Transcription

ANALISIS KALIMAT PERINTAH DAN KALIMAT TANYA PADATERJEMAHAN AL QUR’AN SURAT YUSUFNASKAH PUBLIKASIUntuk memenuhi sebagian persyaratanGuna mencapai derajatSarjana S-1Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan DaerahDiajukan Oleh:UMI ARDIYAHA 310 100 001FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA20141

2

ABSTRAKANALISIS KALIMAT PERINTAH DAN KALIMAT TANYAPADA TERJEMAHAN AL QUR’AN SURAT YUSUFUmi Ardiyah, A 310 100 001. Markhamah dan Sabardila. Jurusan PendidikanBahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014, 99 halaman.Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan karakteristik kalimat perintah dankalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf, (2) menjelaskan maknakalimat perintah dan kalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf.Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. Subjek yang akan dikaji padapenelitian ini terjemahan Al Qur’an surat Yusuf, sedangkan objek dalampenelitian ini adalah karakteristik serta makna kalimat perintah dan kalimat tanyapada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf. Sumber data dalam penelitian ini adalahsumber data tertulis berupa kata-kata pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf yangberupa kalimat perintah dan kalimat tanya. Teknik pengumpulan data yangdigunakan adalah metode simak dengan teknik catat. Teknik pegujian keabsahandata yang digunakan adalah teknik trianggulasi teori. Metode analisis data yangdigunakan adalah metode padan referensial dan metode agih. Hasil penelitiandalam penelitian ini menegaskan bahwa, karakteristik kalimat perintah padaterjemahan Al Qur’an surat Yusuf meliputi penanda berupa klausa berpredikatverba dasar bebas -lah, verba dasar bebas -kan -lah, ber- verba dasarbebas -lah, kata dasar -kan -lah, kata dasar -i -lah, mari(lah), jangan -lah, jangan, mohon -kan -lah, hendak -lah. Penanda kalimat tanyapada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf yaitu apalagi, apa, apakah, bukan -kah,bagaimana, apa sebabnya, apakah atau, manakah ataukah, tidak -kah,berapa, dan apakah. Makna kalimat perintah pada terjemahan Al Qur’an suratYusuf meliputi perintah untuk (1) meminta berupa permintaan Yusuf, saudarasaudara Yusuf, dan raja Mesir berserta istrinya, (2) merayu Yusuf dan Yakub, (3)menakwilkan mimpi Yusuf, (4) bertanya tentang kebenaran pencuri piala raja, (5)berupa larangan (bercerita tentang takwil mimpi Yusuf, membunuh Yusuf, masukpintu gerbang, bersedih atas kejahatan saudara-saudara Yusuf, berputus asamencari Yusuf), (6) berbuat kebaikan dan memohon ampunan atas semua dosakepada Allah Swt. Makna kalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusufmeliputi bertanya (1) meminta penjelasan tentang hukuman pencuri piala raja, (2)menegaskan untuk bertaqwa, (3) menanyakan proses atau pendapat mengenaikekecewaan Yakub kepada anaknya, (4) meminta jawaban berupa alasanketidakbolehannya mengajak pergi Yusuf, (5) meminta kepastian mengenaihukuman kepada orang jahat, (6) mengharapkan pengakuan Yusuf, banyak/jumlahtanda kebesaran Allah, perasaan umat manusia.Kata kunci : karakteristik kalimat perintah, karakteristik kalimat tanya, maknakalimat perintah, makna kalimat tanya, terjemahan Al Qur’an.3

ANALISIS KALIMAT PERINTAH DAN KALIMAT TANYA PADATERJEMAHAN AL QUR’AN SURAT YUSUFPENDAHULUANKalimat merupakan salah satu kajian sintaksis. Sintaksis ialah bagian ataucabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa,dan frase, berbeda dengan morfologi yang membicarakan seluk-beluk kata danmorfem (Ramlan, 1996:21). Dari pengertian itu dapat diketahui bahwa bidanggarapan sintaksis tidak hanya terdiri dari kalimat, klausa, dan frase tetapi jugawacana.Dalam bahasa tulis pengenalan kalimat agaknya perlu mempertimbangkanmakna suatu kalimat. Jika suatu ujaran menyatakan makna lengkap ataumenyampaikan suatu pikiran lengkap, ujaran itu dapat dikatakan sebagai kalimat.Di samping itu, dalam bahasa tulis kalimat telah ditandai dengan beberapa ciriseperti penggunaan huruf kapital, penggunaan tanda baca, penggunaan ruangkosong dan lain-lain (Markamah, 2011:13).Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang merupakan kumpulanfirman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw tujuan utamaditurunkannya Al Qur’an adalah untuk menjadi pedoman manusia dalam menatakehidupan supaya memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Agar tujuan itudapat direalisasikan oleh manusia, maka Al Qur’an datang dengan petunjukpetunjuk, keterangan-keterangan, dan konsep-konsep, baik yang bersifat globalmaupun yang bersifat terinci, yang tersurat maupun yang tersirat dalam berbagaipersoalan dan bidang kehidupan (Nurdin, 2006:1). Kalimat bermacam-macamjenisnya, yaitu kalimat perintah, kalimat tanya, kalimat berita, dan sebagainya.Kalimat perintah juga sering dibedakan atas kalimat perintah halus dan kalimatperintah biasa atau kalimat perintah yang kasar (Makhamah, 2011:73).Kalimat tanya merupakan kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atauseseorang kepada pendengar atau pembaca. Kalimat ini sering disebut kalimatinterogratif. Pembentukan kalimat tanya dapat dilakukan dengan lima macamcara. Kelima macam cara pembentukan kalimat tanya yang dimaksud adalah: (1)1

dengan menambahkan kata tanya apa atau apakah, (2) dengan membalikkanurutan kata, (3) dengan memakai kata bukan atau tidak, (4) dengan mengubahintonasi kalimat, (5) dengan memakai kata tanya (Markhamah, 2011:74).Penelitian ini dilengkapi dengan tinjauan pustaka atau penelitian relevanuntuk mengetahui keaslian karya ilmiah ini yaitu Karimah (2008) meneliti“Analisis Fungsi Kalimat Tanya dalam Novel Tout le Monde l’Aimait karyaExbrayat”. Dalam penelitian ini tidak ditemukan kalimat tanya yang berfungsiuntuk membuka suatu perbincangan. Persamaan penelitian Karimah denganpenelitian ini yaitu sama-sama mengkaji kalimat tanya. Perbedaannya: (1)penelitian Karimah hanya mengkaji kalimat tanya saja, sedangkan penelitian inijuga mengkaji kalimat perintah dan kalimat tanya, (2) terletak pada sumber datayang dikaji yaitu penelitian Karimah sumber datanya Novel Tout le Mondel’Aimait karya Exbrayat, sedangkan penelitian ini pada terjemahan Al Qur’an.Astuti dan Arifin (2009) meneliti “Ketepatan Terjemahan KalimatPerintah dalam Buku Teks Owner’s Manual LG LM-D2342 dan TerjemahannyaBuku Petunjuk Penggunaan LG LM-D2342”. Penelitian Astuti dan Arifinbertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mendeskripsikan ketepatanterjemahan kalimat perintah dalam buku teks Owner’s Manual LG LM-D2342dan terjemahannya Buku Petunjuk Penggunaan LG LM-D2342. Hasil penelitiantersebut adalah menunjukkan bahwa penerjemah mampu menerjemahkan kalimatperintah dengan tepat, tetapi mereka kurang cermat dalam memahami maknasehingga terjemahannya tidak akurat. Ketidakakuratan ini dikarenakan olehkecenderungan penerjemah menerjemahkan secara harfiah tanpa melihat konteksteks secara lebih luas. Penerjemah juga masih menggunakan kosa kata asing yangsebenarnya telah memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Hal ini menyebabkanpembaca merasa kesulitan dalam memahami pesan yang dimaksudkan. Persamaanpenelitian Astuti dan Arifin dengan penelitian ini yaitu sama-sama mengkajikalimat perintah. Perbedaannya: (1) penelitian Astuti dan Arifin hanya mengkajikalimat perintah saja, sedangkan penelitian ini juga mengkaji kalimat perintah dankalimat tanya, (2) terletak pada sumber data yang dikaji yaitu penelitian Astutidan Arifin sumber datanya Buku Teks Owner’s Manual LG LM-D2342 dan2

Terjemahannya Buku Petunjuk Penggunaan LG LM-D2342, sedangkan penelitianini pada terjemahan Al Qur’an.Samuli (2011) meneliti “Penggunaan Instrumen Evaluasi dengan KalimatTanya Tingkat Tinggi Taksonomi Bloom untuk Meningkatkan KemampuanBerpikir Kreatif Siswa dalam Mata Pelajaran SKI Kelas VIII Semester Satu DiMTs Yasin Wates Kedungjati Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011”. Hasilpenelitian tersebut adalah (1) penggunaan instrumen evaluasi dengan lembar kerjadengan kalimat tanya tingkat tinggi taksonomi Bloom yaitu meliputi;membandingkan, hubungan sebab akibat, memberi alasan, menyimpulkan,mengelompokkan, menerapkan, menganalisis, sisntesis dan evaluasi, (2)kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari semula pada tingkatan C1hafalan dan C2 Pemahaman meningkat pada C3 aplikasi dan C4 analisis denganmenggunakan instrumen evaluasi lembar kerja kalimat tanya tingkat tinggitaksonomi, (3) penggunaan instrumen evaluasi pada lembar kerja dengan kalimattanya tingkat tinggi taksonomi Bloom dapat meningkatkan kemampuan berpikirsiswa. Persamaan penelitian Samuli dengan penelitian ini yaitu sama-samamengkaji kalimat tanya. Perbedaannya: (1) penelitian Samuli hanya mengkajikalimat perintah saja, sedangkan penelitian ini juga mengkaji kalimat perintah dankalimat tanya, (2) terletak pada sumber data yang dikaji yaitu penelitian Samulisumber datanya mata pelajaran SKI kelas VIII semester satu di MTs Yasin WatesKedungjati Grobogan Tahun Pelajaran 2010/2011 sedangkan penelitian ini padaterjemahan Al Qur’an.Maisyaroh (2013) meneliti “Analisis Kalimat Perintah pada Artikel dalamMajalah Tarbawi Edisi Oktober s. d. November 2012”. Hasil klasifikasi terdapat 6jenis kalimat perintah yaitu: (1) kalimat perintah biasa, (2) kalimat perintahpermintaan, (3) kalimat perintah ijin, (4) kalimat perintah syarat, (5) kalimatperintah ajakan, dan (6) kalimat perintah larangan. Persamaan penelitianMaisyaroh dengan penelitian ini yaitu sama-sama mengkaji kalimat perintah.Perbedaannya: (1) penelitian Maisyaroh hanya mengkaji kalimat perintah saja,sedangkan penelitian ini juga mengkaji kalimat perintah dan kalimat tanya, (2)terletak pada sumber datanya yang dikaji yaitu penelitian Maisyaroh sumber3

datanya Artikel dalam Majalah Tarbawi Edisi Oktober s. d. November 2012 ,sedangkan penelitian ini pada terjemahan Al Qur’an.Muriyani (2013) meneliti “Analisis Kalimat Tanya dalam Wacana NovelTuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan”. Hasilpenelitian tersebut adalah pembentukan kalimat tanya dalam novel Tuhan, IzinkanAku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan melalui lima cara antara lain:(1) menambahkan kata tanya apa atau apakah, (2) mengembalikan urutan kata danmenambah partikel, (3) memakai kata bukan, boleh, tidak dan variasinya, (4)mengubah intonasi kalimat, dan (5) memakai kata tanya siapa, kata tanya kapan,kata tanya mengapa dan variasinya, serta kata tanya bagaimana. Deskripsi maknakalimat tanya dalam wacana Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! KaryaMuhidin M. Dahlan ditemukan: (1) responsi total, (2) responsinya pasial, dan (3)tanpa responsi. Persamaan penelitian Muriyani dengan penelitian ini yaitu samasama mengkaji kalimat tanya. Perbedaannya: (1) penelitian Muriyani hanyamengkaji kalimat tanya saja, sedangkan penelitian ini juga mengkaji kalimatperintah dan kalimat tanya, (2) terletak pada sumber datan yang dikaji yaitupenelitian Muriyani sumber datanya Wacana Novel Tuhan, Izinkan Aku MenjadiPelacur! Karya Muhidin M. Dahlan, sedangkan penelitian ini pada terjemahan AlQur’an.Penulis meneliti dua variasi kalimat, yaitu kalimat perintah dan kalimattanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusufkarena dalam surat tersebutditemukan beberapa data berupa kalimat perintah dan kalimat tanya. Penelitian inibelum ada dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini mendeskripsikankarakteristik kalimat perintah dan kalimat tanya serta menjelaskan makna kalimatperintah dan kalimat tanya tersebut pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf.Berdasarkan uraian sebelumnya dirumuskan dua permasalahan, yaitu (1)bagaimana karakteristik kalimat perintah dan kalimat tanya pada terjemhan AlQur’an surat Yusuf? (2) apa makna kalimat perintah dan kalimat tanya padaterjemhan Al Qur’an surat Yusuf? Adapun dua tujuan penelitian yang dicapai,yaitu (1) mendeskripsikan karakteristik kalimat perintah dan kalimat tanya pada4

terjemhan Al Qur’an surat Yusuf (2) menjelaskan makna kalimat perintah dankalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf.Hasil penelitian ini memiliki manfaat teoritis dan manfaat praktis.Manfaat teoritis dari penelitian ini dapat memberikan sumbangan ilmupengetahuan yang berhubungan dengan teori bahasa, khususnya tentang kalimatperintah dan kalimat tanya. Manfaat praktis pada penelitian ini meliputi: (1) bagipembaca, penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang kajian ilmu bahasadan agama terutama mengenai analisis kalimat perintah dan kalimat tanya padaterjemahan Al Qur’an, (2) bagi mahasiswa, penelitian ini dapat dijadikan sebagaipemicu ide atau gagasan untuk lebih kreatif dalam melakukan penelitianselanjutnya demi kemajuan juruasan dan pribadi, (3) bagi peneliti, penelitian inidapat membantu dalam memberikan informasi terhadap penelitian yang sejenisoleh peneliti lain, (4) bagi pendidikan, penelitian ini dapat digunakan guru bahasadan sastra Indonesia di sekolah sebagai materi ajar dalam mata pelajaran BahasaIndonesia.METODE PENELITIANSesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang hendakdicapai, maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengandeskriptif dengan metode kualitatif, artinya dalam penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan objek yang akan diteliti yaitu mengenai analisis kalimat perintahdan kalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf. Penelitian kualitatifadalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena apa yang dialamioleh subjek penelitian misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan dan lainlain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata danbahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkanmetode alamiah (Moleong, 2004:6).Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode simak dengan teknik catat. Menurut Mahsun (2012:92), metodepenyediaan data ini diberi nama metode simak karena cara yang digunakan untukmemperoleh data dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Menurut5

Mahsun (2012:133) apabila peneliti berhadapan dengan penggunaan bahasasecara tertulis, maka dalam penyadapan itu peneliti hanya dapat menggunakanteknik catat, yaitu mencatat beberapa bentuk yang relevan bagi penelitiannya daripenggunaan bahasa secara tertulis tersebut. Pada penelitian ini, langkah-langkahdalam pengumpulan data adalah (1) mengumpulkan data, (2) menyimak data, dan(3) mencatat data (klasifikasi kartu data) untuk memperoleh data, data tersebutdigunakan sebagai data primer yang diperlukan untuk dianalisis.Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teori, yaitu teknikpemeriksaan data yang dilakukan untuk menguji kredibilitas data, dengan caramengecek data yang telah diperoleh melalui berbagai teori yang telahdikemukakan para ahli. Misalnya, untuk menentukan keabsahan kalimat yangtermasuk kalimat perintah dan kalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an suratYusuf.Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data initerdapat dalam penelitian kualitatif dimana deskripsi data berupa informasi,keterangan secara mendalam tentang suatu objek yang menjadi sasaran penelitian.Setelah data terkumpul, dianalisis dengan metode padan refrensial pada tujuanpertama dan metode agih sesuai dengan tujuan kedua dalam penelitian ini.Metode padan referensial merupakan metode yang alat penentunya adalahkenyataan yang ditunjukkan oleh bahasa atau referen bahasa (Sudaryanto,1993:14). Metode agih merupakan metode analisis yang alat penentunya beradadibagian dari bahasa yang telah ditentukan sendiri (Sudaryanto, 1993:47).Hasil analisis data yang berupa temuan penelitian sebagai jawaban atasmasalah yang hendak dipecahkan, haruslah disajikan dalam bentuk teori. Dalammenyajikan hasil temuan di atas, terdapat dua metode. Kedua metode ini adalahmetode formal dan informal (Mahsun, 2012:279). Dalam penelitian inimenggunakan metode informal. Metode penyajian informal adalah penyajian hasilanalisis data yang menggunakan kata-kata biasa (Kesuma, 2007:14). maka hasilanalisis data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa karakteristik serta maknakalimat perintah dan kalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf.6

TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASANPeneliti akan menganalisis karakteristik serta makna kalimat perintah dankalimat tanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf beserta pembahasannya.A. Hasil Penelitian1. Karakteristik dan Makna Kalimat Perintah pada Terjemahan Al Qur’anSurat Yusufa. Kalimat perintah biasa meliputi pertama, kalimat perintah biasa berupapermintaan yaitu “(ingatlah) ketika Yusuf berkata pada ayahnya,“Hai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang,matahari, dan bulan; kulihat semuanya bersujud kepadaku.”(QS.Yusuf, 12:4). Karakteristiknya yaitu berupa permintaan denganpenanda yang dibentuk dari sebuah klausa berpredikat verba dasarbebas ingat yang diberi partikel -lah (ingatlah). Kata ingat merupakanverba dasar bebas karena mempunyai makna sendiri tanpa afiks.Maknanya yaitu berupa perintah untuk meminta. Permintaan kepadanabi Muhammad Saw. agarmengingat perkataan Nabi Yusuf as.kepada ayahnya.Kedua, kalimat perintah biasa berupa rayuan yaitu “danperempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya.Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata “Marilah mendekatkepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh,tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orangyang zalim itu tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf, 12:23).Karakteristiknya yaitu berupa rayuan dengan penanda yang dibentukdari sebuah klausa berpredikat kata ajakan marilah menunjukkansebuah rayuan. Maknanya yaitu berupa berupa perintah untuk merayuberbuat maksiat. Rayuan perempuan (istri Al–Aziz) kepada dia(Yusuf) untuk mendekati dirinya.Ketiga, kalimat perintah biasa untuk menakwilkan mimpi yaitu“Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepadakami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang7

dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai(gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar akukembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahuinya.” (QS.Yusuf, 12:46). Karakteristiknya yaitu kalimat perintah biasa untukmenakwilkan mimpi dengan penanda “Terangkanlah kepada kami(takwil mimpi)”. Kalimat tersebut dibentuk dari sebuah klausaberpredikat verba yang dibentuk dari kata dasar terang sufiks -kanyang diikuti dengan partikel –lah (terangkanlah).Keempat, kalimat perintah biasa untuk bertanya yaitu Dantanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada, dan kafilah yangdatang bersama kami adalah orang yang benar.” (QS. Yusuf, 12: 82.Karakteristiknya yaitu kalimat perintah biasa untuk bertanya denganpenanda tanyalah. Penanda perintah ini dibentuk dari verba dasarbebas tanya yang diberi dengan partikel –lah (tanyalah). Maknanyayaitu perintah untuk bertanya kebenaran (membuktikan kebenaran).b. Kalimat berintah berupa larangan yaitu Dia (ayahnya) berkata,“Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepadasaudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untukmembinasakan)-mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagimanusia.” (QS. Yusuf, 12:5). Karakteristiknya yaitu berupa bentukingkar atau larangan dengan penanda janganlah. Kalimat gasansesungguhnya. Maknanya yaitu berupa bentuk ingkar atau laranganuntuk bercerita. Larangan dari ayahnya (Yakub) kepada Yusuf ara-saudaranya.c. Kalimat perintah halus meliputi pertama, kalimat perintah halus berupasaran yaitu Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuhtahun (berturut-turut) sebagai mana biasa; kemudian apa yang kamutuai hendaklah kamu biarkan ditangkainya kecuali sedikit untukkamu makan.”(QS. Yusuf, 12:47). Karakteristiknya yaitu kalimat8

perintah yang halus dengan penanda hendaklah. Penanda perintah inidibentuk dari kata dasar hendak yang diikuti partikel –lah. Maknanyayaitu berupa perintah halus berupa anjuran untuk berbuat kebaikan.Saran atau anjuran Yusuf kepada semua pemuka dan raja agarmempercayai akan semua takwil mimpinya itu. Kedua, kalimatperintah halus berupa permohonan yaitu Mereka berkata,”Wahai ayahkami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami,sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa).” (QS.Yusuf, 12:97). Karakteristiknya yaitu kalimat perintah yang halusdengan penanda mohonkanlah. Maknanya yaitu berupa perintah halusberupa permohonan. Perintah saudara-saudara Yusuf kepada ayahnya(Yakub) agar dimohonkan ampunan dari Allah atas semua dosa-dosayang telah mereka perbuat terhadap Yusuf dan Bunyamin.2. Karakteristik dan Makna Kalimat Tanya pada Terjemahan Al Qur’an SuratYusuf.a. Kalimat tanya untuk menanyakan benda bukan orang atau yangdiorangkan yaitu Mereka bertanya, sambil menghadap kepada mereka(yang menuduh),”Kamu kehilangan apa?” (QS. Yusuf, 12:71).Karakteristiknya yaitu kalimat tanya untuk menanyakan benda bukanorang atau diorangkan dengan penanda apa, yang diletakkan padaakhir kalimat. Maknanya yaitu berupa kalimat tanya untuk memintapenjelasan mengenai benda.b. Kalimat tanya untuk menegaskan yaitu Dan ketika dia (Yusuf)menyiapkan bahan makanan untuk mereka, dia berkata,”Bawalahkepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkahkamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalahpenerima tamu yang terbaik? (QS. Yusuf, 12:59). Karakteristiknyayaitu kalimat tanya yang sifatnya menegaskan dengan penandatidakkah. Dibentuk dari kata dasar tidak yang dilengkapi partikel –kah. Di sini diandaikan orang yang ditanya sudah mengetahuijawabannya, sehingga tidak perlu menjawab lagi. Maknanya yaitu9

berupa kalimat tanya yang menegaskan untuk bertaqwa atau berbuatkebaikan.c. Kalimat tanya untuk menanyakan proses atau pedapat yaitu saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?”Maka Allah adalahPenjaga yang terbaik dan dia Maha Penyayang di antara parapenyayang. (QS. Yusuf, 12:64. Karakteristiknya yaitu kalimat tanyayang menanyakan proses atau menanyakan pendapat dibentuk denganpenanda bagaimana. Maknanya yaitu berupa kalimat tanya nkekecewaan. Pertanyaan Yakub kepada saudara-saudara Yusuf ergibersamanya.d. Kalimat tanya untuk meminta alasan yaitu Mereka berkata, “Hai ayahkami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf,padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginikebaikan baginya.”(QS. Yusuf, 12:11). Karakteristiknya yaitu kalimattanya yang meminta jawaban berupa “alasan” dengan menggunakanpenanda apa sebabnya di muka sebuah klausa. Maknanya yaitu berupakalimat tanya yang meminta jawaban berupa alasan mengenailarangan. Pertanyaan anak-anak (saudara-saudara Yusuf) kepadaayahnya (Nabi Yakub) untuk mengetahui alasan ketidakbolehannyamendekati dan mengajak pergi Yusuf.e. Kalimat tanya untuk menanyakan pilihan yaitu Wahai kedua penghunipenjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macamitu ataukah Allah Yang Mahaesa, Maha perkasa? (QS. Yusuf,12:39). Karakteristiknya yaitu kalimat tanya yang meminta kepastianberupa salah satu pilihan dengan penanda manakah ataukah.Kalimat tanya tersebut jawabannya berupa salah satu pilihan daribeberapa unsur, karena juga terdapat penanda berupa konjungsi10

ataukah. Kalimat tanya tersebut dibentuk dari kata dasar mana yangdilengkapi partikel –kah, dan juga dari konjungsi “atau” yangdilengkapi partikel –kah. Maknanya yaitu berupa kalimat tanya untukmeminta kepastian berupa salah satu pilihan mengenai keyakinan.f. Kalimat tanya yang mengharapkan jawaban berupa pengakuanseseorang yaitu Mereka berkata,”Apakah engkau benar-benarYusuf?” Dia (Yusuf) menjawab,”Aku Yusuf dan ini saudaraku.Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami.”Sesungguhnya siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sungguh,Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” (QS.Yusuf, 12:90). Karakteristiknya yaitu kalimat tanya yang isinyamengharapkan jawaban berupa pengakuan dengan penanda apakah,yang diletakkan pada awal kalimat. Maknanya yaitu berupa kalimattanya untuk meminta pengakuan. Pertanyaan mereka (saudara-saudaraYusuf) kepada Yusuf mengenai pengakuan Yusuf atas keberadaandirinya.g. Kalimat tanya untuk menanyakan banyak/jumlah yaitu Dan berapabanyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yangmereka lalui, namun mereka berpaling darinya. (QS. Yusuf, akanuntukmenanyakan jumlah atau banyaknya sesuatu benda dengan penandaberapa. Maknanya yaitu berupa kalimat tanya yang mengandungpemberitahuan tentang kebesaran Allah. Pertanyaan yang memberitahu(Muhammad) mengenai kebesaran Allah di langit dan di bumi. Beliauditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang lurus.h. Kalimat tanya yang menanyakan perasaan orang lain yaitu Apakahmereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputimereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak,sedangkan mereka tidak menyadarinya? (QS. Yusuf, 12:107).Karakteristiknya yaitu kalimat tanya untuk menanyakan perasaanorang lain dengan penanda apakah, yang diletakkan pada awal11

kalimat. Dibentuk dari kata tanya apa yang dilengkapi partikel -kah.Kalimat tanya ini menanyakan perasaan umat manusia jika merekamendapatkan siksa Allah. Maknanya yaitu kalimat tanya untukmeminta penjelasan mengenai perasaan (umat manusia). Pertanyaanmengenai kesiapan akan semua siksa atau hukuman dari Allah yangmenimpanya (orang-orang jahat).B. PembahasanAda beberapa persamaan dan perbedaan hasil penelitian ini denganpenelitian lain. Persamaan hasil penelitian yang dilakukan Karimah (2008)dengan penelitian ini adalah menghasilkan analisis makna kalimat tanya.Perbedaannya adalah pada penelitian Karimah (2008) temuannya berupamaksud/makna dan manfaat penggunaan kalimat tanya untuk menanyakanatau memperoleh suatu informasi, sedangkan penelitian ini temuannyaberupa penggunaan penanda kalimat tanya seperti apa, apa sebabnya,apakah, berapa serta makna kalimat tanya yang berupa ajaran Al Qur’anpada umat muslim.Persamaan hasil penelitian yang dilakukan Astuti dan Arifin (2009)dengan penelitian ini adalah menghasilkan analisis kalimat perintah.Perbedaannya adalah penelitian Astuti dan Arifin (2009) hasil kalimatperintah,sedangkan penelitian ini hasilnya berupa karakteristik kalimat perintahberupa penanda kalimat perintah berupa klausa berpredikat verba dasardan kata dasar yang diberi afiks dan partikel –lah (ingatlah, bunuhlah,buanglah, pergilah, wafatkanlah, bersedekahlah, biarkanlah).Persamaan hasil penelitian yang dilakukan Samuli (2011) denganpenelitian ini adalah menghasilkan analisis penggunaan kalimat tanya.Perbedaanya adalah penelitian Samuli (2011) hasil analisisnya berupapenggunaan kalimat tanya pada lembar kerja dengan kalimat tanya tingkattinggi taksonomi Bloom, sedangkan penelitian ini hasilnya berupa12

penanda kalimat tanya seperti apa, apa sebabnya, apakah, berapa sertamakna kalimat tanya yang berupa ajaran Al Qur’an pada umat muslim.Persamaan hasil penelitian yang dilakukan Maisyaroh (2013)dengan penelitian ini adalah menghasilkan analisis wujud dan klasifikasikalimat perintah. Perbedaannya adalah penelitian Maisyaroh (2013)ditemukan klasifikasi 6 jenis kalimat perintah yaitu kalimat perintah biasa,kalimat perintah permintaan, kalimat perintah ijin, kalimat perintah syarat,kalimat perintah ajakan, kalimat perintah larangan, sedangkan penelitianini ditemukan klasifikasi 3 jenis kalimat perintah yaitu kalimat perintahbiasa, kalimat perintah berupa larangan, kalimat perintah berupa saran.Persamaan hasil penelitian yang dilakukan Muriyani (2013)dengan penelitian ini adalah menghasilkan makna kalimat tanya padaNovel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlandan terjemahan Al Qur’an Surat Yusuf. Perbedaannya adalah penelitianMuriyani (2013) hasil analisisnya berupa pembentukan kalimat tanyamelalui 5 cara yaitu (1) menambahkan kata tanya apa atau apakah, (2)mengembalikan urutan kata dan menambah partikel, (3) memakai katabukan, boleh, tidak dan variasinya, (4) mengubah intonasi kalimat, dan (5)memakai kata tanya siapa, kapan, mengapa dan variasinya, serta katatanya bagaimana, sedangkan penelitian ini hasilnya berupa penandakalimat tanya apalagi, apa, apakah, bukankah, bagaimana, apa sebabnya(mengapa), apakah ataukah, manakah ataukah, tidakkah, berapa.Makna kalimat perintah pada penelitian Muryani (2013) berupa (1)response total, (2) responsinya pasial, dan (3) tanpa responsi sedangkanpenelitian ini maknanya berupa ajaran Al Qur’an yang mengisahkan NabiYusuf as.PENUTUPSimpulanBerdasarkan hasil penelitian tentang analisis kalimat perintah dan kalimattanya pada terjemahan Al Qur’an surat Yusuf dapat disimpulkan sebagai berikut:13

1.Karakteristik kalimat perintah dan kalimat tanya pada terjemahan AlQur’an surat Yusuf.Kalimat dalam terjemahan Al Qur’an analisisnya sangat beragam.Karakteristik kalimat perintah meliputi: (1) kalimat perintah biasapenandanya verba dasar bebas -lah, verba dasar bebas -kan -lah, ber verba dasar bebas -lah, kata dasar -kan -lah, kata dasar -i -lah,dan mari(lah), (2) kalimat perintah berupa larangan penandanya jangan lah dan jangan, (3) kalimat perintah halus penandanya hendak -lah danmohon -kan -lah. Karakteristik kalimat tanya meliputi: (1) kalimat tanyauntuk menanyakan benda bukan orang atau yang diorangkan (penandannyakonjungsi apalagi yang diikuti dengan klausa yang kita inginkan dan apa),(2) kalimat tanya untuk menegaskan (penandanya tidak -kah dan bukan kah), (3) kalimat tanya untuk menanyakan proses atau pendapat (penandanyabagaimana), (4) kalimat tanya untuk meminta alasan (penandanya apasebabnya), (5) kalimat tanya untuk menanyakan pilihan (penandanya apakah atau dan manakah ataukah), (6) kalimat tanya yang mengharapkanjawaban berupa pengakuan seseorang (penandanya apakah), (7) kalimat tanyauntuk menanyakan banyak/jumlah (penandanya

ABSTRAK ANALISIS KALIMAT PERINTAH DAN KALIMAT TANYA PADA TERJEMAHAN AL QUR’AN SURAT YUSUF Umi Ardiyah, A 310 100 001. Markhamah dan Sabardila. Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidik