Transcription

TARI PUTRA GAYA SURAKARTA GAGAH(Kiprah Gandrungan)KARYA SENI KEPENARIANOleh:Seno Bayuajhi13134104FAKULTAS SENI PERTUNJUKANINSTITUT SENI INDONESIASURAKARTA2017

TARI PUTRA GAYA SURAKARTA GAGAH(Kiprah Gandrungan)KARYA SENI KEPENARIANUntuk memenuhi sebagian persyaratanguna mencapai derajat sarjana S1Program Studi S1 Seni TariOleh:Seno Bayuajhi13134104FAKULTAS SENI PERTUNJUKANINSTITUT SENI INDONESIASURAKARTA2017

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

PERSEMBAHANTulisan ini penyaji persembahkan kepada :1. Kedua orang tua yang tak henti-hentinya mendoakan dan memberidukungan baik dari segi moral maupun material.2. Dosen Pembimbing Tugas Akhir Didik Bambang Wahyudi, S.Kar.,M.Sn3. Dosen Pembimbing Akademik I Nyoman Putra Adnyana, S.Kar.,M.Hum4. Sahabat-sahabat yang telah memberikan semangat.5. Dosen pengajar ISI SurakartaMOTTOJalani hidup seperti air yang mengalir. Tuhan tidak akanmemberikan cobaan yang tidak dapat diatasi oleh hambanya. Jadikanlahsebuah kekurangan dari dirimu menjadi suatu kelebihan yang kaubanggakan.iv

INTISARIKarya Kepenarian Tari Tradisi Gaya Surakarta Putra Gagah(Kiprah Gandrungan), (Seno Bajuajhi, 2017), Program Studi Seni Tariminat Kepenarian, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni IndonesiaSurakarta.Laporan kerja tugas akhir kepenarian ini merupakan wujudpertanggungjawaban penyaji secara diskriptif terhadap proseskekaryaannya sebagai penari tradisi. Laporan ini berisi tentang penjelasansecara rinci tahapan kerja tugas akhir sebagai penari tradisi Surakartaputra gagah jenis kiprah gandrungan.Guna mencapai tatarankemampuan kepenarian yang baik penyaji dituntut kerja profesionalkepenarian dengan tahapan yang rinci dan sistematis. Tahapan kerja yangdilakukan penyaji terbagi dalam tiga wilayah kerja, yaitu tahap persiapan,proses kekaryaan, dan penyajian karya.Laporan kerja tugas akhir ini akan memaparkan berbagai haltentang karya kepenarian baik secara konsep maupun wujud karya tariyang disajikan. Latarbelakang, gagasan, tujuan dan manfaat, teori dankonsep kepenarian serta metode kekaryaan diuraikan pada bab I.Penjelasan tentang repertoar tari, pendalaman karakter, pengayaanteknik, dan interpretasi pemeranan diuraikan pada bab II. Hasil dariproses kreatif karya kepenarian dipaparkan secara deskriptif pada bab IIIsebagai pertanggungjawaban atas karya yang disajikan. Selanjutnya gunamenunjang informasi yang disampaikan dilampirkan pula data-datapendukung penyajian tari yang berupa keterangan gambar, notasigendhing dan foto-foto dokumentasi proses.v

KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmatdan karunia-Nya, tugas akhir karya kepenarian tradisi Surakarta tarikiprah gagah dapat terselesaikan dengan baik. Namun penyaji menyadaribahwa semua karena adanya bantuan, dukungan dan pertolongan dariberbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penyaji menghaturkan rasahormat dan terima kasih.Rasa hormat dan terima kasih disampaikan kepada para pendukungsajian baik sebagai penari, pengrawit, penata artistik dan juga para krewmanagemen pertunjukan yang telah dengan suka rela mendukung hinggaterselenggaranya pertunjukan tari. Tidak lupa saya ucapkan terimakasihkepada Ayah, Ibu, saudara dan teman-teman tercinta. Terima kasih takterhingga juga Penyaji haturkan kepada narasumber dan informan yangtelah dengan tulus ikhlas memberikan informasi yang sangat bergunabagi peningkatan kualitas kepenarian penyaji.Mengucapkan terima kasih yang saya sampaikan kepada DidikBambang Wahyudi, S.Kar., M.Sn selaku pembimbing Tugas Akhir yangsenantiasa mencurahkan waktu, tenaga serta perhatian dan selalumemberikan semangat sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhirdengan baik dan lancar, Terima kasih juga disampaikan kepada I NyomanPutra Adnyana, S.Kar., M.Hum selaku penasehat Akademik yang telahvi

membimbing dan memberi nasehat dari selama menempuh perkuliahanhingga menyelesaikan Tugas Akhir. Pada kesempatan ini penyaji idyastutiningrum selaku rektor ISI Surakarta melalui Dekan FakultasSeni Pertunjukan yang telah mengijinkan penyaji menggunakan berbagaifasilitas dalam proses tugas akhir.Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yangtidak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah membantu dalamproses berjalannya Ujian Tugas Akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esayang membalas budi baik semua pihak atas segala jasa yang telahdiberikan.Penulisan kertas kerja ini masih jauh dari sempurna, saran dan kritikyang bersifat membangun sangat membantu saya sebagai penyaji untukpenulisan selanjutnya. Semoga penulisan ini bermanfaat bagi parapembaca.Surakarta, 25 Juli 2017PenyajiSeno Bayuajhivii

DAFTAR ISIPENGESAHANiiPERNYATAANiiiPERSEMBAHAN DAN MOTTOivINTISARIvKATA PENGANTARviDAFTAR ISIviiiBAB I PENDAHULUAN1A. Latar BelakangB. GagasanC. Tujuan dan ManfaatD. Tinjauan SumberE. Kerangka KonseptualF. Metode KekaryaanG. Sistematika PenulisanBAB II PROSES PENCAPAIAN KUALITASA. Tahap PersiapanB. Tahap Penggarapan MateriC. Tahap PenyajianBAB III DESKRIPSI KARYAA. Tari Minakjingga GandrungB. Tari Burisrawa GandrungC. Tari Gathutkaca GandrungD. Tari Kelana TopengE. Tari Garuda YaksaBAB IV PENUTUPDAFTAR ACUAN- Daftar Pustaka- Daftar Diskografi- NarasumberGLOSARIUMLAMPIRANBIODATA PENYAJI1467911151718375153535558616366viii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang KepenarianBakat dan talenta dalam bidang seni tari merupakan sebuah anugrahdari Tuhan yang diberikan kepada seseorang. Namun bakat dan talentatidak akan ada artinya tanpa didukung semangat dan motivasi yangtinggi dari keluarga dan lingkungan di sekitar. Bakat ketubuhanmerupakan bekal utama yang harus dilatih dan dikembangkan sejak dini,sehingga kualitas ketubuhan sebagai penari dapat dicapai.Penari merupakan seorang yang membawa pesan, kesan, danpengalaman dalam menyajikan suatu tarian dengan melalui media geraktubuhnya. Terkait dengan pernyataan ini maka selain bakat dan talenta,ketekunan berproses adalah sebuah keharusan guna mencapai tatarankepenarian yang baik. Pengalaman berproses dalam berkesenian menjadisuatu pengalaman yang berharga untuk meningkatkan kualitas penaridan memacu kreativitas didalam berkesenian, sehingga menjadi sangatpenting untuk membentuk suatu jati diri.Persentuhan penyaji dengan dunia tari pada masa anak-anak sedikitbanyak telah menghantarkan penyaji untuk menekuni dunia seni tari.Kecintaan dan kebanggaan mengikuti lomba tari pada sekolah dasar

2sehingga mendorong penyaji untuk menempuh pendidikan di ISISurakarta program studi seni tari.Rasa cinta dan kebanggaan terhadap dunia seni khususnya seni tarimakin terasa ketika penyaji menempuh pendidikan di ISI Surakarta.Dalam kurun waktu kurang lebih selama empat tahun, penyaji banyakterlibat dalam berbagai kegiatan baik formal maupun non formanl.Sebagai kegiatan formal penyaji saat belajar di ISI Surakarta adalahdengan mengikuti perkuliahan dari semester I sampai VII. Dalamperkuliahan penyaji diajarkan tari Gagah Gaya Surakarta dimana penyajimendapat pengalaman secara langsung maupun tidak langsung daridosen pengajar. Kesadaran, kedisiplinan, dan ketekunan dalam bergerakmenjadi modal awal penyaji untuk menjalani semua mata kuliah yangditempuh penyaji dari semester I sampai VII.Pembuktian dari proses pembelajaran di ISI Surakarta sudah dapatdilihat dalam ujian Pembawaan Tari disemester enam. Meskipun belummaksimal dan masih harus banyak meningkatkan secara kualitaskepenarian dan penghayatan serta penjiwaan karakter. Dalam prosespembawaan penyaji mengalami banyak sekali peningkatan secarabertahap karena adanya bimbingan dari dosen pembimbing yang sangatberpengaruh terhadap kualitas kepenarian dan wawasan terhadap teorigerak tari.

3Dalam kurun waktu yang sama penyaji juga aktif membantu ujiantugas akhir jalur kepenarian tokoh dalam karya tari Kembang Argayasa,penyaji juga aktif terlibat karya dari ISI Surakarta yang ditampilkan padaHari Olahraga Nasional. Penyaji juga aktif ikut serta dalam Festival ReogNusantara dan Festival Barongan Blora. Penyaji juga terlibat dalam karyateater tradisi wayang orang oleh Wayang Orang Kautaman.Keterlibatan penyaji dalam berbagai ujian baik ujian pembawaandan membantu ujian tugas akhir lebih mengarahkan penyaji rusmengembangkan diri memacu penyaji untuk menambah wawasan dankekayaan teknik. Untuk itu dalam kurun waktu yang sama, penyajimelibatkan diri dalam kegiatan pertunjukan wayang orang, baik diWayang Orang Sriwedari maupun di RRI Surakarta.Keterlibatan penyaji dalam pertunjukan wayang wong di WayangOrang Sriwedari adalah sebagai wujud apliktif dari ilmu yang didapatselama perkuliahan, pementasan tersebut dilakukan setiap malam hariselama 1 tahun. Penyaji juga melibatkan diri di RRI Surakarta sebagaipemain wayang wong selama 1 tahun 6 bulan pada tahun 2015 sampaisekarang. Dari kegiatan tersebut penyaji memperoleh ilmu tentangpemeranan tokoh, karakter-karakter wayang, teknik pemanggungan, tatacahaya panggung, antawecana, dan tembang.

4Berangkat dari pengalaman-pengalaman tersebut, penyaji tertarikpada tari Gagah Gaya Surakarta.Penyaji semakin yakin untukmengambil tugas akhir dengan minat kepenarian tari Gaya SurakartaGagah. Pada ujian tugas akhir ini penyaji dituntut untuk mampumenyajikan beberapa repetoar tari yang dipilih dengan lebih baik, untuklebih memaksimalkan kualitas kepenarian penyaji dan menambahwawasan teori tentang ragam tari.B. GagasanPengalaman kepenarian penyaji yang kebanyakan terlibat dalampergelaran wayang orang yang dalam struktur sajian wayang orang pastiada adegan kiprahan. hal ini dianggap penyaji menarik sehingga penyajitertarik untuk menempuh tugas akhir Kepenarian Tari Gagah GayaSurakarta bertemakan Kiprah Gandrungan dalam berbagai karakter tokoh.Untuk menjadi penari yang berkualitas penyaji harus mengenali,memahami, dan menguasai tubuhnya sendiri, karena bagi penari tubuhmerupakan alat ekspresi dalam sebuah sajian.Untuk mempunyai kemampuan kepenarian yang ideal sepertitersebut seorang penari dituntut memiliki bekal yang cukup diantaranyapengusaan teknik, rasa gerak, penguasaan gendhing. Disamping itupenyaji harus berusaha menguasai dan menerapkan konsep yang adapada tari Jawa yaitu Hasta Sawanda yang meliputi Pacak (ketepatan penari

5dalam batas-batas gerak tubuh yang mencakup wilayah unsur-unsurgerak), Pancat (peralihan gerak satu ke egrak yang lain), Ulat t(mampumengendalikan diri dalam melakukan segala gerak agar terlihat menarik),Luwes(keterampilan penari dalam melakukan gerak agar terlihatmenarik), Wiled(sebuah gerak yang dihadirkan untuk menambahkeindahan gerak), Irama(mampu memahami ketukan atau seleh gerakyang sesuai dengan iringan tari tersebut), dan Gendhing(mampumenyelaraskan rasa gerak dengan rasa gendhing).Kedelapan hal tersebut merupakan kriteria baku yang wajibdimengerti dan diterapkan bagi seorang penari dalam mencapaikesempurnaan bentuk dan penjiwaan. Disamping itu seorang penaridituntut dapat berimajinasi dan menginterpretasikan suatu sajian tariguna keberhasilannya menjadi seorang penari yang memiliki kepenarianyang baik. Usaha-usaha tersebut dilakukan penyaji yang bertujuan untuksebagai bekal untuk meningkatkan kualitas agar dapat menjadi penariprofesional yang kelak bisamelestarikan kesenian tradisi, khususnyaseni tari yang tentunya harus tetap ada dan berkembang di masyarakat.Hal tersebut menjadikan gagasan yang memacu penyaji untuk memilihkepenarian tari Gagah Gaya Surakarta yang bertemakan kiprahgandrungan dan beberapa repertoar tari tersebut adalah Tari Kiprah

6Gagah, Tari Minakjingga gandrung, Tari Burisrawa Gandrung, TariGathutkaca gandrung, Tari Kelana Topeng, Tari Garuda Yaksa. Penyajijuga mengambil tari yang bertemakan Wireng Pethilan untuk memenuhi10 repertoar tari yang akan dipresentasikan pada ujian kelayakanproposal.C. Tujuan dan ManfaatTujuan dan manfaat pelaksanaan Ujian Tugas Akhir bagi penyajidengan mengambil jalur kepenarian adalah :Tujuan pelaksanaa Ujian Tugas Akhir bagi penyaji merupakan salahsatu sarana pengembangan diri dan meningkatkan kreativitas kepenariandan membuka wawasan terhadap berbagai konsep dalam pengembangankreatifitas. Sehingga seorang penari memiliki kemampuan yang baikdalam menampilkan sebuah karya seni pertunjukan, sekaligus dapatmempertanggungjawabkan karya secara deskriptif.Manfaat pelaksanaa Ujian Tugas Akhir bagi penyaji untukmenambah wawasan umum, sehingga dapat dan mampu untukmenghadapi dunia kerja atau dunia pendidikan ke jenjang selanjutnya,sehingga dapat ikut melestarikan kesenian tradisi yang hidup ditengahmasyarakat dan mampu memberikan ilmu tari sebagai ilmu kajian danpenelitian, untuk kalayak umum. Kertas kerja penyajian ini dapatmenjadikan refrensi dan tambahan materi di perpustakaan ISI Surakarta.

7D. Tinjauan SumberUntuk menunjang Tugas Akhir, sumber sangat penting bagi penyaji.Sumber tersebut bisa berupa sumber pustaka maupun wawancara olehnarasumber yang dipercaya menguasai bidangnya. Kegiatan tersebutdilakukan untuk memperoleh data-data akurat yang menunjang obyekmateri tari yang dipilih.Kepustakaaana) Nanik Sri Prihartini, S. Kar., M. Si., dkk. “Ilmu Tari JogedTradisi Gaya Kasunanan Surakarta. Buku ini akarta baik putri maupun putra.b) S. Sudjarwo, Heru, dkk. “ Rupa dan Karakter WayangPurwa.” buku ini berisi tentang karakter wayang purwaguna untuk mengetahu karakter pada tarian tersebut.c) Wahyu Santoso Prabowo dkk dengan buku yangberjudul Sejarah Tari. Surakarta: Efek Design, 2007. bukuini berisi tentang sejarah tarid) R.M Pranoedjoe Poespaningratpada dengan buku yangberjudul Nonton Wayang Dari Berbagai Pakeliran padatahun 2005 yang berisi tentang macam-macam karakterwayang dan penjelasannya.

8e) R. Rio Sudibyoprono yang disusun kembali oleh Drs.suwandono dkk tahun 1995, buku yang berjudulEnsiklopedi Wayang Purwa. buku ini berisi tentangsilsilah, cerita, karakter, dan tokoh wayang.DiskografiUntuk menambah referensi bagi penyaji hal-hal yang dilakukanyakni membaca buku laporan, melihat rekaman audio visual, membacabuku-buku yang menunjang kekaryaan kepenarian. Diskografi yangdigunakan sebagai berikut :a. Penyaji mengacu kaset pita melalui perusahaan rekamanlokananta pada tahun 1978 dalam menyajikan tari KlanaTopeng.b. Tari Minakjingga Gandrung penyaji mengacu Video ujianpembawaan saudara Seno Bayuajhi, dokumentasi padangdengar ISI Surakarta.c.Tari Burisrawa Gandrung penyaji mengacu Video ujianpembawaan saudara B. Billy aldi kusuma, dokumentasipadang dengar ISI Surakarta.d. Tari Gatutkaca Gandrung penyaji mengacu Video media ajarISI Surakarta, dokumentasi padang dengar ISI Surakarta.

9e. Tari Kiprah Gagah penyaji mengacu Video ujian semesterVII saudara Seno Bayuajhi, dokumentasi padang dengar ISISurakarta.f. Penyaji mengacu video saudara Wahyu Sapta Pamungkasdalam menyajikan tari anila prahasta, dokumentasi padangdengar ISI Surakarta.g. Tari Newatakawaca Gandrung penyaji mengacu Video gelarkarya Sunarno Purwolelana, dokumentasi padang dengarISI Surakarta.h. Tari Jemparingan penyaji mengacu Video gelar karyaSunarno Purwolelana, dokumentasi padang dengar ISISurakarta.i. TariSetyaki-Burisrawa penyaji mengacu Videoujianpenentuan saudara Ayok Eka Pertiwi, dokumentasi padangdengar ISI cuVideosaudara Wahyu Sapta Pamungkas, dokumentasi padangdengar ISI Surakarta.E. Kerangka KonseptualDalam hal ini merupakan landasan pikiran atau teori yangdigunakan sebagai dasar, dengan menggunakan pernyataan lisan serta

10keterangan yang terdapat pada buku referensi terkait hal-hal mengenaitari.Penyaji mengambil dan menerapkan konsep Hastha Sawanda yangmerupakan gagasan dari R. T. Atmokesowo dalam buku Ilmu Tari JogedTradisi Gaya Kasunanan Surakarta, Nanik Sri Prihatini dkk. Dimana seorangpenari yang memahami konsep tersebut akan dapat mengontrol sikapgerak satu ke sikap gerak lainnya. Baik berupa gerak kepala, tangan,tubuh, bahkan angkatan kaki, serta ekspresi wajah sangat di perhitungkandi dalamnya. Hasta sawanda sendiri terdiri dari : Pacak, Pancad, Ulat, Lulut,Luwes, Wiled, Irama, Gendhing.Kedelapan unsur tersebut merupakan kriteria baku yang wajibdimengerti dan diterapkan bagi seorang penari dalam mencapaikesempurnaan bentuk dan penjiwaan dalam membawakan sebuah karyatari. Delapan unsur tersebut digunakan penyaji untuk menstruktur materitari yang dipilih yang disesuaikan oleh dengan interpretasi dari penyaji,meliputi struktur sekaran yang dipilih penyaji, penguasaan ruang,penguasaan irama, penguasaan gendhing pada sebuah karya tari.Penyaji juga menggunakan konsep (empan mapan) sengguh, mungguh,lungguh dari buku Ilmu Tari Joged Tradisi Gaya Kasunanan Surakarta, NanikSri Prihatini dkk. Konsep sengguh digunakan penyaji untuk menjiwaisuatu tari atau mengungkapkan rasa tari yang akan di sajikan. Konsep

11mungguh digunakan penyaji untuk menyelaraskan struktur gerak taridengan elemen tari lainnya, seperti tema, ceritera, gandar, gendhing, danrias busana. Konsep lungguh digunakan penyaji untuk posisi ataukedudukan (pola lantai) dalam menyajikan suatu karya tari.Penyaji juga menggunakan dua konsep dari sepuluh konsep ariSeratKridhawayangga. Konsep Branjangan Ngumbara digunakan pada tariMinakjingga Gandrung, Burisrawa Gandrung, Kelana Topeng, danGaruda Yaksa agar dapat masuk kekarakter yang akan dibawakan.Konsep Ngangrang Bineda digunakan untuk tari Gathutkaca Gandrunguntuk masuk ke karakter Gathutkaca.F. Metode KekaryaanMetode atau langkah strategis yang digunakan dalam rangka untukmendapatkan informasi, wawasan, dan juga teknik dalam mewujudkankarya kepenarian. Penyaji membagi dalam tiga tahapan kerja, yaitu tahappersiapan, tahap penggarapan, dan tahap penyajian.1. Tahap PersiapanTahap persiapan adalah tahap yang menyangkut perencanaandalam sebuah karya seni. Dalam tahap ini penyaji menggunakanmetode untuk menyiapkan materi. Metode yang digunakan adalah:

12a. KepustakaanStudi pustaka dilakukan untuk mendapatkan referensimaupun acuan penunjang karya kepenarian. Langkah inidilakukan penyaji sebelum melakukan wawancara.b. WawancaraUntuk wawancara penyaji gunakan sebagai penguat datadata yang telah penyaji dapatkan melalui studi pustaka.Wawancara dilakukan secara bertahap dan dengan berbagainarasumber yang sesuai akan kemampuan serta ilmumasing-masing. Pelaksanaan wawancara juga dilakukantidak hanya di dalam kampus namun juga berkunjung kerumah narasumber. Narasumber- Didik Bambang Wahyudi, Surakarta, dosen tari putragagah di ISI Surakarta. Melalui wawancara kter burisrawa, minakjingga, Klana Topeng,Newatakawaca dan alur garap tari.- Jonet Sri Kuncoro, 54 tahun, dosen ISI Surakarta.Melaluiwawancaradenganbeliaumendapatkan informasi tentang tari Kiprahanpenyaji

13- WahyuSaptoPamungkas,36tahun,alumnusMahasiswa Jurusan Tari ISI Surakatra. Melalui beliaupenyaji mendapatkan informasi tentang tari AnilaPrahastha dan tentang alur garap dalam Kiprahandalam sajian wayang orang.- ilan,Jemparingan.c. ObservasiMetode ini penyaji lakukan baik secara langsungmaupun secara tidak langsung. Untuk pengamatan secaralangsung digunakan untuk melihat secara detail seluruhgerak tari dan segmen apa sajakah yang digerakan ketikamenari. Untuk pengamatan tidak langsung digunakan untukmenambah referensi penyaji akan penampilan tari ngembangkan tari yang dipilih.d. EksplorasiTahap ini sangat penting bagi penyaji karena sebagaiwadah untuk menuangkan pemikiran untuk mengolah

14ketubuhan penari, dan bisa merasakan tentang tari yangdibawakan. Pada bagian ini juga penyaji dapat dengan bebasbergerak mengikuti apa kata hati, berimajinasi sesuaidengan interpretasi penyaji terhadap karya tari yang sudahada.2. Tahap tmewujudkan kreatifitas dalam wujud interpretasi dari penyajidalam repertoar tari yang dipilih. Metode yang digunakan padatahap ini adalah :e. gkatkan pengembangan kreatifitas secara spontanitasuntuk mencari ragam gerak yang telah diperoleh ikan dengan interpretasi dari penyaji.f. EvaluasiPandangan penyaji di tahap ini evaluasi ini enyeleksi ragam gerak yang telah dihasilkan dan memilih

15ragam gerak yang sesuai dengan interpretasi dan garapandari penyaji.3. Tahap PenyajianTahap ini merupakan tahap dimana penyaji melaksanakantahap bimbingan karya dengan dosen pembimbing. tahapan inimerupakan tahap dimana penyaji menyeleksi ragam gerak yangtelah dihasilkan pada tahap penguasaan, pendalaman materi nggarapan dan improvisasi.G. Sistematika PenulisanTahap akhir penelitian ini ialah perwujudan menjadi bentuk laporankarya seni. Secara urut sistematika penulisan laporan karya senidipaparkan sebagai berikut :BAB I PENDAHULUANMemuat latar belakang, gagasan, tujuan dan manfaat, tinjauansumber, kerangka konseptual, metode kekaryaan, dan sistematikapenulisan.BAB II PROSES PENCAPAIAN KUALITASMemuat deskripsi analisis tentang langkah-langkah kreatifitasterkait dengan proses kekaryaanya mulai dari tahap persiapan materi,pendalaman materi, pengembangan materi, penggarapan materi.

16BAB III DESKRIPSI KARYAMemuat deskripsi tentang hal-hal yang berkaitan dengan karya tariyang dipilih dan disajikan, mencakup : sinopsis, tafsir garap sajian (garapisi atau nilai yang ingin diungkapkan dan garap bentuk yang meliputistruktur garap dan elemen serta unsur-unsur garap sebagaia alatungkapnya.BAB VI PENUTUPBagian ini berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan memuat tentangtingkat pencapaian karya seni dalam mewujudkan ide atau gagasan,pemikiran, perenungan, imajinasi, inspirasi, kepedulian, pengembangan,dan eksperimentasi yang mendasari karya tari yang disajikan. Adapunsaran berisi himbauan penyaji terhadap pengkarya berikutnya maupunlembaga terkait dengan tugas akhir karya seni.

BAB IIPROSES KARYAUjian Tugas Akhir S-1 Seni Tari merupakan evaluasi akhir bagimahasiswa guna mendapatkan gelar sarjana. Untuk itu beban yangdihadapi setiap mahasiswa dalam menempuh tugas akhir karyakepenarian tidaklah ringan. Penyaji (mahasiswa teruji) harus unwujudkekaryaanya.Penari harus memperhatikan bentuk gerak maupun adeg. Apabilasembarangan dalam melakukan gerak tersebut, akan terlihat tidak indahatau kurang pas bila dilihat. Selain melakukan gerak dengan baik dantepat, seorang penari yang baik harus mengetahui teknik, isi tari, dandapat merasakan gerak (rasa) tari yang ditarikan.Kualitas kepenarian adalah totalitas kemampuan seorang penaridalam mengekspresikan sesuatu yang akan diungkapkan dengan wadahyang dipilih, dan mampu menghadirkan dalam garap suatu tari. Sebagaipenari yang berkualitas tentu saja harus kaya akan teknik, irama, maupunruang.Proses penyajian karya tari merupakan tahapan kerja kreatif yangberisi tentang deskriptif dan analisis tentang langkah-langkah kreatifitasterkait dengan proses kekaryaannya, mulai dari persiapan, perancangan,penataan dan penggarapan. Sebagai penyaji yang memilih jalur

18kepenarian dengan genre Kiprah Gandrungan, tentunya membutuhkankecermatan dalam menentukan langkah, hingga terwujudnya sebuahkarya tari. Untuk itu, penyaji harus melalui beberapa tahap demimewujudkan karya tari yang baik.A. Tahap ntangperencanaan dalam mewujudkan karya. Hal ini dirasa tidak mudahkarena sebagai seorang penari, penyaji dituntut menyajikan sebuah karyatari sesuai standart dan kriteria penilaian dalam penyajian yang telahditentukan. Penyaji tidak hanya dituntut hafalan materi maupun bentuk,namun penyaji harus mampu menyajikan kepenarian secara utuh sesuaidengan alur garap, rasa dan suasana, dan harus mampu hadir sebagaipenari tokoh dalam karya itu. Dalam mengoptimalkan kemampuankepenarian, penyaji berlatih secara individu dan jugabersama dosenpembimbing. Proses yang dilakukan juga dengan cara meminta masukankepada para alumni, terkait dengan materi gerak, ungkapan rasa,penafsiran samembandingkan penyajian tokoh dari berbagai tafsir penari. Berikutadalah materi-materi tari yang telah disiapkan oleh penyaji :

191. Kiprah GagahKiprah gagah adalah karya tari yang diciptakan oleh SunarnoPurwolelana pada tahun 2010 yang merukapan tari gagah gayaSurakarta yang bertemakan Kiprah Gandrungan. Dalam karya tari initerdapat empat karakter tokoh sekaligus yang dibawakan oleh seorangpenari, empat karakter tersebut adalah Prabu Klana, Adipati Minakjingga,Prabu Newatakawaca, dan Raden Buriswara. Dalam karya tari ini memilikirasa yang sangat berbeda dari karya tari yang lain karena setiap tokohmemiliki karakter yang sangat berbeda. Menurut saya karya tari inisangatlah sulit karena harus berganti karakter seketika sesuai tokohtokoh yang berada dalam tari ini, karya tari ini dibagi menjadi 4 bagian,yaitu kiprahan Klana, kiprahan Minakjingga, kiprahan Newatakawaca, dankiprahan Burisrawa, karya tari ini juga merupakan penggalan dari tariyang sudah ada sebelumnya yaitu, tari Klana Topeng, tari MinakjinggaGandrung, tari Newatakawaca Gandrung, tari Burisrawa Gandrungyang merupakan karya tari dari Sunarno yang kemudian dijadikan satudalam satu kesatuan alur dramatik.Pada bagian pertama ada kiprah Klana yang gandrung dengan DewiSekartaji. pada bagian ini terinspirasi dari cerita panji sebagai karya sastrayang ditulis pada zaman Majapahit, dimana Klana yang inginmemboyong Dewi Sekartaji untuk dijadikan istrinya. Pada bagian ini

20kiprahanya sedikit berbeda karena terdapat vocabulary sekaran kiprahyang unik dibandingkan dengan kiprah klana pada umumnya. vocabularyyang digunakan adalah sekaran dari kiprahan klana klaten yang meliputibermain layangan, mandi,dan bermain dadu(judi).Pada bagian kedua ada Kirahan Adipati Minakjingga yang gandrungdengan Ratu Ayu Kencanawungu(Ratu Majapahit). Bagian ini terinspirasidari babad majapatih, dimana Adipati Minakjinnga jatuh cinta pada RatuAyu Kencanawungu yang sekaligus ratu dari majapahit dan inginmenagih janji padanya atas hadiah sayembara yang dibuatnya untukmengalahkan Kebo Marcuet dengan hadiah sayembara menikahidengannya jika pria dan menjadikan saudara jika wanita. Pada bagian inimemiliki karakter agal gacul dengan gerak kiprahan menggunakanbapang ksatiyan dan cirri khasnya adalah gerak gejikan kaki.Pada bagian ketiga ada kiprahan Prabu Newatakawaca yang gandrungdengan dewi dari khayangan yaitu Dewi Supraba. Bagian ini terinspirasidari carita pewayangan pada lakon Begawan Ciptaning, dimana PrabuNewatakawaca yang berwujud buta (raksasa) jatuh cinta dan tergila gilakepada dewi supraba, sehingga menbuat prabu newatakawaca terbayangterus-menerus akan kecantikan Dewi Supraba dan akhirnya memutuskannaik keatas khayangan untuk mempersuntingnya. Pada bagian ini

21memiliki karakter bapang jeglong dengan rasa wreksosol sebagai pewujudanbuta yang besar. Gerakan kiprahanya pun cenderung ke model antaban.Pada bagian akhir ada kiprahan Raden Buriswara dengan Sembadra,bagian ini terinspirasi dari cerita pewayangan dimana Raden Burisrawayang merupakan anak dari Prabu Salya yang jatuh cinta dan tergila-giladengan Sembadra yang merupakan istri dari Arjuna, karena Sembadratelah memiliki Arjuna dia menolak untuk di jadikan istri oleh RadenBurisrawa, dan karena sangat meninginkan Sembadra, Burisrawa sampaitidak sengaja membunuhnya. Pada bagian ini memiliki karakter agal geculbrangasan dan kiprahanya menggunakan motif bapang ksatriyan.2.Minakjingga GandrungMinakjingga gandrung adalah karya tari dari Sunarno Purwolelanayang merupakan tari gagah gaya Surakarta yang bertemakan kiprahgandrungan. Karya tari ini menceritakan Minakjingga yang gandrungdengan Ratu Ayu Kencanawungu(ratu majapahit). Karya tari initerinspirasi dari Babad Majapatih, dimana adipati minakjinnga jatuh cintapada Ratu Ayu Kencanawungu yang sekaligus ratu dari majapahit daningin menagih janji padanya atas hadiah sayembara yang dibuatnyauntuk mengalahkan Kebo Marcuet dengan hadiah sayembara menikahidengannya jika pria dan menjadikan saudara jika wanita. Pada bagian ini

22memiliki karakter agal gacul dengan gerak kiprahan menggunakan bapangksatiyan dan cirri khasnya adalah gerak gejikan kaki.Struktur sajian tari Minakjingga gandung sama halnya dengan jenisgarap tari Gandrungan yaitu maju beksan, beksan, kiprahan, mundur beksan.Bagian I maju beksan diawali dengan introduksi slendro sanga , penarikeluar yang memberi kesan keluar ke paseban, lalu dilanjutkanwungwang garap gandhon tumpangi macapat pangkur guna memberisuasana cintanya Minakjingga terhadap Ratu Ayu Kencana Wungusehingga terkesan gandrung. kemudian gendhing dilanjutkan lancaranbribil.Bagian II beksan adalah rangkaian sekaran-sekaran sebagai gambarandari kisah cinta lancaran bribil dan mengungkapkan karakter tokohyang dibawakanyang ditandai dengan garap gendhing ketawangwenikenya dan diakhiri dengan yang ditandai lancaran trihasta denganpenari melakukan kiprah.Bagian III kiprahan dengan garap gendhing lancaran aigambaranMinakjingga sangat menginginkan Ratu Ayu Kencana Wungu.Bagian IV mundur beksan ditandai dengan capengan lalu srisig kembalimasuk kedalam dengan garap gendhing sampak gejig-gejug.

233.Burisrawa GandrungTari Burisrawa Gandrung adalah karya dari Sunarno bertemakangandrungan. Tari ini menceritakan Raden Buriswara yang tapewayanganMahabarata episode sembadra larung,

selama 1 tahun. Penyaji juga melibatkan diri di RRI Surakarta sebagai pemain wayang wong selama 1 tahun 6 bulan pada tahun 2015 sampai sekarang. Dari kegiatan tersebut penyaji memperoleh ilmu tentang pemeranan tokoh, karakter-karakter wayang, teknik pemanggungan, tata cahaya panggung, antawecana, dan tembang.