Transcription

BENTUK-BENTUK KALIMAT TIDAK EFEKTIFPADA TEKS NONSASTRA KARYA SISWA SMPKELAS VIISKRIPSIuntuk meraih gelar Sarjana PendidikanOleh :Nama: Masrutin NikmahNIM: 2101412062Program Studi: Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesiaJurusan: Bahasa dan Sastra IndonesiaFAKULTAS BAHASA DAN SENIUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2016i

ii

iii

iv

MOTO DAN PERSEMBAHANMOTO1. Do the best, be good, then you wiil the best.Lakukan yang terbaik bersikaplah yang baik maka kau akan menjadi yangterbaik.2. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga mereka maumengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar Ra’d 13:11)PERSEMBAHAN1. Skripsi ini saya persembahkan untuk ayahandaKusnin dan ibunda tercinta, Trimiyati, terimakasih atas doa dan dukungan yang selalumenyertai setiap langkahku.2. Terima kasih kepada kakakku Saufi Mahrus,Dumroh Fiyati, dan Joni Gunoto yang selalumemberikan doa dan semangat.3. Terimakasihkepadasahabat-sahabatku,Daryanto, kos Mutiara, dan teman-teman PBSIrombel dua yang selalu memberi dukungandan semangat.4. Semua pihak yang membantu dalam prosespenulisan skripsi ini.v

PRAKATASegala puji dan syukur hanya bagi Allah Swt karena limpahan rahmat,nikmat, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini denganlancer. Selawat serta salam selalu tercurahkan kepada baginda agung Muhammadsaw, para keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.Skripsi berjudul “Bentuk-Bentuk Kalimat Tidak Efektif pada TeksNonsastra Karya Siswa SMP Kelas VII”, disusun untuk memperoleh gelar SarjanaPendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa danSeni Universitas Negeri Semarang. Penulis menyadari dalam penyusunan skripsiini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis, tetapi berkat bimbingan,dukungan, dan doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sampaikanucapan terima kasih kepada Drs.Wagiran, M.Hum. (PembimbingdanProf.Rustono, M.Hum. (Pembimbing II) yang telah meluangkan waktunya untukmemberikan bimbingan, arahan, dan saran-saran selama penyusunan skripsi.Ucapan terima kasih selanjutnya saya sampaikan kepada:1. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni dan Ketua Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untukmenyelesaikan skripsi ini.2. Teristimewa untuk orang tua Penulis, Bapak Kusnin dan Ibu Trimiyati yangtelah memberikan kasihs ayang, doa, dan dukungan untuk kesuksesanputrinya.3. Kakak-kakakku tersayang, Saufi Mahrus, Dumroh Fiyati, Joni Gunoto yangselalu memberikan dukungan.4. Keluarga besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya rombeldua angkatan 2012, pengurus Hima angkatan 2012/2013, dan teman-temankos Mutiara yang telah memberikan semangat dan dukungan.5. Teman seperjuangan, Daryanto yang selalu memberikan motivasi, semangat,dan dukungan yang tiada henti.6. Semua orang yang telah berjasa dalam pembuatan skripsi yang tidak bisadisebutkan satu-persatu.vi

Penulis berdoa dan berharap semoga semua pihak yang telah membantumendapat balasan yang lebih baik dari Allah Swt. Demikianlah yang dapat penulissampaikan, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca.Semarang, 9 Agustus 2016Penulisvii

SARIMasrutin Nikmah. Bentuk-Bentuk Kalimat Tidak Efektif pada Teks NonsastraKarya Siswa SMP Kelas VII. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia,Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs.Wagiran, M.Hum.,Pembimbing II: Prof. Rustono, M.Hum.Kata Kunci :kalimat, kalimat efektif, teks nonsastra.Kalimat merupakan suatu pernyataan berupa lisan atau tulisan yangmempunyai arti. Kalimat harus mampu membuat pembaca memahami maksudyang hendak disampaikan penulis sehingga tujuan penulis dapat tercapai. Untukmencapai tujuan tersebut, kalimat harus ditulis secara efektif. Kalimat efektifmerupakan kalimat yang sesuai kaidah kebahasaan dan memiliki kemampuanuntuk menyampaikan pokok pikiran penulis kepada pembaca. Penggunaankalimat efektif dapat diterapkan dalam penulisan teks nonsastra. Teks nonsastraharus menggunakan kalimat efektif karena teks nonsastra tidak hanya berisipenyampaian gagasan tetapi berusaha menerangkan pokok pikiran agarmemperluas pengetahuan pembaca. Oleh karena itu, penggunaan kalimat efektifpada teks nonsastra sangat penting.Berdasarkan hal tersebut, masalah umum penelitian ini adalah“Bagaimanakah bentuk-bentuk kalimat tidak efektif pada teks nonsastra karyasiswa SMP kelas VII?. Masalah secara umum tersebut dijabarkan menjadi enamrumusan masalah berdasarkan ciri-ciri kalimat efektif. Penelitian ini bertujuanmendeskripsi bentuk-bentuk kalimat tidak efektif pada teks nonsastra karya siswaSMP kelas VII. Tujuan tersebut dijabarkan menjadi enam tujuan berdasarkanrumusan masalah.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatandeskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang diduga tidak efektif.Data ini diperoleh dari keterlibatan peneliti sebagai instrumen dalam menganalisiskalimat pada teks nonsastra karya siswa SMP kelas VII. Metode pengumpulandata dalam penelitian ini adalah metode simak, dilanjutkan dengan teknik catat.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agihsedangkan teknik lanjutan yang digunakan meliputi teknik lesap, teknik sisip,teknik ganti, dan teknik ubah ujud. Metode penyajian hasil analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal.Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa sebanyak empat belas bentukkalimat tidak efektif terletak pada unsur kesepadanan meliputi (1) subjek danpredikat yang kurang jelas, (2) adanya subjek ganda dalam kalimat, (3)ketidaktepatan penggunaan kata penghubung intrakalimat dan antarkalimat, dan(4) terdapat kata yang di depan predikat. Satu bentuk kalimat tidak efektif terletakviii

pada unsur keparalelan yaitu adanya dua bentuk kata yang mewakili predikatberasal dari bentuk yang berbeda. Sebanyak lima belas bentuk kalimat tidakefektif terletak pada unsur kehematan. Kesalahan tersebut meliputi (1) adanyapengulangan subjek dalam sebuah kalimat, (2) superordinat pada hiponimi katadalam kalimat, (3) kesinoniman dalam satu kalimat, dan (4) kata-kata yangberbentuk jamak yang dijamakkan kembali dalam satu kalimat. Sebanyak duapuluh dua bentuk kalimat tidak efektif terletak pada unsur kepaduan meliputi (1)terdapatnya kalimat yang terlalu panjang dan bertele-tele, (2) kalimat tidakmempergunakan pola aspek agen verbal secara tertib, dan (3) terdapat katatentang diantara predikat kata kerja dan objek penderita. Sebanyak sembilanbentuk kalimat tidak efektif terletak pada unsur kecermatan meliputi pilihan katayang tidak tepat serta kalimat Sebanyak tujuh bentuk kalimat tidak efektif terletakpada unsur kelogisan meliputi adanya kalimat yang tidak logis dan tidak sesuaidengan ejaan yang berlaku. Bentuk kalimat tidak efektif terletak pada unsurinterferensi meliputi pengaruh bahasa Inggris dan bahasa Jawa.Berdasarkan simpulan tersebut disarankan bagi peneliti yang berminatdengan jenis penelitian ini bisa mengembangkan penelitiannya lebih luas.Penelitian dapat dikembangkan dengan cara menambah rumusan masalah yangada. Teori yang diacu peneliti untuk menganalisis data berupa enam ciri-cirikalimat efektif meliputi ciri kesepadanan, keparalelan, kehematan, kepaduan,Kecermatan, serta kelogisan. Namun, penulis menemukan kesalahan yang belumterdapat dalam teori sebelumnya. Penulis menambahkan satu unsur lagi sebagaiacuan analisis kesalahan tersebut yaitu unsur intereferensi sehingga terdapat tujuhciri kalimat efektif yang digunakan peneliti dalam menganalisis. Ketujuh ciritersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya. Penelitian inimembuktikan bahwa terdapat banyak ketidakefektifan pada tulisan siswa sehinggadiharapkan guru Bahasa Indonesia memilih metode dan strategi pembelajaranyang tepat, agar pembelajaran menulis teks nonsastra dengan kalimat efektifdapat dipahami dengan baik oleh siswa. Hendaknya guru juga memberikanevaluasi setelah pembelajaran menulis teks nonsastra agar siswa mengetahuikesalahan penulisan yang dilakukan.ix

DAFTAR ISIPERSETUJUAN PEMBIMBING . iiPENGESAHAN KELULUSAN . iiiPERNYATAAN . ivMOTO DAN PERSEMBAHAN . vPRAKATA . viSARI . viiDAFTAR ISI . xBAB I PENDAHULUAN . 11.1 Latar Belakang Masalah. 11.2 Identifikasi Masalah . 71.3 Cakupan Masalah . 71.4 Rumusan Masalah . 71.5 Tujuan Penelitia . 81.6 Manfaat Penelitian . 9BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORETIS . 112.1 Kajian Pustaka. 112.2 Kerangka Teoretis . 21x

2.2.1 Hakikat Kalimat Efektif . 212.2.1.1 Pengertian Kalimat . 222.2.1.2 Pengertian Kalimat Efektif . 242.2.1.3 Ciri-Ciri Kalimat Efektif . 272.2.1.3.1 Ciri Kesepadanan . 302.2.1.3.2 Ciri Keparalelan . 342.2.1.3.3 Ciri Kehematan . 352.2.1.3.4 Ciri Kecermatan . 382.2.1.3.5 Ciri Kepaduan . 402.2.1.3.6 Ciri Kelogisan . 422.2.1.3.7 Interferensi . 422.2.2. Hakikat Teks Nonsastra . 432.2.2.1 Pengertian Teks Nonsastra . 432.2.2.2 Jenis-jenis Teks Nonsastra . 452.2.2.2.1 Teks Laporan Hasil Observasi . 452.2.2.2.2 Teks Tanggapan Deskriptif . 462.2.2.2.3 Teks Eksposisi. 472.2.2.2.4 Teks Eksplanasi . 48xi

BAB III METODE PENELITIAN . 53.1 Pendekatan Penelitian . 503.2 Data dan Sumber Data . 513.3 Lokasi Penelitian . 513.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data . 523.5 Metode dan Teknik Analisis Data . 533.6 Metode Penyajian Hasil Analisis Data . 56BAB IV REALISASI KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA TEKSNONSASTRA KARYA SISWA SMP KELAS VII . 574.1 Bentuk Kesalahan Unsur Kesepadanan . 574.1.1 Penggunaan Penghubung Intrakalimat dan Antarkalimat dengan Tepat . 584.1.2 Tidak Terdapat Subjek Ganda . 634.1.3 Kalimat Mempunyai Subjek dan Predikat yang Jelas . 644.1.4 Predikat Tidak Didahului Kata yang . 664.2 Bentuk Kesalahan Unsur Keparalelan . 684.3 Bentuk Kesalahan Unsur Kehematan . 694.3.1 Menghilangkan Pengulangan Subjek . 704.3.2 Menghindarkan Superordinat pada Hiponimi Kata . 71xii

4.3.3 Menghilangkan Kesinoniman dalam Satu Kalimat. 724.3.4 Tidak Menjamakkan Kata Berbentuk Jamak . 784.4 Bentuk Kesalahan Unsur Kepaduan . 804.4.1 Menggunakan Pola Aspek Agen Verbal Secara Tertib. 804.4.2 Tidak Menyisipkan Kata Antara Kerja dan Objek Penderita. 814.4.3 Kalimat Tidak Bertele-tele . 834.5 Bentuk Kesalahan Unsur Kecermatan . 944.6 Bentuk Kesalahan Unsur Kelogisan . 1014.7 Bentuk Kesalahan Unsur Interferensi . 105BAB V PENUTUP . 1135.1 Simpulan . 1135.2 Saran . 116DAFTAR PUSTAKA . 118LAMPIRAN . 123xiii

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahBahasa merupakan alat komunikasi manusia. Melalui bahasa, manusia dapatmengungkapkan gagasan, pikiran, ide, perasaan, dan tujuan kepada sesama penggunabahasa. Agar diterima oleh lawan bicara atau mitra tutur, bahasa yang digunakanhendaknya menggunakan bahasa yang dapat mendukung tercapainya tujuan ataukeinginan pembicara. Ada dua ragam bahasa yang digunakan manusia untukberkomunikasi yaitu ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. Ragam bahasa lisanmudah dipahami dibandingkan ragam bahasa tulis. Bahasa lisan didukung olehmimik, gestur dan intonasi pembicara, sedangkan bahasa tulis dapat dituangkandalam bentuk kalimat. Kalimat harus disusun berdasarkan kaidah-kadaih tertentu agarpembaca dapat memahami apa yang hendak disampaikan penulis sehingga tujuanpenulis dapat tercapai. Penulisan kalimat berdasarkan kaidah-kaidah tertentu dapatdipelajari dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh karena itu, manusia dituntutuntuk mempelajari bahasa.Melalui pembelajaran bahasa Indonesia, manusia dapat memiliki keterampilanberbahasa. Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen yaitu keterampilanmenyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Akan tetapi, pelajaran bahasaIndonesia sekarang masih dianggap sepele oleh siswa. Banyak siswa yang1

2Menganggap pelajaran bahasa Indonesia tidak penting dan mudah dipelajaridibanding mata pelajaran lain. Pemikiran seperti inilah yang membuat siswa tidakmemiliki motivasi untuk belajar bahasa Indonesia terutama aspek menulis, padahalmenulis merupakan salah satu keterampilan bahasa yang sangat penting.Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat produktifkarena menghasilkan sebuah karya berupa tulisan. Menurut Tarigan (2008: 4) dalamkehidupan yang modern seperti sekarang, keterampilan menulis sangat dibutuhkan.Keterampilan menulis merupakan ciri orang terpelajar atau bangsa yang terpelajar.Hal itu menunjukkan bahwa keterampilan menulis menjadi hal yang sangat penting.Kegiatan menulis perlu dibiasakan bagi seseorang untuk mencapai tingkat terampildalam menulis. Apabila seseorang makin sering menulis, makin mahir pulamelakukan kegiatan menulis.Keterampilan menulis dapat dilatih dengan membuat karangan. Karanganmerupakan tulisan atau gagasan pemikiran seseorang dengan tema tertentu. Karangandibedakan menjadi dua yaitu karangan sastra dan karangan nonsastra. Mengacupembelajaran kurikulum 2013, mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Teksnonsatra kelas VII yang dibelajarkan pada semester satu dan dua meliputi tekslaporan hasil observasi, teks tanggapan deskriptif, teks nonsastra, dan teks eksplanasi.Ide atau gagasan teks nonsastra ditulis dalam bentuk kalimat. Kalimat-kalimattersebut harus disusun dengan jelas menurut kaidah-kaidah yang benarseperti,predikat dan subjek yang jelas, diksi atau pemilihan kata yang tepat, dan ejaan yang

3benar. Jika kalimat-kalimat tersebut ditulis berdasarkan kaidah-kaidah yang benar,tujuan penulis cepat mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat berdasarkan kaidahkaidah yang benar disebut kalimat efektif. Teks nonsastra harus menggunakankalimat efektif karena teks nonsastra tidak hanya berisi penyampaian gagasan tetapiberusaha menerangkan pokok pikiran agar memperluas pengetahuan pembaca.Kalimat efektif merupakan kalimat yang memiliki kemampuan untukmenyampaikan pokok pikiran penulis kepada pembaca. Menurut Arifin dan Tasai(2008:97) kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untukmenimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca sepertiapa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Syarat sebagai kalimat efektif,yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antar bagiannya logis dansesuai dengan ciri-ciri kalimat efektif yaitu, kesepadanan, keparalelan, kehematan,kecermatan, kepaduan, dan kelogisan.Berdasarkan pengamatanpenulis terhadap karangan nonsastra siswa disebuah sekolah yang menggunakan kurikulum 2013, hasil belajar siswa khususnyamateri menulis teks nonsastra masih rendah. Kelemahan terletak pada pilihan katayang tidak tepat, penggunaan ejaan yang tidak benar, ketidakjelasan subjek dankalimat yang terlalu panjang sehingga tidak padu. Hal ini berarti kompetensipengetahuan dan keterampilan siswauntuk menulis teks nonsastra belum baikkhususnya menulis dengan kalimat efektif.

