Transcription

RELASI SEMANTIK VERBADALAM BAHASA MELAYU DIALEK SEKADAUNini Risanti, Sisilya Saman, Amriani AmirProgram Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UntanEmail: [email protected]: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik sinonim,antonim, polisemi, homonim, dan hiponim verba dalam BMDS. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitiankualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung relasisemantik verba dalam BMDS. Sumber data dalam penelitian ini adalah BMDSyang dituturkan oleh penutur asli BMDS. Berdasarkan hasil analisis data daaptdisimpulkan bahwa dalam BMDS terdapat relasi semantik verba yang terdiri atas30 jenis verba sinonim BMDS yang bersifat total dan komplet, 8 jenis yangbersifat komplet tetapi tidak total, 6 jenis sinonim total tetapi tidak komplet, 2jenis sinonim tidak total dan tidak komplet. Relasi antonim ditemukan 21 jenisverba, polisemi verba ditemukan 14 jenis, homonim verba BMDS ditemukan 20verba, dan hiponim ditemukan 12 jenis.Kata kunci: relasi semantik, verba BMDSAbstract: This study aimed to describe the semantic relation synonyms,antonyms, homonyms, and polysemy in verbs hiponim BMDS. The method ofresearch used is descriptive method in qualitative research. The data of thisresearch are words containing Semantic verb relations in BMDS. The source ofdata in this research is BMDS which are spoken by the native speaker of Malaylanguage in Sekadau Dialect. Based on the data analysis, it is concluded that thereare Semantic verb relations in BMDS. They are: 30 types of total and completesynonymous verb, 8 types of complete but not total synonymous verb, 6 types oftotal but incomplete synonymous verb, and 2 types of not total and incompletesynonymous verb. There are also found 21 antonymous verb, 14 types polysemyverb, 20 homonym verb, and 12 types of hyponym verb.Key words: semantic relations, BMDS verbs.Bahasa Melayu Dialek Sekadau (selanjutnya disingkat BMDS) merupakan satudi antara bahasa daerah yang ada di Kalimantan Barat yang hingga saat inimasih digunakan oleh masyarakat Melayu Sekadau.Peranan bahasa daerah sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakatdalam lingkungan tempat tinggalnya memberikan peranan penting terhadapperkembangan bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai lambang kebangsaan1

daerah. Hubungan dan fungsi bahasa Indonesia berfungsi sebagai pendukungbahasa Indonesia, bahasa pengantar bagi masyarakat, dan sebagai sarana untukmendukung kebudaayaan daerah. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah jugamemiliki peranan penting dalam kaitannya dengan pertumbuhan danperkembangan bahasa daerah sehingga bahasa daerah perlu dipeliharakeberadaannya di tengah masyarakat yang hidup di era globalisasi yang serbamodern seperti sekarang ini. Mengingat pentingnya fungsi bahasa, perludilakukan perhatian khusus. Perhatian khusus yang dimaksud dapat dilakukandengan upaya membina, memelihara, mengembangkan, dan melestarikan bahasadaerah. Khususnya dalam hal ini adalah BMDS. Hal yang harus dilakukan adalahmelakukan penelitian terhadap penggunaan BMDS.Penelitian ini berkenaan dengan bidang linguistik. Penelitian bidanglinguistik dalam hal ini merupakan penelitian berkaitan dengan ilmu yangmempelajari kebahasaan. Bidang linguistik dijadikan sebagai dasar untukmengetahui dan meneliti BMDS. Linguistik merupakan ilmu tentang bahasa atauilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Linguistik memilikibeberapa aspek kebahasaan yang dapat diteliti. Peneliti memilih satu di antarabeberapa aspek yang termasuk ke dalam bidang linguistik, yaitu memfokuskanpada bidang semantik. Semantik merupakan bidang linguistik yang mempelajarihubungan makna atau arti dalam bahasa atau hal-hal yang ditandainya (Chaer,2009: 2).BMDS yang digunakan sebagai alat komunikasi antarmasyarakat memilikisistem linguistik seperti halnya bahasa Indonesia maupun dialek daerah lainnya.Sistem linguistik yang dimaksud dalam hal ini adalah relasi semantik, semantikadalah ilmu yang mempelajari seluk beluk makna kata dan perkembangannya.Relasi semantik adalah hubungan antara makna kata yang satu denganmakna kata yang lainnya. Misalnya hubungan antara kata baik dan buruk, tinggidan rendah yang menyatakan hubungan perlawanan (antonim). Hubungan antarakata saya dan kata aku, kata kamu dan kata anda yang menyatakan hubunganpersamaan (sinonimi). Hubungan antara kata bisa yang berarti „racun‟ dengankata bisa yang berarti „dapat‟ yang menyatakan hubungan kelainan makna(homonimi).Menurut Chaer (2012: 297) relasi makna adalah hubungan semantikyang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yanglainnya. Satuan bahasa di sini dapat berupa kata, frase, maupun kalimat; danrelasi semantik itu dapat menyatakan kesamaan makna, pertentangan makna,ketercakupan makna, kegandaan makna, atau juga kelebihan makna. Relasisemantik biasanya membicarakan masalah-masalah yang disebut sinonim,antonim, polisemi, homonim, hiponim, ambiguiti, dan redudansi.Penutur BMDS tersebar di seluruh Kabupaten Sekadau. Penelitian inidifokuskan di Kecamatan Sekadau Hilir mengingat luasnya wilayah pemakaiBMDS peneliti memfokuskan penelitian pada satu desa yaitu Desa MunggukKecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau.Penelitian sejenis pernah dilakukan oleh Kristina (2008) dengan judul“Relasi Semantik Kata dalam Bahasa Dayak Kanayant Dialek Ahe”, membahasmengenai relasi antara bentuk dan makna, relasi antara dua makna, dan relasi2

dalam bentuk homonim dalam BDK dialek Ahe. Cici Pradila (2008) dengan judul“Relasi Semantik Kata dalam Bahasa Melayu Dialek Sanggau”, membahasmengenai relasi semantik kata sinonim, antonim, homonim, hiponim, danpolisemi dalam bahasa Melayu Dialek Sanggau.Penelitian yang peneliti lakukan ini berkaitan dengan pembelajaran bahasaIndonesia khususnya pembelajaran bahasa. Pembelajaran mengenai maknaterdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) kelas X SMK.Standar Kompetensi 2: Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkatMadya dengan Kompetensi Dasar 2.4: Membaca untuk memahami makna kata,bentuk kata, ungkapan, dan kalimat dalam konteks bekerja.METODEMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki denganmenggambarkan subjek atau objek penelitian berdasarkan data sebagaimanaadanya pada saat melakukan penelitian yang diuraikan menggunakan kata-kataataupun kalimat bukan data bentuk angka-angka atau mengadakan penghitungan.Hal ini sesuai dengan pendapat Moleong (2007: 11) mengatakan bahwa data yangdikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiankualitatif. Bentuk penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang dapatmenjelaskan unsur yang disertai dengan penjelasan yang tidak berupa angkaangka, tetapi data yang telah dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dansebagainya sesuai dengan permasalahan yang dibicarakan oleh peneliti.Prosedur dalam penelitian ini terdiri atas 4 tahap, yaitu: 1) transkripsi, 2)penerjemahan, 3) klasifikasi, 4) Analisis Data, 5) Penarikan Kesimpulan.TranskripsiMenurut Kridalaksana (2008: 246) transkripsi adalah pengubahan wicara menjadibentuk tertulis, biasanya dengan menggambarkan tiap bunyi/fonem dengan satulambang. Pada tahap ini semua ujaran yang telah direkam atau dicatat dipilihsesuai dengan permasalahan. Kemudian data yang telah diperoleh dari hasilpengumpulan data dipilah sesuai dengan pembahasan untuk ditranskripsikan.Transkripsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah transkripsi lisan ke dalambentuk tulisan.PenerjemahanPada tahap ini data yang telah ditranskripsikan diterjemahkan ke dalam bahasaIndonesia agar memudahkan pembaca untuk memahami makna kata tersebut.KlasifikasiData yang telah diterjemahkan kemudian pada tahap ini diklasifikasikanberdasarkan submasalahnya. Adapun submasalah tersebut adalah kesamaanmakna, pertentangan makna, ketercakupan makna, kegandaan makna, atau jugakelebihan makna yang terdapat dalam BMDS.Analisis DataData yang telah diklasifikasikan atau dikelompokkan kemudian dianalisisberdasarkan submasalah dalam penelitian, sebagai berikut.1. Menganalisis relasi semantik sinonim verba dalam BMDS.3

2.3.4.5.6.Menganalisis Relasi semantik antonim verba dalam BMDS.Menganalisis Relasi semantik polisemi verba dalam BMDS.Menganalisis Relasi semantik homonim verba dalam BMDS.Menganalisis Relasi semantik hiponim verba dalam BMDS.Mendiskusikan hasil analisis dengan dosen pembimbing.Penarikan KesimpulanPada tahap ini peneliti membuat simpulan secara keseluruhan sehingga diperolehdeskripsi linguistik secara menyeluruh mengenai relasi semantik verbaberdasarkan kesamaan makna, pertentangan makna, ketercakupan makna,kegandaan makna, atau juga kelebihan makna yang terdapat dalam BMDS.HASIL DAN PEMBAHASANHasil PenelitianHasil penelitian ini akan diuraikan berdasarkan masalah yang dibahas dalampenelitian. Pemaparan analisis data berdasarkan masalah yang dibahas dalampenelitian, yaitu analisis sinonim verba BMDS, analisis antonim verba BMDS,polisemi verba BMDS, analisis homonim verba BMDS, dan analisis hiponimverba BMDS Data dalam penelitian ini dicantumkan ke dalam bentuk tabelkemudian dideskripsikan diikuti dengan analisis data berdasarkann masalahtersebut.Tabel 1 Sinonim Total dan Komplet Verba dalam BMDSNoKosakata VerbaBMDS1. insit2. u kel3. a kat4. alih5. nua 6. nima 7. nantay8. elumpat9. gu in10. becica Pasangan SinonimBMDS ese u kitna o minah u ah, iuh, alin ibo nadah eluncat alaybedodasKosa Kata enimbamenadahmelompatmerbaringmerlariPembahasan(1) insit dan ense Verba insit dan ense merupakan sinonim yang bersifat total dankomplet. Kedua verba tersebut diaktakan total dan komplet karena keduanya dapatsaling menggantikan dalam setiap konteks kalimatnya, serta memiliki maknakognitif dan emotif yang sama, yaitu menggeser.4

Verba insit dan ese suatu tindakan atau perbuatan memindahkan,mendorong atau menarik dan sebagainya sehingga bergeser atau beralih daritempat semula. Contoh penggunaan kedua verba tersebut ke dalam kalimatsebagai berikut.1. insit kinun sikit.„Menggeser ke sana sedikit‟.2. Mantu aku ese meja kiya .„Bantu saya menggeser meja ke situ‟.(2) u kel dan u kitVerba u kel dan u kit merupakan sinonim yang total dan komplet.Kedua verba tersebut dikatakan total dan komplet karena dapat bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya, serta memiliki makna kognitif dan emotif yang sama,yaitu mencongkel.Verba u kel merupakan cara yang biasanya digunakan untuk membukasesuatu dengan menggunakan alat. Contoh penggunaan verba u kel ke dalamkalimat sebagai berikut.1. Apa u kel tutup belet pakay sudu .„Ayah mencongkel tutup kaleng dengan sendok‟.2. Uma u kel isi ubi pakay isauw „Ibu mencongkel isi ubi dengan parang‟.Sama seperti halnya verba u kel verba u kit juga merupakan cara yangbiasanya digunakan untuk membuka sesuatu dengan menggunakan alat. Keduaverba tersebut dapat saling bertukar pada setiap konteks kalimat. Verba u kitjuga dapat digunakan untuk kalimat pada contoh (1) dan (2). Contoh penggunaanverba u kit ke dalam kalimat sebagai berikut.1. Adi u kit du i di ta an a pakay ja um.„Adi mencongkel duri di tangannya dengan jarum‟.(3) a kat dan na o Verba a kat dan na o merupakan sinonim yang total dan komplet.Kedua verba tersebut dikatakan total dan komplet karena dapat bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya, serta memiliki makna kognitif dan emotif yang sama,yaitu mengangkat.Verba a kat merupakan cara yang biasanya digunakan untuk membawa/mengangkat sesuatu, baik yang berupa barang maupun hal lain seperti manusiadengan cara meninggikan atau menaikannya. Contoh penggunaan verba a katdalam kalimat sebagai berikut.1. Eno disu uh uma a a kat tilam yang di jomu di hadap umah sidak a.„ Eno disuruh ibunya mengangkat kasur di depan rumah mereka‟.2. Agi a kat Nafi ya to ah tidu telonta di hadap tv ke dalam kama .„Agi mengangkat Nafi yang sedang tidur terlentang di depan tivi ke dalamkamar‟.5

Sama seperti halnya verba a kat, verba na juga merupakan carayang biasanya digunakan untuk membawa/ mengangkat sesuatu, baik yang berupabarang maupun hal lain seperti manusia dengan cara meninggikan ataumenaikannya. Verba na juga dapat digunakan untuk kalimat pada contoh (5)dan (6). Contoh penggunaan verba na dalam kalimat sebagai berikut.1. Budi na aga pe ocak uma a ke dalam kama .„ Budi mengangkat keranjang pakaian ibunya ke dalam kamar.2. Kitu ba aku elaba na o a!„Sini biar saya coba mengangkatnya!‟(4) alih dan minahVerba alih dan minah merupakan sinonim yang total dan komplet.Kedua verba tersebut dikatakan total dan komplet karena dapat bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya, serta memiliki makna kognitif dan emotif yang sama,yaitu memindahkan.Verba alih adalah sebuah cara yang dilakukan untuk memindahkan sesuatubenda, baik yang berupa barang maupun hal lain dari tempat/hal yang satu ketempat/hal yang lain. Contoh penggunaan verba dalam kalimat sebagaiberikut.1. Kakak alih buku a ke dalam tas.„Kakak memindahkan bukunya ke dalam tas‟.2. uma alih lema i di soma de oja .„Ibu memindahkan lemari di dekat jendela‟.3. Roni alih sia an tv saat apa a to ah nonton.„Roni memindahkan siaran tv saat ayahnya sedang menonton‟.Sama seperti halnya verba a , leksem minah juga merupakan verbayang digunakan untuk memindahkan sesuatu, baik yang berupa barang maupunhal lain dari tempat/hal yang satu ke tempat/hal yang lain. Verba minah juga dapatdigunakan ke dalam kalimat pada contoh (9) dan (10). Contoh penggunaan verbaminah dalam kalimat sebagai berikut.1. Uma minah pe oday di sepiya umah ke belaka umah.„Ibu memindahkan jemuran di samping rumah ke belakang rumah‟.2. Sema i uma minah meja kompo a ke sepiya a pi in.„Kemarin ibu memindahkan meja kompornya ke samping rak piring‟.(5) nua u ah iuh dan alinVerba nua u ah iuh dan alin merupakan sinonim yang total dankomplet. Dikatakan total dan komplet karena keempat verba tersebut dapat salingmenggantikan dalam setiap konteks kalimatnya, serta mengandung nilai kognitifdan emotif menuang/menyalin/mencurah.Verba nua merupakan sebuah verba yang digunakan untuk melakukansuatu kegiatan menuang suatu benda cair ataupun yang lainnya dari tempat satu ketempat yang lain sehingga terjadinya proses pemindahan. Contoh penggunaanverba nua dalam kalimat sebagai berikut.6

1. Ida nua ai ke dalam teko.„Ida menuang air ke dalam teko‟.2. Dara nua gula ke dalam numu .‘Dara menuang gula ke dalam toples‟.Verba u ah juga merupakan sebuah verba yang digunakan untukmelakukan sesuatu kegiatan menuang suatu benda dari tempat satu ke tempatyang lain sehingga terjadi proses pemindahan. Contoh penggunaan verba u ahsebagai berikut.1. Embo u ah ai dalam eme ke dalam beskom.‘ Kakak menuang air dalam ember ke dalam baskom‟.2. Uma u ah minya go e ya ba uk di boli a ke dalam botol.‘ Ibu menuang minyak yang baru di belinya ke dalam botol‟.Verba iuh merupakan sebuah verba yang digunakan untuk memindahkansebuah benda cair bisa dari sebuah teko atau yang lainnya ke tempat yang lainnya.Contoh penggunaan verba iuh ke dalam kalimat adalah sebagai berikut.1. Dora iuh ai santan dalam baskom ke kuali.‘ Dora menuang air santan dalam baskom ke kuali‟.2. Sopay iuh ai a at ke dalam eme ya ?‘Siapa yang menuangkan panas ke dalam ember itu?‟Sama halnya seperti verba nua u ah dan iuh leksem alin jugamerupakan sebuah verba yang biasanya digunakan untuk memindahkan suatubenda dari tempat satu ke tempat yang lain. Selain digunakan untuk benda cair,leksem alin ini juga dapat digunakan untuk benda yang bersifat tidak cair.Contoh penggunaan leksem alin ke dalam sebuah kalimat sebagai berikut.1. Ari agik alin baju a ya basak paday konak ujan.‘Ari sedang mengganti/menyalin baju yang basah karena terkena hujan‟.2. Roni alin catatan a pula da i sekolah.„Roni menyalin catatannya sepulang dari sekolah‟.(6) nima dan ibo Verba nima dan ibo merupakan sebuah leksem yang memiliki sifat totaldan komplet. Kedua verba tersebut dikatakan total dan komplet karena dapatsaling menggantikan dalam setiap konteks kalimatnya, serta memiliki maknakognitif dan emotif yang sama, yaitu mengambil dengan bantuan alat seperticentong dan timba.Verba nima merupakan sebuah kegiatan mengambil air atau menuang airdengan bantuan sebuah alat. Verba nima ini merupakan sebuah proses yang biasadilakukan seseorang yang ingin mengambil air dari sumur dengan caramencemplungkan ember yang telah diberi tali ke dalam sumur atau denganbantuan alat putar yang berfungsi untuk mengangkat ember tersebut. Caratradisional yang digunakan adalah dengan mengaitkan kayu yang telah dibuatsedemikian rupa untuk menahan tangkai ember supaya tidak terjatuh. Contohpenggunaan nima ke dalam sebuah kalimat sebagai berikut.7

Uma to ah nima ai di sumu pas aku data ‘ Ibu sedang menimba air di sumur saat saya datang‟.Seperti halnya nima verba ibo pun sebuah kegiatan mengambil ataumenuang air dari tempat satu ke tempat yang lain dengan bantuan alat. Verba ibo juga dapat digunakan ke dalam konteks kalimat seperti pada contoh di atas.Contoh penggunaan leksem ibo ke dalam kalimat sebagai berikut.Ali ibo ai di sumu pakay pe kait.‘ Ali menimba air di sumur menggunakan pengait (kayu)‟.(7) nantay dan nadahVerba nantay dan nadah merupakan verba yang termasuk ke dalam sinonimyang bersifat total dan komplet. Kedua verba tersebut dikatakan total dan kompletkarena dapat saling menggantikan dalam setiap konteks kalimatnya, sertamemiliki makna kognitif dan emotif yang sama, yaitu menampung.Verba nantay merupakan mengambil dengan cara menampung air hujanmaupun hal lain seperti menampung air karet yang telah ditoreh oleh petani karet.Selain itu, juga dapat digunakan untuk menampung sesuatu dengan caramenadahkan kedua telapak tangan atau dengan menggunakan bantuan alat sepertikeranjang, ember, baskom dan sebagainya. Contoh penggunaan verba nantay kedalam sebuah kalimat sebagai berikut.1. Kakak disu uh nene a nantay ai ujan pakay baskom.„Kakak disuruh oleh neneknya menadah air hujan menggunakan baskom‟.2. Uma nantay ai gotah a abis dipoto pakay tempu o .‘ Ibu menadah air karetnya setelah ditoreh menggunakan tempurung‟.Sama seperti halnya nantay verba nadah juga merupakan mengambildengan cara menampung air hujan maupun hal lain seperti menampung air karetyang telah ditoreh oleh petani karet. Selain itu, dapat juga digunakan untukmenampung sesuatu dengan cara menadahkan kedua telapak tangan atau denganmenggunakan bantuan alat seperti keranjang, ember, baskom dan sebagainya.Karena kedua verba tersebut bersifat total dan komplet maka dapat saling bertukardalam setiap konteks kalimat seperti pada contoh (1) dan (2). Contoh penggunaanleksem nantay ke dalam sebuah kalimat sebagai berikut.1. Bapa nadah ai ujan ya tama paday atap umah a boco .‘Ayah menadah air hujan yang masuk karena atap rumahnya bocor‟.2. Ia ti al nadah ta an jak am.„Ia tinggal menadahkan tangan saja‟.(8) elumpat dan eluncatVerba elumpat dan eluncat merupakan sinonim yang bersifat total dankomplet. Dikatakan total dan komplet karena kedua verba tersebut dapat salingbertukar dalam setiap konteks kalimatnya, serta memiliki makna kognitif danemotif yang sama, yaitu melompat.Verba elumpat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sengajadengan melangkah dari satu tempat ke tempat yang lain. Verba elumpat dengancara melakukan gerak mengangkat kaki ke depan (ke bawah dan ke atas) dengancepat. Contoh penggunaan verba e umpat dalam sebuah kalimat sebagai berikut.8

1. Eno elumpat takut paday ada katak.„Eno melompat karena takut kodok‟.2. Kami elumpat elalu pa it paday misik kayu pakay emo a !„Kami melompat melewati parit karena tidak ada kayu untuk menyebrang!‟Seperti halnya elumpat verba eluncat juga merupakan suatu kegiatanyang dilakukan secara sengaja dengan melangkah dari satu tempat ke tempat yanglain. Verba elumpat dengan cara melakukan gerak mengangkat kaki ke depan(ke bawah dan ke atas) dengan cepat. Contoh penggunaan verba e uncat dalamsebuah kalimat sebagai berikut.Ando eluncat da i atas ku si.„Ando melompat dari atas kursi‟.(9) gu in dan alayVerba gu in dan alay merupakan sinonim yang bersifat total dan komplet.Kedua verba tersebut dikatakan total dan komplet karena dapat saling bertukardalam setiap konteks kalimatnya, serta memiliki makna kognitif dan emotif yangsama, yaitu baring.Verba gu in merupakan suatu kegiatan meletakkan badan dengan punggungatau sisi badan di sebelah bawah. Contoh penggunaan verba gu in dalam sebuahkalimat sebagai berikut.1. Semalam Doni gu in di lantay mada makay tilam.„Semalam Doni baring di lantai tidak menggunakan tilam‟.2. Gu in ke kama jak kalau ikaw anto !„Baring ke kamar saja kalau kamu mengantuk!‟Seperti halnya gu in verba alay juga merupakan suatu kegiatanmeletakkan badan dengan punggung atau sisi badan di sebelah bawah. Contohpenggunaan verba gu in dalam sebuah kalimat sebagai berikut.1. alay setogal pakay ila kopa ya !„Baring sebentar, untuk menghilangkan capeknya!‟2. alay di kama ja kalaw kamu lotih!„Baring di kamar saja jika kamu letih!(10) becica dan bedodasVerba becica dan bedodas merupakan sinonim yang bersifat total dankomplet. Kedua verba tersebut dikatakan total dan komplet karena dapat salingbertukar dalam setiap konteks kalimatnya, serta memiliki makna kognitif danemotif yang sama, yaitu berlari.Verba becica merupakan suatu kegiatan berjalan dengan kencang. Contohpenggunaan verba becica ke dalam sebuah kalimat sebagai berikut.1. Sela becica unya uma a.„Sela berlari mengejar ibunya‟.2. Ba ikaw becicak ke wa o setogal moli gula!‘Coba kamu berlari ke warung sebentar membeli gula!‟9

Seperti halnya becica verba bedodas juga merupakan suatu kegiatanberjalan dengan kencang. Contoh penggunaan verba bedodas ke dalam sebuahkalimat sebagai berikut.1. Ba ikaw bedodas ke wa o setogal moli mi a go e !„Coba kamu berlari ke warung sebentar membeli minyak goreng!‟2. Angga bedodas un a uma a.„Angga berlari mengejar ibunya‟.Tabel 2 Sinonim Komplet tetapi tidak Total Verba dalam BMDSKosakata VerbaPasangan SinonimVerba BIBMDSBMDS1. otammanenmemanen2. nutokmenumbukmi it3. o ammengenggam opalNoPembahasan(1) otam dan manenVerba otam dan manen merupakan sinonim yang komplet tetapi tidaktotal. Kedua verba tersebut dikatakan bersinonim komplet karena memiliki maknakognitif dan emotif yang sama, yaitu memanen. Namun, kedua verba ini tidakbersinonim total karena tidak dapat saling menggantikan atau bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya.Verba otam dan manen adalah suatu tindakan atau perbuatan mengambil,memetik, memungut hasil tanaman di sawah atau di ladang atau di kebun. Contohpenggunaan verba otam dan manen ke dalam kalimat sebagai berikut.1. O a desa mu u berame-rame otam padi di uma ina Ida.„Orang desa mungguk beramai-ramai memanen padi di ladang kak Ida‟.2. Edo tamah apa a manen sawit di Tapang Semadak.„Edo bersama ayahnya memanen sawit di Tapang Semadak‟.Kedua verba tersebut tidak dapat saling menggantikan atau bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya. Verba otam tidak dapat menggantikan atau bertukardengan verba manen pada konteks kalimat di atas, karena dalam BMDS verba otam hanya digunakan untuk memanen padi saja. Berbeda dengan verba manenyang bisa digunakan untuk jenis sayur dan buah-buahan lainnya.(2) nuto dan mi itVerba nuto dan mi it merupakan sinonim yang komplet tetapi tidak total.Kedua verba tersebut dikatakan bersinonim komplet karena memiliki maknakognitif dan emotif yang sama, yaitu menumbuk. Namun, kedua verba ini tidakbersinonim total karena tidak dapat saling menggantikan atau bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya.Verba nuto dan mi it adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukanoleh seseorang dengan cara melantak, memukul dan sebagainya sehingga menjadi10

halus. Contoh penggunaan verba nuto dan mi it ke dalam kalimat sebagaiberikut.1. Ana agik nuto daon ubi.„Ana sedang menumbuk daun singkong‟.2. Uma agik mi it cabik pakay mulah samal.„Ibu sedang menumbuk cabe untuk membuat sambal‟.Kedua verba tersebut tidak dapat saling menggantikan atau bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya. Verba nutok tidak dapat menggantikan atau bertukardengan verba mi it pada konteks kalimat di atas karena dalam BMDS verba mi ithanya digunakan untuk menumbuk suatu bahan yang bersifat bumbu dapursedangkan leksem nuto biasanya juga digunakan dalam konteks kalimat lain,misalnya menumbuk padi dan lain-lain.(3) o am dan opalVerba o am dan opal merupakan sinonim yang komplet tetapi tidaktotal. Kedua leksem tersebut dikatakan bersinonim komplet karena memilikimakna kognitif dan emotif yang sama, yaitu menggenggam. Namun, kedua verbaini tidak bersinonim total karena tidak dapat saling menggantikan atau bertukardalam setiap konteks kalimatnya.Verba o am dan opal adalah suatu tindakan atau perbuatan yangdilakukan dengan cara tangan terkepal. Contoh penggunaan verba o am dan opal ke dalam kalimat sebagai berikut.1. Apa o am duet ya dibo i paman semalam.„Ayah menggenggam uang yang diberikan paman semalam‟.2. Embok opal nasi a at pakay mo i adi .„Kakak menggenggam nasi hangat untuk memberi adik‟.Kedua verba tersebut tidak dapat saling menggantikan atau bertukar dalamsetiap konteks kalimatnya. Verba o am tidak dapat menggantikan atau bertukardengan verba opal pada konteks kalimat di atas.Tabel 3 Sinonim Total tetapi tidak KompletNoKosakata VerbaPasangan SinonimKosakata BIBMDSBMDS1. Makanmajuhmakan2. unso minumminum3. bela a bejalanberjalanPembahasan(1) makan dan majuhVerba makan dan majuh merupakan sinonim yang bersifat total tetapi tidakkomplet. Kedua verba tersebut dikatakan total tetapi tidak komplet karena keduaverba tersebut bisa bertukar dalam setiap konteks kalimat, namun tidakmengandung makna nilai rasa (emotif) yang sama. Verba makan mengandungmakna yang lebih halus bila dibandingkan dengan verba majuh. Verba majuh11

mengandung nilai rasa yang lebih kasar bila dibandingkan verba makan. Contohpenggunaan verba makan dan majuh ke dalam kalimat sebagai berikut.1. Rani agi makan di dapu .‘Rani sedang makan di dapur‟.2. Rani agi majuh di dapu .‘Rani sedang makan di dapur‟.Kedua verba di atas sama-sama menyatakan makna makan, yaitu suatutindakan atau perbuatan memasukan sesuatu ke dlam mulut, hanya saja verbamakan mengandung nilai rasa yang lebih sopan dan halus. Berbeda dengan verbamajuh yang mengandung nilai rasa yang lebih kasar dan kurang sopan biladigunakan. Verba majuh hanya digunakan pada saat tertentu saja dalam BMDS.(2) minum dan unso Verba unso dan minum merupakan sinonim yang bersifat total tetapi tidakkomplet. Kedua verba tersebut dikatakan total tetapi tidak komplet karena keduaverba tersebut bisa bertukar dalam setiap konteks kalimat, namun tidakmengandung makna nilai rasa (emotif) yang sama. Verba minum mengandungnilai rasa yang lebih halus bila dibandingkan dengan verba. Verba unso mengandung nilai rasa yang lebih kasar bila dibandingkan verba minum.Contoh penggunaan leksem minum dan unso ke dalam kalimat sebagai berikut.1. Doni minum ai pakay cawan‘Doni minum air menggunakan gelas‟.2. Andi unso ai pakay botol‘Andi minum air menggunakan botol‟.Kedua verba di atas sama-sama mengandung makna minum, yaitu suatutindakan atau perbuatan memasukan air atau benda cair ke dalam mulut danmenegaknya. Hanya saja, kedua verba tersebut mengandung nilai rasa yangberbeda. Verba minum lebih halus dan sopan bila digunakan, berbeda denganverba unso yang mengandung nilai rasa yang lebih kasar dan kurang sopan biladigunakan.(3) belaya dan bejalanVerba belaya dan bejalan merupakan sinonim yang bersifat total tetapitidak komplet. Kedua verba tersebut dikatakan total tetapi tidak komplet karenakedua verba tersebut bisa bertukar dalam setiap konteks kalimat, namun tidakmengandung makna kognitif dan nilai rasa (emotif) yang sama. Verbabelaya dirasa lebih kasar dan terkadang digunakan untuk menyindir. Verbabejalan lebih halus dan sopan bila digunakan sehari-hari bila dibandingkandengan verba belaya . Contoh penggunaan verba belaya dan bejalan ke dalamkalimat sebagai berikut.1. Entah konai jak Roni belaya .„Entah kemana saja Roni berjalan‟.2. Entah konai jak Roni bejalan.‘Entah kemana saja Roni berjalan‟.Kedua verba di atas sama-sama mengandung makna berjalan, yaitumelangkahkan kaki bergerak maju atau berpergian. Hanya saja, makna kognitif12

dan nilai rasa keduanya berbeda. Verba belaya dirasa lebih kasar bila digunakanapabila dibandingkan dengan leksem bejalan.Tabel 4 SINONIM tidak Total dan tidak KompletNoSinonim BMDSPasangan SinonimSinonim B IBMDS1.BesosahMencucibebaso u2.Memanggil iyawma elPembahasan(1) besosah dan bebaso Verba besosah dan bebaso merupakan sinonim yang bersifat tidak totaldan tidak komplet. Dikatakan tidak total karena tidak dapat bertukar ataumenggantikan dalam setiap konteks kalimatnya. Tidak komplet karenamengandung makna kognitif dan emotif yang berbeda. Kedua leksem tersebutmemang memiliki arti mencuci tetapi konteksnya berbeda. Perhatikan contohpenggunaan verba besosah dan bebaso ke dalam kalimat sebagai berikut.1. Uma agi besosah pas bapa data .„Ibu sedang mencuci pakaian saat ayah datang‟.2. Ani agi to ah bebaso pas kawan a data .„Ani sedang mencuci piring saat temannya datang‟.Kedua verba di atas dikatakan tidak total dan tidak komplet karena tidakdapat bertukar pada konteks kalimat seperti pada contoh, selain itu keduanya tidakmemiliki makna dan nilai rasa yang persis sama karena antara besosah danbebaso dilakukan dengan cara yang berbeda. Leksem besosah dan bebaso adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh seseorang untukmembuat sesuatu menjadi bersih.(2) iyawu dan ma elVerba iyawu dan ma el merupakan sinonim yang tidak total dan tidakkomplet. Dikatakan tid

“Relasi Semantik Kata dalam Bahasa Melayu Dialek Sanggau”, membahas mengenai relasi semantik kata sinonim, antonim, homonim, hiponim, dan polisemi dalam bahasa Melayu Dialek Sanggau. Penelitian yang peneliti lakukan ini berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia k