Transcription

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178The Selection Method of A Monorail Bogie Frame Design ModelSugiharto1, Gatot Prayogo2, Tresna P Soemadi2 dan Danardono AS2,*1JurusanTeknik Mesin-Fakultas Teknik, Universitas Pasundan – Bandung -Jawa BaratTeknik Mesin-Fakultas Teknik, Universitas Indonesia – Depok-Jawa Barat*Corresponding author: [email protected] This paper discusses the method of selecting a bogie frame that will be used on a monorailprototype. The selection process was carried out by examining eight concepts, which were evaluated basedon several criteria. A strength analysis was performed for each concept. The analysis was performednumerically with the finite element method, and the numerical solution was reached through the softwareANSYS. The results of the analysis were used to select the bogie frame. The alternative selection process ofthe frame was performed through the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The AHP solution wasperformed using the software Expert Choice. Based on the results of a combined perception assessment, theexperts chose concept #2 as the bogie frame. The frame geometry of concept #2 resembled the number "8";this geometry is considered to not yet satisfy the criterion of a simple overhaul process. Accommodating thiscriterion requires fastening a system to the traction wheels axle (so that the overhaul process of the tractionwheels will be easy).Abstrak. Pada paper ini dibahas metode pemilihan model desain rangka bogie monorel yang akan digunakanpada prototipe monorel yang sudah dibuat. Pemilihan dilakukan pada delapan varian konsep yangdidasarkan beberapa kriteria yang ditentukan. Analisis kekuatan untuk setiap konsep dilakukan secaranumerik dengan metoda elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak ANSYS. Hasil analisis tersebutselanjutnya dijadikan parameter penilaian dalam proses pemilihan. Pemilihan alternatif varian konsepdilakukan dengan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP). Solusi analisis AHP diselesaikan denganbantuan perangkat lunak Expert Choice. Hasil kompilasi penilaian expert dipilih konsep #2 sebagai modeldesain rangka bogie yang akan diusulkan untuk digunakan. Bentuk rangka konsep #2 adalah bentuk yangmenyerupai angka “8”, bentuk ini adalah bentuk yang dianggap belum memenuhi kriteria kemudahan prosesbongkar pasang roda penggerak. Bentuk ini cukup sulit untuk melakukan proses tersebut dibanding bentukrangka yang menyerupai huruf “S”. Sehingga untuk mengakomodir kriteria tersebut perlu dirancang suatumekanisme sistem pengikat roda penggerak sehingga proses bongkar pasangnya mudah dilakukan.Keywords: AHP, pemilihan, bogie, frame, monorel 2018. BKSTM-Indonesia. All rights reserveddipasang secara seri Mc1-M2-Mc2. Tiap kabinpenumpang akan ditumpu oleh dua unit bogie.PendahuluanRangka pada bogie monorel adalah komponenutama yang tidak boleh gagal atau rusak pada saatdigunakan. Rangka harus kuat, kaku tapi ringan.Dalam perancangan rangka bogie ada beberapapersyaratan yang sudah distandarkan sehinggaseluruh tahapan desain harus merujuk pada standartersebut.Pada paper ini akan dibahas metode pemilihanmodel desain rangka bogie monorel jenis straddleyang akan digunakan pada prototipe monorel yangsudah ada, standard desain yang digunakan dalamproses perancangan rangka bogie adalah EN13749:2011 [1].Prototipe yang akan menggunakan hasil desainini adalah prototipe monorel jenis straddle, denganformasi dalam satu rangkaian direncanakan akandisusun oleh tiga unit kabin peumpang yangGambar 1. Formasi rangkaian prototipe monorelRangka utama bogie prototipe monorel yangsudah dibuat menggunakan material SS400 rangkautama tempat dipasangnya roda penggerak dibentukmenyerupai huruf “S”, dua poros roda penggerakdipasang pada rangka utama secara cantilever.Jarak sumbu poros antara dua gandar rodapenggerak adalah 1230 mm, beban maksimum padamasing-masing poros roda penggerak maksimumadalah 6 ton. Tiap roda penggerak akan digerakanoleh satu unit motor penggerak, Motor penggerakditempatkan ditiap ujung depan dan belakangPMT – 29 169

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178rangka bogie. Spesifikasi desain prototipe monoreldisajikan pada Tabel 1. Bogie menggunakan dua poros penggerak nonsteerableBogie akan dipasang secara independen sepertibogie prototipe sebelumnya.Bogie harus mampu memberikan efekfleksibilitas gerak monorel untuk bisadijalankan pada radius belok kecil R 60 m.Pemasangan bogie pada pada monorel bisadilakukan dengan mudah.Perawatan dan pergantian roda penggerak(komponen cepat aus) pada bogie mudahdilakukan. Spesifikasi desain protipe monorelItemDimensiPanjang kereta (mm)MC1,MC2 : 13200MC: 12000Lebar kereta (mm): 2500Tinggi kereta (mm): 3600Kapasitas Angkut (orang): 100Berat (ton/kereta): 24Jarak sumbu antar bogie: 8400(mm)Jarak antar kereta pada: 684sambungan (mm)2Percepatan (m/s ): 0.833Perlambatan (m/s2): 1.25Radius belok minimum: 60(m)Gradien maksimum (%):5Jarak sumbu roda: 1100penggerak (mm)Beban maksimum roda:6penggerak (ton)Maksimum kecepatan lurus: 70operasi (km/jam) belok: 20Tabel 1. Ditinjau dari klasifikasi prototipe [2], prototypemonorel yang dibuat adalah prototipe baru dalamtahap desian industri (industrial desain prototypes)sehingga belum bisa didefinisikan bisa digunakansebagai sarana transportasi massal. Untuk melihatkemampuannya dilakukan analisis kekuatan padarangka bogie monorel yang sudah dibuat tersebut,hasil analisis disimpulkan pelu dilakukanmodifikasi bentuk angka dan perubahan materialyang digunakan [3]. Tabel 2.Spesifikasi umum monorel jenis straddle daribeberapa pabrikan [4]KarakteristikPanjangkereta/body (m)Lebarkereta/body (m)Tinggikereta/body (m)Kapasitasnormal(duduk/berdiri)@4penumpang/ ie)Bebanmaksimum padagandar ius belok (m)Kecepatandesain/pengoperasian(km/jam)Kecepatan padasaat dilintasanbelok (km/jam)Gambar 2. Skematik desain bogie prototipe monorelProses perbaikan desain rangka bogie prototipedidasarkan pada beberapa parameter yaitu: Bogie yang akan dibuat tidak mengalamiperubahan dimensi dari ukuran bogie prototipesebelumnya.HitachiLarge Type[Series1000]14,8 (MC)13,9 (M)MonorailMalaysia(Scomi)BombardierM-VI10,4 (MC)8,6 (M)11,8 (MC)9,2 84/140)2224(2 gandar)independen2(1 gandar)independen2(1 daraKaretBalokBeton/Baja750 or aja1500 DC750 DCudaraDari parameter diatas ada parameter desain,diluar standar desain dari beberapa pabrikan yangada yaitu pada tingkat kemampuan beloknya,padahal dari beberapa desain yang sudah digunakanuntuk monorel ukuran sedang umumnya memilkikekampuan belok rata-rata di radius 70 m.Spesifikasi umum monorel jenis straddle yangbanyak digunakan saat ini ditinjau dari dimensi,PMT – 29 170

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178kapasitas, sistem pemasangan dan jumlah porosroda penggerak yang digunakan disajikan padaTabel 2.Pada paper ini akan dibahas metode pemilihanmodel desain rangka untuk bogie monorel prototipedari beberapa alternatif model desain yangdidasarkan pada kriteria desain yang diinginkan.Dalam proses pemilihan pembobotan nilai darimasing-masing kriteria didasarkan pada nilai yangdiberikan oleh pakar dalam bidangnya. Alternatifyang akan dipilih adalah model desain dari variankonsep desain yang sesuai dengan kriteria yangdiinginkan.Tujuan pemilihan adalah untuk menghasilkansuatu model desain yang cocok digunakan sebagairangka bogie yang akan digunakan pada monorelprototipe sesuai dengan kriteria desain yangditentukan. Model desain yang terpilih selanjutnyadirekomendasikan untuk dikembangkan dandigunakan sebagai rangka bogie monorel yang akandigunakan.Metode PenelitianSeluruh varian konsep desain yang akan dipilihadalah model desain rangka bogie yang bisadigunakan pada bogie model dua poros rodapenggerak dan bogie akan dipasang secaraindependen. Varian konsep rangka bogie monorelyang akan dipilih merupakan rangka yang dibentukdari dua komponen rangka yaitu: rangka utama danrangka samping.Rangka utama yang berfungsi sebagai dudukanroda penggerak, sistem suspensi, boltsteer, motorpenggerak, komponen penerus daya dan lain-lain.Sedangkan rangka samping berfungsi sebagaidudukan roda pengarah. Roda pengarah yang terdiridari roda kemudi dan roda penyetabil dipasangdisisi kiri dan kanan bogie.Varian konsep terdiri dari delapan varian yangterbagi dalam dua kelompok varian konsep,kelompok varian konsep pertama adalah rangkautama dibuat menyerupai angka “8” dan kelompokvarian konsep kedua adalah rangka utama dibuatmenyerupai huruf “S”.Tiap kelompok rangka utama yang dibuatmenyerupai angka “8” dan menyerupai huruf “S”masing-masing dibagi kembali dalam duakelompok varian konsep yaitu kelompok variandimana rangka utama dan rangka samping dibuatutuh dalam satu unit rangka, dan kelompok variandimana rangka utama dan rangka samping dibuatsecara terpisah, dan digabung menggunakansambungan mekanikal.Dari empat kelompok varian konsep desain diatasmasing-masing dibagi dalam dua varian modeldesain dalam pemasangan roda pegarah yaitumodel pemasangan roda penyetabil dipasangdiantara roda kemudi dan model pemasangan rodapenyetabil dipasang sejajar dengan roda kemudi.Pengelompokan varian konsep dapat dilihatpada Gambar 3. Total varian konsep yang menjadialternatif model desain rangka untuk dipilihmenjadi delapan varian konsep. Bentuk model tiapvarian bisa dilihat pada Tabel 3.Gambar 3. Pengelompokan varian konsepPMT – 29 171

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178Tabel 3. Varian konsep model desain rangka bogieSkematik modelModel desainKeteranganRangka Bogie menyerupai angka '8'Rangka utama dan rangka samping dibuatdalam satu unit utuhA. Main FrameB. Traction wheelsC. Steering wheelsD. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai angka '8'Rangka utama dan rangka samping dibuatdalam satu unit utuhA. Main FrameB. Traction wheelsC. Steering wheelsD. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai angka '8'Rangka utama dan rangka samping dibuatterpisah dan digabung dengan sambunganmekanikalA. Main FrameB. Side FrameC. Traction wheelsD. Steering wheelsE. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai angka '8'Rangka utama dan rangka samping dibuatterpisah dan digabung dengan sambunganmekanikalA. Main FrameB. Side FrameC. Traction wheelsD. Steering wheelsE. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai huruf 'S'Rangka utama dan rangka samping dibuatdalam satu unit utuhA. Main FrameB. Traction wheelsC. Steering wheelsD. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai huruf 'S'Rangka utama dan rangka samping dibuatdalam satu unit utuhA. Main FrameB. Traction wheelsC. Steering wheelsD. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai huruf 'S'Rangka utama dan rangka samping dibuatterpisah dan digabung dengan sambunganmekanikalA. Main FrameB. Side FrameC. Traction wheelsD. Steering wheelsE. Stabilizing wheelsRangka Bogie menyerupai huruf 'S'Rangka utama dan rangka samping dibuatterpisah dan digabung dengan sambunganmekanikalA. Main FrameB. Side FrameC. Traction wheelsD. Steering wheelsE. Stabilizing wheelskonsep #8konsep #7konsep #6konsep #5konsep #4konsep #3konsep #2konsep #1VariankonsepPMT – 29 172

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178Analisis kekuatan dari tiap varian konsepdilakukan dengan metoda elemen hingga denganbantuan perangkat lunak Ansys. Besar pembebanayang diberikan yang diberikan untuk model bogiedengan pemasangan roda penyetabil diantara rodakemudi (konsep #1, konsep #3, konsep #5, dankonsep #7) dapat dilihat pada Gambar 4.Sedangkan untuk model bogie dengan pemasanganroda penyetabil sejajar dengan roda kemudi(konsep #2, konsep #4, konsep #6, dan konsep #8)dapat dilihat pada pada Gambar 5. Hasil analisisFEM dari tiap varian konsep disajikan pada Tabel4. Sedangkan besaran nilai yang diperoleh untuktiap varian konsep disajikan pada Tabel 5.konsep #4, konsep #6, dan konsep #8 akanmemiliki mobilisasi yang lebih baik disaatmelewati lintasan belok dibanding varian konsep#1,konsep #3, konsep #5, dan konsep #7.Analisis kemudahan pemasangan bogie padakabin monorel dapat ditinjau dari bobot yang akandipasang. Dalam analisis ini dari varian konsepyang dibuat dikelompokan dalam dua kelompok,kelompok pertama adalah bogie yang dibuat satuunit utuh atau digabung antara rangka bogie utamadan rangka bogie samping yaitu bogie konsep ke#1, konsep ke #2, konsep ke #5 dan konsep ke #6.Kelompok kedua adalah bogie yang dibuat terpisahantara rangka bogie utama dan rangka bogieGambar 4. DBB Varian konsep (konsep #1, konsep #3, konsep #5, dan konsep #7)Analisis mobilisasi didasarkan hasil penelitianyang sudah dilakukan sebelumnya [5], padapenelitian tersebut disimpulkan model bogiedengan pemasangan roda penyetabil sejajar denganroda kemudi memiliki mobilitas lebih baikdibanding dengan bogie dengan pemasangan rodapenyetabil diantara roda kemudi disaat melewatilintasan belok. Dengan demikian varian konsep #2,samping yaitu bogie konsep ke #3, konsep ke #4,konsep ke #7 dan konsep ke #8.Dari dua kelompok tersebut maka kelompokpertama akan memiliki bobot yang lebih besardibanding dengan kelompok kedua. Hal ini terjadikarena dua bagian rangka dibuat satu unit yangakan diangkat besamaan disaat proses pemasangandilangsungkan. Hal ini sangat berbeda denganGambar 5. DBB Varian konsep (konsep #2, konsep #4, konsep #6, dan konsep #8)PMT – 29 173

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178kelompok kedua, besar bobot yang akan diangkatakan dibagi dua yang terdiri dari bobot rangkautama dan bobot rangka samping.Analisis kemudahan pemasangan komponenmudah aus / roda penggerak,. dalam analisis ini darivarian konsep yang dibuat dikelompokan dalamdua kelompok, kelompok pertama adalah bogieyang menggunakan rangka utama menyerupaiangka “8” yaitu bogie konsep #1, konsep #2,konsep #3, dan konsep #4. Kelompok kedua adalahbogie yang menggunakan rangka utamamenyerupai hurup “S” yaitu bogie konsep #5,konsep #6, konsep #7, dan konsep #8.Dari dua kelompok tersebut maka kelompokkedua memiliki tingkat kemudahan yang yang lebihtingggi untuk proses bongkar pasang rodapenggerak. Hal ini terjadi karena bentuk rangkayang yang digunakan memiliki area yang lebih luasuntuk proses bongkar pasang tersebut.Proses pemilihan alternatif dari varian konsepdilakukan dengan metoda Analytical HierarchyProcess (AHP). Dalam metoda ini setiap elemenyang terdapat dalam hirarki harus diketahui bobotrelatifnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahuitingkat kepentingan terhadap kriteria dan strukturhirarki atau sistem secara keseluruhan.Tabel 4. Analisis FEM tiap varian konsepModel DesainSistemPembebananTegangan VonMisseskonsep #8konsep #7konsep #6konsep #5konsep #4konsep #3konsep #2konsep #1VariankonsepPMT – 29 174Faktor KemananStatikTeganganAlternatingEkivalen

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178Tabel 5. Analisis FEM tiap varian konsepModel Desainkonsep #8konsep #7konsep #6konsep #5konsep #4konsep #3konsep #2konsep #1VariankonsepLangkah awal dalam menentukan prioritasHasil Analisis FEMJumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)Jumlah komponen (unit)TeganganVon Misses (MPa)sumbu lateralDeformasi (mm)sumbu vertikalsumbu lateralKekakuan (N/mm)sumbu vertikalFaktor keamanan statikFaktor keamanan fatik (Goodman theory)Tegangan alternating ekivalen (MPa)Berat rangka bogie (kg)PMT – 29 2.15650,373.461.64581.327546.35101,459.51

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178Gambar 6. Hirarki AHP dalam pemilihan rangka bogieKriteria adalah dengan menyusun perbandinganpasangan, yaitu membandingkan dalam bentukpasangan untuk seluruh kriteria disetiap ansformasikandalambentukmatriksperbandingan berpasangan untuk analisis numerik.Pengambilan keputusan dengan metoda AHPmenggunakan nilai dari persepsi pengambilkeputusan (decision maker) atau expert sebagaiinputnya, maka ketidak konsistenan nilai yangdiberikan sangat mungkin terjadi. Penentuankonsistensi dari didasarkan atas eigen valuemaksimum. Nilai eigen value maksimumdidefiniskan dengan persamaan.𝐶𝐼 𝜆𝑚𝑎𝑥 𝑛𝑛 1tidak maka prses penilaian perlu diulang kembali.Proses penyeleksian varian konsep untuk rangkabogie monorel alternatif yang dijadikan pilihanadalah Konsep #1, Konsep #2, Konsep #3, Konsep#4, Konsep #5, Konsep #6, Konsep #7 , danKonsep #8.Kriteria pemilihan dari varian anternatif konsepdesain adalah sebagai berikut: Kekuatan rangka Nilai tegangan ekivalen maksimum (VonMisses) harus relatif kecil Nilai faktor keamanan statik harus relatifbesar Nilai faktor keamanan fatik harus relatifbesar Nilai tegangan alternating ekivalenmaksimum harus relatif kecil Bentuk rangka harus memiliki bentuk untukmeningkatkan kemampuan mobilisasi gerakpada radius belok R 60 m Bentuk rangka harus memiliki kemudahanpemasangan dan perawatan Bentuk rangka memiliki kemudahanpemasangan dan perawatan Pemasangan unit rangka pada chassis kabinrelatif mudah dilakukan Bongkar pasang roda penggerak relatifmudah dilakukan Kekakuan rangka Nilai perpindahan (displacement) padasumbu x (arah lateral) harus relatif kecil Nilai perpindahan (displacement) padasumbu y (arah vertikal) harus relatif kecil Nilai kekakuan (stiffness) pada sumbu x(1)CI adalah rasio penyimpangan konsistensi(consistency indeks), λ max adalah nilai eigenterbesar dari matriks berordo n. Jika nilai CI samadengan nol, maka matriks pairwise comparisontersebut konsisten, batas ketidakkonsistenan(inconsistency) ditetapkan pada Tabel 6 yangdidefinisikan dengan rasio konsistensi (CR), yaituperbandingan indeks konsistensi dengan nilairandom indeks (RI). Rasio konsistensi didefinisikandengan persamaan.𝐶𝐼𝐶𝑅 𝑅𝐼(2)Jika matriks perbandingan berpasangan (pairwise comparison) dengan nilai CR lebih kecil dari0,10 atau 10 % maka ketidakkonsistenan pendapatpengambil keputusan masih dapat diterima dan jikaTabel 6. Indek nilai random (RI) [6].4567N123RI0,000,000,580,901,121,24PMT – 29 1761,3289101,411,451,48

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178(arah lateral) harus relatif kecilNilai kekakuan (stiffness) pada sumbu y(arah vertikal) harus relatif kecilRangka harus relatif mudah dibuat/Jumlahkomponen relatif sedikit AHP dalam pemilihan model rangka bogiedilakukan dengan bantuan perangkat lunak ExpertChoice. Program aplikasi ini dapat menggabungkanhasil perbandingan dengan jumlah lebih dari satupartisipan pembuat persepsi dari alternatif yangakan dipilih. Kesimpulan akhir diambil dari nilairata-rata persepsi yang diberikan.Tahap akhir yang dilakukan adalah melakukananalisa sensitifitas. Analisis ini digunakan untukmengecek pengaruh perubahan nilai kepentingansuatu kriteria terhadap peringkat alternatif yangtersedia.Hasil kombinasi penilaian dari tiga orangexperts tersebut merupakan solusi daripemilihan alternatif konsep yang akan dipilih.Penilain experts yang memiliki nilai ketidakkonsistensian (inconsistency) dalam penilaiankurang dari 10%( 0,1) adalah nilai daripenilaian experts yang akan dikombinasikan,dalam mendefinisikan alternatif konsep yangakan dipilih. Hasil analisis yang diberikan olehtiga orang expert disajikan pada Gambar 9sampai dengan Gambar 11.Gambar 9. Hasil penilaian experts pertamaGambar 7. Proses AHP pemilihan rangka bogie padaperangkat lunak Expert Choice.Hasil dan PembahasanDalam analisis pemilihan model rangka bogiepenilaian dilakukan oleh tiga orang experts. Tiapexperts memberikan nilai pembobotan dari tiapkriteria dari beberapa alterntif konsep yang akandipilih.Gambar 10. Hasil penilaian experts keduaGambar 11. Hasil penilaian experts ketigaGambar 8. Prosespenilaian satu kriteria dari duaalternatif yang akan dipilihDari hasil penilaian ketiga experts diperoleh duaexpertsmemberikannilaidenganketidakkonsistenan penilaian kurang dari 10 %,sedangkan satu experts lainnya memberikan nilaiPMT – 29 177

Sugiharto, dkk. / Prosiding SNTTM XVII, Oktober 2018, hal. 169-178dengan ketidakkonsistenan lebih dari 10 %.Sehingga untuk menentukan nilai akhir dalammenentukan alternatif konsep yang akan dipilihditentukan dari kombinasi dua experts yangmemberikan nilai dengan ketidakkonsistenan dalampenilaian kurang dari 10%. Kombinasi nilai yangdiberikan oleh expert dengan ketidak konsistenanpenilaian kurang dari 10 % disajikan pada Gambar12.diusulkan untuk digunakan sebagai model rangkabogie monorel.Konsep #2 adalah konsep model desain rangkabogie dengan rangka utama menyerupai angka “8”dengan roda penyetabil dipasang sejajar denganroda kemudi.Dilihat dari kriteria yang ditentukan, konsep ke#2 masih belum memenuhi kriteria kemudahanproses bongkar pasang roda penggerak, Sehinggauntuk mengakomodir kriteria tersebut perludirancang mekanisme sistem pengikat rodapenggerak sehingga proses bongkar pasang rodatersebut mudah dilakukan.PenghargaanPada kesempatan ini penulis mengucapakan banyakterimakasih kepada kementrian Riset danPendidikan Tinggi RI yang telah membiayaipenelitian ini.Gambar 15. Hasil kombinasi penilaian para expertsReferensi[1]Dari hasil analisis diperoleh alternatif konsepdengan nilai tertinggi adalah alternatif konsep ke#2. Hasil penilaian yang diberikan merupakanbentuk rekomendasi atau usulan yang diberikanoleh experts dalam menetukan pilihan daribeberapa alternatif konsep yang diajukan yangdipilih berdasarkan beberapa kriteria yang sudahditentukan. Konsep #2 adalah konsep desain rangkabogie yang diusulkan untuk digunakan pada bogieyang akan digunakan pada prototipe monorel yangada.Jika dilihat dari kriteria pemilihan yangditentukan salah satu kiteria adalah kemudahandalam proses bongkar pasang roda penggerak.Bentuk rangka konsep #2 adalah bentuk yangmenyerupai angka “8”, bentuk ini adalah bentukyang dianggap cukup sulit untuk melakukan prosesbongkar pasang roda penggerak dibanding bentukrangka yang menyerupai huruf “S”. Sehingga untukmengakomodir kriteria tersebut perlu dirancangsuatu mekanisme sistem pengikat roda penggeraksehingga proses bongkar pasangnya mudahdilakukan.[2][3][4][5][6]KesimpulanMetode AHP dapat digunakan untuk memilihmodel desain dari beberapa konsep desain dengankriteria pemilihan yang sudah ditentukan.Hasil pemilihan model rangka bogie daridelapan alternatif konsep dengan menggunakanmetode AHP dipilih alternatif konsep #2 yangPMT – 29 178EN 13749:2011: “Railway applications Wheelsets and bogies - Method ofspecifying the structural requirements ofbogie frames”, CEN Brussels; 2011Kevin N Otto (2001), “Product DesainTechnique in Reverse Engineering andNew Product Development”, Prentice Hall,2001JekkiHendrawan (2013), “AnalisaKekuatanStrukturBogieMonorelKapasitas 12 Ton dengan MenggunakanMetode Elemen Hingga”, Thesis ProgramMagister Teknik Mesin UniversitasIndonesia (in Bahasa Indonesia).Ryan R. Kennedy (2004), ConsideringMonorail Rapid Transit for North AmericanCities.Danardono A.S,et all, PreliminaryAnalysis in the Improvement TurningAbilities In Design of The Monorail BogiePT. MBW Indonesia, Applied Mechanicsand Materials Vol. 663 (2014) pp 539-543Thomas L. Saaty (2012), “Models,Methods, Concepts & Applications of theAnalytic Hierarchy Process”, SecondEdition, Springer Science Business Media,New York.

independen. Varian konsep rangka bogie monorel yang akan dipilih merupakan rangka yang dibentuk dari dua komponen rangka yaitu: rangka utama dan rangka samping. Rangka utama yang berfungsi sebagai dudukan roda penggerak, sistem suspensi, boltsteer, motor penggerak, komponen penerus daya dan lain-lain.