Transcription

BENTTUK PERTUUNJUKAN DAN FUNGGSI KESENNIAN DOGDDOGKALLIWON DI DESA BENNTARSARII KECAMAATAN SALEEMKABUPPATEN BRREBESSKRIPSIdisajikan sebagaissalahh satu syarat untuk mempperoleh gelaar Sarjana PeendidikanPrrogam Studii Pendidikann Seni MusikkolehIsteria Meilan Puspparini22503408078JURUUSAN PENNDIDIKAN SENI DRAAMA, TARI, DAN MUSSIKFFAKULTASS BAHASA DAN SENIIUNIIVERSITASS NEGERI SEMARANNG2012i

ii

iii

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHANBarang siapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginyajalan ke surga. (HR. Muslim)Kemenangan yang seindah indahnya dan sesukar sukarnya yang boleh direbutoleh manusia adalah menundukan diri sendiri.( R.A Kartini )Skripsi ini kupersembahkan untuk:1. Bapakku Teguh Priono, Ibuku Nur Isnaeni,dankeluargabesarkuyangselalumemberikan doa dan dukungan.2. Adik-adikkutersayang,TegisaDwiSeptian, Tria Senjani Ramadesya danFalaredo Gusti Pamungkas yang selalumemberikan semangat.3. Sahabat-sahabatkuyangmendengarkan keluh kesahku.4. Teman-teman Sendratasik.vselalusetia

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan nggapenulisdapatmenyelesaikan skripsi dengan judul “Bentuk Pertunjukan dan Fungsi KesenianDogdog Kaliwon di Desa Bentarsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes”.Dalam penulisan skripsi ini penulis memperoleh bantuan dari berbagaipihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhinggakepada:1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si, Rektor Universitas NegeriSemarang yang telah memberikan segala fasilitas dalam menyelesaikan studidi FBS Universitas Negeri Semarang.2. Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni yang telahmemberikan ijin untuk menyelesaikan skripsi.3. Joko Wiyoso, S.Kar, M.Hum, Ketua Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari danMusik sekaligus Dosen Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktuuntuk mengoreksi, memberikan saran-saran, dan memberikan kemudahandalam proses penyusunan skripsi ini.4. Widodo, S.Sn, M.Sn. selaku Dosen Pembimbing II yang telah banyakmeluangkan waktu untuk mengoreksi dan memberikan saran-saran selamapenyusunan skripsi ini.5. Drs. Eko Raharjo, M.Hum, selaku Dosen Wali yang selalu memberikanmotivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.vi

6. Segenap Dosen, staff, dan karyawan Jurusan Pendidikan Sendratasik yangtelah banyak memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan selama masa studiS1.7. Ruswa Abdul Wahab selaku Kepala Desa beserta staf perangkat DesaBentarsari yang telah memberiijin kepada penulis untuk mengadakanpenelitian di desa Bentarsari.8. Karta Atmanegara, Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Salem dan anggotakelompok kesenian Dogdog Kaliwon yang telah banyak meluangkan waktudalam memberikan informasi tentang kesenian Dogdog Kaliwon.9. Teman-teman Sendratasik 08 yang telah memberi semangat dan dukungandalam mengerjakan skripsi ini.10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu-persatu yang telah membantudalam penyusunan skripsi ini.Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, olehkarena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan perkembangan senipertunjukan di Indonesia.Semarang, Desember 2012Penulisvii

SARIIsteria Meilan Pusparini, 2012, Bentuk Pertunjukan dan Fungsi KesenianDogdog Kaliwon di Desa Bentarsari Kecamatan Salem KabupatenBrebes. Skripsi. Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni,Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing IDrs. Joko Wiyoso,S.Kar, M.Hum, Dosen Pembimbing II Widodo, S.Sn, M.Sn.Dogdog Kaliwon merupakan kesenian yang berkembang di daerah Brebeskarena tradisi.Kesenian ini berupa perangkat kendang yang berukuran berbedabeda yang terbuat dari pohon aren.Kesenian Dogdog kaliwon dipentaskan padaupacara sedekah gunung dan hiburan acara hajatan.Kesenian Dogdog kaliwonmempunyai keunikan dibandingkan kesenian lain yang berkembang di daerahBrebes karena kesenian ini dalam pertunjukannya selain membawakan lagu jugamembawakan cerita. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah, bentukpertunjukan dan fungsi kesenian Dogdog Kaliwon di desa Bentarsari kecamatanSalem kabupaten Brebes. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahuidan mendeskripsikan bagaimana bentuk pertunjukan kesenian Dogdog Kaliwondan fungsinya dalam kehidupan masyarakat. Manfaat penelitian ini terbagimenjadi dua yaitu manfaat praktis dan teoretis, namun yang paling khusus adalahhasil penelitian ini dapat dijadikan regenerasi kesenian Dogdog Kaliwon.Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif.Penelitian dilakukan bulan Agustus sampai Oktober 2012 di kesenian DogdogKaliwon Desa Bentarsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi,teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan data,mereduksi data, dan disajikan agar dapat diverifikasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa kesenian Dogdog Kaliwon adalahbentuk pertunjukan musik yang terbentuk dari beberapa elemen, antara lain:instrumen yang terdiri dari 4 buah kendang dan instrumen tambahan seperti sulingsunda, terompet sunda, biola. Pada pertunjukan kesenian Dogdog Kaliwon, materilagu yang dibawakan yaitu lagu-lagu daerah Jawa dan Sunda diiringi polapermainan Dogdog.Pada acara tertentu, kesenian ini menampilkan lagu dan dramapendek.Kesenian Dogdog kaliwon digunakan oleh masyarakat setempat sebagaisarana ritual dan hiburan pada acara hajatan serta sebagai sarana presentasi estetisdan memiliki fungsi ekonomi pada masyarakat Desa Bentarsari.Namun kesenianini semakin terpinggirkan ditengah maraknya musik-musik modern yangberkembang di Indonesia.Saran untuk kesenian Dogdog Kaliwon yaitu pemain hendaknyamelakukan variasi dalam penyajian lagu dan bentuk pertunjukan, seluruhmasyarakat ikut melestarikan seni tradisi yang tumbuh dan berkembang didaerahnya dengan mengadakan pementasan rutin, begitu pula agar tradisi upacarapanen raya agar tidak hilang begitu saja.viii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .iPERSETUJUAN PEMBIMBING .iiHALAMAN PENGESAHAN . iiiPERNYATAAN . ivMOTTO DAN PERSEMBAHAN.vKATA PENGANTAR . viSARI . viiiDAFTAR ISI . ixDAFTAR TABEL . xiDAFTAR GAMBAR . xiiDAFTAR LAMPIRAN . xiiiBAB 1 :PENDAHULUAN.1.1Latar Belakang Masalah .1.2Identifikasi Masalah .1.3Pembatasan Masalah .1.4Rumusan Masalah .1.5Tujuan Penelitian .1.6Manfaat Penelitian .1.7Sistematika Skripsi .11444556BAB 2 :LANDASAN TEORI.2.1Bentuk Pertunjukan .2.2Kesenian .2.3Musik .2.4Fungsi Pertunjukan Kesenian .88142125BAB 3 :METODE PENELITIAN .3.1Pendekatan Penelitian .3.2Lokasi dan Sasaran Penelitian .3.3Teknik Pengumpulan Data .3.4Teknik Analisis Data .3.5Teknik Keabsahan Data .323232333537BAB 4 :HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .4.1Letak dan Kondisi Geografis Desa Bentarsari .4.2Kependudukan dan Sosial Budaya .4.3Kesenian Dogdog Kaliwon di Desa Bentarsari .4.3.1 Asal-usul dan Perkembangannya .4.3.2 Deskripsi Pertunjukan .4.3.3 Bentuk Pertunjukan .4.3.4 Peraga/pelaku .4.3.5 Penonton.383839434345477072ix

BAB 5 :4.4 Fungsi Kesenian Dogdog Kaliwon dalam KehidupanMasyarakat Desa Bentarsari.73PENUTUP .5.1Simpulan .5.2Saran.828283DAFTAR PUSTAKALAMPIRANx

DAFTAR TABELHalamanTabel 1 : Kependudukan . 39Tabel 2 : Mata Pencaharian . 40Tabel 3 : Agama . 41Tabel 4 : Pendidikan . 41xi

DAFTAR GAMBARHalamanGbr. 4.1 Pemain Dogdog Kaliwon . 51Gbr. 4.2 Instrumen Kempling yang Dimainkan pemain . 53Gbr. 4.3 Instrumen Penerus yang Dimainkan Pemain . 54Gbr. 4.4 Instrumen Gong yang Dimainkan Pemain . 55Gbr. 4.5 Instrumen Kendang yang Dimainkan Pemain . 56Gbr. 4.6 Suling yang Dimainkan Pemain . 57Gbr. 4.7 Instrumen Terompet Sunda . 58Gbr. 4.8 Pola Ritme Permainan Dogdog Kaliwon . 60Gbr. 4.9 Notasi Lagu Es Lilin . 60Gbr. 4.10 Notasi Lagu Bubuy Bulan . 62Gbr. 4.11 Tata Rias dan Tata Busana Pemain Dogdog Kaliwon . 67Gbr. 4.12 Pementasan Kesenian Dogdog Kaliwon Pada acara HUT Kab Brebes . 70Gbr. 4.13 Penonton Kesenian Dogdog Kaliwon . 71xii

DAFTAR LAMPIRAN1. SK Penetapan Dosen Pembimbing Skripsi2. Surat Permohonan Ijin Penelitian Fakultas Bahasa dan Seni3. Surat Keterangan melaksanakan penelitian dan pengambilan data di DesaBentarsari4. Formulir Pembimbingan Penulisan Skripsi5. Transkrip wawancara6. Foto-fotoxiii

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahKabupaten Brebes tumbuh dan berkembang berbagai jenis kesenian antaralain: rebana, kuda lumping, burok, sintren dan lain-lain. Salah satu jenis kesenianyang hidup di Kabupaten Brebes adalah Dogdog Kaliwon. Dogdog Kaliwonadalah jenis seni musik perkusi disertai gerak tari yang dalam pertunjukannyamenggunakan instrumen kendang untuk mengiringi penyanyi/juru kawih. Jurukawih adalah sebutan untuk seseorang yang ahli menyanyikan sekar sunda/lagulagu sunda. Kesenian ini lahir dengan nama dogdog yang dalam istilah Jawaberarti menabuh dan Kaliwon yang berasal dari kata Kliwon, yaitu salah satu haripasaran Jawa selain Legi, Paing, Pon dan Wage. Karena kerap dipentaskan padamalam Kliwon, kesenian ini kemudian diberi nama Dogdog Kaliwon.Karta (44 tahun), ketua Dewan Kesenian Kecamatan Salem KabupatenBrebes mengatakan bahwa Dogdog Kaliwon adalah salah satu jenis keseniantradisional yang berfungsi sebagai sarana untuk mengungkapkan syukur kepadaTuhan atas hasil panen mereka. Kesenian Dogdog Kaliwon biasanyadipertunjukkan sebagai pelengkap upacara adat atau untuk hiburan masyarakat.Pada zaman dahulu, kesenian ini biasanya diadakan pada hari Selasa malampasaran kliwon setelah musim panen padi, yang bertujuan untuk mengungkapkansyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Malam hari setelah panen raya, masyarakatDesa Bentarsari berbondong–bondong menuju lereng gunung Liu untuk1

2menyaksikan pertunjukan Dogdog Kaliwon sekaligus memanjatkan doa bersamaatas hasil panen yang melimpah.Perkembangan berikutnya, dogdog kaliwon diadakan pada saat acarahajatan pernikahan dan khitan. Seiring perkembangan jaman, kesenian dogdogkaliwon sering kali dikolaborasikan dengan lagu dangdut untuk menghilangkankebosanan bahkan sesekali tampil lagu dangdut asli. Lagu-lagu yang ditampilkandalam dua bahasa, yaitu Jawa dan Sunda. Di tengah-tengah lagu ada pemain yangmenyampaikan pesan dengan gaya lawakan. Agar pesan sampai dan sekaligusmemancing tawa, disertai juga dengan gerak dan mimik lucu.Untuk sekali pentas, dogdog kaliwon membutuhkan paling sedikit 4pemain dogdog, 1 penyanyi dan penari pendukung. Kesenian Dogdog Kaliwondalam pertunjukannya, empat orang memainkan kendang dengan ritmis yangberbeda-beda untuk mengiringi juru kawih menyanyikan lagu, dengan materi laguyang mereka bawakan bernuansa kedaerahan yaitu lagu-lagu Jawa dan Sundaseperti Suwe ora Jamu, Lir ilir, Es Lilin dan Bubuy Bulan. Kelompok kesenianDogdog Kaliwon juga membawakan lagu-lagu yang mereka ciptakan sendiri yaituBrebes Kota Bawang dan Tol Pejagan, yang menceritakan kondisi dan kehidupanmasyarakat Brebes.Seni tradisi di tengah era globalisasi saat ini semakin tertekan danterpinggirkan. Musik-musik modern yang berkembang di Indonesia dan beragamseni industri yang tampil glamor semakin mendominasi. Namun di daerah Salemmasih dijumpai kelompok kesenian Dogdog Kaliwon yang masih melakukanaktivitas pelatihan dan pementasan. Kesenian Dogdog Kaliwon masih dipentaskan

3pada acara hajatan, peringatan hari besar seperti hari jadi Kabupaten Brebes, harikemerdekaan Republik Indonesia dan masyarakat masih antusias untukmenyaksikan pertunjukan ini. Dengan kata lain Dogdog Kaliwon di daerah inimasih hidup. Karena itu peneliti tertarik untuk meneliti kesenian DogdogKaliwon. Kesenian yang hidup di desa Bentarsari kecamatan Salem ini merupakanbentuk ungkapan sosial dan/ekspresi budaya masyarakatnya. Berhubungkehidupan masyarakat berkait dengan fenomena alam fisik dan sosial budayamaka dapat dipahami secara jelas bahwa kesenian Dogdog Kaliwon itu hidup,berkembang, dan/atau dijadikan sebagai sarana berkesenian oleh masyarakatpendukungnya.Peneliti akan memfokuskan untuk meneliti bentuk pertunjukan dan fungsikesenian Dogdog Kaliwon. Kesenian ini memiliki bentuk pertunjukan yangberbeda dengan kesenian lain. Kesenian Dogdog Kaliwon dalam pertunjukannyamengutamakan lawakan yang dikemas dalam bentuk cerita, kemudianditampilkan seperti halnya sebuah pertunjukan wayang yaitu dipimpin olehseorang dalang yang mengatur jalannya cerita. Kesenian ini memiliki ciri khasyaitu menggunakan alat musik tradisional yakni empat buah kendang yang terbuatdari pohon aren yang berukuran berbeda sebagai pengiring. Namun pada acarakhitanan atau pernikahan kesenian ini seringkali dipadukan dengan alat musikmelodis seperti rebab dan suling. Keunikan yang lain adalah lagu-lagu dibawakanmenggunakan 2 bahasa yaitu bahasa jawa dan sunda. Kesenian Dogdog Kaliwonyang demikian tampak khas dan unik dibanding kesenian lainnya.

41.2 Identifikasi MasalahBerdasarkan uraian latar belakang yang telah disebutkan sebelumnya,Kesenian Dogdog Kaliwon saat ini keberadaanya sudah langka dan jarangdipentaskan . Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dari penyaji senimaupun seniman, dan para penikmat seni maupun apresian beserta masyarakatsecara luas. Adapun faktor – faktor yang menyebabkan kesenian sulit berkembangantara lain:1.2.1 Bentuk pertunjukan yang tetap atau statis, sehingga masyarakat merasabosan.1.2.2 Generasi muda yang tidak mau mengenal kesenian asli daerah setempatdan menganggapnya kuno atau ketinggalan jaman.1.2.3 Peran serta masyarakat dan instansi terkait yang masih kurang.1.3 Pembatasan MasalahBerdasarkan identifikasi masalah sebelumnya, agar penelitian lebih fokusdalam memperoleh data, diperlukan adanya pembatasan masalah.Pembatasanmasalah ini bertujuan agar pembahasan masalah tidak terlalu luas. Oleh karenaitu, permasalahan yang akan diteliti oleh penulis yaitu: Bentuk Pertunjukan danFungsi Kesenian Dogdog Kaliwon di Desa Bentarsari Kecamatan SalemKabupaten Brebes.1.4 Rumusan MasalahBerdasarkan pada latar belakang yang telah dipaparkan di atas, masalahyang akan dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :

51.4.1Bagaimana bentuk pertunjukan kesenian Dogdog Kaliwon di KecamatanSalem Kabupaten Brebes ?1.4.2Apa saja fungsi kesenian Dogdog kaliwon pada masyarakat DesaBentarsari Kecamatan Salem kabupaten Brebes ?1.5 Tujuan PenelitianBerdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dan mendeskripsikan :1.5.1Bentuk pertunjukan kesenian Dogdog Kaliwon di desa Bentarsarikecamatan Salem kabupaten Brebes.1.5.2Fungsi kesenian Dogdog Kaliwon pada masyarakat di desa Bentarsarikecamatan Salem kabupaten Brebes.1.6 Manfaat Penelitian1.6.1Manfaat teoretis1.6.1.1Sebagai sumbang pemikiran bagi lembaga pendidikan tinggi UniversitasNegeri Semarang khususnya mahasiswa jurusan Sendratasik (seni musik)untuk lebih mengenal tentang seni tradisi Dogdog Kaliwon.1.6.1.2Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi pada penelitianberikutnya.1.6.1.3Memberikan informasi tertulis bagi masyarakat umum, khususnyagenerasi muda sebagai pewaris serta penerus kebudayaan bangsasehingga dapat lebih mengenal dan mampu mengembangkan kesenianDogdog Kaliwon.

61.6.2Manfaatpraktis1.6.2.1 Menjadi pengetahuan bagi penulis dan sebagai bahan informasi bagimasyarakat dan guru khususnya seni budaya untuk diinformasikankepada peserta didik khususnya dalam pelajaran seni budaya. Diharapkansetelah peserta didik mengetahui akan tumbuh rasa cinta pada keseniantradisional, dan ikut serta menjadi pelaku sebagai perwujudan rasa cintatanah air yang belakangan ini semakin mengkhawatirkan.1.6.2.2 Memberikaninformasi kepadaguru seni budaya, agar dalampembelajarannya dapat mengoptimalkan seni tradisional setempatsehingga dapat digunakan sebagai pedoman selanjutnya.1.6.2.3 Sebagai informasi kepada kepala desa Bentarsari semoga hasil penelitianini dapat dijadikan sebagai bahan masukan guna mengupayakankelestarian kesenian Dogdog Kaliwon di desa Bentarsari yang sudahmulai punah.1.6.2.4 Sebagai tambahan informasi tentang kesenian Dogdog Kaliwondanperbendaharaan untuk kebutuhan melengkapi kepustakaan tentang senitradisional.1.7 Sistematika SkripsiSistematika skripsi bertujuan untuk memberikan gambaran sertamempermudah pembaca dalam mengetahui garis-garis besar dari skripsi ini, yangberisi sebagai berikut:

7Bagian Awal Skripsi, berisi tentang: halaman judul, halaman pengesahan,halaman motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran, danabstrak.Bagian Isi, terdiri dari; Bab 1, Bab 2, Bab 3, Bab 4, dan Bab 5. Pada Bab 1yaitu Pendahuluan, diuraikan mengenai latar belakang masalah, identifikasimasalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaatpenelitian, dan sistematika skripsi; Bab 2 yaitu Landasan Teori, pada bab inimemuat landasan teori yang berisi telaah pustaka yang berhubungan denganmasalah-masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu tentang keseniantradsisional Dogdog Kaliwon, mengkaji bentuk dan fungsinya; Bab 3 yaituMetode Penelitian, pada bab ini terdiri dari hal-hal yang berhubungan denganprosedur penelitian yang meliputi: pendekatan penelitian, lokasi dan sasaranpenelitian, teknik pengumpulan data, teknik keabsahan data, dan teknik analisisdata; Bab 4 Hasil Penelitian, pada bab ini memuat data-data yang diperolehsebagai hasil dari penelitian dan dibahas secara Deskriptif Kualitatif,hasilpenelitian yang termuat dalam bab 4 sekaligus merupakan jawaban daripermasalahan yang diuraikan pada bab 1; Bab 5 yaitu Penutup, pada bab inimemuat tentang simpulan dan saran.Bagian akhir dari skripsi, terdiri atas: daftar pustaka dan lampiran berupagambar/foto, transkrip wawancara dan instrument penelitian.

BAB 2LANDASAN TEORI2.1 Bentuk PertunjukanMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bentuk adalah suatu wujud yangditampilkan. Bentuk adalah wujud, rupa, dan susunan yang ditangkap olehindera.Bentuk adalah unsur dasar dari semua perwujudan.Bentuk seni sebagaipenciptaan seniman merupakan wujud dari ungkapan isi, pandangan dantanggapannya ke dalam bentuk fisik yang dapat ditangkap oleh pancaindera.Bentuk merupakan media atau alat untuk berkomunikasi, menyampaikanarti yang terkandung oleh bentuk itu sendiri atau menyampaikan pesan tertentudari pencipta kepada masyarakat sebagai penerima (Purwadinata, 1976:122).Pengertian bentuk secara abstrak adalah struktur, sedangkan struktur itusendiri adalah seperangkat tata hubungan di dalam kesatuan keseluruhan(Indriyanto dalam Cahyono, 2006:69).Struktur mengacu pada tata hubungan diantara bagian-bagian dari sebuah keutuhan keseluruhan.Dijelaskan pula bahwamorfologi berkaitan dengan bentuk, sedangkan struktur berkaitan dengan salingketerkaitan dalam bentuk (Royce dalam Cahyono, 2006:69).Bentuk dalam karyamusik adalah kerangka musikal sebagaimana halnya kerangka bagi makhlukhidup sehingga sangat besar peranannya bagi suatu karya musik (Kurniasih,2006:5).Selanjutnya menurut Jamalus (1988:34) bahwa bentuk adalah susunanserta hubungan antara unsur- unsur musik sehingga menghasilkan suatukomposisi atau lagu yang bermakna.Sedangkan Bastomi (1992:80) berpendapat8

9bahwa bentuk lahiriah suatu seni dapat diamati dan dihayati. Bentuk hasil seni adayang visual yaitu hasil seni yang dapat dihayati dengan indra pandang yaitu senirupa, tetapi ada yang hanya dapat dihayati oleh indra dengar yaitu seni musik.Bentuk diartikan sebagai wujud, sedangkan pertunjukan artinya suatutontonan.Apabila bentuk tersebut dikaitkan dengan peristiwa berkesenian,kemudian menjadi kata “bentuk pertunjukan”, maka bentuk yang terkandung didalam kata tersebut dapat dimaknai wujud yang berupa tampilan sebuah kesenianyang dapat dilihat dan didengarkan. Pertunjukan menurut Soedarsono(1998:60)merupakan tiruan dari tradisi yang asli, dikemas secara singkat dan padatpenyajiannya, penuh variasi, pertunjukannya bukan/tidak sakral, disajikan dengancara pementasan yang menarik. Seni pertunjukan meliputi kegiatan yang kreatifyang berkaitan dengan usaha yang berkaitan dengan pengembangan konten,produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer,drama, musik tradisional, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik, ntatapencahayaan(pertunjukan.indonesiakreatif.net posting tahun 2012).Simatupang (2000:7) mengemukakan bahwa pertunjukan (performance)adalah peristiwa sosial yang memiliki tiga unsur pokok, yaitu: (1) bersifatterancang, (2) sebagai sebuah interaksi sosial, pertunjukan ditandai dengankehadiran secara fisik para pelaku peristiwa dalam sebuah ruang fisik tertentu, dan(3) peristiwa pertunjukan terarah pada penampilan ketrampilan dan kemampuanolah diri, jasmani, rohani, atau keduanya. Sebuah interaksi sosial, peristiwapertunjukan selain melibatkan performer atau pemain juga melibatkan

10audienceatau penonton. Mengacu pendapat ini, maka untuk mengkaji sebuahperistiwa pertunjukan haruslah mengkaji secara menyeluruh segala aspek yangterlibat di dalam peristiwa pertunjukan tersebut baik dari aspek penyaji atau aspekpenonton.Aspek penyaji meliputi aspek manusia, aspek materi, aspek perlengkapanatau pendukung serta aspek prosedur. Aspek manusia meliputi pelaku utama yangtampil di panggung, maupun teknisi lain seperti operator tata cahaya, operatorsound sistem, dan yang lain. Aspek materi adalah materi yang menjadi menuutama yang dipentaskan, contohnya musik maka materinya lagu. Aspekperlengkapan meliputi segala sesuatu yang digunakan untuk menunjangpenyampaian materi, seperti instrumen, tata rias, tata panggung, tata busana danlainnya. Kemudian aspek prosedur meliputi bagaimana jalannya pertunjukan ataubagaimana pertunjukan itu disajikan dari awal sampai akhir, kapan dan dimanapertunjukan itu diadakan, berapa lama waktu yang dibutuhkan. Aspek penontonmeliputi siapa penontonnya, bagaimana sikapnya, responnya ketika pertunjukanberlangsung, dan yang lebih penting adalah apa kontribusi penonton terhadappertunjukan selama peristiwa pertunjukan itu berlangsung (Wiyoso, 2011:12).Menurut Murgiyanto (1992:14), pertunjukan kesenian mempunyai aspek –aspek yang berkaitan dengan suatu tampilan kesenian. Aspek – aspek yangberkaitan dengan suatu penyajian kesenian dalam hal ini pertunjukan musik,meliputi :

111. Musik atau lagu (tembang)Musik yaitu rangkaian suara / bunyi yang dihasilkan dari instrumen (alat)musik yang dimainkan secara harmonis oleh seorang atau sekelompok pemusik(orang yang memainkan alat musik. Lagu yaitu rangkaian atau nada / melodi yangdisertai syair dan dibawakan oleh seorang / sekelompok penyanyi.2. Alat musikAlat musik adalah segala jenis instrumen musik baik melodis (bernada)maupun ritmis (tak bernada) yang berfungsi sebagai pembawa melodi atausebagai iringan dalam sebuah karya musik.Pada prinsipnya, segala sesuatu yangmemproduksi suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi, dapatdisebut alat musik. Namun, istilah ini umumnya diperuntukkan bagi perangkatditujukan khusus untuk musik.Bidang ilmu yang mempelajari alat musik disebutorganologi.3. PemainPemain adalah orang yang memainkan alat musik yang menyajikan lagudalam sebuah pertunjukan musik.4. PenontonPenonton adalah orang yang menonton sebuah pertunjukan. Suatupertunjukan atau penyajian musik tidak akan berlangsung tanpa adanya penonton.(Kamus Besar Bahasa Indonesia,1994:1068).5.Perlengkapan pementasanPerlengkapan pementasan adalah segala peralatan atau benda yang berfungsisebagai penunjang dan pendukung dalam sebuah pementasan kesenian.

126. Tempat pementasanTempat pementasan adalah tempat dimana sebuah pertunjukan keseniantersebut akan dipertontonkan kepada penikmat. Sebuah pertunjukan apapunbentuknya selalu memerlukan tempat dan ruangan guna menyelenggarakanpertunjukantersebut.Tempat pertunjukantersebut biasa dikenal denganpanggung.Secara umum panggung terbagi menjadi dua, yaitu panggung terbukadan panggung tertutup.Panggung terbuka adalah panggung yang terbuat dilapangan terbuka dan luas.Sedangkan panggung tertutup panggung yang dibuatdalam ruang tertutup, seperti di dalam sebuah gedung.7.Urutan PenyajianUrutan sajian adalah urut-urutan penyajian yang merupakan bagiankeseluruhan pementasan. Dalam sebuah bentuk pertunjukan seni, baik musikmaupun tari, mempunyai urut-urutan dari bagian pembukaan, pertunjukan inti,dan bagian penutup / akhir.Sedangkan menurut Susetyo (2009: 9-11), bentuk penyajian suatupertunjukan musik meliputi urutan penyajian, tata panggung, tata rias, tata busana,tata suara, tata lampu, dan formasi.1. Urutan penyajianBentuk seni pertunjukan, baik musik maupun tari mempunyai urutanurutan penyajian yang merupakan bagian dari keseluruhan pementasannya, namunada juga yang tidak.Untuk bentuk seni pertunjukan yang mempunyai urutansajian, dapat diamati apakah ada bagian pembuka, bagian utama, dan bagian akhiryang masih merupakan rangkaian dari keseluruhan pementasan.

132. Tata panggungPanggung adalah bangunan yang agak tinggi, lantainya bertiang, rwadarminta,1996:11).Tempat pertunjukan juga merupakan aspek yang penting, karena suatupertunjukan apapun bentuknya selalu memerlukan tempat pertunjukan atau ruangyang digunakan untuk menyelenggarakan pertunjukan seni itu sendiri.3. Tata BusanaMenurut Poerwadarminta (1996:172) busana mengandung pengertianpakaian atau perhiasan yang indah dipakai oleh seorang pemain musik pada saatdi atas panggung atau pertunjukan. Busana adalah segala sesuatu yang dipakaimulai dari rambut sampai kaki, ini berarti bahwa bagian-bagian busana hendaknyamelengkapi satu sama lain sehingga menjadi satuan penampilan busana yang utuh.4. Tata RiasFungsi tata rias adalah mengubah karakter pribadi menjadi karekter tokohyang sedang dibawakan untuk memperkuat ekspresi dan untuk menambah dayatarik penampilan.Tata rias pertunjukan berbeda dengan tata rias sehari-hari.Riasanyang digunakan pada pertunjukan Dogdog Kaliwon adalah rias untuk areaterbuka, yaitu pemakaian rias tidak terlalu tebal.5. Tata Caha

menyelesaikan skripsi dengan judul “Bentuk Pertunjukan dan Fungsi Kesenian Dogdog Kaliwon di Desa Bentarsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes”. Dalam penulisan skripsi ini penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapka