatan reaksi k 2,18 m3/kmol.jam (Adu dkk,2007).Reaksi esterifikasiCH2 C(CH3)CONH2.H2SO4 CH3OHCH2 C(CH3)CO2CH3 NH4.HSO4Metakrilamid SulfatMetil MetakrilatMetanolAmm.BisulfatDari data kondisi operasi Rohm dan Haas (1968), diperoleh hargakonstanta kecepatan reaksi k 1,28 m3/kmol.jam (Adu dkk, 2007).E. LANGKAH PROSESPada proses pembuatan MMA melalui 3 tahap yaitu tahap penyiapanbahan baku masuk reaktor, tahap reaksi, tahap pemisahan dan pemurnianproduk.Tahap penyiapan bahan baku bertujuan untuk menyesuaikan kondisi

bahan baku dengan reaktor. Sebelum memasuki tangki penyimpanan, bahanbahan yang berasal dari tanki truk di alirkan menuju tanki penyimpanan.Dalam tangki penyimpanan (T-01) ACH cair di simpan pada suhu 30oCdan tekanan 1 atm. Pada kondisi tersebut ACH berbentuk cair karena dapatmendidih pada suhu 170,85oC dengan tekanan 1 atm. Kemudian dari tangkipenyimpanan (T-01), ACH dipanaskan dengan menggunakan heater (HE-01)hingga mencapai suhu 1300C dan kemudian di alirkan menuju reaktor hidrolisa(R-01). Pada tangki penyimpanan, asam sulfat 98% (T-02) dalam kondisi cairdengan suhu 30oC tekanan 1 atm di alirkan menuju heater (HE-02) untukdipanaskan hingga mencapai suhu 130oC. Setelah mencapai suhu panas yang diinginkan, asam sulfat di alirkan menuju reaktor hidrolisa (R-01). Reaktordirancang menjadi 3 yaitu R-01, R-02, dan R-03. Untuk bahan metanol 98% disimpan dalam tangki (T-03) yang kemudian di alirkan menuju heater (H-03) untukdipanaskan dari suhu 30oC menjadi 130oC dan tekanan 1 atm. Selanjutnya bahanbahan di alirkan dengan bantuan pompa (P-06) menuju reaktor esterifikasi (R-04)dengan menaikkan suhu hingga 1500C dan tekanan 7 atm. Pada reaktor esterifikasidirancang menjadi 3 reaktor yakni R-04, R-05, dan R-06.Reaksi pembentukan metil metakrilat terdiri atas 2 tahap yaitu tahappembentukan metakrilamid sulfat. Metakrilamid sulfat merupakan produk yangberasal dari reaktor hidrolisa. Reaktor yang di gunakan merupakan reaktor alirtangki berpengaduk dengan fase cair-cair. Kondisi operasi reaktor menggunakanrange suhu antara 130oC pada tekanan 1 atm dan perbandingan mol ACH dan molasam sulfat yang masuk ke dalam reaktor adalah 1 : 1,6. Asam sulfat pada reaksiini berfungsi sebagai reaktan, pelarut, maupun katalis. Reaksi yang terjadi adalahreaksi eksotermis dan pada tahap ini menghasilkan metakrilamid sulfat, sisa ACH,sisa asam sulfat, air, dan ammonium bisulfat. Ammonium bisulfat sendiri berasaldari hasil recycle asam sulfat hasil bawah MD-03 pada tahap pemisahan danpemurnian produk. Selanjutnya di alirkan menuju reaktor esterifikasi (R-04) dandi reaksikan dengan metanol. Tahap kedua reaksi pembentukan metil metakrilat.Pada reaktor esterifikasi berfungsi untuk membentuk MMAdan jenis yangdigunakan adalah reaktor alir tangki berpengaduk. Reaksi yang terjadi dalam

reaktor adalah reaski eksotermis sehingga dilengkapi dengan coil pendingin.Adapun kondisi operasi didalam reaktor bersuhu 150oC dengan tekanan sebesar 7atm. Sehingga suhu umpan dari hasil reaktor hidrolisis (R-03) yang bersuhu130oC dinaikkan dengan menggunakan heater (HE-04) dan tekanan 1 atmdinaikkan dengan bantuan pompa (P-11). Perbandingan metakrilamid sulfatdengan metanol yg akan direaksikan adalah 1 : 3.Hasil keluaran reaktor adalah MMA, ammonium bisulfat, dan air.Selanjutnya tahap pemisahan dan pemurnian produk. Pada proses ini hasilkeluaran yang berasal dari reaktor esterifikasi (R-06) di alirkan menuju kolomstripper (ST) guna memisahkan produk dari asam-asamnya dengan suhu 85oCdengan tekanan 1 atm. Untuk menurunkan suhudari150oC menjadi 85oCdigunakan cooler (Co-01) dan penurunan tekanan menggunakan expansion valve.Hasil atas (light product) adalah MMA, ACH, MS, metanol, sisa ammoniumbisulfat, dan air dan hasil bawah (weight product) terdiri dari ACH, asam sulfat,dan ammonium bisulfat. Kemudian dialirkan menuju accumulator (AC-04) untukmenampung sementara kondensat. Selanjutnya pada menara distilasi (MD-03)dengan kondisi suhu 240oC dan tekanan 1 atm dilakukan pemisahan. Hasil atasMD-03 berupa produk samping ammonium bisulfat yang mengandung sedikitACH dan asam sulfat bersuhu 219oC yang kemudian dialirkan melewati cooler(Co-03) untuk menurunkan suhu menjadi 35oC menuju tangki penyimpanandengan, kemudian dialirkan menuju truk pengangkut menggunakan pompa (P-19).Sedangkan hasil bawah MD-03 yang bersuhu 273oC berupa asam sulfat dansedikit ammonium bisulfat direcycle kembali menggunakan pompa (P-17) dancooler (Co-02) untuk menurunkan suhu menjadi 130oC menuju R-01. Untuk hasilatas ST dilakukan penampungan sementara didalam accumulator (AC-01) yangkemudian kondensat diumpankan menuju kolom distilasi (MD-01) dengan suhu75oC dan tekanan 1 atm.Pada kolom MD-01 metanol dan sedikit air dipisahkan sebagai hasil atasdengan suhu 67oC. Selanjutnya di recycle kembali menuju reaktor esterifikasi (R04) sebagai umpan. Hasil bawah dari menara MD-01 adalah MMA, ACH, MS,ammonium bisulfat, air dan sedikit metanol sebagai umpan di kolom distilasi

(MD-02) berikutnya pada suhu 99,66oC dan tekanan 1 atm dengan hasil bawahberupa sedikit MMA, ammoniumm bisulfat, ACH, dan MS pada kondisi suhu154oC dan tekanan 1 atm. Kemudian dilakukan penurunan suhu denganmenggunakan cooler (Co-04) yang selanjutnya dialirkan menggunakan pompa (P14) menuju unit pengolahan limbah (UPL). Sedangkan hasil atas MD-02 diperolehMS, metanol, MMA, dan sedikit air pada kondisi suhu 98 oC ditampungmenggunakan accumulator (AC-03) yang kemudian dialirkan menuju Dekanter(DK) pada suhu 35oC. Dari dekanter dihasilkan produk akhir yaitu MMA yangkemudian di masukkan ke dalam tangki penyimpanan produk (T-04) yangkemudian dialirkan menuju truk pengangkut menggunakan pompa (P-16).F. SPESIFIKASI ALAT UTAMA PROSES1.Reaktor HidrolisisKode: R-01, R-02, R-03Fungsi:Tempat mereaksikan larutan aseton sianohidrindengan asam sulfat menjadi metakrilamidsulfatBahan konstruksi: stainlees steelJenis alat: Reaktor alir tangki berpengaduk (RATB)Jumlah: 3 buahKondisi operasi: 130oC (1 atm) KonversiKonversi reaktor 1: 76 %Konversi reaktor 2: 93 %Konversi reaktor 3: 98 %Diameter: 2,2243 mTinggi: 23,1109 mJenis head: Torispherical head PengadukJenis: turbin (1 impeler)Motor: variable-speed belt

Kecepatan: 300 rpmDiameter: 0,7414 mDaya motor: 35 Hp PendinginJenis: koilTebal koil: 0,0635 mLuas penampang: 27,9415 m22. Reaktor EsterifikasiKode: R-04, R-05, an methanol menjadi metakrilamid sulfatdan ammonium bisulfat.Bahan konstruksi: stainless steelVolume reaktor: 17,5291 m3Jenis alat: Reaktor alir tangki berpengaduk (RATB)Jumlah: 3 buahKondisi operasi: 150oC (7atm) KonversiKonversi reaktor 1: 70 %Konversi reaktor 2: 91 %Konversi reaktor 3: 97 %Diameter: 2,5838 mTinggi: 3,6427 mVolume: 17,5291 m3Jenis Head: Torispherical head PengadukJenis: turbin (1 impeler)Motor: variable-speed beltKecepatan: 300 rpmDiameter: 0,8613 mDaya motor: 35 Hp

PendinginJenis: koilLuas penampang : 65,5411 m2Tebal koil3.: 0,0731 mMenara StripperKode: STFungsi: memisahkan asam sulfat dan ammonium bisulfat daricampuranJenis: Plate sieve trayBahan konstruksi: stainless steelJumlah: 1 buah Kondisi operasia. Umpan masuk : 84,92oC (1 atm)b. Atas: 74,82oC (1 atm)c. Bawah: 240,45oC (1 atm)diameter: 2,7612 mTinggi: 18,0259 mTebal shell: 0,1875 in (0,0048 m)Tebal head: 0,1875 in (0,0048 m)Jenis head: torispherical headPlat4. Jumlah: 68 stage Umpan masuk: Tray no.3 (dari atas)Menara Distilasi 3Kode: MD-03Fungsi: Memisahkan asam sulfat danammonium bisulfatJenis: Plate Sieve TrayBahan konstruksi: Carbon steelJumlah: 1 buah

Kondisi operasia. Umpan masuk: 240,45⁰C (1atm)b. Atas: 219,05⁰C (1 atm)c. Bawah: 273,52⁰C (1 atm)Tinggi: 12,0494 mTinggi head: 0,2614 mDiameter: 1,1185 mTebal shell: 0,1875 in (0,0048 m)Tebal head: 0,1875 in (0,0048 m)Jenis head: plat sieve trayPlat Jumlah5.: 49 stageMenara Distilasi 1Kode: MD-01Fungsi: memisahkan methanol dari campuran untukdigunakan kembali di reaktor esterifikasiJenis: plat sieve trayBahan konstruksi: stainless steelJumlah: 1 buahTinggi MD: 8,5326 m Kondisi operasia.Umpan masuk: 74,82oC (1 atm)b.Atas: 65,23oC (1 atm)c.Bawah: 99,66oC (1 atm)Plata. Jumlah: 18 stageb. Umpan masuk: Tray no.11Diameter: 1,3429 mUmpan masuk: tray nomor 11 (dari bawah)Tebal shell: 0,188 inTebal head: 0,188 in

6.Menara Distilasi 2Kode: MD-02Fungsi: memisahkan metil metakrilat dari pengotor(aseton sianohidrin, metakrilamid sulfat, danammonium bisulfat)Jenis: plat sieve trayBahan konstruksi: stainless steelTinggi MD: 8,5326 mDiameter: 1,3429 mJumlah: 1 buah Kondisi operasia. Umpan masuk: 99,66oC (1 atm)b. AtasSuhu: 100,05oC (1 atm)c. Bawah: 153,85oC (1 atm) Plat7.a. Jumlah: 38 stageb. Umpan masuk: Tray no.8Umpan masuk: tray nomor 8 (dari bawah)Tebal shell: 0,188 inTebal head: 0,188 inDekanterKode: DCFungsi:memurnikanprodukdariMD-02dengankemurnian 99,8%Jenis: continuous gravity decanter silinder horizontalBahan konstruksi: Carbon steelJumlah: 1 buahKondisi operasi: 35oC (1 atm)Waktu tinggal: 46,73 menitVolume: 7,6190 m3

Diameter: 1,7991 mPanjang: 4,3775 mG. ANALISIS rikuntukmendapatkan perkiraan mengenai besarnya laba yang diperoleh, kelayakaninvestasi, terjadinya titik impas, dan lamanya inbestasi dapat dikembalikan, selainitu, anilisia ekonomi juga berfungsi untuk mengetahui apakah pabrik yang akandididrikan memperoleh keuntungan atau tidak, serta layak atau tidaknya jikadidirikan.Pabrik metil metakrilat berdiri pada lahan seluas 20.000 m 2 yangdirencanakan akan dibangun pada tahun 2019 dengan jumlah Fixed CapitalInvestment sebesarRp. 422.107.111.548,62, Percent Return On Investmentsebelum pajak sebesar 35,20% dan setelah pajak sebesar 24,64%, Pay Out Timesebelum pajak selama 2,2 tahun sedangkan setelah pajak selama 2,9 tahun, BreakEven Point sebesar 56,75%, Shut Down Point sebesar 41,54 %, dan DiscountedCash Flow sebesar 26,02%. Hasil analisa dapat di lihat pada gambar dibawah ini :Gambar 2. Grafik Parameter Analisis Ekonomi

H. KESIMPULANAnalisa hasil kelayakan ekonomi pabrik metil metakrilat adalah sebagaiberikut :1. Keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 530.580.516.802,14Keuntungan sesudah pajak sebesar Rp. 371.406.361.761,502. ROI (Return On Investment) sebelum pajak adalah 35,20%ROI (Return On Investment) sesudah pajak adalah 24,64%ROI (Return On Invesment) sebelum pajak untuk pabrik beresiko rendahminimal 11% (Aries dan Newton, 1995).3. POT (Pay Out Time) sebelum pajak adalah 2,2 tahunPOT (Pay Out Time) sesudah pajak adalah 2,9 tahun. POT (Pay Out Time)sebelum pajak untuk pabrik beresiko rendah maksimal 5 tahun (Aries danNewton, 1995).4. BEP (Break Event Point) adalah 56,75%.SDP (Shut Down Point) adalah 34,62%. BEP untuk pabrik kimia padaumumnya berkisar antara 40%-60%.5. DCF (Discounted Cash Flow) adalah 26,02%DCF yang dapat diterima harus lebih besar dari bunga pinjaman di bank.Besarnya DCF untuk pabrik beresiko rendah minimal 1,5 kali besarnya bungabank.Hasil analisis kelayakan ekonomi menyatakan bahwa pabrik metilmetakrilat layak dipertimbangkan untuk didirikan dan dikaji lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKAAdu, I. K., dkk, 20017, “Comparison of methods for assessing environmental,health and safety (EHS) hazards in early phases of chemical processdesign”, Institu for Chemical and Bioengineering, EYH Zurich,Witzerland.Brownell, L. E., dan Young, E. H., 1979, “Process Engineering Design”, 3 rd ed,Willey Eastern Ltd. New Delhi.Biro Pusat Statistik, 2014, “statistic Perdagangan Luar Negeri ,Jakarta,http://www.bps.go.id, diakses Jumat, 7 Maret 2014, pukul 08.30 WIB.Coulson, J.H., dan Richardson, J.F., 1983, “Chemmical Engineering Design”,vol.6, Pergason Press, Oxford.Kern, D. Q., 1965, “Process Heat Transfer”, Mc. Graw-Hill Book Company Inc.,Singapura.Kirk, R. E., dan Othmer, D. F., 1995, “Encyclopedia of Chemical Technology”,4th edition, vol. 16, John Wiley and Sons Company Inc., New York.Perry, R. H., dan Green, D., 1999, “Perry’s Chemical Engineer’s Hand Book”, 7thed, Mc Graw Hill Book Company Inc., New York.Peters, M.S., dan Timmerhaus, E. D., 1980, “Plant Design and Economy forChemical Engineer’s”, 3rd ed, Mc Graw Hill Book Company Inc.,Singapore.Ullmann’s, 1989, “Encyclopedia of Industrial Chemistry”,Weihim FifthCompletely Revised Edition, John Wiley and Sons Company Inc.,Jerman.

aseton sianohidrin, metanol, dan asam sulfat berkapasitas 65.000 ton/tahun. Proses pembuatan metil metakrilat dibuat melalui dua tahap, pertama adalah hidrolisis, aseton sianohidrin dengan asam sulfat me