Transcription

KUCING SPHYNX SEBAGAI SUMBER INSPIRASIPENCIPTAAN SOFTCASE DRUMSETPENCIPTAANFatimah Sukmawati1310023422TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S-1 KRIYA SENIJURUSAN KRIYA FAKULTAS SENI RUPAINSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA2017UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

KUCING SPHYNX SEBAGAI SUMBER INSPIRASIPENCIPTAAN SOFTCASE DRUMSETPENCIPTAANFatimah Sukmawati1310023422Tugas Akhir ini Diajukan Kepada Fakultas Seni RupaInstitut Seni Indonesia YogyakartaSebagai Salah satu Syarat untuk MemperolehGelar Sarjana S-1 dalam Bidang Kriya Seni2017UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

HALAMAN PERSEMBAHANSaya persembahkan Tugas akhir ini kepada Allah SWT. Terutama kepada keduaOrang Tua tercinta yang tidak henti-hentinya mendoakan dan mendukung sayadimana pun dan kapan pun. Saya persembahkan pula kepada kakak-kakak saya,serta kepada Dosen pembimbing yang selalu meluangkan waktu, tenaga, danilmunya kepada saya dan seluruh sahabat serta orang yang saya cintaiMOTTO“WHY WORRY? IF YOU’VE DONE THE VERY BEST YOU CAN, WORRYINGWON’T MAKE IT ANY BETTER”UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaiv

PERNYATAAN KEASLIANDengan ini saya menyatakan bahwa dalam laporan Tugas Akhir ini tidak terdapatkarya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar Kesarjanaan di suatuPerguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak ada karya ataupendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secaratertulis diacu dalam laporan Tugas Akhir ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.UPT Perpustakaan ISI YogyakartaYogyakarta, 01 Agustus 2017Fatimah Sukmawativ

KATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkanrahmat, karunia, dan kasih sayangnya sehingga penulis dapat menyelesaikanlaporan Tugas Akhir Penciptaan yang berjudul “Kucing Sphynx Sebagai SumberInspirasi Penciptaan Softcase Drumset”.Penulisan laporan Tugas Akhir ini diajukan guna memenuhi salah satusyarat kelulusan dalam jenjang Strata I Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dalampenulisan ini penulis tidak terlepas dari masalah dan hambatan, namun berkatbimbingan, bantuan, dan semangat dari berbagai pihak akhirnya penulis dapatmengatasi hambatan tersebut dengan baik. Dengan segala kerendahan hati danpenuh keikhlasan penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesarbesarnya kepada:1. Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum. Rektor Institut Seni IndonesiaYogyakarta2. Dr. Dra. Suastiwi, M.Des. Dekan Fakultas Seni Rupa Institut SeniIndonesia Yogyakarta3. Dr. Yulriawan, M. Hum. Ketua Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa InstitutSeni Indonesia Yogyakarta4. Drs. Otok Herum Marwoto, M. Sn. Dosen Pembimbing I5. Drs. Rispul, M. Sn. Dosen Pembimbing II6. Sumino, S.Sn. Dosen wali7. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Institut Seni Budaya IndonesiaUPT Perpustakaan ISI Yogyakartavi

8. Monkey x Rabbit Leather Studio yang telah membantu selama prosespewarnaan kulit9. Bapak dan Ibu dosen yang telah bersedia berbagi ilmu selama masaperkuliahan10. Teman-teman dan semua pihak lainnya yang telah membantu dalammenyelesaikan Tugas Akhir ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.Penulis sangat menyadari penulisan laporan Tugas Akhir ini tentu terdapatkekurangan, Baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penulis juga menyadaribahwa laporan Tugas Akhir ini jauh dari kata sempurna sehingga penulis sangatmembutuhkan kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki laporan iniagar menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Akhir kata diharapkan laporanTugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi penulissendiri.UPT Perpustakaan ISI YogyakartaYogyakarta, 19 Juni 2017Fatimah Sukmawativii

