Transcription

7/11/2018Editorial TeamQanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya Home About Login Register Search CurrentUser Home / About the Journal / Editorial TeamLanguage EditorsNoti cations Journal Content Information Archives Announcements» Chief Editor Qanun Medika Nova Primadina, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Jl.Suto59 Surabaya 60113 Telp.031-3811966 fax.031-3813096» Muhammad Miftahussurur, Gastroentero-Hepatology Division, Department of Internal Medicine, Dr. SoetomoTeaching Hospital-Faculty of Medicine-Institute of Tropical Disease, Universitas Airlangga, Surabaya 60131, IndoIndonesia» Taat Putra Suhartono Taat Putra, Departemen Patobiologi Universitas Airlangga Surabaya, Indonesia» Minnie Armenia Minie, Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang, Indonesia» aziz alimul hidayat, IndonesiaSection Editor» dr. Syafarinah Nur Hidayah Akil, Muhammadiyah University of Surabaya, IndonesiaYou are thevisitorsManaged Hosting, Support, and OJS Responsive Theme /1

12/12/2018 HomeVol 2, No 01 (2018) About Login Register Search Current Archives AnnouncementsHome / Archives / Vol 2, No 01 (2018)User DOI: http://dx.doi.org/10.30651/qm.v2i01Language This is the 3rd edition of Qanun Medika Journal, consist of 8 research articles , 1 case report, and 1 review articleNoti cations Table of ContentsJournal Content Information Perbandingan Pengaruh Pemberian Ekstrak Zingiber of cinale dengan Insulin terhadap Berat Plasenta padaRattus norvegicus Model Diabetes Mellitus PragestasionalSepfrita Katerine AftabuddinPDF (BahasaIndonesia)Perbedaan Pengaruh Pemberian Ekstrak Zingiber Of cinale dengan Insulin terhadap Jumlah Anak Hidupa,Mati atau Resorbsi dan Cacat pada Rattus Norvegicus Model Diabetes Melitus PragestasionalPDF (BahasaIndonesia)yasinta siskaningtiaPerbedaan Pengaruh Pemberian Insulin dan Ekstrak Zingiber of cinale Terhadap Berat Badan Lahir AnakRattus Norvegicus Model Diabetes Melitus PragestasionalPDF (BahasaIndonesia)Ratih Mega SeptiasariPengaruh Insulin, Jahe dan Kombinasi Keduanya Terhadap Jumlah Sel Trofoblas Rattus NorvegicusPDF (BahasaModel Diabetes PragestasionalIndonesia)Alif ZahrotinKemampuan Konsentrasi Berhubungan dengan Waktu Reaksi tetapi Tidak Berhubungan dengan PolaTidur di Pondok PesantrenHandayani -, Herdiantri Sufriyana, Abraham Ahmad Ali FirdausPDF (BahasaIndonesia)Rekomendasi Upaya Pemasaran dengan Model Value-Based Matrix pada Marketing 3.0 untukMeningkatkan Hunian Unit Obsgyn RS ‘Aisyiyah BojonegoroFahtia Nur RosyidaPDF (BahasaIndonesia)CD4 T-lymphocyte cell counts and pneumonia in HIV childrenSiti Habsyah MasriPDFKorelasi Rasio Kolesterol Total Terhadap HDL dengan Prediksi Outcome Stroke Iskemik Akutyuziani yuzianiHemangioma Pedis and Tuberculoma Pedis Sinistra in ChildrenFerdiansyah MD, Mouly Edward, Muhammad Hardian Basuki, Ahmad Hannan AmrullahPeran Jalur Phosphatidyl-Inositol-3-kinase (PI3K) dalam Resistensi Kemoterapi pada KankerZanuar AbidinPDF (Bahasa Indonesia)PDFPDF (Bahasa Indonesia)Visitors :View My StatManaged Hosting, Support, and OJS Responsive Theme oc1/1

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018Laporan KasusHEMANGIOMA DAN TUBERCULOMA PEDIS SINISTRA PADA ANAKFerdiansyah, MD, Ph.D1), Muoli Edward, MD1), M.Hardian Basuki, MD1), Ahmad HannanAmrullah MD2),1)Consultant of Orthopaedic and Traumatology Dept., Airlangga University – dr. SoetomoGeneral Hospital, Surabaya, Indonesia2)Resident of Orthopaedic and Traumatology Dept., Airlangga University – dr. Soetomo GeneralHospital, Surabaya, IndonesiaSubmitted : Agustus 2017 Accepted : Desember 2017 Published : Januari 2018ABSTRACTA 15 years old girl with main complaint a mass in her pedis since she was 2 years old.The mass’ size was equal with the skin, the color was red, and there were no painalthough in walk. The mass got bigger and it started to cause pain when used in walking.The mass get bleedy after it had been crushed by stone,. Then, bleeding always happenwhen there was a contact, although only soft touch. Patient had contact history withtuberculosis patient. Tuberculoma is a mass that is caused by infection of bacilmycobacterium tuberculosis, while hemangioma is a soft tissue mass that formed byvascular. Hemangioma commonly happened in children about 4-10% in children’s tumor.It happened in a girl 3-5 times more than in a boy. Both of them are rare happen in thesame time, especially in pedis. From this case, we can find both type in the same patient.For this case of soft tissue tumor, we use open biopsy. After we know the result, the besttreatment for hemangioma and tuberculoma of the pedis for this case is below kneeamputation. The best treatment for this case is amputation, and after amputation, thepatient never complain about pain anymore, she feels satisfied and overall her quality oflife is improvingKeywords: Hemangioma pedis, Tuberculoma pedis, 15 years oldCorrespondence: [email protected] perempuan berusia 15 tahun dengan keluhan utama massa di pedisnya sejak diaberusia 2 tahun. Ukuran massa sama dengan kulit, warnanya merah, dan tidak ada rasasakit meski digunakan untuk berjalan. Massa semakin besar dan mulai menimbulkan rasasakit saat digunakan dalam berjalan. Massa menjadi mudah berdarah setelah pernahtersandung batu. Kemudian, pendarahan selalu terjadi saat ada kontak, meski hanyasentuhan lembut. Pasien memiliki riwayat kontak dengan pasien tuberkulosis.Tuberkuloma adalah massa yang disebabkan oleh infeksi basil Mycobacteriumtuberculosis, sedangkan hemangioma adalah massa jaringan lunak yang terbentuk olehpembuluh darah. Hemangioma biasanya terjadi pada anak-anak dan merupakan sekitar 410% pada tumor anak-anak. Hemangioma terjadi pada anak perempuan 3-5 kali lebihbanyak daripada pada anak laki-laki. Keduanya jarang terjadi pada saat bersamaan,72

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018terutama di bagian pedis. Dari kasus ini, kita bisa menemukan kedua tipe tersebut padapasien yang sama. Untuk kasus tumor jaringan lunak ini, kami menggunakan biopsiterbuka. Setelah kita mengetahui hasilnya, pengobatan terbaik untuk hemangioma dantuberkulosis pedis untuk kasus ini adalah amputasi di bawah lutut. Perlakuan terbaikuntuk kasus ini adalah amputasi, dan setelah amputasi pasien tidak pernah mengeluhtentang rasa sakit lagi dan dia merasa puas dan keseluruhan kualitas hidupnya membaik.Kata kunci: Hemangioma pedis, Tuberkuloma pedis, usia 15 tahunKorespondensi : [email protected] penilaian klinis, radiologisdan histopatologis yang cermat darimasing-masing tumor tulang, makadapat ditentukan staging tumor tersebut.Staging berlaku untuk tumor jinak dantumor ganas tulang. Sistem yang dipakaiuntuk tumor tulang adalah Surgicalstaging system dari Enneking (Akerman,2003).PENDAHULUANNeoplasia adalah pertumbuhan sel baru,abnormal, progresif dimana sel-selnyatidak pernah dewasa. Angka kejadiantumor tulang bila dibandingkan dengantumor jenis lain adalah kecil, yaituhanya kurang lebih 1 % dari seluruhtumorditubuhmanusia.Tumordikatakan jinak bila tidak nuntukmenyebar ke tempat lain (metastasis).Tumor tulang primer merupakan tumortulang dimana sel tumornya berasal darisel-sel yang membentuk jaringan tulang,sedangkan tumor sekunder merupakanpenyebaran dari tumor ganas organ nontulang yang bermetastasis ke tulang.(Hutagalung, 2005).Diagnosis tumor tulang didasarkan pada:(Hutagalung, 2005) Evaluasi klinis yang dimulaianamnesis dan pemeriksaan fisikyang cermat. Hal ini penting untukmengetahui umur dan lokasi daritumor ditulang. Dengan ini dapatdipikirkankemungkinanjenistumornya. Pemeriksaan laboratorium: selainpemeriksaan yang rutin juga harusdi periksa kadar enzim serum alkaliphosphatase (SAP) dan lactatdehidrogenase (LDH) informasi tentang tumor berupa:Topografi dari lesi atau massa(lokasi pada tulang), Batas tepi darilesi, Tipe dari dekstruksi padatulang, Tipe respon periostealterhadap lesi (periosteal respond),dan Tipe komposisi dari lesi(compotition of the tumor tissue).Adapun cara pemeriksaan radiologiInsiden pada tumor soft tissue sulituntuk diestimasi, terutama ratioperbandingan antara benign danmalignant. Benign diperkirakan 100 kalilebih sering daripada sarcoma. Sarcomarelatif jarang, sekitar 1% dari seluruhtumor ganas. Kejadian menurut usiadikatakan bahwa soft tissue sarcomapada sistem lokomotor kejadiannyaberhubungan dengan peningkatan usia.Soft tissue tumor penggolongannyaberdasarkan histogenetik (Akerman,2003).73

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018berupa: Plain x-rays dengan kualitasdan sentrasi yang baik, Scanningnuklir, Computerized tomographyscanning (CT SCAN), Magneticresonansiimaging(MRI),Ultrasonography (USG), dan BoneScan (Hutagalung, 2005).konklusif baru dilakukan biopsiterbuka.Diagnostik patologik pada tumor tulangtetap merupakan faktor penentu yangpentingdalammerencanakanpengobatan yang tepat. Kesulitan akanmuncul apalagi spesialis patologianatominyakurangmemilikipengalaman dalam menangani masalahdiagnostik tumor yang cukup jarang ini.Disamping itu jaringan biopsi yang kecildan tidak representatif, dan pengolahanjaringan biopsi yang kurang baik jugaakan menimbulkan kesulitan dalammenegakkan diagnostik. Oleh karena itu,sebelum penegakan diagnostik seorangahli patologi anatomi harus yakin bahwajaringan biopsi telah diambil diprosesdengan baik. (Greenspan, 2007).Untuk mendapatkan hasil diagnostikharus mengetahui beberapa data,misalnya: (Akerman, 2003) Umur Pada kasus tumor tulang, umurmerupakan hal yang cukuppenting oleh karena tumortulang sering terdapat pada usiausia tertentu. Contoh: ewingtumor sering ditemukan padadekade 1, osteosarcoma seringpada dekade ke 2, danchondrsarcoma pada umumnyaditemukan pada dekade ke 5. Lokasi tumor Tumorprimerumumnyamuncul pada lokasi tertentu,misalnyachondroblastomasering pada daerah epifisissedangkan osteosarcoma padametadiafisis dan adantinomasering pada diafisis. Biopsi merupakan baku emaspenegakan diagnosis tumortulang adalah pemeriksaanhispopatologis jaringan tumor.(Akerman, 2010). Biopsi dapatdilakukansecaratertutupmaupuin terbuka. Bila secaratertutup dengan memakai jarumatau yg terbuka dapat denganbiopsi insisional atau biopsieksisional. Yang dianjurkanadalah dengan biopsi tertutupdengan jarum (baik denganjarum halus ataupun jarum besar/core needle), bila hasilnya tidakKerjasama yang erat antara ahli patologianatomi dengan ahli orthopaedi sangatdiperlukan untuk mencapai diagnostikyang tepat pada lesi yang dicurigaitumor tulang. Oleh karena itu, apabiladata klinik dan data radiologik belumdiperoleh, harus ditunggu terlebihdahulu sampai datanya lengkap terlebihdahulu. Apabila ahli patologi anatomidalam membaca sediaan mikroskopiktanpa memahami data klinik pasien,maka akan sering terjadi kesalahandalam proses penegakan diagnostik.(Greenspan, 2007).Pada pemeriksaan biopsi jaringan,sangat penting untuk penegakandiagnostik histologik sebelum dilakukanpengobatan, sangat penting dilakukanpada lesi tulang yang mencurigakanmaupun lesi tulang yang gambaranklinik dan radiologisnya sudah jelas.Peniadaan dilakukannya biopsi pada ebagaicontohnya adalah osteomielitik dan74

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018sarkoma ewing seringkali tidak dapatdibedakan tanpa pemeriksaan histologik.Penegakan diagnostik yang benarmerupakan tanggung jawab bersamaantara klinik dan spesialis radiologiyang menemukan lesi dalam tulang, danantara spesialis orthopaedi yang harusmendapatkan jaringan biopsi denganspesialis patologi yang menafsirkannya.(Akerman, 2010).LAPORAN KASUStelapak kaki kiri pasien yang lebar dansuka berdarah jika mengalami gesekanmeski sedikit. Pasien mengatakan bahwamempunyai tetangga dekat yangmempunyai riwayat batuk lama danminum obat yang lebih dari 6 bulan.Pasien mengeluhkan awalnya benjolandirasakan muncul pada telapak kaki kiriketika berusia kurang lebih 2 tahun,dengan warna agak kemerahan, tidaknyeri walaupun dipakai jalan, danukuran yang hampir rata dengan kulitsekitar sehingga tidak menggangguketika digunakan beraktivitas. Benjolantersebut dibiarkan saja dan tidak dibawaberobat. Pasien merasakan benjolanmakin bertambah besar, yang awalnyahampir rata dengan kulit sekitar sampaimeninggidenganwarnaagakkemerahan, serta tidak adanya luka.Pasien masih bisa berjalan saat itu, tidakdirasakan nyeri sama sekali. Makin lamapasien merasa benjolan semakin besar,hampir keseluruhan telapak kaki kiri,dan mulai nyeri. Lalu terdapat luka padabenjolan tersebut, petama kali munculketika kaki pasien tersandung batu,setelah itu sering dikeluhkan berdarahmeskipun dengan sentuhan ringan.Keluhan tersebut dirasa baru 24 bulanini, dimana luka yang terletak padaStatus Lokalis Regio Pedis Sinistra:- Look: Massa ukuran 5x5x8 cm,berwarna merah kecoklatan denganadanya luka di telapak kaki yangmeluas pada sisi medial- Feel: adanya nyeri tekan pada massatersebut, konsistensi massanya kistikdenganadanyagambaranvaskularisasi yang meningkat, sertateraba hangat. Luka mudah berdarahkalau disentuh- Movement: nyeri dirasakan biladipakai bergerakPada foto pedis AP (antero posterior)dan oblique, didapatkan: Alignmentbaik, Trabekulasi tulang tampak porotik,Celah dan permukaan sendi baik, tidaktampak erosi tulang, Tampak soft tissuemass di aspek inferomedial pedis kir75

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018Pada foto MRI pedis pasien diatasdidapatkan: Tampak gambaran flow voidyang tubuler sampai subcutan fat padadaerah soft tissue plantar pedis kiridengan ukuran 9,99 x 6,35 x 6,60 cmyang menempati m.opponen digitiminimi, m.flexor hallucis longus,m.flexor digitorum brevis, m.abduktordigiti minimi, m.interosseus, danm.adductor hallucis sinistra. Padapemberian kontras tampak contrastenhacement pada komponen soft tissue,sedangkan pada daerah flow void taktampak contrast enhancement. Tidaktampak gambaran periferal rim contrastenhancement. Tampak defek pada softtissue terutama daerah fat plantar pediskiri sisi medial. Tulang-tulang masihtampak baik, tak tampak perubahanintensitas pada bone marrow. Kesan :Gambar diatas tidak sesuai dengan suatuabses maupun tuberculoma, lebih sesuaidengan massa soft tissue yangmengandung vascular didalamnya.Defek soft tissue terutama daerah fatplantar pedis sisi medial sesuaigambaran ulcer.Dari Gambar 2.3 diatas, dapat dikatakanbahwa secara mikroskopik: hapusanhiposeluler menunjukkan sebaran luaseritrosit. Tidak tampak proses spesifikmaupun tanda-tanda keganasan. Darigambar di atas dapat diambilkesimpulan bahwa gambaran tersebutsesuai dengan hemangioma.76

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018sDari Gambar 2.5 diatas menunjukkanpotongan jaringan sebagian, dilapisikulit, stroma tampak jaringan ikatfibrous dengan proliferasi kapiler,sebukan sel radang mononuclear, foamymacrophage. Tampak pula jaringanlemak dan otot yang diantaranya tampakhistiosit,epiteloidmembentukgranuloma, dengan nekrosis kaseosaditengahnya, serta sebukan sel datialanghans. Dari gambar histo patologidiatas dapat disimpulkan bahwa: gambartersebut menunjukkan radang chronicgranulomatic tuberculoma.adanya hiperplasia dari sel endotel danpenambahan jumlah dari sel mast, adabeberapa kelainan dari vaskuler dengannormal sel endotel tetapi peningkatanaliran darah dan peningkatan jumlah dantipe dari pembuluh darah telah didesainsebagai arteriovenous malformations(Akerman, 2003).Hemangioma sering ditemukan ausubcutaneous) atau pada lapisan dalam.Pasien dengan superficial hemangiomabiasanya didapatkan gambaran massayang tampak dan bisa dipalpasi. Kalaupada pasien dengan deep hemangiomasering didapatkan gambaran yang difus,sensasi nyeri dirasakan bila berdiriterlalu lama atau setelah melakukansuatu aktivitas. Pada pemeriksaan fisik,massa sangat sulit untuk dideteksi bilaposisi pasien supine, seperti benjolannyatidak berisi dengan darah. Pasiendisarankan untuk berdiri selama duaatau tiga menit dan dilakukanPEMBAHASANHemangioma merupakan gambaranmassa jinak yang didasari oleh nile,capilary,cavernosus dan cirsoid. Hemangiomadapat juga dikatakan sebagai kelainandari vaskuler yang ditunjukkan oleh77

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018pemeriksaan sebanyak dua kali, bisadidapatkan sensasi full atau tanda-tandadistended (Weiss, 2007).macular atau telangiectasis (Weiss,2007)Tuberkulosis adalah penyakit yangdisebabkanolehMycobacteriumtuberculosis, yakni kuman aerob yangdapat hidup terutama di paru atau diberbagai organ tubuh yang lainnya yangmempunyai kadar oksigen yang tinggi(Isbaniyah, 2011).Hemangioma merupakan tumor yangsering terjadi pada anak-anak yaitusekitar 4-10% dari bayi. Lesihemangioma lebih sering terjadi padaperempuan, sekitar 3-5 kali daripadalaki-laki, dimana hemangioma padaperempuanseringdidapatkanhemangioma dengan problem yangberhubungan dengan kelainan struktur.(Pappo, 2006).Infeksi Mycobacterium tuberculosisdapat menyerang tulang dan sendisekitar 5%. Lokasi yang biasanyaterserang adalah corpus vertebrae dansendi synovial yang luas. Lesi multipeldapat terjadi sekitar 1/3 dari semuakasus. Pada suatu kasus sulit ditentukandimana infeksi tersebut dimulai, apakahdari suatu persendian dan menyebar ketulang panjang atau jaringan lunak;membransinovialdantulangsubchondral mendapatkan aliran darahyang cukup, dan adanya kemungkinankejadian ini terjadi secara simultan(Apley, 1997).Hemangioma biasanya muncul pada usia2 minggu pertama dari postnatal.Biasanya terdapat lesi pada jaringansubkutan yang tidak dapat diketahuisampai bayi berusia beberapa bulan.Padabayibiasanyadidapatkangambaran pale spot, telangiectasis ataumacular red stain atau bruise likepseudoecchymotic patch (Greenspan,2007). Hemangioma sering muncul padadaerah regio cranio facial (60%), tubuh(25%), dan ekstremitas (15%).Ketika kuman mulai menyebar, makadapat dikatakan bahwa telah terjadireaksi inflamasi kronik. Adapungambaran mikroskopik lesi tersebutadalah tuberculosis granuloma, yaituadanya kumpulan sel-sel epitel dan giantcell multinucleated yang mengelilingijaringan yang necrosis dengan sel-selyang bulat (limfosit) yang mengelilingitepi. Pada suatu daerah yang terkena,tampaknekrosiskaseosayangdigambarkan dengan adanya bentukanmassa kuning yang besar atau di tengahsel berisi pus dan jaringan tulang yangnekrotik (Apley, 1997)Sekitar 80% dari hemangioma cutanadalah tunggal, dan sekitar 20%multipel. Lesi cutan multipel biasanyaterdapat pada hemangioma yangmengenai sistem organ seperti liver.Gambaran yang didapat tergantung dariukuran, pelebaran, dan morfologinya.Ketika mengenai dermal, kulit menjaditampak meninggi, keras, dan menonjol(raised, firm dan bosselated) disertaidengan warna vivid crimson. Jikahemangioma terbatas pada dermis sisidalam, jaringan subkutan atau otot,maka kulit diatasnya akan sedikitmenunjukkan peninggian, hangat padaperabaan, dan tampak kebiruan (bluishhue). Hemangioma pada ekstremitasbiasanya muncul dengan bentukanLesi pada tulang cenderung lebih cepatmenyebar.Epifisistulangtidakmempunyai barrier untuk proses invasi,hanya pada corpus vertebralis, lebihjarang terjadi pada trochanter major dan78

Qanun Medika vol.II no.1 Januari 2018tulang-tulang kecil pada tangan dankaki. Infeksi yang terjadi berupaosteomielitik kronik.in Adults and Children, Diaksespada : pley, AG., (1999), Solomon L Apley’sSystem ofOrthopedics andFracture 9th edition, ButterworthHeinemann.Babady, E., (2008), Clinical LaboratoryDiagnostic for Mycobacteriumtuberculosis,MayoClinic,Rochester, Minnesota, USA.Goldschimdt, RB., (2000), CurrentOrthopedics, The Challenge ofTuberculosis, Harcourt Pub.Greenspan, A., Junt, G., (2007).DifferentialDiagnosisinOrthopaedic Oncology, LippincottWilliam & Wilkins.Hutagalung, UE., (2005), NeoplasmaTulang Diagnosis and Terapi, PTGalaxy Puspa Mega, Jatiwaringin.Isbaniyah, F., Thabrani, Z, dkk., (2011),Tuberculosis, Perhimpunan DokterParu Indonesia, Jakarta.Martini, M., (1988), Tuberculosis of theBones and Joints, Springer-Verlag,Berlin.Pappo, A., (2006), Pediatric Bone andSoft Tissue Sarcomas, Springer.Berlin.Tunn, P., Kettelhack, C., (2009),Treatment of Bone and Soft TissueSarcoma: Standardized approachto the Treatment of adult SoftTissue Sarcoma of the extremities,Springer, Berlin.Weiss, YS., Gouldlum, J., (2007), SoftTissue Tumour, Elsevier, Mosby.World Health Organization., (2012)Tuberculosis Laboratory BiosafetyManual. GPS publishing, Italy.World Health Organization., (2012),Global Tuberculosis Report 2012,GPS publishing, Italy.Jika sinovium terkena, maka akan terjadipenebalan dan edema, dan dapat terjadiefusi. Peningkatan vaskuler dapatmenyebabkan osteoporosis.Kaseasi dan infeksi dapat meluas kejaringan lunak sekitar untuk membentukcold abscess (abses piogenik). Absestersebut dapat membentuk sinus danmenembus kulit dan membentuk saluranyang panjang. Infeksi sekunder biasanyaterjadi akibat kuman piogenik. Jikapenyakit ini hanya berhenti pada staseawal, mungkin terjadi penyembuhan dandapat kembali normal. Jika jaringanartikular telah rusak, pada penyembuhanterjadi fibrosis ankilosing tidak lengkapdengan kelainan sendi yang progresif(Apley, 1997).Tuberculoma merupakan suatu massalokal yang terjadi karena proses infeksibakteri Mycobacterium tuberculosis,biasanya terdapat pada otak dan paru.gambaran makroskopik ibaik,dansecarahistologiktuberculomaberupagambaran nekrosis pada pusat inti yangdikelilingiolehsuatuprosesgranulomatous dengan berisi sel giantLanghans, histiosit epitelial, dan limfosit(Goldschimdt, 2000).DAFTAR PUSTAKAAkerman, M., Domanski, H., (2010),Fine Needle Aspiration of BoneTumours, Karger, Basel.Akerman, M., (2003), The Cytology ofSoft Tissue Tumor, Karger, Basel.Anonim, (2000), Diagnostic Standarand Classification of Tuberculosis79

Tuberkuloma adalah massa yang disebabkan oleh infeksi basil Mycobacterium tuberculosis, sedangkan hemangioma adalah massa jaringan lunak yang terbentuk oleh pembuluh darah. Hemangioma biasanya terjadi pada anak-anak dan merupakan sekitar 4-10% pada tumor anak-an