Transcription

19BAB IIGAYA KEPEMIMPINAN, TEAM WORK, BUDAYA ORGANISASI, DANMOTIVASI KERJA KETUA TERHADAP KINERJA PENGURUSORGANISASIA.Gaya Kepemimpinan1.Pengertian Gaya KepemimpinanKepemimpinan merupakan faktor kunci dalam suksesnya suatu organisasiserta manajemen yang mengarahkan kerja para anggota organisasi untuk inimampumengikat,mengharmonisasi, serta mendorong potensi sumber daya organisasi agar dapatbersaing secara baik.Kepemimpinan adalah proses menggerakkan dan mempengaruhi aktivitasyang berkaitan dengan tugas dari anggota kelompok. Stoner, menjelaskan bahwa adaempat implikasi penting yang terdapat di dalam definisi ini yakni: Pertama,kepemimpinan melibatkan orang lain, atau pengikut dengan kemauan merekamenerima pengarahan dari pemimpinnya, anggota kelompok mendefinisikan statuspemimpin dan membuat proses kepemimpinan dapat berjalan tanpa keterlibatanorang yang dipimpin, semua mutu kepemimpinan tidak relevan. Kedua,kepemimpinan melibatkan distribusi kekuasaan yang tidak merata antara pemimpindan anggota kelompok, anggota kelompok tanpa kekuasaan, mereka dapat danmembentuk aktivitas kelompok dengan berbagai cara, namun kekuasaan pemimpinjauh lebih besar. Ketiga, kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan berbagaibentuk kekuasaan untuk mempengaruhi perilaku pengikut dengan berbagai cara.19digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

20Keempat, kepemimpinan merupakan gabungan dari tiga aspek sebelumnya danmengakui bahwa kepemimpinan adalah sebuah nilai, artinya bahwa seorangpemimpin memiliki moralitas yang baik sehingga dapat mempertanggungjawabkansemua tindakan-tindakannya.1Kepemimpinan menurut Kerlinger adalah kemampuan tiap pimpinan di dalammempengaruhi dan menggerakkan bawahannya sedemikian rupa sehingga parabawahannya bekerja dengan gairah, bersedia bekerjasama dan mempunyai disiplintinggi, dimana para bawahan diikat dalam kelompok secara bersama-sama danmendorong mereka ke suatu tujuan tertentu. 2 Sedangkan kepemimpinan menurutSusilo adalah keseluruhan aktivitas dalam rangka mempengaruhi orang-orang agarmau bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan bersama.3Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan kepemimpinan adalah kemampuanyang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkanbawahannya agar bawahannya bisa mencapai tujuan organisasi yang telah disepakatisebelumnya secara sukarela.Sedangkan gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan olehseorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Keberhasilan seorangpemimpin dalam mewujudkan kinerja yang efektif sangat ditentukan oleh gaya1Stoner, A.F. James and Freeman R. Edward and Gilbert JR, Daniel R. Manajemen. Jilid 1 dan Jilid 2Edisi Bahasa Indonesia (Jakarta: PT Prenhallindo, 2004), 129.2Fred N. Kerlinger, Asas-asas Penelitian Behavioral (Yogyakarta: Gajah Mada University Press,2002,),25.3Susilo Martoyo, Pengetahuan Dasar Manajemen dan Kepemimpinan (Yogyakarta:BPFE, 1998), 64.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

21kepemimpinannya. Hubungan pimpinan dan bawahan dapat diukur melalui penilaianpekerja terhadap gaya kepemimpinan para pemimpin dalam mengarahkan danmembina para bawahannya untuk melaksanakan pekerjaan. Secara spesifik, terdapatlima unsur utama yang merupakan esensi dari kepemimpinan, yaitu: pertama unsurpemimpin atau orang yang mempengaruhi; kedua unsur orang yang dipimpin sebagaipihak yang dipengaruhi; ketiga unsur interaksi atau kegiatan-usaha dan prosesmempengaruhi; keempat unsur tujuan yang hendak dicapai dalam prosesmempengaruhi; dan kelima unsur perilaku atau kegiatan yang dilakukan sebagai hasilmempengaruhi.4Menurut Veithzal Rivai gaya kepemimpinan adalah pola menyeluruh daritindakan seorang pemimpin, baik yang tampak maupun yang tidak tampak olehbawahannya. Gaya kepemimpinan menggambarkan kombinasi yang konsisten darifalsafah, ketrampilan, sifat, dan sikap yang mendasari perilaku seseorang. Gayakepeimpinan menunjukkan secara langsung maupun tidak langsung, tentangkeyakinan seorang pemimpin terhadap kemampuan bawahannya. Artinya, gayakepemimpinan adalah perilaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah,keterampilan, sifat, sikap, yang sering diterapkan seorang pemimpin ketika ndapatgayakepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu pola perilaku yang dirancang untuk4Aries Susanty, Sigit Wahyu Baskoro, Pengaruh Motivasi Kerja dan Gaya Kepemimpinan TerhadapDisiplin Kerja serta Dampaknya pada Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada PT. PLN (Persero) APDSemarang), Jurnal Program Sudi Teknik Industri, Universitas Diponegoro Jati Undip, Vol VII, No 2,Mei 2012), 79.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

22memadukan kepentingan-kepentingan organisasi dan personalia guna mengejarbeberapa sasaran. Sedangkan Miftah Thoha menyatakan gaya kepemimpinanmerupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebutmencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. Sehinggamenyelaraskan persepsi diantara orang yang akan mempengaruhi perilaku denganorang yang perilakunya akan dipengaruhi menjadi amat penting kedudukannya.5Menurut Heidjrachman dan Husnan gaya kepemimpinan adalah pola tingkahlaku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuanindividu untuk mencapai tujuan tertentu.6Sedangkan menurut Tjiptono gayakepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksidengan bawahannya. Pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan adalahpola tingkah laku (kata-kata dan tindakan-tindakan) dari seorang pemimpin yangdirasakan oleh orang lain.7Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa gayakepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin dalam mengarahkan,menggerakan, mempengaruhi, mendorong dan mengendalikan bawahan untuk bisamelakukan suatu pekerjaan dengan kesadaran dan sukarela untuk mencapai tujuanorganisasi.5Nurjanah, Pengaruh gaya kepemimpinan dan Budaya organisasi terhadap komitmen Organisasidalam meningkatkan Kinerja karyawan (Studi pada Biro Lingkup Departemen Pertanian) TesisProgram Studi Magister Manajemen (Program pasca sarjana Universitas diponegoro Semarang 2008),48.6Heidjrachman dan Husnan, Manajemen Personalia (Yogyakarta, BPFE 2002), 224.7Mas'ud, Fuad Survai Diagnosis Organisasional (Konsep dan Aplikasi) (Semarang: Badan PenerbitUniversitas Diponegoro,2004),29.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

232.Teori KepemimpinanBerikut ini adalah beberapa teori tentang kepemimpinan yang dirangkum olehKartini Kartono.8a.Teori otokratis dan pemimpin otokratisKepemimpinan dalam teori ini didasarkan atas perintah-perintah,paksaan, dan tindakan-tindakan yang arbitrer (sebagai wasit). Ia melakukanpengawasan yang ketat, agar semua pekerjaan berlangsung secara efisien.Kepemimpinannya berorientasi pada stuktur organisasi dan tugas-tugas.Pemimpin tersebut pada dasarnya selalu mau berperan sebagai pemain orkestunggal dan berambisi untuk merajai situasi. Karena itu, dia disebut otokratkeras. Pada intinya otokrat keras itu memiliki sifat-sifat tepat, seksama, sesuaidengan prinsip, namun keras dan kaku. Pemimpin tidak akan pernahmendelegasikan otoritasnya.Lembaga atau organisasi yang dipimpinnya merupakan a onemanshow. Dengan keras ia menekankan prinsip-prinsip “business isbusiness”,“waktu adalah uang” untuk bisa makan, orang harus bekerja keras, yang kitakejar adalah kemenangan mutlak. Sikap dan prinsipnya sangaat konservatif.Pemimpin hanya akan bersikap baik terhadap orang-orang yang patuh sertaloyal dan sebaliknya, dia akan bertindak keras dan kejam terhadap merekayang membangkang.8Ara Hidayat, Imam Machali, Pengelolaan Pendidikan (Konsep, Prinsip dan Aplikasidalam MengelolaSekolah dan Madrasah) (Bandung: Pustaka Educa, 2010), 88.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

24b.Teori psikologisTeori ini menyatakan bahwa fungsi seorang pemimpin baik,untukmerangsang kesediaan bekerja para pengikut dan anak buah. Pemimpinmerangsang bawahan agar mereka mau bekerja, guna mencapai sasaransasaran organisatoris dan untuk memenuhi tujuan-tujuan pribadi. Oleh karenaitu, pemimpin yang mampu memotivasi orang lain akan sangat mementingkanaspek-aspek psikis manusia, seperti pengakuan (recognizing), martabat, statussosial. Kepastian emosional, memperhatikan keinginan dan kebutuhanpegawai, kegairahan kerja, minat, suasana dan hati.c.Teori sosiologisKepemimpinan dianggap sebagai usaha-usaha untuk melancarkanantar relasi dalam organisasi dan sebagai usaha untuk menyelesaikan setiapkonflik organisatoris antara para pengikutnya. Agar tercapai kerja sama yangbaik, pemimpin menetapkan tujuan-tujuan, dengan menyertakan njutnyajugamengidentifikasi tujuan, dan kerap kali memberikan petunjuk yang diperlukanbagi para pengikut untuk melakukan setiap tindakan yang berkaitan dengankepentingan kelompoknya.d.Teori laissez fairedigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

25Kepemimpinan laissez faire ditampilkan seorang tokoh yangsebenarnya tidak mampu mengurus dan dia memyerahkan tanggung jawabserta pekerjaan kepada bawahan atau kepada semua anggota. Pemimpinadalah seorang “ketua” yang bertindak sebagai simbol. Pemimpin semacamini biasanya tidak memiliki keterampilan teknis.e.Teori kelakuan pribadiKepemimpinan jenis ini akan muncul berdasarkan kualitaskualitaspribadi atau pola-pola kelakuan para pemimpinnya. Teori ini menyatakanbahwa seorang pemimpin selalu berkelakuan kurang lebih sama, yaitu tidakmelakukan tindakan-tindakan yang identik sama dalam setiap situasi yangdihadapi. Pemimpin dalam kategori ini harus mampu mengambil langkahlangkah yang paling tepat untuk suatu masalah. Sedangkan masalah sosial itutidak akan pernah identik sama di dalam runtutuan waktu yang berbeda.f.Teori sifat orang-orang besarCikal bakal seorang pemimpin dapat di prediksi dan dilihat denganmelihat sifat, karakter dan perilaku orang-orang besar yang terbukti sudahsukses dalam menjalankan kepemimpinannya. Sehingga ada beberapa ciriunggul sebagai predisposisi yang diharapkan akan dimiliki oleh seorangpemimpin, yaitu memiliki intelegensi tinggi, banyak inisiatif, energik, eterampilandigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

26komunikatif, memiliki kepercayaan diri, peka kreatif, mau memberikanpartisipasi sosial yang tinggi.g.Teori situasiTeori situasi berpandangan bahwa munculnya seorang pemimpinbersamaan masa pergolakan, kritis seperti revolusi, pemberontakan dan lainlain. Pada saat itulah akan muncul seorang pemimpin yang mampu mengatasipersoalan-persoalan yang nyaris tidak dapat diselesaikan oleh orang-orangbiasa. Pemimpin semacam ini muncul sebagai penyelamat dan cocok untuksituasi tertentu. Dalam bahasa lain biasa dikenal dengan “satrio peningit”,orang pilihan atau.173.Syarat-Syarat KepemimpinanMasduki mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki syaratsyaratyang meliputi:a. Kekuasaan yaitu kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikanwewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkanbawahan untuk berbuat sesuatu.b. Kewibawahan yaitu kelebihan, ke unggulan , ke utamaan sehingga orangmampu untuk mengatur orang lain dan yang diatur patuh dan taat atanyangdiinstriksikan pemimpin.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

27c. Kemampuan yaitu segala daya, kesanggupan, kekuatan, kecakapan,keterampilan teknis maupun social yang dianggap melebihi kemampuananggota biasa.9Dari uraian diatas dapat ditarik kesimppulan bahwa untuk menjadi seorangpemimpin harus mempunya kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai seorangpemimpin dengan sikap yang tegas sehinggan mampu mengendalikan para bawahandan mampu membuat keputusan dan memecahkan masalah dengan tepat. Selain itupemimpin juga harus memiliki kewibawahan karena pemimpin yang berwibawa akandengan mudah memberikan pengaruh pada bawahan dan akan disegani dan dihormatiorang lain namun sikap ini jangan sampai terbawa pada tempat yang justru membuatbawahan merasa tidak nyaman. Pemimpin juga harus memiliki kemampuan untukmelaksanakan fungsi manajeman, mampu memberikan penghargaan kepada parabawahan cerdas dan mempunyai pemikiran yang inovatif.4.Tugas dan Fungsi PemimpinDalam suatu organisasi, tugas dan fungsi pemimpin sangat strategisterutama dalam hal-hal berikut:10a. Penyelenggara atau pelaksana organisasi, artinya berfungsi sebagaieksekutif manajemen.b. Penanggung jawab kemajuan dan kemunduran organisasi.9Masduki, Leadership (Pasuruan: PT Garoede Buana Indah,1996),13.Anton Athoillah, Dasar-dasar Manajemen (Bandung :Pustaka Setia, 2010), 210-212.10digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

28c. Pengelola organisasi.d. Professional dibidangnya, artinya memiliki keahlian dalam memajukanorganisasi.e. Penguasa yang berwenang mendelegasikan tugas-tugasnya kepadabawahannya.f. Perencana kegiatan.g. Pengambil keputusan.h. Konseptor.i. Penentu kesejahteraan bawahannya.j. Pemimpin adalah pemberi reward dan imbalan.k. Representasi kelompoknya.l. Pemegang utama harmonisasi antar pegawai.m. Pembentuk kerjasama antar pegawai.n. Suri amewujudkankepemimpinan yang efektif maka pemimpin harus menjalankan tugas dan fungsinyasecara tepat, karena pemimpin akan berhubungan langsung dengan situasi sosialdalam kehidupan kelompok, maka dari itu itu pemimpin bertugas sebagai perencanasekaligus penyelenggara atau pelaksana organisasi, artinya berfungsi sebagaieksekutor dalam pelaksanaan kegiatan dan bertanggung jawab untuk kemajuan dankemunduran organisasi. pemimpin juga harus memiliki professionalitas dibidangnya,digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

29artinya memiliki keahlian dan kemampuan dalam memajukan tugas organisasisehingga mampu mengkonsep semua kegiatan yang akan dilaksanakan.Selain itu pemimpin harus mampu mengendalikan bawahan untuk erlukanuntukmengkolaborasi suatu kelompok kerja guna mencapai tujuan organisasi denganmemperhatikankeharmonisan antar pegawainya karena pemimpin sebagai suritauladan yang akan menjadi panutan dalam setiap tindakan. Pemimpin juga harusmampu memberikan motivasi untuk terus semangat dalam menjalankan tugas danmemperhatikan kesejahteraan bawahan, dengan memberikan reward terhadap hasilkinerja bawahan.5.Indikator Gaya impindalamprosespengambilan keputusan dan pemecahan masalah sesuai dengan indikator gayakepemimpinan seseorang sebagai berikut:11a. Gaya Kepemimpinan Direktif1) Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berkaitan denganseluruh pekerja menjadi tanggung jawab pemimpin dan pemimpinhanya memberikan perintah kepada bawahannya untuk melaksanakan2) alankan tugas11Wahjosumidjo, Kepemimpinan kepala sekolah (Jakarta: Raya Grafindo Persada,2002),69.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

303) Pemimpin melakukan pengawasan kerja dengan ketat4) Pemimpin memberikan ancaman dan hukuman kepada bawahan yangtidak berhasil melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan5) Hubungan dengan bawahan rendah, tidak memberikan motivasikepada bawahannya untuk dapat mengembangkan dirinya secaraoptimal, karena pemimpin kurang percaya dengan kemapuanbawahannya.b. Gaya Kepmimpinan Konsultatif1) Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dilakukan olehpemimpin setelah mendengarkan keluhan dari bawahan2) Pemimpin menentukan tujuan dan mengemukakan berbagai ketentuanyang bersifat umum setelah melalui proses diskusi dan konsultasidengan para bawahan.3) Penghargaan dan hukuman diberikan kepada bawahan dalam rangkamemberikan motivasi kepada bawahan.4) Hubungan yang baik dengan bawahan.c. Gaya Kepemimpinan Partisipatif1) Pemimpin dan bawahan bersama-sama terlibat dalam pengambilankeputusan dan pemecahan masalah atau dengan kata lain apabilapemimpin akan mengambil keputusan, dilakukan setelah adanya saranatau pendapat dari bawahan.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

312) Pemimpin memberikan keleluasaan bawahan untuk melaksananaknperkerjaan.3) Hubungan dengan bawahan terjalin dengan baik dan dalam suasanayang penuh persahabatan dan saling percaya.4) Motivasi yang diberikaan kepada bawahan tidak hanya didasarkan ataspertimbangan-pertimbangan ekonomis, melainkan juga didasarkan ataspentingnya peranan bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasorganisasi.d. Gaya Kepemimpinan Delegatif1) Pemimpin mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi denganbawahan dan selanjutnya mendelegasikan pengambilan keputusan danpemecahan masalah kepada bawahan.2) Bawahan memiliki hak untuk menentukan langkah-langkah bagaimanakeputusan dilaksanakanDalam teori tersebut menunjukkan bahwa pemimpin mempunyai cara yangberbeda dalam menjalankan tugas, hal ini menunjukkan bahwa seorang pemimpintidak hanya bertindak sepihak karena pemimpin akan dihadapkan pada situasi tertentuyang menuntut gaya tertentu dalam waktu tertentu. Pada suatu waktu tertentukebutuhan-kebutuhan kepemimpinan dari suatu organisasi mungkin berbeda denganwaktu lainnya. Karena organisasi akan mendapatkan kesulitan bila terus menerusdigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

32berganti pemimpin, maka para pemimpinlah yang membutuhkan gaya yang berbedabeda pada waktu yang berbeda.Seorang pemimpin harus mempunyai macam gaya dan harus siap kefektivitasdenganmempertimbangkan kebutuhan dan produknya. Gaya kepemimpinan direktifmemberikan konotasi yang negatif. Seseorang pemimpin yang direktif yatidakmampuberanggapan mempunyai posisi yang kuat untuk mengarahkan dan mengawasipelaksanaan pekerjaan dengan maksud meminimkan penyimpangan dari arah yangdiberikan.Gaya kepemimpinan konsultatif mengggambarkan seorang pemimpinmemberikan kebebasan kepada para bawahan untuk mengungkapkan berbagaippermasalahan dan menyelesaikannya secara bersama-sama. Gaya kepemimpinanpartisipatif mempunyai gaya yang mendorong kemampuan dari mengambil keputusandaripada bawahanya sehingga pikiran-pikiran mereka akan selalu mengingat danlebih matang dan pemimpin akan bertindak supportive dalam berkontak denganbawahan dan tidak menjadi dictator. Gaya kepemimpinan delegatif disini pimpinanmemberikan tanggung jawab terhadap tugas kepada bawahan dalam artian pemimpinmenginginkan agar bawahan bisa mengendalikan dirinya sendiri dalam melaksanakantugas.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

33B.Team Work1.Pengertian Team WorkTim adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerjalebih tinggi dari pada jumlah masukan individu. 12 Sedangkan Teamwork adalahupaya kooperatif dan koordinasi oleh individu yang bekerjasama dalam suatukumpulan dari latarbelakang umum yang membutuhkan pembagian bakat dankepemimpinan dalam memainkan peran.13 Menurut Dishon and O’Leary bahwa teamwork adalah group of two five students who aretied totgether by a common purposeto complete a taskand to include every group members. Dalam konteks ini Bene andSeats menegaskan bahwa premis mayor dalam suatu team adalah bahwa setiap orangdalam team kerja harus berfungsi sebagai pemain yang kooperatif dan produktifuntuk menuju tercapainya hasil yang diinginkan.14Dengan sangat menekankan pentingnya kohesivitas. Duin, Jorn, DeBower danJonhson mendefinisikan bahwa “Collaboratotion” sebagai suatu proses dimana duaorang atau lebih mengimplementasikan dan mengevaluasi kegiatan bersama.Teamwork juga bagaikan sebuah orkestra yang saling bekerja sama menimbulkansuatu musik yang indah. Bila salah seorang pemain salah memainkan alat musiknyamaka akan menimbulkan disharmonis. Team work akan berhasil hanya jika mereka12Stephan P.Robbin, Prilaku Organisasi,Buku I (Jakarta: Salemba Empat, 2007), 406.Kenneth Stott dan Allan Walker, Teams: Teamwork dan Team Building (Singapura:Prentice Hall,t.h),27.14Marudut Marpaung (Jurnal Ilmiah Widya 36 Volume 2 Nomor 1 Maret-April 2014), 33-40.13digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

34dapat melenyapkan kompetisi dan berkonsentrasi pada perbedaan pandangan dankeahlian untuk mengatasi masalah atau tantangan dengan cepat.15Dari berbagai definisi diatas bisa diambil kesimpulan, bahwa teamwork adalahsekelompok orang dengan kemampuan, talenta, pengalaman dan latar belakang yangberbeda yang berkumpul bersama-sama untuk mencapai satu tujuan dalam satu ataulebih kegiatan. Indikatornya terlihat pada kerjasama, satu arah tujuan, dialogis,delegasi dan organisasi.2.Tahap-Tahap Team WorkDalam pandangan Schermerhorn sebagimana dikutip dari jurnal Sri Sarjanaterdapat Lima tahapan dalam pengembangan kerja sama tim yaitu:16a. Tahap pembentukan, para angota tim bergabung dan berfikir tentangkemungkinan terciptanya pertemanan dan orientasi tugas yang dipengaruhioleh harapan dan keinginan.b. Tahap konflik, pada tahap ini ditandai dengan timbulnya konflik danketidaksepakatan, akan terjadi ketegangan diantara anggota karena anggotatim bersaing satu sama lain.c. Tahap pembentukan norma, pada tahap ini konflik dapat diselesaikan dankeselarasan dan kesatuan tim akan muncul, mereka tidak lagi fokus padatujuan individual tapi lebih fokus dalam pengembangan cara bekerja sama15Dishon D & O’Leary. W.P.” Aguidebook for Coorperative Learning (Atchnique for Creating MoreEffective School, Holmes Beach Fl, Learning Publication,2rd Edition, 1994), 11.16Sri Sarjana, (Jurnal pendidikan dan kebudayaan, SMK Negeri 1 cikarang barat, vol. 20, nomor 2,Juni 2014),240.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

35d. Tahap penunjukan kinerja, sebagai tahap integrasi total yang ditandai dengantim yang terlihat lebih baik, terorganisir, menekankan pada pemecahanmasalah dan pencapaian tugas.e. Tahap pembubaran, merupakan tahap akhir yang tidak berkaitan denganpelaksanaan tugas tetapi terkait akhir dari rangkaian kegiatanDari beberapa pandangan yang dikemukakan, maka dapat diketahui beberapaaspek konsep kerja sama tim yaitu Pertama, Proses bertukar informasi, yaitu salingmemberi informasi tentang rencana program kerja, informasi tentang tujuanorganisasi, dan informasi tentang kemajuan organisasi. Kedua Pemecahan masalah,yaitu proses saling membantu memecahkan masalah yang meliputi kegiatan: caramengatasi kesulitan, cara menyelesaikan tugas, meningkatkan hasil, embangkankreatifitas,danmengembangkan kerja sama. Ketiga pelaksanaan tugas atau pekerjaan, yaitu upayameningkatkan produktivitas dengan melakukan hal-hal baru, melaksanakan tugastambahan dan pencapaian hasil.West merinci ada 4 (empat) kekuatan dalam membangun tim yang efektif, 17yaitu:a. Kelompok hendaknya mempunyai tugas-tugas yang menarik secara intrinsikagar berhasil.17Sriyono dan Farida Lestari, Pengaruh Teamwork, Kepuasan Kerja, Dan Loyalitas TerhadapProduktivitas Pada Perusahaan Jasa, Jurnal, (Magister Manajemen Universitas MuhammadiyahSidoarjo, Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo,Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah YogjakartaFakultas Ekonomiuniversitas Muhammadiyah Sidoarjo,2013).digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

36b. Individu seharusnya merasa dirinya penting bagi nasib kelompok.c. Kontribusi individual seharusnya sangat diperlukan, unik, dan teruji.d. Seharusnya ada tujuan tim yang jelas dengan umpan balik kinerja yang tetap.3.Indikator Team WorkIndikator-indikator untuk mengukur Variabel Teamwork menurut Dewi Sandraadalah:181. Mau bekerjasama (cooperative),2. Mengungkapkan harapan yang positif,3. Menghargai masukan,4. Memberikan dorongan5. Membangun semangat kelompok.Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dalammenjalankan tugas organisasi dibutuhkan kerjasama tim dengan beberapa tahapan.Dalam hal ini pemimpin mempunyai tugas dalam mengkolaborasi bawahan agar bisamelewati tahapan-tahapan tersebut. Untuk mencapai hasil kerja maksimal dalamorganisasi setiap pegawai harus mampu bekerjasama dengan mengungkapkanharapan yang positif, saling memberikan dorongan dan membangun semangat dalammelaksanakan tugas.18Dewi, Sandra, TeamWork Cara Menyenangkan Membangun Tim Impian (Bandung: Proggressio,2007),91.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

37C.Budaya Organisasi1.Pengertian Budaya OrganisasiKebiasaan, tradisi dan cara-cara umum dalam mengerjaka sesuatu merupakanpemaparan dari istilah budaya. Budaya mendorongterciptanya suatu komitmen dalamdiri seorang manusia. Seperti halnyaIndonesia memiliki beragam budaya yangmenunjukkan identitas darimasing-masing daerah dimana masyarakat itu berada.Menurut Alisyahbana budaya merupakan manifestasi dari cara berfikir, sehinggamenurutnya pola kebudayaan itu sangat luas sebab semua tingkah laku dan perbuatan,mencakup di dalamnya perasaan karena perasaan juga merupakan maksud daripikiran.19Kemudian Peruci dan Hamby mendefisinisikan budaya adalah segala sesuatuyang dilakukan, dipikirkan, dan diciptakan oleh manusia dalam masyarakat, sertatermasuk pengakumulasian sejarah dari objek-objek atau perbuatan yang dilakukansepanjang waktu. 20Moeljono Djokosantoso menyatakan bahwa budaya korporat ataubudaya manajemen atau juga dikenal dengan istilah budaya kerja merupakan nilainilai dominan yang disebar luaskan didalam organisasi dan diacu sebagai filosofikerja karyawan.2119Supartono W. Ilmu Budaya Dasar (Jakarta: Ghalia Indonesia,2004), 31.Manahan P.Tampubolon, Prilaku Keorganisasian (Jakarta: Ghalia Indonesia,2004), 184.21Moeljono Djokosantoso, Budaya Korporat dan Keunggulan Korporasi (Jakarta: Elex MediaKomputindo, 2003),17-18.20digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

38Sedangkan organisasi adalah unit sosial atau entitas yang didirikan olehmanusia dalam jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan sekelompok manusiamanusia minimal dua orang, mempunyai kegiatan yang terkoordinir, teratur danterstruktur, didirikan untuk mencapai tujuan tertentu mempunyai identitas diri yangmembedakan satu entitas dengan entitas lainnya.22Oleh karena itu Robbins mendefinisikan budaya organisasi (organizationalculture) sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yangmembedakan organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Lebih lanjut, Robbinsmenyatakan bahwa sebuah sistem pemaknaan bersama dibentuk oleh warganya yangsekaligus menjadi pembeda dengan organisasi lain. Sistem pemaknaan bersamamerupakan seperangkat karakter kunci dari nilai-nilai organisasi ("a system ganizationfromotherorganization. This system of shared meaning is, on closer examination, a set ofkey characteristics that the organization values").23Susanto memberikan definisi bahwa budaya organisasi sebagai nilai-nilaiyang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahaneksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan sehingga masingmasing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana22Sobirin, Budaya Organisasi Pengertian, Makna dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Organisasi(Yogyakarta : IBPP STIM YKPN, 2002),7.23Robbins, Stephern P., Organization Behavior, Concepts, Controversies, Application (Jakarta:Englewood Cliffs dan PT. Prenhallindo, 1998),248.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

39mereka harus bertindak atau berperilaku.24 Amnuai mendefinisikan budaya organisasisebagai seperangkat asumsi dasar dan keyakinan yang dianut oleh anggota organisasi,kemudian dikembangkan dan diwariskan guna mengatasi masalah masalah adaptasieksternal dan masalah integrasi internal.25Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwabudaya organisasi merupakan salah satu aset atau sumber daya organisasi yangmenjadikan organisasi dinamis dengan karakteristik fisik maupun non fisik yang khasberisi asumsi, nilai-nilai, norma, kepercayaan yang bermanfaat untuk mendorong danmeningkatkan efektivitas maupun efi

GAYA KEPEMIMPINAN, tujuan organisasi. Kepemimpinan yang baik diyakini mampu mengikat, dan anggota kelompok, anggota kelompok tanpa kekuasaan, mereka dapat dan 19 BAB II TEAM WORK, BUDAYA ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA KETUA TERHADAP KINERJA PENG