4Siswa tidak memperhatikan ejaan dan unsur-unsur penting dalam kalimatseperti subjek dan predikat. Sebuah kalimat harus mempunyai subjek dan predikatdengan jelas. Ketidakjelasan subjek dan predikat dalam suatu kalimat membuatkalimat menjadi tidak efektif. Seperti kalimat dalam karangan siswa berikut ini.(1) Dalam tahun-tahun terakhir merambat ke Indonesia, terutama di daerahpegunungan Lembang, Cipanas, dan Dieng. (Sumber: Teks eksplanasikarya siswa kelas VII)Kalimat (1) termasuk kalimat tidak efektif pada unsur kesepadanan. Kalimat tersebutdianggap tidak sepadan karena penggunaan kata depan pada kata dalam tahun-tahunterakhir menyalahi salah satu aturan ciri kesepadanan, yaitu pemakaian kata depandalam- didepan subjek. Kehadiran preposisi atau kata depan di depan subjek kalimatmembuat subjek kalimat tidak jelas dan kabur. Oleh karena itu kalimat (1) yangberbunyi : Dalam tahun-tahun terakhir merambat ke Indonesia, terutama di daerahpegunungan Lembang, Cipanas, dan Dieng tidak dapat dianggap sebagai kalimatefektif. Kalimat (1) dapat diperbaiki sebagai berikut.Tahun-tahun terakhir merambat ke Indonesia, terutama di daerah pegununganLembang, Cipanas, dan Dieng.Selain ketidakjelasan subjek dan predikat, pilihan kata pun kurangdiperhatikan siswa ketika membuat karangan. Mereka tidak memperhatikan bahwakata-kata yang ditulisnya sudah tepat atau belum dengan tujuan yang hendakdisampaikan. Pilihan kata merupakan unsur yang sangat penting dalam mengarang

5tulisan atau tutur kata. Kata yang tepat akan membantu seseorang dalammengungkapkan apa yang ingin disampaikan, baik tulis maupun lisan.(2) Musimnya yang sangat panas menyebabkan semua kekeringan.(Sumber: Teks eksplanasi karya siswa kelas VII)Kalimat (2) termasuk kalimat tidak efektif pada unsur kecermatan. Terdapat pilihankata yang tidak tepat pada kalimat tersebut. Pilihan kata merupakan hal yang sangatpenting untuk sebuah penulisan sebuah kalimat agar kalimat dapat dipahamimaknanya. Terdapat pilihan kata yang tidak tepat dalam kalimat (2) yaitu pada katamusimnya. Seharusnya kata musimnya diganti dengan cuacanya karena yang panasbukan musim tetapi cuaca. Perbaikan kalimat (1) dapat diperbaiki sebagai berikut.Cuacanya yang sangat panas menyebabkan semua kekeringan.Kelemahan siswa yang lain adalah penulisan kalimat yang tidak padu. Banyaktulisan siswa yang terlalu panjang dan bertele-tele sehigga kalimat menjadi tidakpadu. Menurut Arifin dan Tasai (2008:103) yang dimaksud kepaduan ialahpernyataan dalam kalimat sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecahpecah. Kalimat yang tidak padu atau bertele-tele mencerminkan cara berfikir yangtidak sistematis. Seperti penggalan kalimat teks nonsastra karya siswa berikut ini.(3) Selain itu, juga diberi contoh-contoh tentang gending-gending jawa.(Sumber: Teks nonsastra karya siswa kelas VII)Kalimat (3) termasuk kalimat yang tidak efektif. Bentuk kesalahan terletakpada ciri kepaduan. Kalimat tersebut tidak padu karena bertele-tele. Kalimat yang

6padu tidak menyisipkan sebuah kata kerja antara predikat dan objek penderita sepertikata yang digaris bawah. Perbaikan kalimat (3) adalah berikut ini.Selain itu, diberi juga contoh gending-gending jawa.Faktor-faktor yang sudah dipaparkan terjadi karena siswamengenaibelum pahamkalimat efektif sehingga akan ditemukan kesalahan kalimat atauketidakefektifan kalimat dalam tulisan. Ketidakpahaman dalam membuat kalimatefektif menjadi kendala dalam membuat karangan yang baik.Masalah ketidakefektifan kalimat merupakan masalah yang sangat strategisuntuk diteliti. Penggunaan kalimat yang tidak efektif tidak bisa dibiarkan terusmenerus. Jika hal tersebut dibiarkan akan fatal. Tulisan-tulisan mereka akan sulitdipahami sehingga informasi tidak sampai pada pembaca. Jika informasi tidak dapattersampaikan secara baik, maka komunikasi antara penulis dan pembaca akanterhenti. Jika komunikasi terhenti, ilmu pun akan terhenti. Ilmu-ilmu pada tulisantersebut tidak bisa diserap oleh pembaca. Maka dari itu, perlu adanya pembahasanmasalah ketidakefektifan kalimat.Berdasarkan beberapa masalah dan pertimbangan tersebut, penelitianpenggunaan kalimat efektif sangatlah penting dilakukan sehingga penulis menelititopik tersebut. Judul penelitian ini adalah “Bentuk-Bentuk Kalimat Tidak Efektifpada Teks Nonsastra Karya Siswa SMP Kelas VII”.

71.2 Identifikasi MasalahBerdasarkan judul dan latar belakang masalah, permasalahan penelitian ini,meliputi:1) ketidaktepatan ejaan dalam teks nonsastra karya siswa kelas VII;2) ketidakjelasan subjek dan predikat dalam teks nonsastra karya siswa kelas VII;3) ketidaktepatan penggunaan pilihan kata dalam teks nonsastra karya siswa kelasVII;4) penggunaan kalimat tidak padu dalam teks nonsastra karya siswa kelas VII; dan5) rendahnya pengetahuan siswa tentang kalimat efektif.1.3 Cakupan MasalahBerdasarkan identifikasi masalah, cakupan masalah penelitian ini dibatasipada penggunaan ciri-ciri kalimat efektif yaitu kesepadanan,keparalelan, kehematan,kecermatan, kepaduan, dan kelogisan yang terdapat dalam teks nonsastra siswa SMPkelas VII.1.4 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, dapat dirumuskanmasalah penelitian secara umum yaitu bentuk-bentuk kalimat tidak efektif pada teksnonsastra karya siswa SMP Negeri 1 Warungasem Batang. Rumusan masalahtersebut di uraikan berdasarkan ciri-ciri kalimat efektif sebagai berikut.

81) Bagaimanakah bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kesepadanan teksnonsastra karya siswa SMP kelas VII?2) Bagaimanakah bentuk kalimat tidak efektif pada unsur keparalelan teks nonsastrakarya siswa SMP kelas VII?3) Bagaimanakah bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kehematan teks nonsastrakarya siswa SMP kelas VII?4) Bagaimanakah bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kecermatan teks nonsastrakarya siswa SMP kelas VII?5) Bagaimanakah bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kepaduan teks nonsastrakarya siswa SMP kelas VII?6) Bagaimanakah bentuk kalimat tidak efektifpada unsur kelogisan teks nonsastrakarya siswa SMP kelas VII?1.5 Tujuan MasalahBerdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:1) mendeskripsikan bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kesepadanan teksnonsastra karya siswa SMP kelas VII;2) mendeskripsikan bentuk kalimat tidak efektif pada unsur keparalelan teksnonsastra karya siswa SMP kelas VII;3) mendeskripsikan bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kehematan teksnonsastra karya siswa SMP kelas VII;4) Mendeskripsikan bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kecermatan teksnonsastra karya siswa SMP kelas VII;5) mendeskripsikan bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kepaduan teks nonsastrakarya siswa SMP kelas VII; dan6) mendeskripsikan bentuk kalimat tidak efektif pada unsur kelogisan teks nonsastrakarya siswa SMP kelasaVII.

91.6 Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam dunia pendidikan, baikmanfaat teoretis maupun praktis.1) Manfaat TeoretisManfaat teoretis hasil penelitian ini dapat menambah khazanah keilmuan yangdapat dirujuk oleh para peneliti, pengambil kebijakan, editor, para guru bahasaIndonesia, siswa, atau siapa saja yang menaruh minat pada perkembangan inovasi dibidang pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya menulis dengan kalimat efektif.Penelitian ini diharapkan dapat memberi saran untuk peningkatan pembelajaranmenulis dengan kalimat efektif pada teks nonsastra.2) Manfaat PraktisSecara praktis, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi guru atau pengajar,peserta didik, dan sekolah. Bagi seorang guru, penelitian ini bermanfaat untukmenambah informasi mengenai kalimat efektif. Penelitian ini dapat bermanfaat bagidosen serta guru bahasa Indonesia dalam menjelaskan materi keefektifan kalimat saatpembelajaran menulis karangan nonsastra.Bagi peserta didik, penelitian ini menjadi solusi serta mempermudahpembelajaran menulis dengan kalimat efektif untuk teks nonsastra. Bagi sekolah,penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam rangka peningkatan mutu

10pembelajaran. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan referensi dan bahanpembelajaran menulis teks nonsastra dengan kalimat efektif.

11BAB IIKAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORETIS2.1 Kajian PustakaAnalisis kalimat tidak efektif merupakan subjekpenelitian yang sangatmenarik. Melalui penelitian ini, dapat diketahui bentuk-bentuk kesalahan kalimatefektif yang ditulis siswa. Penelitian yang berkaitan dengan topik ini sudah banyakdilakukan oleh beberapa peneliti. Peneliti-peneliti tersebut sebagian besar memilihsasaran pada jenjang pendidikan menengah pertama.Ada beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian bentuk-bentukkalimat tidak efektif pada teks nonsastra karya siswa SMP kelas VII. Tinjauanterhadap penelitian terdahulu digunakan untuk mengetahui keterkaitan denganpenelitian yang dilakukan. Penelitian-penelitian tersebut antara lain dilakukan olehWidiarti (2008), Darus (2009), Sarfraz (2011), Prasetyo (2013), Marpaung et al(2014), Nuraseni (2014), Juliana (2014), Mazwinati (2014), Shofiyah (2014), danNofiandari (2015).Penelitian telah dilakukan oleh Widiarti (2008) dengan judul “AnalisisKesalahan Kalimat Efektif dalam Karangan Siswa Kelas VIII SMP Negeri GampingSleman, Yogyakarta Tahun Ajaran 2006/2007”. Hasil penelitianya adalah jumlahtotal kesalahan yang ditemukan sebesar 170 kesalahan yang terdiri dariketidakefektifan dalam hal kesepadanan dan kesatuan sebesar 60 butir kesalahan

12(35,29%), ketidakefektifan dalam hal kesejajaran sebesar 8 butir kesalahan (4,70%),ketidakefektifan dalam hal penekanan kalimat sebesar 9 butir kesalahan (5,29%),ketidakefektifan dalam hal kehematan kalimat sebesar 79 butir kesalahan (46,47%),dan ketidakefektifan dalam hal kevariasian kalimat sebesar 14 butir kesalahan(8,23%).Persamaan penelitian Widiarti (2008) dengan penulis terletak pada topikpenelitian. Selain hal itu,mendeskripsikanmasalah yang diteliti juga sama. Widiarti -cirikeefektifan kalimat. Tetapi, kriteria atau ciri-ciri kalimat efektif yang digunakansebagai acuan anilisis Widiarti (2008) berbeda dengan penulis. Kriteria tersebutmeliputi (1) ketidakefektifan dalam hal kesepadanan dan kesatuan kalimat, (2)ketidaksejajaran kalimat, (3) penekanan kalimat, (4) ketidakhematan kalimat, (5)ketidakvariasian kalimat. Terdapat lima kriteria yang digunakan Widiarti (2008)sedangkan penulis menggunakan enam kriteria. Perbedaan selanjutnya terletak padadata yang diteliti. Data yang diteliti dalam penelitia

digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa sebanyak empat belas bentuk kalimat tidak efektif terletak pada unsur kesepadanan meliputi (1) subjek dan predikat yang kurang jelas, (2) adanyasubjek ganda dalam kalimat, (3) ketidaktepatan penggunaan kata penghubung intrakalimat dan antarkalimat, dan