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL LUAR . iHALAMAN JUDUL DALAM . iiHALAMAN PENGESAHAN . iiiHALAMAN PERSEMBAHAN/MOTTO . ivPERNYATAAN KEASLIAN .vKATA PENGANTAR . viDAFTAR ISI . viiiDAFTAR TABEL .xDAFTAR GAMBAR . xiDAFTAR LAMPIRAN . ixINTISATI (ABSTRAK) .xvBAB I. PENDAHULUAN .1A. Latar Belakang Penciptaan .1B. Rumusan Penciptaan .4C. Tujuan dan Manfaat .4D. Metode Pendekatan dan Penciptaan .5BAB II. KONSEP PENCIPTAAN .9A. Sumber Penciptaan .9B. Landasan Teori .19BAB III. PROSES PENCIPTAAN .23A. Data Acuan .23B. Analisis.33C. Rancangan Karya .35D. Proses Pewujudan .571. Bahan dan Alat .572. Teknik Pengerjaan .653. Tahap Pewujudan .67E. Kalkulasi Biaya .75UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaviii

BAB IV. TINJAUAN KARYA .78A. Tinjauan Umum .78B. Tinjauan Khusus .80BAB V. PENUTUP .90DAFTAR PUSTAKA .93LAMPIRAN .96A. Foto Poster Pameran .96B. Foto Situasi Pameran .97C. Katalogus .99D. Biodata (CV) .100E. CD .102UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaix

DAFTAR TABELTabel 1. Berat bahan yang digunakan .57Tabel 2. Komposisi bahan kimia yang digunakan untuk proses pull-up .58Tabel 3. Komposisi bahan pewarna .58Tabel 4. Komposisi minyak .58Tabel 5. Komposisi bahan finishing .58Tabel 6. Komposisi air yang digunakan .59Tabel 7. Kalkulasi biaya bahan kimia .75Tabel 8. Kalkulasi biaya penyewaan alat .75Tabel 9. Kalkulasi biaya karya 1 softcase Snare Drum .76Tabel 10. Kalkulasi biaya karya 2 softcase Tom .76Tabel 11. Kalkulasi biaya karya 3 softcase Cymbal .76Tabel 12. Kalkulasi biaya karya 4 softcase Bass Drum .77Tabel 13. Kalkulasi biaya karya 5 softcase Floor Tom .77Tabel 14. Kalkulasi keseluruhan karya .77UPT Perpustakaan ISI Yogyakartax

DAFTAR GAMBARGambar 1. Kucing sphynx tanpa bulu .10Gambar 2. Anak kucing sphynx dengan kulit yang berkerut diseluruh tubuhnya .13Gambar 3. Salah satu softcase snare drum .15Gambar 4. Teknik pyrography kedalam 4 macam warna kulit yang berbeda .16Gambar 5. Woodburning krisbow .17Gambar 6. Woodburning dengan pengatur suhu .17Gambar 7. Drumset .18Gambar 8. Data acuan 1 patung berbentuk kucing sphynx .23Gambar 9. Data acuan 2 tato kucing sphynx karya Bernardo .24Gambar 10. Data acuan 3 penerapan kucing dalam casing handphone .25Gambar 11. Data acuan 4 judul karya Western Dragon dengan menerapkan teknikpyrography .26Gambar 12. Data acuan 5 karya Farrady Sastranada Widhiasto tahun 2016 .27Gambar 13. Data acuan 6 penerapan ornamen pada hardcase gitar kulit .28Gambar 14. Data acuan 7 softcase Cymbal .29Gambar 15. Data acuan 8 softcase Snare Drum .30Gambar 16. Data acuan 9 Bataria Bumbo Bass Drum.31Gambar 17. Data acuan 10 Bateria Srudo Floor Tom .32Gambar 18. Data acuan 11 Ludwig atlas clasicc tom bag .33Gambar 19. Sketsa alternatif snare drum 1 .35Gambar 20. Sketsa alternatif snare drum 2 .36Gambar 21. Sketsa alternatif snare drum 3 .37UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaxi

Gambar 22. Sketsa alternatif bass drum 1 .38Gambar 23. Sketsa alternatif bass drum 2 .39Gambar 24. Sketsa alternatif bass drum 3 .39Gambar 25. Sketsa alternatif tom 1 .40Gambar 26. Sketsa alternatif tom 2 .40Gambar 27. Sketsa alternatif tom 3 .41Gambar 28. Sketsa alternatif cymbal 1 .42Gambar 29. Sketsa alternatif cymbal 2 .43Gambar 30. Sketsa alternatif cymbal 3 .43Gambar 31. Sketsa alternatif floor tom 1 .44Gambar 32. Sketsa alternatif floor tom 2 .44Gambar 33. Sketsa alternatif floor tom 3 .45Gambar 34. Sketsa terpilih 1 .46Gambar 35. Gambar proyeksi Case Bass Drum .47Gambar 36. Gambar Prespektif Case Bass Drum .47Gambar 37. Sketsa terpilih 2 .48Gambar 38. Gambar Proyeksi Case Tom .49Gambar 39. Gambar Prespektif Case Tom .49Gambar 40. Sketsa terpilih 3 .50Gambar 41. Gambar Proyeksi Case Floor Tom .51Gambar 42. Gambar Prespektif Case Floor Tom.51Gambar 43. Sketsa terpilih 4 .52Gambar 44. Gambar Proyeksi Case Snare Drum.53UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaxii

Gambar 45. Gambar Prespektif Case Snare Drum .53Gambar 46. Sketsa terpilih 5 .54Gambar 47. Sketsa terpilih 6 .55Gambar 48. Gambar Proyeksi Case Cymbal .56Gambar 49. Gambar Prespektif Case Cymbal .56Gambar 50. Bahan kimia.57Gambar 51. Kain Furing Bludru .59Gambar 52. Kertas Malaga .60Gambar 53. Busa .61Gambar 54. Ritsleting .61Gambar 55. Milling Drum .62Gambar 56. Toggle .63Gambar 57. Mesin Embossing/plating .63Gambar 58. Woodburning .64Gambar 59. Mesin Jahit .64Gambar 60. Mesin Seset .65Gambar 61. Pengerjaan pyrography .66Gambar 62. Detail Pengerjaan Pyrography .67Gambar 63. Kulit Hasil Shaving .67Gambar 64. Proses Pewarnaan .69Gambar 65. Kulit yang telah selesai diproses .71Gambar 66. Proses Toggling .71Gambar 67. Proses Finishing .72Gambar 68. Kulit yang telah di embossing .72UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaxiii

Gambar 69. Pembuatan Pola .73Gambar 70. Penyesetan Bahan .73Gambar 71. Proses Pyrography kedalam kulit .74Gambar 72. Karya 1 .80Gambar 73. Karya 2 .82Gambar 74. Karya 3 .84Gambar 75. Karya 4 .86Gambar 76. Karya 5 .88UPT Perpustakaan ISI Yogyakartaxiv

INTISARIKucing memiliki banyak sekali ras yang tersebar hampir diseluruh dunia,salah satu ras yang cukup populer adalah kucing sphynx. Kucing ini dapat kitaketahui dari ciri-ciri visual yaitu tubuh tanpa rambut, kulit berkerut, mata yangbulat, dan telinga yang lebar. Walau tampilannya menyeramkan namun kucing inisangat setia kepada majikannya. Karena keunikan kucing ini dan kecintaanpenulis terhadap kucing menjadi salah satu pendorong untuk menciptakan sebuahkarya seni.Dalam menciptakan karya penulis menggunakan beberapa metode yangberkaitan dengan tugas akhir yaitu metode pendekatan estetik dan ergonomi sertametode penciptaan dengan mangacu pada SP Gustami. Dalam prosesnya penulisdengan sabar dan teliti mengerjakan dengan sepenuh hati dari memilah kulit,memproses kulit dari shaving, penggilingan, pencampuran warna, danmenerapkan teknik pyrography untuk menciptakan sebuah ornamen pada karyayang diciptakan.Karya seni yang dihasilkan merupakan karya fungsional berupa produksoftcase drumset dengan berbahan dasar kulit nabati yang diproses menjadi kulitpull-up. softcase yang diciptakan antara lain snare drum, bass drum, floor tom,tom dan cymbal dimana softcase ini dihiasi ornamen kucing sphynx. Tujuanpembuatan karya ini diharapkan mampu menjadi sebuah inovasi baru untukkerajinan kriya kulit terutama untuk produk softcase dan produk-produk lainnya.Kata kunci: Kucing Sphynx, Softcase Drumset, PyrographyUPT Perpustakaan ISI Yogyakartaxv

ABSTRACTCats have so many races scattered almost around the world, one of thepopuler races is sphynx cats. This cat can we know from the characteristic of thebody without hair, wrinkled skin, round eyes, and ears width. Even though itlooks creepy but this cat very loyal to his employer. Because this uniqueness catand writer’s joy of cats being factor to create of art.In creating artwork writer using some relevant method with final examwhich is aesthetics, ergonomics and method of creation by SP Gustami. In theprocess writer patiently and thoroughly works with whole hearted from sortingand process the leather, shaving, milling, dyeing, and applying pyrographytechnique to create a ornament/pattern on artwork.The resulting artwork is softcase drumset product functional art withvegeteble leather that is processed into a pull-up leather. Softcase created amongother snare drum, bass drum, floor tom, tom and cymbal where this softcasedecorated by cat sphynx ornament/pattern. Purpose of making this artworkexpected to be a new inovation for leather craft especially softcase product and theother products.Key words: Kucing Sphynx, Softcase Drumset, PyrographyUPT Perpustakaan ISI Yogyakartaxvi

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang PenciptaanBanyak orang gemar memelihara hewan untuk dijadikan hewanpeliharaan. Kebanyakan dari mereka menganggap hewan peliharaan bisamenjadi teman bahkan seperti anak sendiri salah satunya adalah kucing.Kucing merupakan hewan peliharaan terbanyak yang di pelihara olehmasyarakat diseluruh dunia termaksud di Indonesia.Dalam sejarahnya kucing kerap kali menjadi hewan pendamping dalamkehidupan masyarakat, hubungan manusia dan kucing diperkirakan sudah adasejak 8000 SM (Susanty, 2004:1). Pada masa itu manusia menjadikan kucingsebagai hewan untuk membasmi hama seperti tikus atau hewan pengeratlainnya. Tidak hanya menjadi hewan pembasmi hama, namun masyarakatmesir kuno juga menyembah kucing sebagai dewi yang dilambangkansebagai dewi Bastet (Suwed, 2005:8). Seiring perkembangan zamankucingpun banyak digemari oleh masyarakat luas sebagai hewan peliharaan.Kucing (Felis Silvestris) telah menjadi sahabat manusia sejak zamanmesir kuno, keberadaannya sekarang jauh berbeda dengan zaman dahulu.Sekarang perkembang biakkan kucing sangat pesat terutama pada kucing ras,tercatat bahwa ada puluhan jenis ras kucing yang tersebar di dunia. organisasiFiFe (The Federation Internationale Feline) mengaku bahwa terdapat 40 raskucing. Menurut CFA (Cat Fanciers Association) mengatakan bahwa ada 41ras kucing yang masuk dalam daftar Championship Breeds. SedangkanUPT Perpustakaan ISI Yogyakarta1

2menurut TICA (The International Cat Association) dalam website resminyamenampilkan 57 ras kucing masuk dalam Championship, selain itu masih adabanyak ras kucing yang sedang menjalani proses untuk diakui sebagai rasbaru (Purwanto, 2010:13)Seperti yang kita ketahui, kucing memiliki banyak sekali ras salahsatunya adalah Sphynx. Dalam hal ini mengapa penulis mengangkat Sphynxsebagai sumber ide karena penulis termaksud orang yang mencintai dansangat menggemari kucing. Menurut penulis, Sphynx merupakan kucing yangunik dari seluruh ras kucing karena Sphynx tidak memiliki rambut sepertikucing yang selama ini kita lihat.Selain hal tersebut, penulis melihat bahwa tidak banyak orang diIndonesia yang memelihara Sphynx karena harganya yang sangat mahal. Halini dikarenakan kucing Sphynx mengalami mutasi genetik yang membuatnyamemiliki rambut sangat tipis di bagian tubuhnya serta kucing ini adalah salahsatu keturunan yang paling populer untuk ukuran kucing mewah, penggemarkucing mengatakan kucing ini langka dan tidak biasa. alasan lainnya yaitu,Sphynx tidak selucu kucing ras lainnya, bahkan banyak orang yangberanggapan bahwa kucing ini sangat menggelikan. namun disini penulismelihat bahwa Sphynx merupakan kucing yang memiliki keunikan yangmembuat dirinya sangat indah dari kucing-kucing lain. Dilihat dari bentuktubuhnya Sphynx memiliki kulit berkerut dan tubuh tanpa rambut menjadisalah satu ciri khas mereka, bola mata mereka bulat seperti lemon yangmemberi kesan kuat dan tajam, kepalanya yang berbentuk segitiga, sertaUPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

3telinga mereka yang lebar. Dan hal yang menarik lainnya dari Sphynx adalahkucing ini sangat cocok dipelihara bagi orang-orang yang memiliki alergiterhadap bulu atau rambut hewan, maupun takut terkena penyakit dari rambutkucing, karena Sphynx tidak memiliki rambut seperti kucing lainnya.Softcase merupakan tas yang sangat penting bagi para musisi,fungsinya adalah untuk membawa serta menyimpan alat musik agar tetapaman dan terjaga kualitasnya. Hampir seluruh alat musik membutuhkanSoftcase salah satunya adalah Drum. Mengapa penulis tertarik akan produkcase terutama Softcase Drumset? karena penulis melihat di Indonesiapenggunaan bahan kulit untuk pembuatan Softcase sangat jarang sekaliditemui hampir seluruhnya berbahan kain, penulis juga melihat banyaknyaDrummer maupun percussionist zaman sekarang membutuhkan Softcaseyang tidak hanya mementingkan fungsinya saja tetapi mereka mencari sebuahkeindahan pada tampilan Softcase tersebut. Dan dari pengalaman penulisselama bergelut di dunia Marching Band kebutuhan akan Softcase yang amatsangat penting dapat menjadi sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan.Ada berbagai macam teknik yang dapat diterapkan dalam prosespengerjaan kulit, salah satunya yaitu teknik solder atau dalam istilahnyadisebut pyrography. penggunaan teknik pyrography sebenarnya banyakditerapkan pada kayu dan bambu namun teknik ini dapat pula digunakan padabahan kulit (genuine leather) tetapi tidak dengan kulit sintetis (faux leather)karna kulit jenis ini berbahan dasar kain yang jika terkena panas akanmeleleh. Dalam hal ini penulis akan menggunakan teknik pyrography karenaUPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

4teknik ini sangat jarang diterapkan pada kulit, menurut pengelihatan penulisselama ini, penulis hanya melihat teknik tatah timbul yang diterapkan padakulit khususnya kulit nabati. Efek yang dihasilkan dari pyrography adalahberupa efek hitam terbakar atau gosong yang dihasilkan dari alat yangdipanaskan.Dari latar belakang di atas mendorong penulis untuk menciptakansebuah karya seni kriya kulit yang terinspirasi dari kucing Sphynx. penulisakan menciptakan sebuah karya seni yang bersifat fungsional berupa SoftcaseDrumset dengan berbahan dasar kulit nabati yang nantinya akan diprosesmenjadi kulit pull-up free chrome dan menerapkan kucing Sphynx sebagaisumber ide ke dalam Softcase Drumset tersebut dengan menggunakan teknikpyrography.B. Rumusan PenciptaanDari latar berlakang tersebut, maka dalam penciptaan karya seni inirumusan penciptaan adalah:1.Bagaimana proses penciptaan Softcase Drumset yang terinspirasi darikucing Sphynx?2.Bagaimana hasil karya kulit berupa Softcase Drumset dengan sumber idekucing Sphynx?C. Tujuan dan Manfaat1. TujuanPenciptaan karya ini memiliki beberapa tujuan, yaitu:UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

5a. Mewujudkan dan menuangkan ide, gagasan, serta ekspresi melaluikarya kriya kulit.b. Menciptakan karya kriya kulit berupa Softcase yang terinspirasidari kucing Sphynx.2. Manfaata. Memenuhi tugas akhir dan menjadi sarana belajar menuangkan idekreatif dan menyalurkan seluruh ilmu selama masa perkuliahan. Sertamenimbulkan rasa kepuasaan dan kecintaan penulis terhadap makhlukhidup terutama kucing.b. Penciptaan karya seni ini diharapkan mampu memberikan danmenambah pengetahuan serta wawasan terutama pada kriya senikhususnya kriya kulit.c. Penciptaan karya tugas akhir ini yang bersumber dari kucing Sphynxdiharapkan dapat menghasilkan suatu manfaat khususnya kepadamasyarakat luas tentang Sphynx, semoga menjadi karya yang unik danberbeda dari karya yang pernah ada dan menjadi alternatif sumberinspirasi baru dalam pembuatan karya kriya kulit.D. Metode Pendekatan dan Penciptaan1. Metode Pendekatana. EstetikPendekatan Estetik adalah pendekatan suatu karya seni denganprinsip estetika secara visual, yaitu berupa garis, bentuk, bidang,warna, tekstur serta prinsip keseimbangan, kesatuan, dan jugaUPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

6komposisi. Menurut Djelantik ilmu estetika adalah suatu ilmu yangmempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan,mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan(Djelantik, 1999:7). Cara pandang Djelantik cenderung kepada estetikaklasik yang memandang estetika menjadi dua golongan yaitukeindahan alami dan keindahan buatan (Sachari, 2002:59).b. ErgonomiPendekatan ergonomi merupakan aspek yang sangat pentingkarena ergonomi diterapkan dan dipertimbangkan dalam prosesperencanaan sebagai upaya untuk mendapatkan hubungan yang ngdigunakannya (Palgunadi, 2008:71). Pendekatan ergonomi bertujuanuntuk menciptakaan suasana nyaman sehingga selain nilai estetikanya,karya seni fungsional harus diperhatiakan juga nilai ergonominya demikenyamanan pemakainya.2. Metode PenciptaanPada proses penciptaan karya seni kriya ini mengacu pada metodepenciptaan menurut SP. Gustami dalam bukunya yang berjudul Butir-ButirMutiara Estetika Timur. Menurut beliau secara metodologis, terdapat tigatahap enam langkah penciptaan seni kriya. Tiga tahap tersebut terdiri dariEksplorasi, Perencanaan, dan Perwujudan (Gustami, 2007:329-332).Tahap Eksplorasi Meliputi Aktivitas penjelajahan menggali sumberide, pengumpulan data dan referensi berupa buku, majalah, dan jurnalUPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

7yang berkaitan dengan tema tugas akhir ini. pengolahan dan analisa data.hasil dari penjelajahan dan analisis data tersebut dijadikan dasar untukmembuat rancangan atau desain. Sebelum membuat karya seni, penulisterlebih dahulu mengumpulkan data yang bersangkutan guna menambahreferensi dan sumber ide sebelum membuat sketsa.Tahap Perancangan yang dibangun berdasarkan perolehan butirpenting hasil analisis yang dirumuskan, diteruskan, visualisasi gagasandalam bentuk sketsa alternatif, setelah itu diterapkan pilihan sketsa terbaiksebagai acuan reka bentuk atau dengan gambar teknik yang berbuna bagiperwujudannya. penulis kemudian membuat beberapa sketsa alternatif dankemudian memilih sketsa terpilih untuk diwujudkan.Tahap Perwujudan, bermula dari pembuatan model sesuai sketsaalternatif atau gambar teknik yang telah disiapkan menjadi modelprototipe kemudian ditemukan kesempurnaan karya yang dikehendaki.Model itu bisa dibuat dalam ukuran miniatur, bisa pula dalam ukuransebenarnya,Setelah ditentukan sketsa terpilih penuliskemudianmelanjutkan langkah berikutnya yaitu membuat sketsa tersebut kedalamukuran sebenarnya.Analisis dari tiga tahap penciptaan seni kriya tersebut kemudiandiuraikan menjadi 6 langkah proses penciptaan seni kriya, yaitu:1) Penggambaran jiwa, pengamatan lapangan, dan penggalian sumberreferensi dan informasi. Dalam menentukan tema dan rumusanmasalah yang perlu pemecahan.UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

82) Menggali teori, sumber, referensi serta acua

Kucing merupakan hewan peliharaan terbanyak yang di pelihara oleh masyarakat diseluruh dunia termaksud di Indonesia. Dalam sejarahnya kucing kerap kali menjadi hewan pendamping dalam kehidupan masyarakat, hubungan manusia dan kucing diperkirakan sudah ada sejak 8000 SM (Susanty, 2004:1).