Transcription

KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLA VOLI MELALUI RUBRIKPENILAIAN DI SMP N 2 WERU SUKOHARJOTUGAS AKHIR SKRIPSIDiajukan Kepada Fakultas Ilmu KeolahragaanUniversitas Negeri Yogyakartauntuk Memenuhi Sebagian Persyaratanguna MemperolehGelarSarjanaPendidikanOleh :Sri Bimo Ario TejoNIM.13601244057PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN REKREASIJURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGAFAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAANUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2017i

ii

iii

iv

MOTTO1. Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatulompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya,solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana ataumengapa(Albert Einstein)2. Apapun yang terjadi katakanlah “Aal izz well”(Ranchodas SyalmadasChancad)3. “Jangan berpikir menang atau kalah, yang terpenting adalah melakukanyang terbaik tanpa penyesalan.” (A Barefoot Dream)v

PERSEMBAHANKarya ini kupersembahkan untuk :1. Ibu dan Bapak saya, yang telah memberikan dukungan moril maupun materiserta do’a yang tiada henti untuk kesuksesan saya, karena tiada do’a yangpaling khusuk selain do’a yang terucap dari orang tua. Ucapan terimakasih sajatakkan pernah cukup untuk membalas kebaikan ibu dan bapak, karena ituterimalah persembaha bakti dan cinta ku untuk kalian bapak ibuku. semua inimasih belum terbayarkan untuk kasih sayang orang tua yang tulus kepadakuselama ini, kasih ibu dan bapak sepanjang masa.vi

KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BOLA VOLI MELALUI RUBRIKPENILAIAN DI SMP N 2 WERU, SUKOHARJOOlehSri Bimo Ario Tejo13601244057ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan teknik dasar dalampermainan bola voli di SMP N 2 Weru, Kabupaten Sukoharjo. Jenis penelitian iniadalah penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei. Populasidalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Weru, Sukoharjo yang berjumlah35 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi/rubrik penilaianyang terdiri atas teknik servis atas, passing atas, passing bawah, dan smash.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yangdisajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwakemampuan teknik dasar bolavoli siswa SMP Negeri 2 Weru, Sukoharjo beradapada kategori “sangat kurang” sebesar 0% (0 siswa), “kurang” sebesar 11,43% (4siswa), “sedang” sebesar 51,43% (18 siswa), “baik” sebesar 37,14% (13 siswa),dan “sangat baik” sebesar 0% (0 siswa).Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 43,49, kemampuan teknik dasar bolavolisiswa SMP Negeri 2 Weru, Sukoharjo dalam kategori “sedang”, layak sebagaiinstrumen penilain untuk teknik dasar bola voli.Kata kunci: penilaian, keterampilan, teknik dasar, bola volivii

KATA PENGANTARPuji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PengembanganRubrik Penilaian Untuk Menilai Teknik Dasar Bola Voli Di SMP N 2 Weru,Sukoharjo” dengan baik.Penyusunan skripsi ini pasti mengalami kesulitan dan kendala. Dengansegala upaya, skripsi ini dapat terwujud dengan baik berkat uluran tangandariberbagai pihak, teristimewa pembimbing. Oleh karena itu, pada kesempataninidisampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:1.Bapak Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., Rektor Universitas NegeriYogyakarta yang telah memberikan kesempatan menempuh pendidikan diUniversitas Negeri Yogyakarta.2.Bapak Prof. Dr. Wawan S. Suherman, M.Ed., Dekan Fakultas IlmuKeolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan izindalam melaksanakan penelitian ini.3.Bapak Dr. Guntur, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan danRekreasiUniversitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan,kelancaran, dan masukan dalam melaksanakan penelitian.4.Bapak Fathan Nurcahyo S.Pd.Jas, M.Or, Penasihat Akademik yang telahmemberikan bimbingan dan nasihat selama penulis melakukan studi.5.BapakDrs. Ngatman Soewito, M.Pd, Dosen Pembimbing Skripsi, yang telahmemberikan bimbingan selama penelitian berlangsung.viii

ix

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL .iHALAMAN PERSETUJUAN .iiHALAMAN PENGESAHAN .iiiSURAT PERNYATAAN .ivMOTTO DAN PERSEMBAHAN .vABSTRAK .viiKATA PENGANTAR .viiiDAFTAR ISI .xDAFTAR TABEL .xiiDAFTAR LAMPIRAN .xiiiBAB I. PENDAHULUAN .A. Latar Belakang Masalah .B. Identifikasi Masalah .C. Batasan Masalah .D. Rumusan Masalah .E. Tujuan Penelitian.F. Manfaat Penelitian.1188899BAB II. KAJIAN PUSTAKA .A. Deskripsi Teori .1. Hakikat Rubrik .2. Hakikat Ketrampilan .3. Hakikat Penilaian.4. Hakikat Permaianan Bolavoli .5. Hakikat Teknik Permainan Bolavoli .6. Karakteristik Siswa SMP .1010101112141623BAB III. METODE PENELITIAN .A. Jenis Penelitian .B. Tempat Dan Waktu Penelitian .C. Populasi Dan Sampel Penelitian .D. Definisi Operasional Variabel Penelitian .E. Instrumen Dan Teknik Pengumpulan Data .F. Teknik Analisis Data .26262626272729BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.A. Hasil Penelitian .x3030

B. Pembahasan .C. Keterbatasan Hasil Penelitian.3843BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .A. Kesimpulan.B. Saran .444444DAFTAR PUSTAKA .45LAMPIRAN .46xi

DAFTAR TABELHalamanTabel 1. Kisi-kisi butir tes unjuk kerja teknik dasar Bola Voli . 28Tabel 2. Norma Penialain Teknik Dasar Bola Voli . 29Tabel 3. Deskriptif Statistik Teknik Dasar Bola Voli Siswa . 30Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kemampuan Teknik Dasar Bola Voli . 31Tabel 5. Deskriptif Statistik Teknik Servis Atas . 32Tabel 6. Distribusi Frekuensi Teknik Servis Atas .32Tabel 7. Deskriptif Statistik Teknik Passing Bawah .33Tabel 8. Distribusi Frekuensi Teknik Passing Bawah .34Tabel 9. Deskriptif Statistik Teknik Passing Atas .35Tabel 10. Distribusi Frekuensi Teknik Passing Atas 35Tabel 11. Deskriptif Statistik Smash .36Tabel 12. Distribusi Frekuensi Teknik Smash .37xii

DAFTAR LAMPIRANHalamanLampiran 1. Surat Ijin expert judgement . 47Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian . 50Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian . 52Lampiran 4. Cara Menghitung Norma Penilaian . 53Lampiran 5. Deskriptif Stastistik . 56Lampiran 6. Rekapitulasi Data Penelitian . 60Lampiran 7. Dokumentasi . 61xiii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistempendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan,kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilansosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.Intensifikasi penyelengaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusiayang berlangsung seumur hidup, peranan Pendidikan Jasmani adalah sangat penting,yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam anekapengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukansecara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina,sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.Peningkatan kemampuan guru dalam menjalankan proses pembelajaran tidak luputdengan kemampuan melaksanakan penilaian. Dalam kaitan ini, penilaian diharapkanmengetahui sampai sejauh mana tujuan pembelajaran dapat tercapai oleh pesertadidik. Kualitas pengajaran sangat bergantung pada kualitas evaluasi dan penilaian,proses pembelajaran disekolah merupakan upaya yang dilakukan guru untukmencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Sedangkan evaluasi merupakansalah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaiankurikulum, dan berhasil tidaknya proses pembelajaran.1

