Transcription

MODUL IVMANAJEMEN RISIKODIKLAT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATANKESEHATAN KERJA KONSTRUKSITINGKAT DASARKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYATBADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIAPUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUMBER DAYA AIR DAN KONSTRUKSIBANDUNG2016

KATA PENGANTARUngkapan puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya sehingga kami selakupenyelenggara Diklat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan KerjaKonstruksi Tingkat Dasar dapat menyelesaikan mata diklat ini dengan baik. Modulini berisi mengenai manajemen risiko yang merupakan bagian dari perencanaanK3, dengan istilah IBPRPB (Identifikasi Bahaya, Peniliaian Risiko, dan PenetapanPengendalian Bahaya). Menurut Peter Drucker, prinsip bisnis yang baik adalahdengan membuat perencanaan sebaik mungkin, namun juga bersiap menghadapikondisi terburuk. “Prepare for the best, but prepare for the worst”. Setiappengusaha pasti menginginkan keuntungan, apapun usaha yang dilakukannya.Namun demikian, mereka juga harus bersiap untuk menghadapi kemungkinanterburuk yang dapat terjadi akibat risiko yang akan terjadi didalam perusahaan.Manajemen risiko K3 telah berkembang sejak lama. Pada tahun 1970. BritishSafety Council di Inggris mendirikan Institut of Risk Management untukmengembangkan dan melakukan pembinaan terhadap ahli-ahli K3 mangenaimanajemen risiko.Modul ini adalah salah satu upaya untuk memberi penjelasanmengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup serta bahaya-bahaya yangmungkin mencemari lingkungan hidup. Melalui mata diklat Manajemen Risiko inidiharapkan peserta memiliki kemampuan dalam menguraikan risiko yang ada ditempat kerja konstruksi dan pengendalian risiko.Kami menyadari bahwa modul ini masih ada kekurangan dankelemahannya, baik pada isi, bahasa, maupun penyajiannya. Kami sangatmengharapkan adanya tanggapan berupa kritik dan saran guna penyempurnaanmodul ini. Semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat SistemManajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Tingkat Dasar.Bandung, September 2016Kepala Pusdiklat SDA dan KonstruksiDr. Ir. Suprapto. M. Eng.i

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR . iDAFTAR ISI . iiPETUNJUK PENGGUNAAN MODUL . ivBAB I PENDAHULUAN . 1A. Latar Belakang . 1B. Deskripsi Singkat . 1C. Tujuan Pembelajaran . 3D. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok . 4BAB II RUANG LINGKUP MANAJEMEN RISIKO. 5A. Dasar Pengertian Manajemen Risiko. 5B. Lingkup Manajemen Risiko . 5C. Rangkuman . 9D. Evaluasi . 9BAB III IDENTIFIKASI BAHAYA . 11A. Tujuan Identifikasi Potensi Bahaya . 11B. Konsep Bahaya . 12C. Sumber informasi Bahaya . 13D. Teknik Identifikasi Bahaya . 16E. Rangkuman . 17F. Evaluasi. 18ii

BAB IV PENILAIAN RESIKO. 19A. Teknik Analisa Risiko. 20B. Evaluasi Risiko . 24C. Pengendalian Risiko . 25D. Pengembangan Manajemen Risiko . 27E. Rangkuman . 32F. Evaluasi . 32BAB V PENUTUP . 33A. Evaluasi Kegiatan Belajar . 33B. Tindak Lanjut . 33KUNCI JAWABAN . 34DAFTAR PUSTAKA . 45GLOSARIUM. 46iii

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen ResikoBAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangModul manajemen resiko merupakan modul yang dapat memberikanpenjelasan bagi pekerja konstruksi mengenai pentingnya penerapan danpelaksanaan syarat-syarat K3 di tempat kerja sebagai upaya pencegahankecelakaan. Kecelakaan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, pencegahankecelakaan, adalah bagian utama dari penyelenggaraan penerapan SMK3,dimana pengelolaannya merupakan bentuk dari pengelolaan risiko agar tidakterjadi kecelakaan kerja, atau biasa disebutkan dengan manajemen risiko.Manajemen resiko adalah bagian sentral dalam setiap aspek kehidupan. Modulini menjelaskan mengenai manajemen resiko yang penting bagi pekerjakonstruksi dalam menjaga keselamatannya.B. Deskripsi SingkatKeselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian integral dari kegiatan usahayang memuat ketentuan-ketentuan pokok mengenai. Dalam hal ini K3 memilikitujuan untuk memberikan jaminan kepada :1. Tenaga kerja selamat dan sehat,2. Proses produksi berlangsung aman dan efisien,3. Perlindungan masyarakat luasPada gambar berikut ini diperlihatkan bahwa manajemen risiko adalahbagian dari perencanaan K3, dengan istilah IBPRPB (Identifikasi Bahaya,Peniliaian Risiko, dan Penetapan Pengendalian Bahaya) semuanya inidiamanatkan oleh peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 tentangPenerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja dan PeraturanMenteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman SistemPusdiklat SDA dan Konstruksi1

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen ResikoManajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi BidangPekerjaan Umum.Sukses hanya akan dicapai oleh orang yang berani mengambil risikokarena itu mau tidak mau, setiap orang harus mengambil resiko yang ada dalamhidupnya. Hanya mereka yang berani menghadapi resiko yang akan bertahanhidup”. Henry W. Longfellow (1807-1882). Risiko telah menjadi bagian darikehidupan manusia. Sejak hidup di muka bumi, manusia dihadapkan padaberbagau resiko. Manusia purba misalnya, menghadapi resiko yang berasal darialam, seperti ancaman binatang buas, kondisi lingkungan alam yang ganas danbencana yang mengancam. Banyak orang yang tidak menyadari dalamkehidupan sehari-hari mereka telah menjalankan konsep manajemen risikoDengan melaksanakan manajemen risiko diperoleh berbagai manfaat antaralain:1. Menjamin kelangsungan usaha dengan mengurangi risiko dari setiapkegiatan yang mengandung bahaya.2. Menekan biaya untuk penanggulangan kejadian yang tidak diinginkan.3. Menimbulkan rasa aman dikalangan pemegang saham mengenaikelangsungan dan keamanan investasinya.Pusdiklat SDA dan Konstruksi2

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko4. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai risiko operasi bagisetiap unsure dalm organisasi/perusahaan.5. Memenuhi persyaratan perundangan yang berlaku.Menurut Peter Drucker, prinsip bisnis yang baik adalah denganmembuat perencanaan sebaik mungkin, namun juga bersiap menghadapikondisi terburuk. “Prepare for the best, but prepare for the worst”. Setiappengusaha pasti menginginkan keuntungan, apapun usaha yang dilakukannya.Namun demikian, mereka juga harus bersiap untuk menghadapi kemungkinanterburuk yang dapat terjadi akibat risiko yang akan terjadi didalam perusahaan.Manajemen risiko K3 telah berkembang sejak lama. Pada tahun 1970.British Safety Council di Inggris mendirikan Institut of Risk Management untukmengembangkan dan melakukan pembinaan terhadap ahli-ahli K3 mangenaimanajemen risiko. Sebelumnya manajemen risiko K3 telah diaplikasikan dilingkungan asuransi untuk menentukan tingkat tanggungan dan premi asuransi.Karena itu, lembaga Asuransi memiliki hubungan dengan perusahaan penilairisiko (Risk Survey) yang melakukan analisa risiko terhadap perusahaanperusahaan yang akan mempertanggungkan asetnya. Manajemen risiko sangatarat hubungannya dengan K3. Timbulnya aspek K3 disebabkan katena adanyarisiko yang mengancam keselamatan pekerja, sarana dan lingkungan kerjasehingga harus dikelola dengan baik.C. Tujuan PembelajaranKompetensi Dasar pembelajaran ini ialah Setelah selesai pembelajaranpeserta diharapkan mampu menjelaskan identifikasi potensi bahaya sertapengendalian risiko. Indikator keberhasilan yang diharapkan setelah selesaimempelajari modul ini ialah, mampu :1. Mendefinisikan ruang lingkup manajemen risiko2. Mengidentifikasi potensi dan sumber bahaya3. Menguraikan teknik penilaian dan pengendalian risikoPusdiklat SDA dan Konstruksi3

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen ResikoD. Materi Pokok dan Sub Materi PokokMateri Pokok 1 Ruang Lingkup Manajemen RisikoA. Dasar Pengertian Manajemen RisikoB. Lingkup Manajemen RisikoMateri Pokok 2 Identifikasi BahayaA. Tujuan Identifikasi Potensi BahayaB. Konsep BahayaC. Sumber informasi BahayaD. Teknik Identifikasi BahayaMateri Pokok 3 Penilaian ResikoA. Teknik Analisa RisikoB. Evaluasi RisikoC. Pengendalian RisikoD. Pengembangan Manajemen RisikoPusdiklat SDA dan Konstruksi4

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen ResikoBAB IIRUANG LINGKUP MANAJEMEN RISIKOIndikator Keberhasilan : Mendefinisikan ruang lingkup manajemen risikoA. Dasar Pengertian Manajemen RisikoManajemen risiko K3 adalah suatu upaya mengelola risiko K3 untukmencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan secara komperhensif,terencana dan terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik. Manajemen risikoK3 berkaitan dengan bahaya dan risiko yang harus dikelola di tempat kerja,dimana diprediksi dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Sebaliknya,keberadaan risiko dalam kegiatan perusahaan mendorong perlunya adanyaupaya keselamatan untuk mengendalikan semua risiko yang ada. Dengandemikian, risiko adalah bagian tidak terpisahkan dengan manajemen K3 yangdiibaratkan mata uang dengan dua sisi. Dalam implementasi K3 manajemenrisiko dimulai dengan perencanaan yang baik yang meliputi, Identifikasi Bahaya,Penilaian Risiko, Dan Penetapan Pengendalian Risiko disingkat dengan IBPRPB(Hazards identification, Risk assessment, dan Determining Control HIRADC).HIRADC inilah yang menentukan arah penerapan K3 dalam perusahaan.B. Lingkup Manajemen RisikoSecara umum manajemen risiko dapat diaplikasikan dalam setiaptahapan aktivitas atau daur hidup suatu proyek yaitu:1. Tahap konsepsional2. Tahap rancang bangun3. Tahap konstruksi4. Tahap operasi5. Tahap pemeliharaanPusdiklat SDA dan Konstruksi5

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko6. Tahap pasca operasiKonsep manajemen risiko juga dapat diaplikasikan untuk berbagaiaktivitas dan keperluan misalnya:1. Sektor transportasi2. Bidang kesehatan3. Sektor pertambangan4. Sektor kehutanan5. Sektor pertanian6. Bencana alam1. Konsep DasarSetiap aktivitas mengandung risiko untuk berhasil atau gagal. Risikoadalah kombinasi dari kemungkinan dan keparahan dari suatu kejadian.Semakin besar potensi terjadinya suatu kejadian dan semakin besar dampakyang ditimbulkannya, maka kejadian tersebut dinilai mengandung risikotinggi. Dalam aspek K3, risiko biasanya bersifat negative seperti cedera,kerusakan atau gangguan operasi. Risiko yang bersifat negative harusdihindarkan atau ditekan seminimal mungkin. Menurut OHSAS 18001,pengertian risiko K3 adalah kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadianbahaya atau paparan dengan keparahan dari cedera atau gangguankesehatan yang disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut. Sedangkanmanajemen risiko adalah suatu proses untuk mengelola risiko yang adadalam setiap kegiatan. Menurut standar AS/NZS 4360 tentang StandarManajemen Risiko, proses manajemen risiko mencakup langkah sebagaiberikut:a. Menentukan konteksb. Identifikasi Risikoc. Penilaian RisikoPusdiklat SDA dan Konstruksi6

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resikod. Analisa Risikoe. Evaluasi Risikof.Pengendalian Risikog. Komunikasi dan Konsulatasih. Pemantauan dan Tinjau Ulangi.Identifikasi risikoDalam bidang K3, identifikasi risiko disebut juga identifikasi bahaya,sedangkan di dalam bidang lingkungan disebut identifikasi dampak atauidentifikasi aspek lingkungan. Pada tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasisemua kemungkinan bahaya atau adanya risiko yang mungkin terjadidilingkungan kegiatan dan bagaimana dampak atau keparahannya jika terjadi.Manajemen risiko dapat diterapkan di setiap level organisasi. Manajemenrisiko juga dapat diterapkan di level strategis dan level operasional.Manajemen risiko juga dapat diterapkan pada proyek yang spesifik, untukmembantu proses pengambilan keputusan ataupun untuk pengelolaandaerah dengan risiko yang spesifik. Gambaran pengelolaan risiko secaraskematik digambarkan pad diagram berikut dibawah ini.Pusdiklat SDA dan Konstruksi7

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko2. Persepsi RisikoPerbedaan persepsi seseorang terhadap risiko, dipengaruhi olehberbagai faktor seperti latar belakang social, budaya, pengalaman danpengetahuan. Pada saat persepsi seseorang mengenai risiko berada di puncakatau menjadi perhatian utamanya, angka kecelakaan, kegagalan ataupenyimpangan akan turun. Sebaliknya disaat persepsi tentang risiko menurunatau cukup rendah atau kurang memperhatikan, maka kewaspadaan jugaakan menurun sehingga peluang terjadinya kecelakaan atau kegagalan akanmeningkat.3. Jenis RisikoRisiko dalam organisasi sangat beragam sesuai dengan sifat, lingkup,skala dan jenis kegiatannya diantaranya sebagai berikut:a. Risiko Finansialb. Risiko Pasarc. Risiko Alamd. Risiko Operasional, dan yang termasuk dalam risiko operasional adalah:Pusdiklat SDA dan Konstruksi8

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko1) Ketenagakerjaan2) Teknologi3) Risiko K34) Risiko Ketenagakerjaan dan Sosial5) Risiko Keamanan6) Risiko SosialC. RangkumanManajemen risiko K3 berkaitan dengan bahaya dan risiko yang harusdikelola di tempat kerja, dimana diprediksi dapat menimbulkan kerugian bagiperusahaan. Semakin besar potensi terjadinya suatu kejadian dan semakinbesar dampak yang ditimbulkannya, maka kejadian tersebut dinilaimengandung risiko tinggi. Dalam aspek K3, risiko biasanya bersifat negativeseperti cedera, kerusakan atau gangguan operasi. Dalam bidang K3, identifikasirisiko disebut juga identifikasi bahaya, sedangkan di dalam bidang lingkungandisebut identifikasi dampak atau identifikasi aspek lingkungan. Pada tahap inibertujuan untuk mengidentifikasi semua kemungkinan bahaya atau adanyarisiko yang mungkin terjadi dilingkungan kegiatan dan bagaimana dampak ataukeparahannya jika terjad. Adapun jenis-jenis risiko yang, yaitu :a. Risiko Finansialb. Risiko Pasarc. Risiko Alamd. Risiko OperasionalD. EvaluasiJawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !1. Jelaskan tujuan adanya manajemen risiko !2. Sebutkan ruang lingkup manajemen risiko !Pusdiklat SDA dan Konstruksi9

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko3. Apakah akibatnya apabila persepsi risiko diabaikan ?4. Sebutkan jenis-jenis risiko yang mungkin terjadi !Pusdiklat SDA dan Konstruksi10

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen ResikoBAB IIIIDENTIFIKASI BAHAYAIndikator Keberhasilan : Mengidentifikasi potensi dan sumber bahayaA. Tujuan Identifikasi Potensi BahayaKeberhasilan suatu proses manajemen risiko K3 sangat ditentukan olehkemampuan dalam menentukan atau mengidentifikasi semua potensi bahayayang ada dalam setiapan tahapan kegiatan kerja. Jika semua bahaya berhasildiidentifikasi dengan lengkap, berarti organisasi/perusahaan akan dapatmelakukan pengelolaan secara komprehensif. Tujuan melakukan identifikasipotensi bahaya dapat memberikan berbagai manfaat antara lain:1. Mengurangi peluang kecelakaan2. Memberikan pemahaman bagi semua pihak mengenai potensi bahaya dariaktifitas perusahaan.3. Sebagai landasan sekaligus masukan untuk menentukan strategi pencegahandan pengamanan yang tepat dan efektif.4. Memberikan informasi yang terdokumantasi mengenai sumber bahayadalam perusahaan kepada semua pihak khususnya pemangku kepentingan.Dalam melakukan identifikasi potensi bahaya, dipengaruhi oleh beberapahal yang mendukung keberhasilan program identifikasi bahaya antara lain:a. Identifikasi bahaya harus sejalan dan relevan dengan aktivitas/kegiatansuatu organisasi/perusahaan sehingga dapat berfungsi dengan baikb. Identifikasi bahaya harus dinamis dan selalu mempertimbangkanadanya teknologi dengan perubahannya adanya ilmu terbaru dalamsistem dan metode kerja.c. Keterlibatan semua pihak terkait dalam proses identifikasi potensibahaya.Pusdiklat SDA dan Konstruksi11

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resikod. Ketersediaan metoda, peralatan, referensi, data dan dokumen untukmendukung kegiatan identifikasi potensi bahaya.e. Akses terhadap regulasi yang berkaitan dengan aktifitas perusahaantermasuk juga pedoman bahan/material yang digunakan dalamkegiatan industri baik industri konstruksi ataupun industri lainnya,seperti misalnya penggunaan bahan bahan kimia berbahaya (B3), yangharus tersedianya Lembar data Keselamatan bahan (LDKB) atau biasajuga disebutkan dengan material safety data sheet (MSDS).B. Konsep BahayaBahaya adalah faktor intrinsik yang melekat pada sesuatu danmempunyai potensi untuk menimbulkan kerugian terhadap segala sesuatutermasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan ataucidera pada manusia, kerusakan atau gangguan lainnya. Bahaya merupakan sifatyang melekat dan menjadi bagian dari sutau zat, system, kondisi, atau peralatan.Kesalahan pemahaman arti bahaya sering menimbulkan analisa yang kurangtepat dalam melaksanakan program K3 karena sumber bahaya yang sebenarnyajustru tidak diperhatikan.Bahaya dapat menjadi sumber terjadinya kecelakaan atau insiden baikyang menyangkut manusia, property dan lingkungan. Risiko menggambarkanbesarnya kemungkinan suatu bahaya dapat menimbulkan kecelakaan sertabesarnya keparahan yang dapat diakibatkanya. Tiada kehidupan tanpa energi.Energi hadir dalam kehidupan kita dan terdapat disekitar kita. Energi merupakanunsur penting baik dalam lingkungan alam maupun lingkungan buatan seperti diindustri konstruksi atau industri lainnya seperti pabrik. Dalam konsep energi,keberadaan energi inilah yang dinilai dapat menimbulkan risiko kecelakaan ataucedera. Selain energi yang dapat menyumbangkan bahaya, beberapa jenisbahaya lainnya juga berpengaruh dalam memberikan kontribusi bahaya,diantaranya dapat di klasifikasikan sebagai berikut:Pusdiklat SDA dan Konstruksi12

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko1. Bahaya pelepasan energi, terlepasnya sumber energi yang tidak terkendalikanmerupakan sumber bahaya yang sangat membahayakan, energi dapat berupaangin/udara, air, panas dan yang sejenis lainnya2. Bahaya mekanis, yang bersumber dari peralatan mekanis atau benda bergerakdengan gaya mekanika.3. Bahaya listrik, yang bersumber bahaya yang bersumber dari energi listrik.4. Bahaya kimia5. Bahaya fisika (fisis)6. Bahaya biologis,7. Bahaya Ergonomi,8. Bahaya Penyakit Akibat Kerja (PAK),9. Bahaya PsikologiC. Sumber informasi BahayaSumber informasi bahaya dapat diperoleh dari beberapa informasiseperti kasus Kejadian data kecelakaan, statistik kecenderungan (trend), dataAnalisis Keselamatan Pekerjaan (AKP), daftar periksa hasil inspeksi, data HasilUrun Rembug/Diskusi (brainstorming)dan informasi lainnya yang berkaitandengan bahaya-bahaya yang dapat diprediksi sebelum kejadian kecelakaanterjadi.1. Data kecelakaanData kecelakaan adalah salah satu sumber informasi mengenaiadanya bahaya di tempat kerja dan merupakan sumber informasi yang palingmendasar. Setiap kecelakaan selalu ada sebabnya yang didasari adanyakondisi tidak aman baik menyangkut manusia, penggunaan material danperalatan, tata cara kerja termasuk lingkungan kerja. Karena itu dari setiapkecelakaan, bagaimanapun kecilnya akan ditemukan adanya sumber bahayaPusdiklat SDA dan Konstruksi13

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resikoatau risiko atas kejadian kecelakaan tersebut, sehingga didapatkan banyakinformasi yang berguna untuk mengenal bahaya misalnya pengaruh:a. Lokasi kejadianb. Peralatan atau alat kerjac. Pekerja yang terlibat dalam kecelakaand. Keadaan atau Data korbane. Waktu kejadianf. Bagian badan yang cedera atau Keparahan yang terjadi2. Statistik Kecenderungan (Trend)Data kecelakaan statistik kecenderungan (trend) kemungkinanadanya kejadian kecelakaan merupakan sumber informasi bahaya lainnya bisadidapatkan atas bahaya bahaya kecil yang tidak berdampak dan diprediksiyang bisa menjadi bahaya yang lebih besar, semuanya bisa didapatkan dalamsuatu organisasi / perusahaan yang telah menerapkan SMK3 secara baik,dimana semua data kecelakaaan dan kecenderungan akan adanyakecelakaaan terekam dengan baik dan tersimpan.3. Data Analisis Keselamatan pekerjaan (AKP)Untuk membantu pelaksanaan manajemen risiko khususnya dalamhal melakukan identifikasi potensi sumber bahaya, penilaian danpengendaliannya diperlukan metoda atau perangkat. Salah satu diantaranyadata Analisis Keselamatan pekerjaan (AKP) atau biasa disebutkan denganistilah lainnya yakni Job Safety Analysis (JSA). JSA ini sangat perlu dilakukanpada pekerjaan pekerjaan yang memiliki kondisi sebagaimana berikut ini :a. Pekerjaan yang sering mengalami kecelakaanb. Pekerjaan berisiko tinggi.misalnya :1) Bekerja di ketinggian2) Bekerja dalam ruang tertutupPusdiklat SDA dan Konstruksi14

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko3) Bekerja dengan syarat penggunaan bahan kimia berbahaya4) Melakukan Pekerjaan panas5) Pekerjaan dalam tekanan yang sangat tinggi6) Pekerjaan pengangkatan menggunakan pesawat angkat7) Dan lain sebagainya yang berisiko tinggi, menyebabkan kematian dankerusakan fatalc. Pekerjaan yang jarang dilakukan.d. Pekerjaan yang rumit atau komplekSecara umum Kajian JSA terdiri atas lima langkah yakni harusmelakukan secara bertahap terhadap : 1).pemilihan pekerjaan yang akandianalisa, 2) Pemecahan pekerjaan menjadi langkah-langkah aktifitas, ah,dan4).menentukan langkah pengamanan untuk mengendalikan bahaya, serta 5).akhirnya harus dikomunikasikan pada semua pihak yang berkepentingan.4. Daftar periksa hasil inspeksiRekaman data hasil inspeksi atas kondisi bahaya dan tindakan bahayadilapangan. Dalam penerapan metoda ini ada beberapa hal yang perludiperhatikan pada pada pengumpulan data dari daftar periksa lapangan;a. Metoda ini bersifat spesifik untuk peralatan atau tempat kerja tertentu.b. Daftar periksa harus dikembangkan oleh orang yang memahami ataumengenal tempat kerja atau peralatan.c. Daftar periksa harus dievaluasi secara berkala, terutama jika ditemukanbahaya baru atau penambahan dan perubahan sarana produksi, systematau proses.d. Pemeriksaan bahaya dilakukan oleh mereka yang mengenal dengan baikkondisi lingkungan kerjanya.Pusdiklat SDA dan Konstruksi15

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko5. Data Hasil Urun Rembug/diskusi (brainstorming)Demikian pula dengan rekaman data dari teknik brainstorming yangdapat dilakukan secara berkala dalam suatu lingkungan atau kelompok kerja.Pertemuan dapat dipimpin oleh seorang senior, petugas K3 atau pejerjalainnya, sehingga data – data sumber informasi bahaya bisa didapatkan lebihakuratD. Teknik Identifikasi BahayaTeknik identifikasi bahaya adalah suatu teknik komprehensif untukmengetahui potensi bahaya dari suatu bahan, alat atau system/cara kerja,pekerja atau operator yang mengoperasikan peralatan tersebut, termasuk jugapengaruh lingkungan kerja yang berbahaya, teknik identifikasi bahayanyadiberikan sebagai berikut ini :1. Teknik pasifMetoda ini sangat rawan, karena tidak semua bahaya dapat menunjukaneksistensinya sehingga dapat terlihat. Sebagai contoh, di dalam pabrik kimiaterdapat berbagai jenis bahan dan peralatan.2. Teknik semi proaktifTeknik ini disebut juga belajar dari pengalaman orang lain karena tidak perlumengalaminya sendiri setelah itu baru mengetahui adanya bahaya. Namunteknik ini juga kurang efektif.3. Metoda proaktifMetoda terbaik untuk mengidebtifikasi bahaya adalah cara proaktif ataumencari bahaya sebelum bahaya terdebut menimbulkan akibat atau dampakyang merugikan.Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan teknik identifikasibahaya yang tepat antara lain:1. Sistematis dan terukurPusdiklat SDA dan Konstruksi16

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko2. Mendorong pemikiran kreatif tentang kemungkinan bahaya yang belumpernah dikenal sebelumnya.3. Harus sesuai dengan sifat dan skala kegiatan perusahaan.4. Mempertimbangkan ketersediaan informasi yang diperlukan.Berkaitan dengan teknik identifikasi bahaya, Banyak alat bantu yangdapat digunakan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. Beberapametode/tehnik tersebut diantaranya dapat dilakukan melalui sarana:1. Inspeksi2. Pemantauan/survey3. Audit4. Kuesioner5. Pengumpulan Data-data statistikDalam melakukan pemilihan teknik identifikasi bahaya, tidak dapatterlepas pada proses produksi, dimana terjadi kontak antara manusia denganmesin, material, cara kerja dan lingkungan kerja yang di akomodir oleh prosesatau prosedur kerja. Karena itu, sumber bahaya dapat berasal dari unsur – unsurproduksi tersebut antara lain:1. Manusia2. Peralatan3. Material4. Proses5. System dan prosedurE. RangkumanTujuan melakukan identifikasi potensi bahaya dapat memberikanberbagai manfaat antara lain:1. Mengurangi peluang kecelakaan2. Memberikan pemahaman bagi semua pihak mengenai potensi bahaya dariaktifitas perusahaan.Pusdiklat SDA dan Konstruksi17

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen Resiko3. Sebagai landasan sekaligus masukan untuk menentukan strategi pencegahandan pengamanan yang tepat dan efektif.4. Memberikan informasi yang terdokumantasi mengenai sumber bahayadalam perusahaan kepada semua pihak khususnya pemangku kepentinganBahaya adalah faktor intrinsik yang melekat pada sesuatu danmempunyai potensi untuk menimbulkan kerugian terhadap segala sesuatutermasuk situasi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan ataucidera pada manusia, kerusakan atau gangguan lainnya. Bahaya dapat menjadisumber terjadinya kecelakaan atau insiden baik yang menyangkut manusia,property dan lingkungan. Risiko menggambarkan besarnya kemungkinan suatubahaya dapat menimbulkan kecelakaan serta besarnya keparahan yang dapatdiakibatkanya. Teknik identifikasi bahaya adalah suatu teknik komprehensifuntuk mengetahui potensi bahaya dari suatu bahan, alat atau system/cara kerja,pekerja atau operator yang mengoperasikan peralatan. Dalam melakukanpemilihan teknik identifikasi bahaya, tidak dapat terlepas pada proses produksi,dimana terjadi kontak antara manusia dengan mesin, material, cara kerja danlingkungan kerja yang di akomodir oleh proses atau prosedur kerjaF. EvaluasiJawablah pertanyaan di bawah ini dengan benat !1. Jelaskan tujuan dari identifikasi potensi bahaya !2. Jelaskan akibat dari terjadinya bahaya!3. Informasi apasajakah yang dapat digunakan untuk mengenal bahaya ?4. Jelaskan lima tahapan yang dilakukan dalam melakukan Job Safety Analysis(JSA) !5. Sebutkan pertimbangan dalam menentukan teknik identifikasi bahaya !Pusdiklat SDA dan Konstruksi18

Pelatihan SMK3 KonstruksiManajemen ResikoBAB IVPENILAIAN RESIKOIndikator Keberhasilan : Menguraikan teknik penilaian dan pengendalian risikoRisiko yang diperhitungkan merupakan prinsip utama dalam mengelolasuatu risiko. Dalam melakukan suatu aktivitas, manusia berada diantara titik aman(seratus persen aman) dan titik bahaya (seratus persen risiko). Jika bekerja ataumelakukan kegiatan pada titik aman, kegiatan tersebut akan berjalan denganselamat, sebaliknya jika berada pada titik risiko (seratus persen bahaya), denganseketika terjadi kecelakaan atau

Keberhasilan suatu proses manajemen risiko K3 sangat ditentukan oleh kemampuan dalam menentukan atau mengidentifikasi semua potensi bahaya yang ada dalam setiapan tahapan kegiatan kerja. Jika semua bahaya berhasil diidentifikasi dengan lengkap, berarti organisasi/perusahaan akan dapat melakukan pengelolaan secara komprehensif.