Pendidikan Jasmani merupakan media untuk mendorong perkembanganketerampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai(sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yangbermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang. Setiaporang menginginkan tubuh yang sehat dan bugar karena modal yang paling pentinguntuk melakukan segala aktivitas dalam keadaan sehari-hari.Guru memiliki banyak tugas baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas,dalam bentuk pengabdian. Guru merupakan profesi jabatan atau pekerjaan yangmemerlukan keahlian khusus sebagai guru. Jenis pekerjaan ini tidak dapat dilakukanoleh sembarang orang di luar bidang kependidikan walaupun kenyataanya masihdilakukan orang di luar kependidikan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik,mengajar dan melatih. Mendidik berarti dan mengembangkan nilai-nilai hidup,mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, sedangkanmelatih berarti mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pada peserta didik. Dengankata lain, seorang guru dituntut mampu menyelaraskan aspek kognitif, afektif danpsikomotor dalam proses pembelajaran.Sejalan dengan amanat dalam UU RI No. 14/2005 tentang guru dan dosen Pasal 1ayat 1, yang mana seorang guru adalah pendidik professional dengan tugas utamamendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasisiswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, danpendidikan menengah.2

Empat langkah yang dilakukan oleh guru dalammelaksanakan pembelajarandiantaranya :1) Merencanakan pembelajaran dalam hal ini adalah guru membuat rancanganpembelajaran seperti RPP yang akan diajarkan kepada siswanya.2) Melaksanakan pembelajaran, guru melaksanakan dengan patokan sesuai denganrancangan pembelajaran yang telah dibuat.3) Menganalisa alat atau media pembelajaran, dalam hal ini guru penjas menganalisisalat apa saja yang akan dibutuhkan untuk proses pembelajaran, terlebihnyaapabilla alat atau media pembelajaran kurang atau tidak ada guru penjas haruslahdi tuntu kreatifitasnya untuk membuat media atau alat pembelajaran.4) Melakukan penilaian, melakukan penilaian tidak kalah pentingnya dalam prosespembelajaran karena hal ini salah satu hasil mengetahui tingkat kemampuan siswaselama mengikuti proses pembelajaran, dalam melakukan penilaian baikkurikulum 2006 maupun kurikulum K13 menilai siswa dengan menggunakanrubrik penilaian.Penilaian memiliki makna menilai atau menaksir. Konsep secara umum mengenaipenilaian adalah upaya yang dilakukan guru dengan tujuan untuk mengetahuiinformasi secara keseluruhan baik hasil maupun proses pembelajaran untukmemantau perkembangan belajar-mengajar. Tujuan pendidikan jasmani bersifatmenyeluruh yang mencakup domain kognitif, afektif, psikomotor. Pencapaian tujuanitu bergantung pada tugas ajar berupa aktivitas jasmani atau tugas tugas yang telahterpilih, yang disampaikan dengan metode atau strategi yang telah digunakan.3

Menurut Gronlund (2001:3) menjelaskan. Keterpaduan yang utuh antara belajar,mengajar dan evaluasi atau penilaian, sesungguhnya tercermin dalam proses belajarmengajar. Penilaian merupakan alih bahasa dari istilah assessment. Menurut Nitko(1996: 29-30) penilaian merupakan “ a broad term defined as a process for obtaininginformation that is used for making decisions about students.”Penilaian menurut pendapat tersebut ialah sebuah istilah yang luas yangmenunjukan pada sebuah proses untuk mengumpulkan informasi yang untukmembuat keputusan tentang peserta didik. Adapun penilaian menurut kurikulum 2013digolongkan ada tiga aspek yang di gunakan guru untuk menilai siswa dalampembelajaran ialah :1. Aspek perilaku dalam hal ini siswa menunjukan perilaku sportifitas, kerjasama,bertanggung jawab, menghargai perbedaan, disiplin dan toleransi selama bermain.2. Aspek pengetahuan, aspek ini meliputi pengetahuan teori siswa tentang cabangolahraga yang diajarkan.3. Aspek ketrampilan dalam hal ini yang akan di nilai oleh guru ialah gerakan yangdilakukan oleh siswa dalam cabang olahraga yang diajarkan oleh guruPendidikan jasmani kesehatan menjadi salah satu mata pelajaran yang di ajarkan disekolah dari jenjang pendidikan dasar sampai jenjang menengah atas, selain itupendidikan jasmani olahraga dan kesehatan juga dapat membiasakan siswa untukmelakukan pola hidup sehat. Cabang olahraga yang menjadi salah satu materi yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama adalah bolavoli. Pada mulanya bola volidimainkan untuk aktifitas rekreasi, bagi para usahawan.4

Permainan bola voli berkembang dan menjadi popular di daerah pariwisata dandilakukan di lapangan terbuka, di Amerika pada musim panas. Selanjutnyaberkembang ke Kanada, melaui gerakan internasional YMCA, permainan bolavolimeluas ke Negara lainnya, yaitu Kuba (1905), Puerto Rico (1909), Uruguay (1912),dan Cina serta Jepang (1913). Di Indonesia permainan bolavoli berkembang sangatpesat, sehingga timbul klub klub dikota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasaritulah maka pada tanggal 22 januari 1945 PBVSI (Persatuan Bolavoli SeluruhIndonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional bolavoli masukacara resmi dalam PON II di Jakarta dan PON I di Yogyakarta.Di Indonesia cabang olahraga bola voli berkembang sangat pesat tidak hanya diperkotaan tetapi di pedesaan juga, karena olahraga ini sarana dan prasarana mudah didapatkan oleh karena itu banyak masyarakat bebrbagai golongan menyukai olahragaini dan mau mempelajari olahraga bola voli dn tehnik-teknik dasar permainan bolavoli.Menurut Arif Syarifuddin dan Muhadi (2003: 187-193) dalam pembelajaranbolavoli sendiri terdapat beberapa teknik dasar yaitu :1) Servis terdiri dari servis bawah dan servis atas2) Passing terdiri dari passing bawah dan passing atas3) Smash4) BlockDari keempat tehnik dasar diatas merupakan teknik yang penting dan fundamentalyang arus di kuasai dalam permainan bola voli. Bagi para pemula selain servis,5

passing bawah sangat menentukan jalanya permainan pada bola voli, oleh karena itupembelajaran bola voli disekolah passing bawah adalah teknik terpenting yang harusdi kuasai dan di pelajari dengan baik oleh peserta didik.Untuk dapat menilai teknik dasar bola voli dengan seksama di butuhkan instrumenpenilaian yang akurat, salah satunya adalah melalui rubrik penilaian. Dalammelakukan penilaian hasil belajar kepada siswa baik penilaian sikap, pengetahuan danketrampilan. Penilaian kepada siswa menggunakan penilaian berdasarkan yang dilihatsekejap saja tanpa memikirkan aspek apa yang harus dinilai dan dihitung, jadi dalampenilaian kurang efektif dan kurang sportif untuk siswa yang lainya.Rubrik penilaian adalah panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang diinginkan guru dalam menilai atau memberi tingkatan hasil belajar siswa yang dilakukan. Rubrik perlu memuat daftar karakteristik yang di inginkan yang perlu ditunjukan dalam suatu hasil belajar peserta didik di sertai dengan panduan untukmengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut.Rubrik penilaian menurut Bernie Dodge dan Nancy (2012: 25) adalah alat skoringuntuk assesmen yang bersifat subjektif, yang di dalamnya terdapat satu set kriteriadan standar yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang akan di akses kepeserta didik. Sedangkan menurut Heidi Goodrich Andrade (1994: 10-11) rubrikpenilaian adalah suatu alat penskoran yang terdiri dari daftar seperangkat kriteria, danapa yang harus di hitung.Dari pendapat beberapa ahli di atas secara umum rubrik penilaian mempunyai tigakriteria untuk menilai hasil belajar peserta didik di antaranya :6

1) Sikap awal adalah peserta didik melaksanakan pembelajaran dapat di lihat denganawal sikap dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, contohnya peserta didikberdoa dengan sungguh-sungguh tidak menggangu teman yang lainya saat berdoadimulai.2) Sikap pelaksanaan sikap ini yang akan di nilai dalam melaksanakan proseskegiatan pembelajaran yang di ajarkan kepada guru untuk peserta didik, contohnyadalam melakukan bermain sportif, kerjasama dalam proses pembelajaran olahraga.3) Sikap akhir dalam hal ini peserta didik yang akan dinilai yaitu bagaimana pesertadidik melakukan gerakan pendinginan dengan baik sesuai yang di contohkan olehguru, berjabat tangan kepada guru setelah proses kegiatan belajar selesai.Dari beberapa pikiran atau gagasan di atas tentang rubrik penilaian, rubrikpenilaian sangat penting untuk menilai hasil belajar peserta didik dengan akurat, dansubjektif.Materi dan isi pembelajaran hendaknya diberikan secara bertahap sehingga tujuanpokok pembelajaran dapat dicapai oleh peserta didik. Untuk itu para guru seharusnyamemiliki rencana pembelajaran yang didalamnya berisi bekal pengetahuan danketerampilan tentang setrategi dan struktur mengajar untuk peningkatan belajar anakMaka peneliti ingin mengembangkan model rancangan penilaian rubrik yangmemberi kemudahan serta keefisienan untuk para guru dalam memberikan penilaiankepada siswa, model pengembangan penilaian rubrik ini diharapkan mampumeningkatkan kemampuan guru dalam memberikan penilaian, lebih menggunakandengan efisien dan bagipara guru memudahkan dalam penilaian.7

Dari latar belakang masalah diatas peneliti ingin mengadakan penelitian tentangpembelajaran bolavoli yng berjudul “Ketrampilan teknik dasar dalam permainanbola voli melalui rubrik penilaian di SMP N 2 Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah”B. Identifikasi MasalahDari latar belakang yang di kemukakan di atas, maka permasalahan yangmucul dapat diidentifasikasikan sebagai berikut :1. Apakah dengan rubrik penilaian ini guru mampu menilai hasil belajar peserta didiklebih objektif dan akurat dalam pembelajaran bola voli ?2. Apakah dengan menggunakan rubrik penilaian ini guru dapat menilai apakahsiswa yang mampu melakukan teknik dasar bola voli dengan baik atau tehnikdasar bola voli kurang baik ?C. Pembatasan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah yang di kemukakakan diatas, maka peniliti membatasi masalah dalam penelitian ini adalah rubrik penilaianini hanya untuk menilai teknik dasar bola voli ialah passing, servis, smash di tingkatSMP N 2 Weru, Kabupaten Sukoharjo.D. Rumusan MasalahSetelah masalah di batasi maka rumusan masalah yang diajukan dalam penilitianadalah bagaimana ketrampilan teknik dasar dalam permainan bola voli di SMP N 2Weru, Kabupaten Sukoharjo.8

E. Tujuan PenelitianSesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui ketrampilan peserta didik tentang teknik dasar bola voli di SMPN 2 Weru, Kabupaten Sukoharjo.F. Manfaat PenelitianManfaat penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu manfaat secara teoritis danmafaat secara praktis. Manfaat teorotis menurut Triyatno (2009: 9) adalah manfaatyang berkaitan terhadap perkembangan pengembangan pengetahuan akademik,sedangkan manfaat praktis adalah merupakan manfaat secara langsung dari hasilpenelitian yang dapat digunakan oleh masyarakat.Dari gagasan diatas tentang manfaat penelitian, maka peneliti memberikankesimpulan tentang apa yang di tulis mengenai dengan manfaat teoritis danmanfaat praktis sebagai berikut :1. Manfaat TeoritisSecara Teoritis, hasil dari penelitian ini di harapkan menjadi refernsi ataumaasukan bagi guru di SMP N 2 Weru dalam rubrik penilaian untuk menilaiteknik dasar bola voli juga bisa digunakan untuk menilai tehnik dasar bola voli.2. Manfaat PraktisSecara praktis, hasil penelitian ini di harapkan menjadi masukan bagi pihakpihak yang mengajar di SMP N 2 Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo,dalam pelaksanaan pembelajaran. Dan bagi pihak lain penelitian ini jugadiharapkan dapat membantu pihak lain dalam mengambil penelitian yang serupa.9

BAB IIKAJIAN PUSTAKAA. Deskripsi Teori1. Hakikat RubrikRubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yangdiingankan guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil belajar siswa.Rubrik perlu memuat beberapa hasil belajar siswa dan memuat daftar karakteristikyang diinginkan yang perlu ditunjukan dalam suatu hasil belajar siswa disertaidengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut.Andraded dalam Zainul (2003: 17) mengemukakan bahwa, rubrik sebagai suatualat penskoran yang terdiri dari daftar seperangkat kriteria atau apa yang harusdihitung. Menurut Arends (2008: 244), mendefinisikan scoring rubrics sebagaideskripsi terperinci tentang tipe kinerja tertentu dan kriteria yang akan digunakanuntuk menilainya. Rubrik perlu memuat daftar karakteristik yang diinginkan yangperlu ditunjukkan dalam suatu pekerjaan siswa disertai dengan panduan untukmengevaluasi masing-masing karakteristik tersebutRubrik menurut Nitko (2014: 9) rubrik adalah suatu alat yang berisiseperangkat aturan yang digunakan untuk mengakses kualitas dari hasil belajarpeserta didik. Sedangakan menurut Bernie Dodge dan Nancy Pickett (2001: 16)rubrik adalah alat skoring untuk menilai, yang bersifat subjektif yang di dalamnyaterdapat satu set kriteria dan standar yang berhubungan dengan tujuanpembelajaran yang akan diakses ke anak didik.10

Secara umum ada dua tipe rubrik, yaitu rubrik holistik dan rubrik analitik.Rubrik holistik memungkinkan pemberi skor untuk membuat penilaian tentangkinerja (produk atau proses) secara keseluruhan, tidak dari bagian-bagiankomponennya. Sedangkan rubrik analitik menuntut pemberi skor untuk menilaikomponen- komponenyang terpisah atautugas-tugasindividualyangberhubungan dengan kinerja yang dimaksud.Dari beberapa pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa rubrik adalahsuatu tindakan berupa panduan penilaian digunakan untuk mengakses kualitashasil belajar peserta didik, didalam rubrik berupa sebuah penilaian untuk pesertadidik yang disesuaikan berdasarkan kriteria yang diinginkan guru.2. Hakikat KetrampilanKeterampilan merupakan komponen untuk menyelesaikan tugas bisa jugakemampuan gerak dengan tingkat tertentu. Menurut Rusli Lutan dalam ZulfaSodik (2009: 15), keterampilan dapat diartikan sebagai kompetensi yangdiperagakan oleh seseorang dalam menjalankan sesuatu tugas berkaitan denganpencapaian suatu tujuan yang diharapkan, maka orang tersebut makin terampilMenurut Amung ma’mun dan Yudha M, Saputra (2000: 57), keterampilanmerupakan derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuandengan efektif dan efisien.Suatu keterampilan adalah keharusan untuk pelaksanaan tugas yang terlepasdari unsure kebetulan dan untunguntungan Menurut Hottinger (Hari Amirullah,2003: 18), keterampilan gerak berdasarkan faktor-faktor genetik dan lingkungandapat dibagi menjadi dua yaitu:11

a). Keterampilan phylogenetic, adalah keterampilan yang dibawa anak sejak lahiryang dapat berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak tersebut.b). Keterampilan ont1ogenetic, merupakan keterampilan yang dihasilkan darilatihan-latihan dan pengalaman sebagai hasil dari pengaruh lingkungan. Pendapatpara ahli di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah tindakan aktivitasgerak yang dikuasai atau diperoleh melalui proses latihan ataupun pembelajaranyang dilakukan secara kontinue atau terus menerus untuk mencapai ketrampilanyang baik.3. Hakikat PenilaianPenilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaanberagam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasilbelajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan)peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atauprestasi belajar seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif(pernyataan naratif dalam kata kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).Menurut Uno (2012: 1), yaitu: Assessment merupakan istilah umum yangdidefinisikan sebagai sebuah proses yang ditempuh untuk mendapatkan informasiyang digunakan dalam rangka membuat keputusan-keputusan mengenai parasiswa, kurikulum, program-program, dan kebijakan pendidikan, metode/instrumenpendidikan lainnya.Sedangkan menurut Hamid (2011: 15), yaitu: Pengertian asesmen ataupenilaian adalah suatu kegiatan pengukuran, kuantifikasi, dan penetapan mutupengetahuan siswa secara menyeluruh. Penilaian harus terintegrasi dalam proses12

pembelajaran dan menggunakan beragam bentuk.Penilaian hasil belajar ar(guru)dapatmengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahuimengetahui sejauh mana peserta didik telah mengerti bahan yang telah di ajarkanatau sejauh mana tujuan kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dandapat dicapai.Menurut Anas Sudijono (2009:8), penilaian pendidikan adalah prosespengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasilbelajar peserta didik. Tujuan dari penilaian adalah menentukan nilai dari sesuatu,atas dasar kriteria (tolak ukur), yang telah ditentukan. Menurut DepartemenPendidikan Nasional (2007), penilaian pendidikan adalah proses untukmendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik. Hasil penilaiandigunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didikdan efektivitas proses pembelajaranTingkat pencapaian kompetensi atau tujuaninstruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapatdinyatakan dengan nilai.Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2007:7), penilaian hasil belajaroleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar pesertadidik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Oleh karenaitu, penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan danmencakup seluruh aspek pada diri peserta didik, baik aspek kognitif, afektif,maupun psikomotor sesuai dengan karakteristik mata pelajaran pendidikanjasmani, olahraga, dan kesehatan.13

Dalam suatu penilaian terdapat prinsip-prinsip penilaian yang harus dipatuhi.Kegiatan penilaian tidak terbatas pada karakteristik peserta didik saja, tetapi jugamencakup karakteristik metode mengajar, kurikulum, fasilitas, dan administrasisekolah. Penilaian juga diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasilpengukuran atau kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaiankemajuan belajar peserta didik.Secara harafiah evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berartipenilaian atau penaksiran (John M. Eshols dan Hasan; 2002: 14). MenurutStufflebeam mendefinisikan evaluasi sebagai “The process of delineating,obtaining and providing usefulinformation for judging decision alternatives”.Evaluasi adalah proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasiyang berguna untuk merumuskan suatu alternative keputusan. Menurut Kumano(2001), merupakan penilaian terhadap data yang di kumpulkan melalui kegiatanasesmen. Sementara itu menurut Calongesi (1995) evaluasi adalah suatukeputusan tentang nilai berdasarkan hasil penilaian.4. Hakikat Permainan Bola voliPermainan bolavoli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985dikota Halyoke. Dia seorang guru pendidikan jasmani pada Young Men ChristianAssociation (YMCA). Pembelajaran bola voli disamping meningkatkanpengetahuan siswa juga dapat menambah ketrampilan bermain bolavoli apabillasesorang mau mempelajari tehnik tehnik dasar bola voli. Bola voli adalahpermainan diatas lapangan persegi empat yang

Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan izin dalam melaksanakan penelitian ini. 3. Bapak Dr. Guntur, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan RekreasiUniversitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan,